"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cincin Safir dan Tawa yang Kembali
Malam di Singapura terasa begitu magis. Juno telah menyewa seluruh area rooftop restoran eksklusif yang menghadap langsung ke arah Marina Bay Sands. Angin malam yang sejuk membawa aroma laut dan bunga sedap malam, menciptakan suasana pertunangan privat yang hanya dihadiri oleh orang-orang terkasih.
Juno berdiri dengan setelan jas hitam yang sempurna, namun matanya hanya terpaku pada satu arah: Kyra. Wanita itu tampak luar biasa cantik mengenakan gaun sutra berwarna biru pucat, senada dengan warna cincin safir yang akan segera melingkar di jarinya.
"Ra," suara Juno sedikit serak karena emosi. Di hadapan orang tuanya dan ibu Kyra, Juno berlutut di satu kaki. "Dulu di desa, aku hanya bisa melempar batu ke kaca jendela rumah Mbah Darmi untuk memanggilmu keluar. Aku anak konyol yang tidak punya apa-apa selain ketapel dan keberanian untuk mencintaimu."
Kyra tertawa di tengah tangis harunya, mengingat betapa seringnya ibunya, Saraswati, memarahi Juno karena hampir memecahkan kaca jendela rumah mereka.
"Hari ini," lanjut Juno sambil membuka kotak perhiasan itu, "Aku tidak membawa batu. Aku membawa janji dan seluruh hidupku. Kyrania Ruella, maukah kamu menjadi Nyonya Allegra selamanya?"
"Iyah, Juno. Seribu kali iyah!" jawab Kyra mantap.
Sorak sorai kecil pecah di ruangan itu. Nyonya Sarah Allegra langsung memeluk suaminya, Hermawan, sambil menangis sesenggukan.
"Hermawan, lihat itu... anak kita benar-benar melamar seorang wanita," bisik Sarah di sela tangis bahagianya. "Dia tidak bohong, Yah. Dia normal! Dia sangat mencintai Kyra!"
Tuan Hermawan hanya bisa mengangguk sambil mengusap sudut matanya yang basah. "Ya, Bu. Penantian belasan tahun itu berbayar lunas malam ini. Dinasti kita aman."
Di sudut lain, Saraswati duduk di kursi rodanya dengan wajah yang bersinar. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, kewarasannya terasa begitu utuh karena ia melihat putrinya tertawa lepas. Bukan tawa palsu yang selama ini Kyra tunjukkan saat masih menjadi istri Nathan, melainkan tawa murni yang membuat matanya membentuk bulan sabit.
"Ibu..." Kyra menghampiri ibunya dan memeluknya erat.
"Lihat dirimu, Nak," Saraswati mengelus pipi Kyra. "Kamu cantik sekali kalau tertawa begitu. Ibu sudah tenang sekarang. Ayahmu tidak akan pernah bisa menyentuhmu lagi. Kamu sudah punya pelindung yang lebih kuat dari siapapun. Bocah konyol pelempar batu itu sudah jadi raja sekarang."
Mereka semua tertawa mendengar sebutan "bocah pelempar batu". Juno hanya bisa nyengir sambil merangkul calon ibu mertuanya.
"Ibu tenang saja. Kalau ada yang berani macam-macam lagi, akan saya ketapel kepalanya sampai benjol," canda Juno, yang langsung disambut cubitan gemas dari Kyra.
Malam itu, beban berton-ton yang selama ini menghimpit pundak Kyra seolah menguap ke udara Singapura. Ia merasa benar-benar bebas. Tidak ada lagi ketakutan akan tagihan hutang ayahnya, tidak ada lagi hinaan dari Sandra, dan tidak ada lagi kedinginan dari Nathan.
Saat kembang api mulai meletus di langit Singapura, Juno menarik Kyra ke tepi balkon. Ia memeluk wanita itu dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Kyra.
"Bahagia, Ra?" bisik Juno.
"Sangat bahagia, Jun. Terima kasih sudah tidak pernah menyerah mencariku," jawab Kyra sambil menggenggam tangan Juno yang melingkar di perutnya.
"Aku tidak mencarimu, Ra. Aku hanya berjalan pulang menuju tempat hatiku berada," balas Juno sebelum mengecup telinga Kyra.
Namun, di tengah kemesraan itu, Bram—asisten Juno—mendekat dengan wajah serius dan membisikkan sesuatu pada Juno. Senyum Juno mendadak menghilang, digantikan oleh tatapan elang yang tajam.
"Ada apa, Jun?" tanya Kyra cemas.
Juno kembali tersenyum lembut untuk menenangkan Kyra. "Bukan apa-apa, Sayang. Hanya ada seekor tikus kecil yang mencoba masuk ke Singapura. Jangan khawatir, Ayah sudah menyiapkan sambutan yang pantas untuknya di bandara."
Juno tidak memberitahu Kyra bahwa Nathan, dalam keadaan frustrasi dan gila, baru saja mendarat di Changi International Airport untuk melakukan aksi nekat terakhirnya
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/