NovelToon NovelToon
Dead As A Human, Reborn As The Heir

Dead As A Human, Reborn As The Heir

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Summon / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: ANWAR MUTAQIN

aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Volume II — The Weight of Survival Chapter 19 — Shield of Thunder

Volume II — The Weight of Survival

Chapter 19 — Shield of Thunder

Sub-Bab 1: Ancaman yang Mengincar

Kota barat tetap dalam reruntuhan, udara dipenuhi ketegangan yang nyaris bisa dipotong. Setelah kekalahan pasukan elite Antares, Daniel, Aurelia, dan Selena bergerak hati-hati. Namun kali ini, mereka menyadari sesuatu: pasukan musuh tampaknya menargetkan Aurelia secara spesifik. Aura cahaya yang mengelilinginya membuatnya menonjol, sekaligus menimbulkan risiko.

Daniel menatap Aurelia, matanya serius. “Jika mereka menyerangmu, aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi,” ucapnya tegas, segel dan guntur berdenyut di dadanya.

Aurelia menoleh, tersenyum samar. “Aku percaya padamu, Daniel. Tapi jangan terlalu keras pada dirimu sendiri,” katanya. Sentuhan ringan di lengan Daniel memicu resonansi emosional, yang membuat pengendalian guntur lebih stabil dan responsif.

Selena menatap radar energi, memperingatkan, “Mereka bergerak cepat. Formasi ini berbeda… mereka menyerang dengan strategi untuk memisahkan kita.”

Daniel menarik napas, menyadari bahwa ini adalah ujian terbesar mereka: melindungi satu anggota tim yang menjadi pusat perhatian musuh sambil tetap menyerang dan mengendalikan medan tempur.

Sub-Bab 2: Serangan dan Strategi

Pasukan Antares muncul dari reruntuhan, bergerak dengan kecepatan luar biasa. Mereka mengatur formasi menyerang dari beberapa arah, fokus pada Aurelia. Daniel segera menempatkan diri di depannya, menyalurkan Thunder Barrier, menciptakan perisai energi guntur yang memantulkan sebagian besar serangan.

“Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu,” bisiknya pada Aurelia.

Gelombang Chain Lightning Strike diarahkan ke musuh yang paling dekat, sementara Resonant Pulse menghancurkan jalur serangan yang mencoba mengepung mereka. Aurelia menyalurkan cahaya secara dinamis, menahan serangan langsung dan memperkuat efek guntur Daniel.

Selena menggunakan reruntuhan dan medan sekitar untuk menciptakan jebakan, memecah formasi musuh. Kombinasi ini membuat pasukan Antares mulai kehilangan koordinasi. Daniel menatap Aurelia sebentar, pipinya memerah samar saat mereka bertukar pandang—momen romansa yang memberi energi tambahan pada segel dan pengendalian guntur.

Sub-Bab 3: Ujian Ekstrem Segel Kedua

Elite musuh terakhir, seorang komandan pasukan yang menguasai energi gelap yang bisa menetralkan listrik, muncul. Daniel menyadari ini adalah ujian ekstrem: Segel Kedua dan pengendalian guntur harus digunakan secara maksimal, sambil melindungi Aurelia.

Ia mengaktifkan Electro Surge, menyalurkan energi guntur melalui tubuh dan katana, menciptakan ledakan listrik area yang menghancurkan jalur serangan musuh. Chain Lightning Strike diarahkan dengan presisi tinggi, memantul dari satu musuh ke musuh lain, menghancurkan formasi mereka.

Aurelia menyalurkan cahaya, menambahkan intensitas ledakan listrik, sementara Selena menyeimbangkan medan agar reruntuhan tidak menimpa sekutu. Tekanan mental semakin besar—Daniel harus menjaga fokus, emosi, dan kontrol kekuatan guntur, terutama karena musuh mencoba memisahkan Aurelia dari tim.

Segel Kedua… guntur… aku harus menjaga semua… aku tidak boleh gagal, pikir Daniel.

Pertarungan berlangsung sengit, setiap detik penuh risiko. Namun Daniel menyadari bahwa ikatan emosional dengan Aurelia bukan hanya perlindungan psikologis—itu juga meningkatkan stabilitas segel dan daya hancurnya.

Sub-Bab 4: Puncak Pertahanan dan Sinkronisasi

Daniel mulai menggunakan kombinasi teknik lanjutan:

Chain Lightning Strike + Electro Surge → menghancurkan jalur serangan dan menetralkan energi gelap musuh.

Thunder Barrier + Aurelia’s Light → melindungi Aurelia dari serangan langsung sekaligus meningkatkan daya ofensif.

Resonant Pulse + Medan Strategis Selena → memecah formasi musuh dan menciptakan kesempatan untuk serangan balik.

Musuh mencoba menyerang berulang kali, namun koordinasi tim dan sinkronisasi emosional membuat setiap serangan mereka sia-sia. Daniel melihat Aurelia, tersenyum tipis. Pipinya memerah, tapi matanya bersinar—momen itu menegaskan hubungan mereka, yang kini menjadi kekuatan tambahan bagi segel dan pengendalian guntur.

Dengan satu gerakan gabungan, Daniel melancarkan ledakan listrik besar yang memaksa elite terakhir mundur. Pasukan Antares hancur atau melarikan diri, meninggalkan kota yang sunyi tapi penuh reruntuhan.

Sub-Bab 5: Ketenangan Setelah Badai

Setelah pertempuran usai, Daniel berdiri di reruntuhan, tubuhnya lelah namun aura biru guntur masih berdenyut stabil. Aurelia dan Selena mendekat, wajah mereka menunjukkan rasa kagum dan lega.

“Kau benar-benar menakjubkan, Daniel,” kata Aurelia, menatap mata Daniel dengan campuran kekaguman dan kasih sayang.

Daniel tersenyum, pipinya memerah samar. “Aku… aku hanya bisa melakukannya karena kau bersamaku,” katanya lembut.

Selena tersenyum tipis. “Energi kalian saling menguatkan. Itulah yang membuat tim ini unik.”

Daniel menatap langit malam, kilatan listrik dari Segel Kedua menari di udara. Ia menyadari bahwa Segel Kedua, pengendalian guntur, dan ikatan emosional dengan Aurelia menjadi kunci untuk menghadapi Antares dan pasukannya yang lebih kuat.

Ancaman Antares akan kembali… dan lebih besar. Tapi aku siap. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti mereka yang kucintai.

Malam itu, di reruntuhan kota, Daniel memahami satu hal penting: Segel Kedua bukan sekadar kekuatan, tapi simbol tanggung jawab, strategi, dan ikatan yang membuatnya mampu menghadapi badai yang akan datang. Aurelia menatapnya, tersenyum tipis, dan Daniel membalas dengan pandangan penuh tekad. Mereka tahu, pertarungan ini bukan hanya tentang kekuatan, tapi juga tentang kepercayaan, cinta, dan tekad yang tak tergoyahkan.

Catatan Chapter 19:

Daniel menghadapi pasukan Antares yang menarget Aurelia, diuji strategi dan pengendalian emosional.

Segel Kedua dan guntur digunakan maksimal, teknik lanjutan: Chain Lightning Strike, Resonant Pulse, Thunder Barrier, Electro Surge.

Sinkronisasi tim dan romansa subtil Daniel-Aurelia menjadi kekuatan tambahan untuk segel.

Foreshadow ancaman Antares semakin besar, menyiapkan Volume III.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!