NovelToon NovelToon
Menantu Cenayang

Menantu Cenayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Action / Harem
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sean Sensei

🔖 SINOPSIS :

Selama tiga tahun pernikahan nya, Satya dianggap sebagai sampah di mata keluarga besar nya. Sebagai pemuda lulusan universitas kecil di pedesaan tanpa koneksi, ia hanya menjadi suami yang mengurus dapur selagi istri nya mengejar karier. Puncak nya, Satya diceraikan secara sepihak dan diusir hanya dengan membawa satu koper pakaian.

​Tepat satu bulan setelah perceraian nya, badai besar menghantam; dunia mulai diguncang oleh Krisis Moneter 1997. Di tengah keterpurukan ekonomi yang mencekik dan status-nya yang luntang-lantung, sebuah warisan yang tertidur dalam darah nya tiba-tiba terbangun.

Satya menyadari bahwa ia adalah keturunan terakhir dari garis darah cenayang peramal legendaris. Ia mendapatkan kemampuan khusus: hanya dengan menatap wajah seseorang, ia bisa melihat masa depan, rahasia kelam, hingga peruntungan finansial yang akan datang.

🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sean Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 | Prediksi Industri

...----------------🍁----------------🍁----------------...

Shanghai sedang berpesta di atas puing-puing ekonomi Asia, namun mata ku melihat sesuatu yang melampaui tumpukan uang kertas yang terbakar. Aku berdiri di depan jendela kaca penthouse ku, menatap titik-titik cahaya di cakrawala yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Bagi ku, gedung-gedung itu bukan lagi beton statis, melainkan arus data yang mengalir deras.

"Uang adalah energi masa lalu," gumam ku sambil memutar-mutar sebuah koin logam di jemari ku. "Informasi adalah energi masa depan. Krisis 1997 ini hanyalah sebuah koreksi besar sebelum dunia berpindah dari otot ke sirkuit."

Aku memejamkan mata sejenak, membiarkan panas di balik kelopak mata ku meningkat. Saat aku membuka nya, dunia di depan ku terdistorsi. Aku mengaktifkan tingkatan baru kekuatan cenayang ku.

Tiba-tiba, peta digital muncul di atas lanskap kota. Garis-garis cahaya oranye membentang dari Shanghai menuju Beijing, berkumpul di sebuah distrik kumuh bernama Zhongguancun. Di sana, di antara toko-toko elektronik murah dan jalanan berdebu, aku melihat sebuah ledakan emas yang menyilaukan, sebuah pusat gravitasi baru yang akan dikenal dunia sebagai Silicon Valley nya Tiongkok.

"Dot-com," bisik ku. Suara ku terdengar asing, seolah-olah kekuatan cenayang yang bersemayam dalam darah ku yang mengucapkan nya. "Dalam tiga tahun, perusahaan-perusahaan yang hanya memiliki alamat situs web akan bernilai lebih dari seluruh cadangan emas Grup Dragon."

Suara pintu geser terbuka pelan. Lin Xia masuk dengan langkah yang nyaris tak terdengar, membawa berkas-berkas laporan nya. "Tuan Satya, tim pembelian lahan di Beijing telah mengirimkan koordinat terakhir. Mereka bingung kenapa Anda ingin membeli area rawa dan pemukiman kumuh di pinggiran distrik Haidian. Harga tanah di sana hampir nol, tapi birokrasi pembongkaran-nya akan memakan biaya."

Aku tidak berbalik. "Xia, katakan pada mereka untuk tidak banyak bertanya. Beli setiap jengkal tanah di koordinat itu. Jangan biarkan satu meter pun jatuh ke tangan spekulan lain. Jika pemilik nya menolak, tawarkan dua kali lipat harga pasar. Sekarang juga."

"Tapi Tuan, Nona Meiling khawatir karena Anda yang sedang menghamburkan modal cair kita di saat pasar masih tidak stabil," Lin Xia ragu-ragu, wajah-nya menunjukkan kecemasan yang tulus.

Aku berbalik, menatap nya dengan pupil mata yang masih berkilat merah-emas. Lin Xia tersentak, menjatuhkan beberapa lembar kertas. Dia menunduk dengan nafas yang tercekat. "M-maafkan saya, Tuan."

Aku melangkah mendekat, mengangkat dagu nya dengan ujung jari ku. "Xia, Meiling melihat dunia dengan kacamata akuntansi. Aku melihat dunia dengan kekuatan ku. Katakan pada nya, tanah-tanah rawa itu akan menjadi fondasi dari bisnis baru kita. Bisnis yang tidak akan runtuh meskipun Yuan sekalipun kehilangan nilai nya."

"Baik, Tuan. Saya akan segera memproses nya," bisik nya, pipi nya merona merah di bawah tekanan tatapan ku.

Satu jam kemudian, aku berada di dalam limusin lapis baja menuju sebuah pertemuan rahasia di distrik finansial. Di kursi seberang ku, Wang Meiling tampak gelisah. Dia mengenakan setelan jas putih yang tajam, namun mata nya terus menatap grafik di kertas laporan nya.

"Satya, aku setuju kau adalah genius bursa, tapi properti di Beijing? Itu sektor yang lambat. Kita butuh likuiditas untuk menyerang pasar Hong Kong besok pagi," Meiling memprotes, suara nya sedikit meninggi.

"Hong Kong adalah masa lalu, Meiling," kata ku tenang, menatap keluar jendela ke arah jalanan Shanghai yang basah. "Besok, aku akan memperkenalkan mu pada istilah baru: E-commerce, Search Engine, dan Portal Digital. Kita tidak lagi membeli perusahaan yang membuat mesin cuci. Kita membeli perusahaan yang menghubungkan pikiran manusia."

Meiling mengernyitkan dahi. "Itu terdengar seperti fiksi ilmiah."

"Sihir adalah teknologi yang belum kita pahami," balas ku dengan senyum tipis.

Tiba-tiba, firasat buruk menghantam dada ku seperti godam. Denyut di mata ku berubah dari emas menjadi merah darah yang berdenyut kencang. Ini bukan lagi penglihatan bisnis; ini adalah Insting Predator.

"Satu... dua... tiga," hitung ku dalam hati.

"Tundukkan kepala mu, Meiling! SEKARANG!" teriak ku sambil menerjang tubuh nya, menekan nya ke lantai limusin yang dilapisi karpet beludru.

DOR! DOR! DOR!

Kaca anti-peluru di samping kepala Meiling retak hebat, membentuk pola sarang laba-laba. Sebuah peluru kaliber besar tertanam tepat di tempat kepala Meiling berada sedetik yang lalu. Limusin kami berguncang hebat saat sebuah truk sampah menghantam sisi kanan mobil, mencoba menjepit kami di dinding terowongan.

"APA YANG TERJADI?!" Meiling berteriak ketakutan, wajah nya yang cantik kini pucat pasi dalam pelukan ku. Tubuh nya gemetar hebat, dan aku bisa merasakan detak jantung nya yang liar menempel pada dada ku.

"The Iron Triangle," gumam ku, mata ku menatap menembus baja mobil ke arah para penyerang. "Mereka tidak suka ada pemain baru yang mengambil wilayah mereka."

Tiga motor sport muncul dari balik truk, pengendara mereka mengenakan pakaian taktis hitam lengkap dengan senapan mesin ringan. Mereka mulai menghujani mobil kami dengan timah panas.

"Supir! Jangan berhenti! Tabrak truk itu!" perintah ku melalui interkom.

"Tapi Tuan, mereka menutup jalan!" suara supir terdengar panik.

Aku memejamkan mata, memaksakan kesadaran ku untuk keluar dari tubuh fisik ku. Dalam pandangan cenayang ku, aku melihat aliran waktu melambat. Aku melihat lintasan peluru, aku melihat kelemahan pada ban motor para penyerang, dan aku melihat sebuah celah sempit di antara truk dan dinding terowongan.

"Banting stir ke kiri dalam hitungan tiga!" perintah ku. "Satu... dua... TIGA!"

Supir menuruti perintah ku dengan buta. Limusin seberat tiga ton itu meluncur dengan presisi milimeter, menyerempet dinding terowongan dengan percikan api yang menerangi kegelapan, lalu melesat keluar dari jepitan truk.

Namun, para pembunuh itu gigih. Salah satu pengendara motor melompat ke atap limusin. Aku bisa mendengar suara sepatu bot nya yang menghantam baja. Dia mengeluarkan sebuah bom tempel thermite.

"Satya, mereka di atas!" Meiling mencengkeram kemeja ku, air mata mulai mengalir di pipi nya. "Kita akan mati!"

"Tidak selama aku masih memegang kendali takdir ini," kata ku dingin.

Aku meraih sebuah payung bergagang besi berat di samping kursi. Aku menekan tombol darurat untuk membuka sun roof hanya selebar sepuluh sentimeter. Dengan kecepatan yang tidak manusiawi, berkat sinkronisasi saraf dengan Mata Naga, aku menusukkan ujung payung itu ke atas.

JLEB!

Terdengar suara teriakan tertahan. Ujung payung ku menembus sepatu bot dan kaki si pembunuh. Aku menarik nya kembali dengan sentakan kuat, membuat keseimbangan nya goyah. Saat mobil menikung tajam, si pembunuh terlihat terlempar dari atap dan terlindas oleh rekan motor nya sendiri di belakang.

BOOM!

Bom thermite itu meledak di aspal, menciptakan lidah api raksasa yang menelan dua motor lain nya.

Limusin akhir nya keluar dari terowongan dan berhenti di bawah pengawalan ketat tim keamanan Grup Dragon yang baru tiba. Suasana sunyi seketika, hanya menyisakan suara mesin mobil yang mendingin dan nafas Meiling yang tersengal-sengal.

Aku masih memeluk nya di lantai mobil. Meiling tidak segera menjauh. Dia justru membenamkan wajah nya di leher ku, terisak pelan. Keangkuhan sang Wanita Es telah mencair sepenuh nya, menyisakan seorang wanita yang baru saja menyadari bahwa uang tidak bisa melindungi nya dari kematian.

"Kau menyelamatkan ku lagi," bisik nya, suara nya parau. Dia mendongak, menatap ku dengan mata yang basah dan penuh dengan pemujaan yang berbahaya. "Siapa mereka, Satya? Siapa yang berani melakukan ini pada kita?"

Aku membantu-nya duduk kembali di kursi, namun tangan nya tetap menggenggam lengan ku seolah takut aku akan menghilang.

"The Iron Triangle," kata ku sambil merapikan jas yang sedikit berantakan. "Tiga keluarga lama yang menguasai infrastruktur Tiongkok. Mereka melihat pembelian lahan kita di Beijing sebagai ancaman terhadap monopoli mereka. Mereka pikir mereka bisa menghentikan masa depan dengan membunuh pembawa berita nya."

Aku menatap kearah jendela yang hancur. Di kejauhan, aku melihat bayangan merah di langit, sebuah simbol bahwa perang ini baru saja dimulai.

"Kalian pikir kalian adalah penguasa besi?" gumam ku dengan nada kejam. "Besi bisa meleleh di depan nafas naga. Jika kalian ingin perang, aku akan memberikan kehancuran yang tidak bisa kalian prediksi dengan perhitungan kuno kalian."

"Satya," Meiling menarik wajah ku agar menatap nya. Dia mendekat, bibir nya yang gemetar menyentuh bibir ku. Ciuman nya kali ini tidak penuh dengan dominasi, melainkan penuh dengan rasa takut kehilangan. "Jangan tinggalkan aku. Aku akan memberikan mu apa pun. Tentara, senjata, semua aset ku... gunakan semua nya untuk menghancurkan mereka. Tapi tetaplah bersama ku."

Aku membalas ciuman-nya dengan tenang, namun mata ku tetap terbuka, menatap ke kegelapan malam. "Aku tidak akan pergi, Meiling. Tapi kau harus siap. Karena untuk membangun bisnis teknologi yang ku inginkan, kita harus membakar tatanan lama sampai menjadi abu."

Di dalam hati ku, aku sudah menyusun strategi. Aku akan menggunakan Detektif Chen untuk menekan sisi legal mereka, menggunakan pesona Zhao Wei untuk menghancurkan citra publik mereka, dan menggunakan pengetahuan masa depan ku untuk membuat perusahaan mereka menjadi usang sebelum mereka menyadari nya.

Ponsel ku bergetar. Sebuah pesan singkat dari nomor yang tak terenkripsi.

[Tamu dari Jakarta sudah mendarat. Dia mencari sampah yang hilang. - Lin Xia]

Aku tersenyum dingin. Clarissa sudah sampai. Musuh bisnis di depan mata, mantan istri di belakang punggung, dan tiga wanita yang haus perhatian di sekeliling ku.

"Bagus," batin kekuatan di dalam diri ku bersorak kegirangan. "Semakin kacau dunia nya, semakin indah pemandangan dari atas bisnis ku."

Aku menepuk pundak Meiling agar dia tenang, sementara pikiran ku sudah terbang ke Beijing, melihat lahan rawa itu berubah menjadi hutan gedung pencakar langit digital yang akan menaklukkan dunia. Hari ini mereka mengirim peluru, besok... aku akan mengirimkan kebangkrutan yang akan membuat mereka memohon untuk mati.

"Supir," kata ku pelan. "Lanjutkan ke markas. Kita punya dunia yang harus dibeli sebelum matahari terbit."

...----------------🍁----------------🍁----------------...

1
Serena Khanza
duh takut 🫣 gimana nih sama satya
Hunk
anjay posesif banget nih cewe.
Hunk
Masih hidup mantan istrinya? aku kira udah mati.
LOL #555
Wihh,ini mereka bakal jadi pasangan atau cuman rekan kerja biasa
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
jadi, kekuatan mata super itu diketahui banyak orang yang Thor?
Serena Khanza
wuih wang meiling pocecip 🤭 biasanya kan cowok yang pocecip ya 🫣
Panda
cukup oke cuma wang itu terlalu telling dan kebanyakan narasi emosi dibanding "show" emosi
Syh.Mutiara
waduh gak cukup tuh untuk hidup dalam seminggu
LOL #555
emas murni sama jam tangan ? 200k? pengen ditendang ni bapak satu
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
kelazzz cuyyy, ijin copas 🤭
Hunk
Keren banget bagian ini. Ketegangan dan urgensinya kerasa nyata, apalagi saat keputusan ekstrem seperti jual Yuan dan pakai leverage besar langsung dieksekusi. Dialognya tegas dan punya power, bikin karakter MC terasa dominan dan berani ambil risiko.👍
Serena Khanza
wow adegan nya panas thor
Hunk
/Applaud/Aww terlalu dekat🤭
Serena Khanza
tinggi bener 88 lantai ya buset 😭
Alexanderia
ceritanya bagus 👍👍
Syh.Mutiara
benar jugaa ya🤔 Dunia ini akan berubah seiring waktu
LOL #555
Satrya ,kalau udah kaya di Shanghai sana , ingat ya ,aku adikmu 🤣
LOL #555
Berarti nanti anak Satya fak bakal bisa cenayang ya?
Serena Khanza
siapa nih🤔 si meiling ya
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
karakter es selalu menjadi karakter favorit aku 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!