Dua tahun menikah dengan suamiku sungguh sangat membuatku curiga.Bagaimana tidak selama dua tahun ini dia Hannya menyentuhku tiga kali,mertua ku yang sangat sombong mengatai ku wanita mandul hingga suatu saat aku mengetahui rahasia suamiku yang sangat membuatku tidak percaya dan nyaris pingsan.
apa rahasia suamiku,apa yang terjadi dengannya ikuti dalam kisah cerita ini ya jangan lupa dukung cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 ~ Kami tidur bersama ~
Tamara sudah muak mendengar makian mertuanya,dia saja tidak mengerti apa yang terjadi sehingga Doni sudah tidak pernah menyentuhnya lagi setelah malam pertama.
" Itukan menurut mama,kami tiap malam selalu melakukannya kalau mama ingin melihatnya nanti malam mama bisa tidur bersama kami,tapi takutnya mama malah pengen nanti." Jawab Tamara ketus,dia sudah sangat kesal makanya dia menjawab seperti itu.
" Kamu..!!! dasar menantu kurang ajar,kamu hanya menghibur diri sendiri saja aslinya anakku pasti tidak selera tidur dengan mu,makanya kamu belum hamil cih..." Ucap Sarah lagi tidak mau kalah.
" Ya sudah nanti malam mama ikut tidur sama kami biar mama lihat permainan kami." Jawab Tamara lalu dia beranjak meninggalkan meja makan.
" Dasar kurang ajar!!!! Sepertinya aku terlalu baik makanya dia meremehkan aku,sial sekali anak miskin seperti itu malah meremehkan aku." Maki Sarah dia terlihat sangat marah saat mendengar jawaban yang di lontarkan Tamara.
Tamara kembali ke dalam kamar,saat itu Doni baru saja selesai memakai baju kantornya tidak ada reaksi apa pun dari pria itu membuat Tamara yakin kalau obat itu sudah tidak bagus lagi.
Pria itu tidak peduli dengannya,dia langsung keluar kamar mengabaikan Tamara,hal itu membuat Tamara semakin bingung.
" Aku harus kembali ke apotek,aku harus bertanya pada mereka bagaimana bisa mereka memberikan obat yang sudah expired padaku." Ucapnya dalam hati.
Tamara kembali ke ruang tamu,lalu melihat sekelilingnya saat situasi mulai aman dia keluar diam-diam dari rumah,dia tidak ingin mertuanya kembali mengomelinya makanya dia pergi diam-diam.
Untung saja apotek tempat dia membeli obat tidak jauh dari rumah jadi dia bisa pergi tanpa harus pamit kepada mertuanya yang rese.
" Mas!!! tanggung jawab,aku mau uangku kembali ,kenapa aku beli obat ini kemarin tapi sama sekali tidak mempan pokoknya aku tidak mau tau kembalikan uangku." Tamara meletakkan obatnya di atas kaca dengan kasar,penjaga apotek mengambil obatnya lalu memeriksa masa expired nya ternyata masih lama.
Kedua penjaga saling menatap,mereka juga bingung kenapa bisa obat semahal itu tidak berfungsi sama sekali.
" Mbak..!! obatnya tidak ada masalah,masa berlaku obatnya juga masih lama,aku tidak percaya obat ini tidak bagus lagi." Jawab wanita itu.
" Jadi kamu menuduh aku yang berbohong,kamu pikir aku ini terlalu miskin makanya uang segitu pun aku harus berbohong,jangan fitnah kamu ya." Jawab Tamara emosi.
" Bukan!! bukan begitu maksud aku mbak,mohon maaf mbak mungkin saja orang yang mbak berikan obat ini tidak normal alias impoten." Jawab wanita itu lagi.
" Gila kamu ya nga mungkinlah,aku rasa memang obat ini yang salah." Jawab Tamara dengan nada yang lebih kecil.
" Iya mbak,kalau mbak nga percaya coba mbak sendiri yang memakai obat ini kalau memang tidak mempan maka uang mbak bisa kembali.Atau mungkin orang itu memiliki penyakit kelainan sek contohnya gay,atau lesbian pokoknya penyuka sesama jenis lah." Jawab wanita itu membuat Tamara sedikit ngeri.
" Ahh...Udah-udah aku sudah tidak percaya sama kalian mulai sekarang aku tidak akan membeli obat kesini lagi." Jawab Tamara lalu meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah.
Sepanjang jalan Tamara berpikir keras, dia merinding membayangkan semua ucapan penjaga apotek barusan.
" Tidak mungkin,ya..Tidak mungkin suamiku pengidap penyakit seperti itu,mungkin saja dia tidak mood sama ku karena dia kelelahan atau banyak beban pikiran." Ucapnya menghibur diri sendiri yang mulai terpengaruh kata-kata penjaga toko tadi.
Tamara kembali ke rumah,dia menghela napas lega saat melihat tidak ada orang di ruang tamu setidaknya dia bebas masuk rumah tanpa mendengar omelan mertuanya.
Sepanjang hari ini Tamara selalu memikirkan ucapan penjaga apotek tadi pagi,dia tidak semangat melakukan semua pekerjaan rumah karena ucapan mereka.
Pada malam harinya Tamara sudah menunggu suaminya di dalam kamar,sepanjang sore suami dan mertuanya mengobrol di ruang tamu entah apa yang mereka bahas.
Tepat pada pukul sembilan malam Doni masuk ke dalam kamar,dia segera naik ke atas ranjang lalu menutup tubuhnya,dia mengabaikan Tamara yang sedang menunggunya.
" Mas aku mau bicara?" Ucap Tamara memberanikan diri.
" Katakan saja aku sudah mengantuk."
" Itu mas,mama setiap hari mendesak ku agar aku hamil secepatnya,bisa tidak_
" Tidak usah dibahas,aku sudah mengantuk aku lelah mengertilah." Jawab Doni memotong ucapan Tamara lalu menutup tubuhnya dengan selimut.
" Tapi mas_
Doni menyibak selimut dengan kasar lalu duduk dan menatap Tamara dengan tatapan sinis,dia terlihat seperti harimau yang kelaparan.
" Kenapa kamu sangat gatal,kalau kamu pengen kenapa kamu tidak jual diri saja agar menghasilkan uang dan bisa melunasi hutang mu,sudah berapa kali aku katakan jangan berbicara sesuka hati di depan ku,aku jijik melihat mu." Jawab Doni dengan nada meninggi membuat Tamara kaget dan ketakutan.
Tamara menangis mendengar jawaban Doni,entah kenapa dia menjadi ragu dengan pria itu,dan dia berharap sekali semua yang dia khawatirkan itu tidak terjadi dengan suaminya dan dia juga masih berharap pria itu tidak menyentuhnya memang murni karena sakit bukan karena yang lain.
Tamara segera merebahkan tubuhnya di atas sofa,lalu dia menutup tubuhnya dengan selimut.Pikirannya melayang kemana-mana dia berfikir lebih baik suaminya punya pacar di luaran sana dan melakukan sek bebas dari pada karena suaminya gay dan tidak bernafsu terhadap wanita.
Tiba-tiba saja dia teringat dengan pria tampan dan muda kemarin,keraguannya terhadap pria itu semakin besar dan juga rasa takutnya semakin besar karena dia pernah membaca sebuah artikel seorang pria yang memiliki kelainan seksual tidak akan bisa di obati dan bahkan dia lebih memilih pacar sesama jenisnya dari pada istrinya sendiri.
" Tidak,aku tidak percaya dia seperti itu,aahh sudahlah kepala ku pusing memikirkan ini,bagaimana caranya ya agar dia menyentuh ku." Ucapnya dalam hati sembari berfikir keras.
****
Keesokan harinya setelah keluar kamar Doni tampak acuh,dia masih kesal dengan Tamara,akhirnya dia memilih pergi ke kantor tanpa sarapan.
" Kalian berantem,hahaha seharusnya kamu tau diri,anakku tidak menyukaimu dan bahkan tidak selera dengan mu,sudah sebulan menikah tapi tidak ada tanda-tanda kalau di perut mu ada janin." Sindir mertuanya membuat Tamara semakin kesal.
" Hmmm kenapa tidak mama saja yang mendesak agar dia cepat punya anak kalau mama pengen punya cucu kenapa bisanya hanya menekan aku." Jawab Tamara ketus membuat Sarah membelalakkan mata.
" Seharusnya sebagai orang tua kamu harus menyelidiki putra mu,dia normal atau tidak.Hmm bagaimana kalau aku menyelidikinya kenapa aku tidak kepikiran ya?" Ucapnya dalam hati.
❤️❤️❤️ bersambung ❤️❤️❤️