NovelToon NovelToon
CINTA MATI BERDARAH

CINTA MATI BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romantis / Mafia / Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI YANG MENGERIKAN

Setelah mendapatkan panggilan dari Maya, Tito langsung menelepon Iyan dan Leon.

Mereka bertiga langsung berpencar untuk mencari keberadaan Riko. Hujan masih belum reda malah semakin deras ditambah petir yang menyambar.

Maya pun datang ke cafe dimana Riko bekerja. Dia tidak menemukan keberadaan pria itu.

"Riko belum datang. Seharusnya 30 menitan yang lalu dia sudah datang" ujar teman kerja Riko di cafe.

Maya semakin panik. Saat keluar cafe, ia bertemu Tito, Iyan, dan Leon bersamaan.

"Dia gak ada disini?" tanya Iyan.

Maya geleng geleng kepala. Wajahnya sudah pucat karena takut dan panik.

"Apa yang terjadi padanya, May? Kamu tau sesuatu?" tanya Tito.

"Sepertinya Mas Juan melakukan sesuatu sama Riko. Aku tidak tau pastinya, tapi.." jawab Maya terdengar takut.

"APA YANG DILAKUKAN TUNANGANMU ITU HAH?!!!" teriak Iyan jadi marah.

"Stop Yan! Ngapain kamu teriak sama Maya" tegur Leon.

"JIKA SAMPAI TERJADI APA APA SAMA SAHABATKU, AKU PASTIKAN KALIAN AKAN TANGGUNG JAWAB!" ancam Iyan dengan amarah.

Maya diam saja.

"heh! Sekarang bukan waktunya mengamuk. Ayo kita cari Riko" ujar Tito.

"Kita akan lewati jalan yang biasanya dia lewati mungkin disana ada jejaknya" ajak Leon.

"Aku ikut" minta Maya.

"Tidak perlu. Kamu tunggu sini saja, jika terjadi apa apa sama kamu, masalah ini jadi rumit. Bisa bisa kita yang kena amukan keluargamu" ucap Leon.

Maya diam.

Ketiga pria itu langsung berlari di bawah hujan menyusuri jalanan dimana biasanya Riko melewatinya untuk bekerja.

Maya berdiri didepan cafe melihat sahabat sahabat Riko berlari meninggalkannya.

"Semoga kamu tidak apa apa, Riko. Jika terjadi sesuatu kepadamu, mungkin rasa bersalahku sangat dalam" gumamnya.

Beberapa saat saat Iyan, Tito, dan Leon sudah tidak terlihat didepannya, dengan kesadaran penuh Maya ikut berlari dibawah hujan mengikuti jalan yang dilalui ketiganya.

Ia melalui banjir setinggi mata kakinya. Baru kali ini Maya melewati jalan kumuh ibukota.

Dari kejauhan, ia melihat keramaian.

Kerumunan orang.

Maya langsung berlari. Perasaannya tidak enak.

Semakin dekat, suara seseorang memanggil nama Riko semakin jelas.

"Riko bangun!!"

"Bangun, Kawan!! Kamu akan jadi pengacara terhebat di Indonesia! Sadar heh!!"

"RIKO!!! BANGUUUN!!"

Ternyata suara dari Tito, Iyan, Leon yang meneriaki Riko untuk bangun.

Pria yang dari tadi dicari kini terlentang di atas air coklat, hasil luapan banjir di daerah pemukiman sana.

Maya terdiam lalu berlutut disamping Riko.

"WANITA KAYA EGOIS!! KAMU TELAH MEMBUAT SAHABATKU CELAKA!! DASAR PHP!! WANITA BRENGSEK!" teriak Iyan yang memang dari tadi sangat emosi saat melihat Maya.

Maya hanya bisa menangis.

"Ambulance dataang!!"

suara seseorang ketika mulai mendengar suara mobil rumah sakit itu.

Semua orang yang mengerubungi Riko memecah dan memberikan ruang untuk petugas kesehatan membantu Riko naik ke ambulance.

"PERGI SANAA!!! KEMBALI LAH KE KELUARGA KAYAMU!! DAN JANGAN PERNAH MENCARI RIKO LAGI!!" teriak Iyan saat melarang Maya mendekat ke ambulance dan hendak ikut masuk.

"CUKUP YAN!!! MAYA TIDAK TAU APA APA!!" bela Tito.

"AKU BERJANJI AKAN MENJAUHKANMU DARI RIKO APAPUN YANG TERJADI!! JADI KAMU PERGILAH DAN KEMBALI KE TUNANGANMU!!" teriak Iyan lagi.

Leon menarik Maya menjauh dari ambulance.

"Pergilah. Iyan sangat dengan Riko. Jadi mohon dimaklumi emosinya ini. Aku harap kamu tidak akan kembali di kehidupan Riko, Maya. Dia sudah sangat bekerja keras untuk pendidikan dan karir masa depannya. Semua demi keluarganya. Saat kamu hadir di kehidupan Riko, dia sangat bahagia dan bertekad untuk sukses. Tapi melihat kejadian ini, sepertinya memang kehidupan kalian sangat berbeda. Cinta Riko bertepuk sebelah tangan. Dia pantas mendapatkan cinta wanita yang tulus bukan cinta wanita kaya yang menipunya" ucap Leon memberikan penjelasan.

"Aku harap kamu tidak mencari Riko lagi" lanjutnya lalu berjalan masuk ke ambulance dan meninggalkan Maya dibawah guyuran hujan.

Maya terlihat sangat sedih. Dia sangat kecewa dengan dirinya sendiri. Ternyata sikap cuek dan dinginnya tidak cukup membuat Riko menyerah untuk mencintainya.

Ia pun berjalan pelan menyusuri jalan banjir kembali hingga sampai cafe lalu masuk ke mobilnya.

Di dalam mobil ia menangis histeris dan memukul setir mobil.

"Maafkan aku, Riko" gumamnya.

Ia sangat merasa bersalah. Ia kira Juan benar benar melupakan hari itu dimana pria itu dibuat babak belur oleh Riko, tapi ternyata ada amarah dalam ketenangannya.

Setelah tangisnya lumayan reda, Maya langsung menelepon Juan.

"Halo sa.." belum juga Juan selesai menyahuti panggilan tunangannya, Maya langsung memotong.

"Kamu dimana, Mas?" tanyanya.

"Ada apa? Kenapa suara mu bergetar?" tanya Juan.

"JAWAB SAJA PERTANYAANKU, KAMU DIMANAAA MAS?!!" seru Maya.

Deg. Juan pun langsung merasa tidak enak hati, tapi ia berusaha menutupinya dan membela diri.

"Kenapa kamu tiba tiba tidak sopan begini hah? Kamu kena efek buru pria miskin itu ya?" malah Juan mengungkit Riko dengan buruk.

Maya menghela nafas panjang. Mendengar suara keramaian di panggilan Juan, ia yakin jika tunangannya ini berada di club.

Maya langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan kencang dibawah hujan tanpa peduli sekitarnya.

Dan dengan perasaan yang berantakan, guyuran hujan yang mengurangi jarak pandang Maya menatap jalananan, ia pun terkejut saat melihat ada anak kecil tiba tiba bermain di tengah jalan karena banjir dikira anak anak tidak ada mobil lewat.

Akhirnya Maya membelokkan mobilnya dan menabrak trotoar hingga mobilnya terbalik.

Kejadian naas di hari yang sama dialami oleh Riko dan Maya.

Apa yang terjadi dengan keduanya? Apa cinta Riko berubah jadi benci saat mengetahui keadaan dirinya disebabkan oleh siapa?

Bagaimana keadaan Maya? Apakah dia selamat?

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
SariRani: Diusahakaan 😁🙏🏻 2-3 episode sehari hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!