Grace Eloise seorang wanita lulusan mahasiswi tingkat atas yang sekarang sudah menjadi seorang dosen jurusan kedokteran di suatu kampus terbilang cukup elit tidak kalah terkenal dari kampus lainnya.
Wanita satu ini tidak kenal lelah karena hidupnya sangat keras sehingga dia menjadi orang yang mampu berdiri di kakinya sendiri.
Dikatakan keluarganya juga tidak terlalu mewah karena ayahnya bekerja di suatu bar kecil ibunya telah tiada dan sekarang hidup mereka sudah terbilang cukup lumayan akan tetapi sang ayah hanya menghabiskan uangnya hanya untuk berjudi dan mabukan.
Grace pernah melarikan diri dari rumah karena begitu marahnya terhadap sang ayah sebab dia sangat tidak di hargai sebagai seorang anak.
Bukankah anak perempuan sangat bermanja dengan ayah mereka?
Namun tidak untuk Grace, dia hanya tahu mencari uang untuk melanjutkan kehidupan mereka.
Sampai suatu ketika dia bertemu lagi dengan mantannya di sebuah cafe brsma seorang wanita.
Yuk ikuti kisahnya... 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbaktinya Seorang Anak?
...『⇒Bab 17⇐』...
Brukk
"Astaga mas, kau kenapa luka-luka begini? apa yang terjadi?" riuh Jihan ketika melihat suaminya pulang dalam keadaan berdarah mulai dari kepala, siku, hingga lutut kakinya dan dia sedang duduk di sofa sambil mengerang kesakitan padahal Daniel sang suami pulang kerja selalu jam 1 malam namun ini masih jam 10 malam pas sudah berada di rumah.
"Aku keserempet mobil sewaktu mau beli rokok, sebenarnya aku mau balik ke bar tapi melihat keadaan ku yang sekarang makanya aku menghubungi bos supaya mengunci bar karena aku hanya menutupnya saja selagi pengunjung tidak ada," perjelasnya pula secara meringis kesakitan sembari ia terus menghembuskan nafas ke arah bagian siku yang terluka supaya rasa perihnya sedikit lebih reda.
"Lalu motornya tidak ada yang rusak, kan?" riuhnya lagi sehingga ia langsung berlari ke arah pintu dan melihat kondisi motor ternyata bagian lampunya sudah pecah dan body motornya tampak sedikit hancur kemudian Jihan mengerutkan wajahnya serta memijat dahinya setelahnya ia berbalik menatap ke arah Daniel. "Apa kau tak bisa menjaga barang? jika motor ini rusak, kau pakai apa untuk pergi bekerja? motor ini juga aku yang membeli, bukan pakai uangmu! kau saja perbaiki bukan urusan ku lagi," cerocosnya panjang lebar sementara Daniel hanya menghembus nafas kasar mendengar semuanya seakan ia tak percaya kalau Jihan sudah berubah drastis sepeti ini terhadap dirinya.
"Yang kau perdulikan hanya motor, aku kesakitan begini apa kau tak peduli juga?" bentak suaminya seketika Jihan mengalihkan wajah berpura tidak mendengar seolah santai dengan melipat kedua tangan di dadanya.
Tap
Tapp
"Aku pulang," terdengar Grace sedang melewati Jihan begitu saja tanpa menoleh, padahal Jihan lagi berdiri tepat di depan pintu namun Grace memang enggan untuk menegurnya.
Grace terus melangkah menatap ke arah depan ia berjalan terus tiada menoleh ke mana pun.
"Heh anak tidak tahu sopan! apakah begini cara ibumu mendidik anak? sama sekali tak ada etika," cibirnya pula sehingga Grace berhenti dan berbalik badan seketika.
Drap
Greepp
Kerah baju Jihan saat ini di pegang kuat oleh satu tangan Grace saja bahkan sorotan mata Grace seakan seperti ingin membunuh Jihan dalam sekejap. "Anda jangan pernah menilai ibu ku! seujung kuku pun kau tak dapat di bandingkan oleh ibu kandungku, apa kau sudah paham nyonya Jihan? sekali lagi aku mendengar kau menilai ibuku matamu ini akan aku cungkil," berangnya dengan keras bahkan membuat Jihan menelan ludahnya tapi itupun ia masih merasa sok tenang sebab ia tak ingin terlihat takut di mata Grace.
"Lepaskan Grace! jangan kau bertindak kasar, cepat lepaskan! agh," sergah ayahnya dari jauh namun terdengar oleh Grace suara yang sedang menahan rasa sakit makanya Grace hanya melirik dari samping dan melepas tangannya begitu saja dari kerah baju Jihan.
Kini Grace melanjutkan langkahnya pula tanpa berbicara lagi.
"Lihat ini mas, anakmu sudah seperti orang berandalan! kau terluka begini, apa dia ada meresponnya? tidak, kan? anak tidak tahu diri begini tak perlu kau manjakan!" sarkasnya dengan terus menghina Grace setiap ucapannya itu tak ada satupun hal positif bagi Grace makanya Grace hanya berjalan tanpa merespon kembali omongan yang tiada gunanya itu.
Jihan sebenarnya sengaja memancing Grace supaya emosi terhadap dirinya karena ia sangat mengetahui kalau Daniel pasti akan membelanya lalu Grace menjadi sasarannya pula di situlah rasa puas Jihan untuk membalaskan perasaan dulunya yang tak sempat ia buat ke ibu kandung Grace karena sudah pergi lebih dulu makanya Grace menjadi lampiasan dari kemarahan dirinya terhadap ibu Grace.
.
.
.
Dalam beberapa saat Grace kembali lagi ke ruang depan dengan membawa kotak p3k yang selalu ada di dalam kamarnya lalu ia sempat melihat Jihan masih berdiri tak ada pergerakan untuk berniat mengobati luka-luka yang terjadi pada ayahnya tersebut.
"Hmm, ternyata hanya besar omongan saja! paling pintar menilai orang tapi kelakuan diri sendiri tak pernah di sadari," gumam Grace sedari ia berjalan ke arah ayahnya namun Jihan tak mendengar ucapannya barusan sebab Jihan hanya menyimpulkan senyuman seringai di pinggir bibir lalu ia berjalan mengarah pada kamarnya begitu saja sementara Daniel melihat ke arah Grace yang sedang berjalan ingin mendekatinya.
Saat ini Grace sudah duduk tepat berada di depan ayahnya namun ia tak melihat ayahnya yang sedang menatap dirinya seakan ia tak tahu padahal ia menyadari kalau ayahnya sedang melihat ke arah dirinya.
"Aku akan mengobati luka-luka ayah jadi tahanlah sedikit karena akan terasa perih," imbuh Grace sementara tangannya sambil bekerja pula.
Terutama ia mengambil sebuah botol alkohol untuk mensterilkan lukanya mulai dari kepala, siku hingga lutut dengan perasaannya sebagai seorang anak ia melupakan kejadian sebelumnya atas perlakuan sang ayah padanya.
Seketika sang ayah terlihat ingin menyentuh pipi Grace yang sudah ia tampar itu namun Grace menjauhkan wajahnya seperti enggan ingin di sentuh oleh ayahnya.
"Apa kau benar membenci ayah?" tanya sang ayah mengerutkan wajahnya karena ia merasa Grace enggan pipinya ia sentuh.
"Aku tak pernah membenci ayah walaupun aku harus menelan bulat-bulat perlakuan ayah terhadapku," jawabnya secara santai namun tangannya tetap bergerak mengoleskan obat merah di kepala ayahnya pula.
"Ssshh... Kau berbohong, ayah bisa melihat sikapmu pada ayah jadi kau jangan bohongi ayah Grace!" balas ayahnya lagi sambil terdengar pula rintihan sakit yang terasa perih di kepalanya ketika Grace mengoleskan obat.
"Aku tak pandai berbohong yah, jika aku membenci ayah sudah lebih dulu aku pergi dari ayah dan tak akan pernah mau tinggal di rumah ini," jawabnya lagi namun ia masih tak melihat ke arah ayahnya sebab ia terlihat fokus sedang melilitkan sedikit perban untuk menutup luka di kepala sang ayah.
Daniel terdiam ketika Grace berkata demikian seolah ia tak ada lagi sesuatu yang bisa membalas perkataan tersebut.
Sisa mengobati bagian siku hingga lutut dengan sangat penuh kehatian Grace mengerjakannya sehingga Daniel terus saja menatap Grace dari awal namun Grace tak membalas melihatnya.
Beberapa menit kemudian semuanya telah selesai di kerjakan oleh Grace lalu ia membereskan perlengkapan yang ia gunakan barusan dengan memasukkan kembali pada tempatnya setelah itu ia berdiri terlihat ingin melangkah pergi dari ayahnya.
"Grace!" panggilan ayahnya membuat kaki Grace berhenti melangkah.
"Ini dunia yang ayah inginkan, jadi aku akan terus menemani ayah walau sakit yang aku terima! tapi satu hal yang harus ayah ketahui, aku hanya mempunyai seorang ayah dan ibuku telah tiada! jadi aku harap ayah tak lagi memaksaku untuk mengakuinya sebagai ibuku, kalau begitu aku pamit!" ucap Grace dari arah samping tanpa menoleh ke arah ayahnya lalu ia melanjutkan kembali langkahnya yang terhenti barusan.
Tatapan mata sang ayah masih tertuju pada Grace yang sudah meninggalkan dirinya di sofa sampai Grace tak terlihat lagi.
^^^To be continued^^^
^^^🍁 aiiWa 🍁^^^
...Kutipan :...
Maling teriak maling, gampang menilai namun diri sendiri nol. ~ Grace Eloise.
kisah perjuangan seorang Grace wanita hebat dan tangguh yang menjalani kehidupannya dg ayahnya dg kekuatannya sendiri...
sangat suka dg cerita seorang wanita tangguh yg sll di suguhkan author u para readers dg jalur cerita yg sangat menarik u di baca...
semangat ya thor u semua karya2 mu yg luar biasa. God bless always.
anak tiri di sayang sayang anak kandung di sia sia kan... sungguh ayah yg tidak bertanggung jawab terhadap anaknya
ngakak aq beb boy dpet baju ocha, warna apa sih.. jan bilang pink boy🤣🤣
untung aja OCHA msh selamat, bhya gk bisa renang