Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9 Berusaha untuk Adil
Aku masuk kamar ganti baju karena gerah dan tidur tapi tak lama kami di bangunin dan di suruh keluar kamar kami di suruh duduk di kursi makan dai membawa nasi goreng dipering besar
" Aku akan berusaha adil sekarang kalian aku suapi" kata dia kemudian dia menyendok nasi goreng ke mulutnya sendiri dan dia menyendok ke dua di arah kan ke mulutku aku di paksa makan dan aku akhirnya makan kemudian dia menyuapi Tante dempul aku pergi mengambil sendok sendiri dan makan sendiri
" kenapa kamu makan sendiri kan konsepnya aku mau adil sama kalian" kata dia
" Aku Jijik masak pakai satu sendok bau liur kamu apalagi bekas dempul" kata ku sinis
" Hai dekil aku juga nggak mau sendok bekas mu " jawab dia sambil mengambil sendok juga dan dia makan sendiri jadilah kita makan sendiri sendiri dalam satu piring
" Ternyata masakan si buluk enak juga padahal aku masih kenyang" kata ku
" Apa kamu panggil aku buluk kamu berani sama suami sendiri tapi nggak papa sih di buluk punya dua istri dempul dan dekil" kata dia sambil terkekeh
Kemudian mas Adit memberikan kopi kepada aku dan Tante dempul juga dia sendiri
" Mulai hari ini istriku dua aku akan adil buat kalian. kamu dempul dan dekil istrinya si buluk kalian harus nurut sama suami dan sudah aku putuskan kamu dempul pindah di kamar depan dekil tetap di belakang kita tidur sendiri sendiri nanti setiap malam kalian aku gilir tiga malam untuk dempul dan tiga malam untuk dekil dan satu malam untuk aku sendiri tidur di kamar ku sendiri" kata dia dengan serius
" Kalau kamu nggak adil dan aku sudah nggak kuat aku akan mengugat cerai Jadi sekarang aku coba menjalaninya" jawabku
" Bagus kalau kamu cerai si buluk jadi suami aku sendiri" kata dia
" Terserah kamu kan sudah tante tante jadi kalau cerai dari si buluk nggak laku" jawabku mengejek
" Dekil kami jangan cari gara gara terus ya ingat kamu mau ibu kamu kumat darah tinginya suruh nurut kata suami saja kamu kok sulit banget kalian berdua adalah tanggung jawabku" kata dia
Aku sudah cape berdebat aku ke kamar mandi berwudhu dan sholat asar karena waktunya sudah hampir berakhir aku membaca Alquran sampai magrib tiba kemudian sholat magrib selesai magrib pintu kamar ku di ketuk sama mas Adit buluk
" Kenapa sih ketuk ketuk pintu" tanya ku sambil membuka pintu Kamarku
" Ayo makan sudah mas belikan" kata dia
" Bentar aku buka mukena dulu" kata ku kemudian aku ambil hijab instan dan aku keluar dan menuju ke dapur di sana sudah ada Tante dempul dan tiga bungkus nasi Padang
" Ini kalian makan satu satu kan aku adil " kata dia berusaha adil
" Uang belanja sama lima juta buat kamu karena kemarin kamu kan sudah aku kasih lima juta" kata dia
" Kalau gitu kita bagi pekerjaan rumah bersih bersih masak hanya aku" kata ku
" Kamu bebas bersih bersih karena ada bi Sumi yang bersih bersih di rumah" jawab mas Adit
" Untuk makan kalian terserah mau masak atau beli pokoknya aku siapkan di kulkas" kata mas Adit
" Soal tidur siapa dulu nanti malam kamu ya sebagai istri pertama" kata mas Adit bertanya padaku
" Nggak usah Tante dempul dulu saja aku belum siap melayani kamu" Jawaku
" Ok deal ya kalian jangan bertengkar nanti aku tidur di kamar depan" kata mas Adit
Kami makan bertiga aku nggak habis karena nasinya kebanyakan dan ku lihat Tante dempul makan dengan lahap malah di minta nambah punya mas Adit dan mas Adit minta punya ku yang nggak habis aku kembali ke kamar biasa mau tawarin dagangan lewat media sosial yang aku siapa tahu dapat rejeki karena kemarin sudah aku foto mobilnya satu persatu dan tak terasa aku tertidur dan pagi aku bangun sholat subuh dan rumah masih sepi penghuni sebelah pasti masih karena lelah berbercinta
Aku ke dapur rebus air mau bikin kopi dan roti bakar buat sarapan untuk makan siang aku mau beli di showroom biasa nya ada yang jual makanan dan mampir di sana ternyata mas Adit sudah bangun dia keluar dari kamar nya sendiri dan dia sudah mandi kelihatan segar dia minta di buatin kopi dan minta setangkup roti bakar punya ku
" Kamu berangkat jam berapa aku antar" tanya dia
" Aku berangkat setengah delapan aku juga belum mandi tumben mau ngantar aku" tanya ku
" kan aku harus adil sama kalian si Sarah kerja aku antar kamu juga aku antar" kata dia
Aku memberikan kopi kepada dia dan setangkup roti untuk sarapan
" Buat Sarah mana kok cuma satu" tanya dia
" Aku cuma buatkan buat suami ku kalau Tante dempul mau bikin sendiri jangan nyuruh aku dia bukan tanggung jawabku katanya mau adil eh mau nyiksa aku ogah" jawabku
" Iya kamu nggak usah ngomel kalau nggak mau biar dia bikin sendiri" kata dia sambil meminum kopinya tak lama Sarah datang menyeruput kopinya mas Adit
" Bikin sendiri Sarah ini buatan di Ara jangan kau minum nanti mas si bilang nggak adil di adukan sama papa" kata mas Adit
" Mas pelit sama kayak si dekil dikit saja nggak boleh" kata Sarah kemudian dia bikin roti bakar sendari aku selesai berdandan kemudian aku siap siap mau kerja katanya mau di antar lumayan ngirit ongkos
" Eh dekil kamu kerja dimana kok rapi banget pakai tas bermerek lagi emang gaji mu berapa " tanya dia
" Oh ya dempul aku kerja memang cuma sales mobil gaji ku tidak tentu tiap bulan karena tergantung hasil mobil yang berhasil ku jual dan untuk tas ini di belikan mama mertua kalau kamu kepingin ya minta saja sama si buluk tapi aku juga minta demi keadilan" jawabku
" kalau aku berdandan tidak banyak dempul dan wajah ku asli manis alami bukan pakai dempul kayak Tante" jawabku mengejek
" Awas kamu ya nanti ku hajar" kaya dia
" Ih tidak takut karena aku latihan karate coba saja kalau berani" jawabku
" Ayo berangkat ku antar" kata mas Adit sambil menggeret ku dan kau pun berangkat naik mobil di antar dia
" Kamu siap siap Sarah nanti aku kembali dan antar kamu" kaya mas Adit sama Sarah
Sampai di mobil aku hanya diam dan aku berfikir menyusun rencana mau menceraikan mas Adit
" Kamu jangan berfikir untuk cerai dari ku ya apalagi mengadu sama papa" kata dia mengancam ku
" Pokoknya kalau kamu nggak adil akan kau catat dan aku buat bukti kalau aku mengajukan perceraian" jawab ku sambil tersenyum
" Ok mulai hari ini kamu catat apabila aku tidak adil" jawab mas Adit
Aku bersiap turun ketika mobil sampai di depan showroom dan mas Adit mengulurkan tangan nya
" Cium tangan dulu sama suami nya" kata mas Adit kemudian aku mencium pungung tangan nya dan dia mencium kening juga bibirku
" Apaan sih cium bibir segala" kata ku
" katannya harus adil ya sama dong si dempul saja mau ku cium bibirnya" kata dia
" Tuh kan bau si dempul" kata ku
" aku sudah mandi dan nggak ada jejak dempul di sini" kata mas Adit
" Hati hati kalau kerja awas kamu sudah punya suami jangan ladeni laki penggoda" kata dia
Kemudian aku segera turun dari mobil menuju tempat kerja dan mulai ganti seragam di ruang ganti kemudian bersih bersih tempat kerja
Bersambung ........