Rendi yang merupakan putra sulung keluarga atmadinata yang tak asing lagi nama nya dikalangan pebisnis tanah air memiliki wajah yang tampan nan rupawan.
Tak heran banyak mahasiswa indonesia yang menyelesaikan studi nya di universitas oxford dilondon dimana tempat rendi tumbuh besar dikota terbesar di eropa itu tergila-gila dengan ketampanan dan kepintaran nya.
Meski memiliki wajah yang berbeda dengan ayah nya akan tetapi kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa ketampanan nya adalah warisan dari ayah nya.
Rendi yang sudah lama mengubur kisah pilu dimasa kecil nya, kini harus kembali ketanah air untuk memimpin perusahaan CEG yang telah bersinar kembali nama nya.
Meski berulang kali berusaha menolak tapi kali ini rendi mengabulkan permohonan ayah nya. sebab, sebagai putra semata wayang keluarga atmadinata mau tidak mau ia harus terjun kedunia bisnis dan berbakti kepada keluarga atmadinata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Rendy masuk kedalam rumah dan melihat alya yang sedang menangis dilantai.
"Apa sekarang kau sudah puas alya, bagaimana kalau fay melakukan hal yang tidak diinginkan?" ujar rendy yang kesal kepada istri nya.
"Aku tidak akan memaafkan mu alya jika terjadi sesuatu yang menimpa putriku." ujar rendy sambil meninggalkan alya yang sedang menangis.
Rendy masuk kedalam mobilnya dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi. ia ingin mencari putri nya.
"Fay, please angkat telpon papa!!" ujar rendy sambil berulang kali menghubungi anak nya.
Fay duduk dipinggir taman menghadap ke danau buatan sambil melemparkan kerikil kecil kedalam danau.
"Tanpa kalian, aku juga bisa menanggung hidupku sendiri. aku tidak ingin pulang kerumah itu. aku membenci mu ma!!" ujar fay sambil melemparkan batu besar kedalam danau.
Fay mendengar suara dering ponsel nya dan melihat panggilan dari ayah nya. ia memutuskan panggilan nya dan mematikan jaringan ponsel nya.
Rendy mencari putri nya kerumah teman-teman fay dan tak menemukan fay disana.
"Fay, please jangan buat perasaan papa seperti ini sayang." ujar rendy sambil melihat-lihat tempat yang ramai.
Tak terasa waktu sudah hampir gelap tapi rendy belum juga menemukan putri nya.
Rendy memarkirkan mobil nya dipinggir jalan dan menangis karna putus asa sebab ia tidak berhasil menemukan anak nya. rendy sangat takut kehilangan putri semata wayang nya. sebab, hanya fay lah satu-satu nya harapan rendy sebagai pewaris nya.
***
Rendi menutup laptop nya setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya. ia melihat ponsel nya yang berada disamping nya.
"Kenapa fay tidak menghubungi ku seharian ini?" ujar rendi dalam hati nya.
"Apa telah terjadi sesuatu dengan nya? atau ibu nya sedang menyandera ponsel nya?" rendi terus bertanya-tanya dalam hati nya.
Suara ketukan pintu ruangan nya membuat rendi terkejut.
Daniel membuka pintu ruangan kerja anak nya.
"Daddy." ujar rendi sambil berdiri dari tempat duduk nya.
"Kenapa jam segini belum pulang, waktu sudah hampir gelap. pulang dan beristirahat lah. jaga kesehatan mu atau oma akan meminta mu untuk kembali tinggal bersama nya." ujar daniel lalu pergi meninggalkan anak nya.
Rendi merapikan meja kerja nya dan menyimpan laptop nya kedalam laci meja nya. rendi merasa ragu untuk menghubungi fay. sebab seperti yang fay katakan "Sebaiknya kamu jangan memperkeruh keadaan."
Rendi menghela napas nya yang terasa sesak sebab ia menjadi sangat rindu ketika fay seharian menghilang seperti ini.
Rendi memberanikan diri untuk menghubungi fay tapi sayang panggilan rendi sedang dialihkan.
"Fay, apa yang sedang terjadi? kenapa menghilang seperti ini?" ujar rendi yang mulai frustasi.
Harry mengetuk pintu ruangan kerja rendi dan masuk kedalam ruangan.
"Maaf pak, apa kita sudah bisa pulang?" ujar harry karna memang waktu sudah malam.
Rendi segera memakai jas nya yang tergantung tak jauh dari tempat duduk nya.
Harry melihat wajah kegalauan yang terlukis di wajah bos nya.
Mereka berjalan berdampingan menuju pintu lift untuk turun kelantai dasar perusahaan CEG. didalam lift harry yang merasa penasaran ingin menanyakan penyebab kegalauan rendi. " bukankah seharus nya ia bahagia karna berhasil membawa fay pulang dalam keadaan mabuk." batin harry
"Rendi, seperti nya kamu sedang tidak baik-baik saja?" tanya harry
"Seharian ini fay sama sekali tidak memberiku kabar bahkan sekarang ini ponsel nya sedang tidak aktif." jawab rendi dengan wajah lesu nya.
"Apa kalian sedang bertengkar?" tanya harry semakin penasaran.
"Kami sedang baik-baik saja. hanya saja pagi tadi fay sedang bermasalah dengan orangtua nya." jawab rendi sambil melangkahkan kaki nya keluar pintu lift.
"Apa orangtua nya tahu kalian sedang berpacaran?" tanya harry
Rendi menggelengkan kepala nya.
"Mungkin jika mereka tahu mereka tidak akan mengijinkan fay untuk berpacaran." jawab rendi.
Harry tertawa lucu mendengar jawaban rendi.
"Rendi,,rendi,, jika hubungan tidak direstui orangtua, anak bayi lah solusi nya." ujar harry sambil membuka pintu mobil nya dan tertawa terbahak-bahak.
Rendi terdiam setelah mendengar ucapan harry.
"Apa memang harus seperti itu solusi nya?" tanya rendi dalam hati nya.
"Ahh tidak mungkin, kami masih terlalu muda untuk mempunyai anak." ujar rendi sambil membuka kunci mobil nya dan ia segera pulang kerumah nya.
***
Fay berjalan tanpa arah tujuan, ia merasakan pegal yang luar biasa dikaki nya.
Fay menatap gedung hotel yang tinggi yang ada dihadapan nya.
"Sebaik nya aku akan tinggal dihotel ini saja untuk sementara waktu." ujar fay dalam hati nya.
Fay memesan kamar nya untuk dua malam dan fay mengeluarkan kartu kredit yang diberikan ayah nya untuk nya.
"Sebaik nya aku tidak menggunakan nya, pasti papa bisa melacak ku dengan mudah." ujar nya sambil memasukkan kembali kartu kredit nya dan ia akan membayar hotel nya dengan honor pertama nya sebagai model.
Fay memberikan kartu debit nya dan petugas hotel segera menggesek kartu atm fay.
"Silahkan mbak pin nya." ujar petugas tersebut.
Fay merasa sangat senang sekali. sebab, ia telah memakai uang nya sendiri untuk keperluan nya.
"Terima kasih," ujar petugas hotel tersebut sambil menyerahkan kembali kartu milik fay.
Fay masuk kedalam kamar nya dan ingin membersihkan kulit nya yang terasa lengket sebab seharian fay berada diluar ruangan.
"Tapi, astaga aku lupa membeli baju gantiku." ujar fay sambil menepuk jidat nya.
Fay mengambil ponsel nya dan segera menyalakan nya kembali.
Fay melihat begitu banyak pesan masuk dari ayah nya dan nayla tapi fay tidak ingin membaca nya sebab sudah dipastikan isi pesan mereka menginginkan fay agar segera pulang.
Fay menghubungi nomor rendi kekasih nya dan tanpa hitungan detik rendi menerima panggilan fay.
"Fay, kenapa kamu seharian menghilang dan tidak memberiku kabar?" tanya rendi yang terdengar antara sedih dan khawatir.
"Aku kabur dari rumah dan aku ingin memintamu untuk membawakan aku baju ganti." ujar fay
"Fay, sekarang kamu ada dimana?" tanya rendi yang benar-benar cemas.
"Sekarang aku lagi dihotel ritz carlton, buruan bawakan aku baju." ujar fay lalu mematikan ponsel nya kembali setelah fay memberitahu nomor kamar nya.
Rendi segera memakai pakaian nya dan bergegas pergi ke sebuah pusat perbelanjaan.
Rendi memegang tas plastik untuk menyimpan baju yang akan dibeli nya.
Rendi masuk kesebuah butik pakaian khusus cewek.
"Selamat datang mas." ujar penjaga butik sambil tersenyum manis melihat rendi.
"Mbak, saya mau beli baju untuk ukuran berat badan lebih kurang 50 kg dan tinggi badan 170 cm." ujar rendi yang mencoba mengingat biodata fay didata model agus.
Penjaga butik tersebut membawakan bermacam-macam model baju dan rendi membeli semua baju yang dibawa oleh penjaga butik tersebut.
"Mbak, kalau untuk dalaman nya?" tanya rendi sambil berbisik karna ia merasa sangat malu.
Penjaga butik tersenyum melihat rendi yang berwajah tampan tapi sayang, ia lebih memilih membeli baju bergaya wanita.
Rendi segera menuju meja kasir untuk membayar belanjaan nya setelah penjaga butik memasukkan pakaian dalam wanita kedalam tas nya.
"total nya 30juta mas." ujar kasir tersebut.
"Hah?" rendi terkejut mendengar total bayaran nya sebab rendi hanya membeli beberapa pakaian.
Rendi mengeluarkan kartu kredit nya dan segera menuju hotel dimana fay sedang bersembunyi disana.
g pake lama lah... 🥰
jangan libur berkepanjangan..
khawatir lupa cerita awalnya...
sehat n syemangaaaatt sllu 🥰
s daniel jga ga jujur sama anaknya soal masalah mereka dulu..malah d biarin anaknya berlarut2 benci sma emaknya..herman deh
dri kisah sblmya padahal udh jelas klo s daniel biang masalahnya.
rumah tangga bae2 dia zina sampe buntingin mantan, eh d kasih ksempatan malah ngecewain lagi..
alya sama rendy udh ngalah biarin anaknya ikut s daniel eh malah ga pernah d kasih pengertian k anaknya soal duduk permaslahan mereka..skrng udh kek gini masih seolah2 dia korban..hadehhh
kenapa and bisa JD pembangkang
karna ketika salah satu Dr ortu mendidik yg satunya membela maka ank JD pembangkang karna merasa kalau suatu ketika dia buat kesalahan pasti akan ada yg membelanya,,,,
siap siap,,,,,,
kapan aja bom bisa meledak,,