NovelToon NovelToon
My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero

Status: tamat
Genre:Tamat / Mafia / Time Travel / Single Mom / Fantasi Wanita
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: saadahrafael

Sebuah Jiwa tersesat dan masuk ke tubuh seorang wanita. Jiwa dari Dunia lampau itu menempati tubuh dari seorang putri keluarga ternama, Quesha Aquena Tesla dari Keluarga Tesla.

Jiwa itu bernama Queen.

Setelah menempati tubuh itu, Queen tidak menyangka jika tubuh yang ditempatinya ternyata telah memiliki anak, bahkan tidak hanya satu melainkan dua.

Kehidupannya yang dia kira akan nyaman dan damai di Dunia barunya ternyata tidak seperti yang diperkirakan. Banyak yang menginginkan kematiannya dan kedua putranya, yaitu musuh dari Kakek angkatnya. Musuh dari Keluarga kandungnya dan Tunangan ayah dari kedua putranya.

Mampukah Queen menghadapi mereka semua demi melindungi kedua putranya, dirinya dan kembali berkumpul dengan keluarga kandungnya?

Ikuti cerita lengkapnya di MY MOM IS MY SUPER HERO

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. (Mungkinkah dia Daddy ku)

Tio akan memberitahukan semuanya kepada Gavin. Tapi sebelum itu ia harus pergi ke Rumah Sakit untuk memastikan semuanya, melakukan tes DNA antara Davin dan Devan, berharap mereka adalah anak dan ayah.

Tanpa sepengetahuannya, pergerakannya selama ini diketahui oleh anak buah Laura dan saat ini orang tersebut sedang melaporkan nya kepada Nona mudanya.

"Nona, akhir-akhir ini Saya melihat Asisten Tuan Gavin seperti melakukan sesuatu. Dia sepertinya sedang menyelidiki seseorang. Mungkin Asisten itu mencari informasi tentang wanita itu Nona,"

Laura yang mendengar langsung marah. Berani sekali Tio melakukan hal itu.

"Hentikan dia. Jangan biarkan dia menemukan fakta bahwa wanita jala*ng itu adalah wanita yang pernah tidur dengan Gavin dan buat Asisten sialan itu menyesal karena berani ikut campur dengan urusan ini,"

"Baik Nona,"

Setelah mendapatkan perintah dari Nonanya, pria itu mengirim beberapa orang untuk melukai Tio, berharap Tio terluka dan menghentikan penyelidikannya. Namun apa yang akan dilakukan Laura semuanya terlambat karena Tio sendiri sudah mengetahui fakta sebenarnya bahwa Queen adalah wanita 6 tahun lalu dan kini Tio akan membuktikan bahwa dua anak kembar itu adalah putra dari Tuannya.

Tio kini sampai di Rumah Sakit. Tio meminta seorang Dokter untuk melakukan tes DNA. Tidak lupa juga Tio menyerahkan rambut milik Gavin dan Davin dan memintanya untuk secepatnya mengeluarkan hasil tersebut. Dan setelah selesai dengan urusannya Tio kembali ke tempat Tuannya. Namun saat di perjalanan dirinya dihadang oleh sekelompok orang bertubuh kekar dan berotot.

"Siapa mereka dan mau apa mereka?"

"Turun kau!" perintah seorang pria menghampiri Tio dan mengetuk kaca jendela.

Tio tidak langsung turun. Mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Tuannya bahwa saat ini ada sekelompok orang yang mencoba mencari masalah dengannya.

Para pria bertubuh kekar yang melihat Tio tidak mendengar perintahnya dan mengabaikan nya sangat marah. Mereka mengambil sebuah tongkat kayu dan memukulkannya dengan kuat ke jendela Mobil hingga kaca itu pecah.

Pyaaar....

Pecahan kaca berhambur mengenai tubuh Tio yang ada di dalam Mobil.

"Keluar kau sialan! Jika kau tidak keluar akan ku tembak isi kepalamu!"

Tio membuka pintu dan turun dari Mobil. Dirinya yang sendiri tidak memungkinkan untuknya melawan mereka yang berjumlah cukup banyak. Tio sebenarnya cukup tersanjung karena dihadang oleh beberapa orang ini. Mungkinkah mereka menganggap dirinya penting sampai membuat mereka menghadang dan berniat buruk padanya.

"Siapa kalian dan mau apa menghentikan perjalanan ku?"

"Kau tidak perlu tahu siapa kami. Kami hanya diperintah oleh Nona untuk membuat mu menyesal karena ikut campur dalam urusan nya. Dan hari ini kami diperintah untuk langsung membunuhmu agar kelak kau tidak mengganggu rencananya,"

Tio yang mendengar kini tahu siapa yang dimaksud mereka. Nonanya itu pastilah Laura. Karena hanya Lauralah yang sangat membencinya. "Kalian pikir Aku takut dengan kalian? Katakan pada Nona mu. Walaupun aku mati Tuan ku pasti akan mengetahui semuanya,"

"Jangan pedulikan apa yang dikatakan nya. Tangkap Dia dan  bunuh segera!"

Tio sendirian harus melawan mereka semua. Tio kewalahan karena mereka lebih dari satu.  Mereka menggunakan senjata untuk membunuhnya. Sekuat tenaga Tio bertahan dan sampai akhirnya dirinya kewalahan menghadapi mereka dan membuatnya tidak berkutik, apalagi tubuhnya juga mendapatkan luka cukup serius membuat Tio sekarat tak sadarkan diri.

Setelah memberi pelajaran pada Tio, mereka semua meninggalkannya begitu saja, berpikir tak lama lagi Tio pasti akan mati ditempat.

"Biarkan dia mati mengenaskan disini. Sekarang kita pergi sebelum ada orang yang melihat kita,"

Tio tergeletak di jalan dengan darah mengalir di bagian tubuh yang terluka. Banyak tusukan dan goresan pisau tajam di tubuhnya, membuat darah mengalir membasahi pakaiannya.

"Tuan!" gumamnya kemudian pingsan.

Tak lama setelah penyerangan Tio di jalan, Gavin menerima pesan dari Tio dan dengan cepat Gavin langsung pergi ke lokasi dimana Tio berada. Saat sampai disana beruntung Tio masih hidup dan dengan cepat Gavin membawanya ke Rumah Sakit terdekat.

Sesampainya di rumah sakit Tio langsung dibawa ke ruang operasi, di tangani beberapa Dokter. Sedangkan Gavin menunggu di luar ruangan, menunggu Tio selesai di operasi.

Sebuah panggilan masuk di ponselnya. Di lihatnya Mamanya menghubungi, Gavin mengangkatnya. Belum juga dirinya berbicara suara melengking memekikkan telinganya, membuat Gavin menjauhkan ponselnya dari telinganya.

"Gavin! Apa kau ingin membunuh Mama dan Papa mu disini sampai kau betah disana?" kesalnya saat putranya tak kunjung kembali hingga saat ini. Padahal sebelumnya janji hanya tiga hari, tapi kenyataannya sudah beberapa hari Gavin juga nampak batang hidungnya.

"Ma, Aku sedang sibuk. Ada sesuatu yang harus diurus dan tidak bisa ku tinggal. Jadi maafkan Gavin belum bisa kembali dan merepotkan Mama dan Papa untuk mengurus Perusahaan."

"Alasan! Kau hanya ingin santai dan melimpahkan semuanya pada Mama dan Papa. Mama tidak peduli kau harus kembali."

Gavin hanya bisa menghela nafas dengan kasar. Tapi Gavin benar-benar tidak bisa kembali saat ini sebelum semuanya jelas. Gavin ingin memastikan dan mendapatkan kejelasan tentang masa lalunya. Semoga bertahannya dirinya di Negara C ini mendapatkan hasil yang memuaskan, seperti yang diharapkan.

"Mama tidak ingin mendengar bantahan dari mu. Mama ingin kau segera kembali." perintahnya tidak ingin dibantah sedikitpun.

Gavin mengusap kasar wajahnya. "Baik Ma, aku tutup dulu. Ada sesuatu yang harus ku urus." jawabnya dan menutup panggilan, pusing mendengar suara Mamanya yang terus mendesaknya untuk pulang.

Namun melihat sekeliling, tanpa sengaja matanya melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Dua anak kembar yang pernah dilihat sebelumnya dan kini anak itu ada di Rumah Sakit yang sama dengannya, menggandeng seorang wanita yang tidak jelas  seperti apa wajahnya karena wanita itu saat ini sedang memunggunginya.

Gavin menyusul mereka tanpa memperdulikan Mamanya mengumpat kesal karana Gavin memutus panggilan secara sepihak. Membuatnya kesal dan marah pada putranya.

Gavin mengejar mereka. Tapi saat di luar Rumah Sakit, Gavin melihat mereka sudah naik ke sebuah Taksi dan pergi. Gavin ingin mengejar.  Tapi saat mengingat Tio, Gavin  menghentikan niatnya dan memilih kembali untuk menunggu Tio selesai di operasi.

Sedangkan didalam sebuah Taksi, seorang anak kecil terus menatap ke arah belakang. Ya, Davin tadi sempat melihat Gavin berlari mengejar kearahnya. Davin berpikir keras siapa pria tadi dan kenapa mengejarnya?

"Siapa dia? Kenapa wajah nya hampir mirip dengan ku? Mungkinkah pria itu Daddy ku?" gumam Davin dalam hati.

Davin terus menatap ke arah belakang, berharap pria itu masih mengejarnya. Queen yang mengetahui putranya terus melihat kearah belakang bertanya. "Kamu melihat apa? Kenapa melihat kebelakang terus?"

Davin langsung menatap Mommynya, ingin bertanya tentang siapa Daddynya. Tapi dengan cepat di urungkan, takut Mommynya tersinggung dan sedih dengan pertanyaannya.

Sebenarnya Davin dan Devan ingin sekali tahu siapa Ayah mereka dan seperti apa wajahnya. Tapi saat mengingat Queen pernah berkata jangan pernah bertanya tentang Ayah mereka, Devan dan Devan tidak bertanya lagi. Tapi kali ini Davin sangat-sangat penasaran. Entah kenapa Davin sangat ingin mengetahui siapa dan seperti apa Ayahnya.

1
Erna Marsaid
Gavin kok lemah ya
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
my
b
Siti patma
kakek yg anaknya meninggal js bingung
Tiwi
p
Fajar Ayu Kurniawati
.
Nurhayati
berSenang2 na bermain dg Musuh Lah KuY
Nurhayati
BeneR2 KeTuRunan Tian DominiC
Leni Ani
ini kok musuh yang menang terus ya sm kayak senetron ikan terbang.aku mulai ngak mau baca nya
Leni Ani
kayak nya bagus ni cerita
Anonymous
ok
nur musliani
mampir thor kyknya seru dech
Febriani Nazularahmatika
6 tahun gak dpt apa2
ini sehari langsung dpt
kok aneh
Leni Maria Ulfa: sepemikiran kita kak, ada dua kemungkinan pertama EMG gak dicari atau EMG asistenya Gavin itu bodoh tp masak iya orang berkuasa punya asisten yg bodoh hahhh
total 1 replies
Nurhayati
aYah na KeMbaR CeMen.....g biSa aPa KaLah Ma QuEEn donKz😩😩
Fatma Arek Magetan
mosok gavin gk jago kelahi to thor hadehhh😅😅😅
Fatma Arek Magetan
owh ibuke ki yo mbelo sontoloyo😅😅😅
Fatma Arek Magetan
ini ceritanya musuh menang duluan ya thor 🥰🥰😅
Majotiku
Luar biasa
Cipta Hendra
ko gampang bgt y .. karhuan ny menyeludiku sesuatu diam diam ketahun trs d sabotase...bisa segampang itu kathuanny.. msh pinteran koruptor yg ad d indo
ateu kraken
ya begitulah keluarga menang menyusahkan
ateu kraken: memang*
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!