NovelToon NovelToon
DINIKAHI PRIA KEJAM

DINIKAHI PRIA KEJAM

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:106.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Stevi memutuskan untuk melupakan cintanya kepada Alex dengan menerima lamaran dari Thomas, yang tidak lain adalah adik Alex.
Tapi di saat Stevi dan Thomas akan menikah, prahara datang. Stevi di fitnah dan itu membuat Thomas pergi dan meninggalkan Stevi.
Orang tua Thomas yang malu akan kelakuan anak bungsunya, meminta Alex untuk menggantikan adiknya menikahi Stevi.
Alex tidak bisa menolak, namun dalam hatinya Alex sangat marah karena saat ini Alex sudah mempunyai kekasih.

Akankah Stevi bertahan dengan pernikahannya ataukah Stevi memilih untuk pergi dan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 Sebatas Istri Pajangan

Stevi hendak kembali ke kantor tapi diperjalanan, Papi Heri menghubunginya untuk segera pulang ke rumah.

Beberapa saat kemudian, Stevi sampai di rumah. Stevi segera berlari masuk ke dalam rumah, sungguh Stevi merasa sangat khawatir dengan keadaan Papinya takutnya Papinya kenapa-napa.

"Papi, Papi tidak apa-apa kan?" seru Stevi dengan menghampiri Papinya yang sedang duduk bersantai bersama Mami Nia.

"Papi tidak apa-apa, sini duduk di sini," seru Papi Heri dengan menepuk kursi di sampingnya.

"Ada apa Papi menyuruh Stevi pulang?"

"Papi rindu dengan putri Papi, memangnya tidak boleh."

"Bukanya begitu, Stevi takutnya Papi sakit."

"Mami masak dulu ya, Mami akan masak makanan kesukaan kamu pokoknya hari ini kamu harus makan di sini," seru Mami Mia.

"Oke Mami."

Nia pun pergi ke dapur meninggalkan suami dan putrinya itu. Heri menggenggam tangan Stevi membuat Stevi kaget.

"Sayang, apa kamu bahagia?"

"Kenapa Papi bicara seperti itu? tentu saja Stevi bahagia," dusta Stevi dengan senyuman palsunya.

"Sayang, kamu adalah putri Papi satu-satunya dan Papi ingin melihat kamu bahagia. Sejak kecil Papi dan Mami berusaha membahagiakan kamu, Papi takut kalau kamu tidak merasa bahagia menikah dengan Alex."

"Pasti Papi melihat berita kan? Papi tenang saja, Stevi sudah menyelesaikan kesalahpahaman itu karena pria yang terekam cctv bukanlah Kak Alex. Waktu itu aku dan Kak Alex sedang berada di sebuah kamar hotel jadi Stevi bisa memastikan kalau itu hanyalah perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," dusta Stevi.

"Syukurlah kalau begitu, Papi sangat takut kalau kamu akan sakit hati untuk kedua kalinya. Tapi, Papi mohon sama kamu jika suatu saat nanti kamu merasa tidak nyaman dengan pernikahan kamu, jangan dipaksakan pulanglah ke sini karena rumah ini akan selalu terbuka untukmu."

Stevi merasa sedih dengan ucapan Papinya itu, Stevi pun langsung memeluk Papinya dan Stevi tidak bisa menahan air matanya.

"Papi jangan khawatir, Stevi baik-baik saja kok jadi Papi jangan banyak pikiran. Papi jaga saja kesehatan Papi," seru Stevi dengan deraian air matanya.

"Iya sayang, Papi akan jaga kesehatan Papi karena Papi juga ingin melihat wajah cucu Papi nanti."

Air mata Stevi semakin mengalir deras. "Maafkan Stevi Pi, Stevi harus membohongi Papi karena Stevi tidak mau Papi kepikiran dan jatuh sakit," batin Stevi.

Setelah melepas rasa rindu dan makan masakan Maminya, Stevi pun pamit untuk kembali ke kantornya.

Sementara itu di kantor Alex, saat ini Alex memanggil Maya untuk datang ke ruangannya.

"Ada apa Kakak memanggilku? Kakak rindu ya sama aku," goda Maya.

"Sayang, aku ingin bicara sama kamu."

"Mau bicara apa?"

Maya duduk di samping Alex. "Sepertinya mulai sekarang kita harus jaga jarak dulu, soalnya aku takut kejadian semalam terulang lagi," seru Alex.

"Kamu jahat Kak, seharusnya Kakak itu buktikan kalau wanita yang Kakak cintai itu aku bukan Stevi. Kenapa Kakak begitu enggan berkata jujur kepada kedua orang tua Kakak, apa Kakak malu punya pacar anak orang miskin seperti aku?" sentak Maya.

"Kalau aku malu, ngapain aku memilih kamu sebagai wanitaku? ini bukan masalah itu, tapi untuk saat ini belum waktunya semua orang tahu akan status kita lagipula kita kan sudah berjanji dan kamu akan menungguku satu tahun ke depan."

"Iya, tapi aku gak bisa kalau harus jauh-jauh dari Kakak."

"Dengarkan aku sayang, kalau sekarang kita terlalu mengumbar kedekatan kita takutnya semua orang akan tahu dan aku akan diusir dari rumah, terus memangnya nanti kamu mau menikah denganku kalau aku sudah tidak punya apa-apa?"

"Ya tidaklah, hidup ini butuh uang Kak."

"Ya makanya kamu tolong ngertiin aku untuk saat ini aku janji akan berkunjung ke apartemen kamu jika ada waktu luang," seru Alex.

"Janji ya."

"Iya sayang."

Alex menarik tubuh Maya ke dalam dekapannya. "Kalau kamu diusir dari rumah, ya aku cari pria kaya yang lain saja. Aku sudah hidup miskin sejak kecil jadi sekarang aku tidak mau hidup menderita terus, aku ingin bahagia dan bisa mendapatkan apa yang aku mau," batin Maya.

***

Malam pun tiba...

Stevi melihat jam sudah menunjukan pukul sembilan malam dan Alex sama sekali belum pulang. Stevi memutuskan pulang lebih awal karena kondisi badannya belum fit dan masih tidak enak badan.

Stevi masih sempat menyiapkan makan malam untuk Alex.

"Bi, makanannya di simpan saja nanti kalau Kak Alex pulang tolong hangatkan ya, aku mau istirahat dulu," seru Stevi.

"Baik, Nona."

Stevi pun masuk ke dalam kamar, walaupun Stevi merasa sangat marah kepada Alex tapi dia tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan selama ini berusaha menyempatkan diri masak makanan untuk Alex.

Stevi mulai merebahkan tubuhnya dan tidak membutuhkan waktu lama, Stevi pun sudah masuk ke dalam alam mimpinya.

Tidak lama setelah Stevi tidur, terdengar suara mobil Alex.

"Bi, apa Bibi sudah masak?" tanya Alex.

"Sudah, Tuan."

"Tolong Bibi hangatkan, aku lapar dan aku mau mandi dulu."

"Baik, Tuan."

Alex pergi menuju kamarnya tapi sebelum dia masuk ke dalam kamarnya, Alex sempat menoleh ke arah pintu kamar Stevi.

"Apa dia sudah tidur?" batin Alex.

Alex mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamarnya dan perlahan membuka pintu kamar Stevi, terlihat Stevi sudah tertidur dengan lelapnya. Ada perasaan bersalah dan kasihan dalam diri Alex tapi entah kenapa hati dia begitu membenci Stevi.

Alex kembali menutup pintu kamar Stevi, dia dengan cepat membersihkan tubuhnya dan mengganti baju lalu turun ke bawah untuk makan.

"Apa Stevi sudah makan?" tanya Alex.

"Sudah, Tuan."

"Pulang jam berapa dia?"

"Jam lima sore."

Alex mulai melahap makanannya, Alex sangat suka dengan masakannya. Menurut Alex makanan yang dia makan, setara dengan menu makanan di restoran sangat enak dan lezat membuat na*su makan Alex meningkat seketika.

"Bi, sebelumnya apa Bibi pernah bekerja di restoran?" tanya Alex.

"Belum pernah Tuan."

"Tapi masakan Bibi sangat enak, rasanya persis seperti makanan di restoran-restoran mewah."

Wati lagi-lagi hanya tersenyum, dia merasa sangat bersalah karena selama ini yang memasak adalah Stevi bukan dirinya. Wati ingin sekali mengatakan kalau itu masakan Stevi tapi Stevi melarangnya.

Sementara itu di sebuah apartemen, seorang pria tampan duduk termenung, tatapannya jauh lurus ke depan. Pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah Thomas.

"Apa kamu tidak mau pulang?"

Seorang pria bernama Niko menghampiri Thomas dengan membawa minuman kaleng.

"Entahlah, aku belum siap untuk pulang pasti Papaku akan marah besar dan menyiksaku karena sudah mempermalukan keluarga," sahut Thomas.

"Lagipula, ngapain sih kamu mesti kabur segala? padahal semua pria sangat mendambakan untuk menikah dengan Stevi Amora, lah kamu malah kabur dan akhirnya sekarang Kakak kamu yang mendapatkan durian runtuh karena bisa menggantikan kamu," seru Niko.

"Sudah diam, aku pusing. Kamu tidak tahu masalahnya jadi kamu hanya bisa menghakimiku tanpa tahu perasaanku bagaimana?" kesal Thomas.

"Ya makanya cerita sama aku, apa masalahnya sampai kamu kabur dari pernikahan kamu? apa Stevi sudah melakukan kesalahan besar, sampai-sampai kamu memutuskan untuk pergi? jahat banget kamu, pasti Stevi sangat sedih itu."

Thomas mengotak-ngatik ponselnya, lalu memberikannya kepada Niko.

"Aku jauh lebih sakit karena dia sudah mengkhianati ku, aku pikir dia wanita baik-baik tapi nyatanya dia tidak lebih dari wanita murahan," geram Thomas.

Niko terdiam dan memperhatikan foto itu, kebetulan Niko adalah lulusan IT terbaik dan Niko merasa ada yang janggal dengan foto yang ditunjukan oleh Thomas.

1
Tigih Rivanti
bagus
Vitha Vivi
Luar biasa
Ji Gong
bagus dan berkesan
Ji Gong
kapan karya barunya kak. di tunggu ya?
Nunung Chaniago
Luar biasa
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
akhirnya bahagia juga,trimakasih banyak kk author karyamu sangat bagus🙏🤗
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Sama-sama, Terima kasih juga sudah mampir di karya receh ku🙏😊
total 1 replies
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
terharu bacanya perjuangan alex tidak sia sia/Cry/
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
tenang saja alex stevi pasti nerima kamu,tuhan author sudah mengatur jodohmu dengan stevi🤗
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
astaga ternyata jhon laki laki bejat,semoga stevi mau balik lagi sama aleks
Santi Rizal
suka ceritanya ga ngebosenin...thanks othor
Santi Rizal
semoga Maya benar-benar insyaf
Santi Rizal
Karena banyak kesedihan dan penderitaan menjadikan Stevi super woman... keren deh
Santi Rizal
biar kerasa tuh Alex... karena telah menyia-nyiakan Stevi
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
uhuy alex ayo Pepet terus stevinya
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
jangan menyerah alex aku bantu doa dari sini
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
aduh lana jangan ketinggin cinta sama alex segala,dia itu udah jadi batu es bukan kulkas lagi cintanya ga akan tergoyahkan
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
jelas aja laris yang jualannya arjuna semua
Oma Said
ah...perempuan kaya tapi bloon
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
kalo begini ceritanya kasian juga ya si alex
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
rasain karma tak semanis kurma
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!