NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

"Cahaya! Ini laporan inventaris gudang anggur belum selesai, kenapa kau malah duduk di sini!" ujar Jeremy dari ambang pintu dapur, membuat Cahaya yang baru saja hendak menekan tombol panggil di ponselnya terlonjak kaget.

Ponsel itu hampir saja meluncur dari tangannya kalau ia tidak sigap menangkapnya.

"Astaga, Om! Bisa tidak kalau muncul itu pakai permisi? Jantung saya bukan dari besi tahu!" Cahaya mengusap dadanya, napasnya memburu karena kaget.

Jeremy melangkah masuk dengan gaya angkuh, satu tangannya dimasukkan ke saku celana bahan mahalnya.

"Di rumah ini, aku adalah hukumnya. Tidak perlu permisi. Sekarang, selesaikan daftar belanja bulanan, lalu bantu Martha menata ulang ruang baca. Aku ingin semuanya rapi sebelum sore."

Cahaya melotot, ia melihat daftar tugas di tangannya yang sudah sepanjang ekor naga.

"Om, ini sudah jam dua siang! Saya belum sempat balas pesan Alvin dari pagi. Ini namanya eksploitasi tenaga kerja! Kita kan cuma kontrak nikah, bukan kontrak jadi kuli bangunan!"

Jeremy justru menanggapi omelan itu dengan sebuah senyuman, bukan senyum sinis yang biasanya, melainkan senyuman tipis yang terlihat sangat menyebalkan karena ia tahu ia sedang menang.

"Oh, benarkah? Seingatku dalam perjanjian kelingking semalam, kau bilang aku harus menuruti maumu, tapi kau juga harus menjadi pengasuh yang sigap bagi Elio. Dan menata ruang baca adalah bagian dari kenyamanan Elio."

"Tapi apa hubungannya dengan gudang anggur?!" seru Cahaya frustrasi.

"Agar kau tidak punya waktu untuk melamunkan pria cokelat itu," gumam Jeremy pelan, nyaris tak terdengar, namun cukup untuk membuat Cahaya mengerutkan kening.

"Apa Om bilang?"

"Tidak ada. Cepat kerjakan, atau aku potong jatah es krim Elio sore ini," ancam Jeremy sambil berlalu pergi.

Cahaya hanya bisa menghentakkan kakinya ke lantai dengan kesal.

"Dasar Monster Es narsistik! Dia sengaja mengerjaiku!"

Sepanjang siang itu, Jeremy benar-benar membuat Cahaya tidak bisa bernapas lega. Setiap kali Cahaya mencoba meraih ponselnya, Jeremy tiba-tiba muncul dengan tugas baru. Kadang menyuruhnya memeriksa kebun, kadang menyuruhnya mengatur letak buku berdasarkan warna sampulnya, tugas yang benar-benar tidak masuk akal.

Namun, di balik kekesalan Cahaya, ada pemandangan langka di mansion itu. Jeremy, yang biasanya mengurung diri di ruang kerja dengan wajah gelap, kali ini lebih banyak menghabiskan waktu di area tengah.

Ia duduk di sofa ruang keluarga dengan laptop di pangkuannya, namun matanya lebih sering melirik ke arah Cahaya yang sedang mengomel sambil bekerja.

Setiap kali Cahaya terpeleset karena karpet atau salah meletakkan buku, Jeremy akan tertawa kecil. Suara tawa yang sangat rendah dan jarang terdengar, tapi entah kenapa membuat suasana rumah menjadi lebih hidup.

Di sudut lorong, Elio mengintip dengan wajah yang berseri-seri. Ia memeluk boneka dinosaurusnya, matanya tak lepas dari sosok Daddy-nya yang sesekali tersenyum menatap Cahaya.

Elio merasa seolah beban berat yang selama ini menghimpit rumah mereka perlahan-lahan menguap.

Cahaya, yang sedang sibuk memotong cake cokelat di meja pantry untuk camilan sore, menyadari ada sepasang mata kecil yang menatapnya dari balik dinding.

Ia tersenyum lembut, kemarahannya pada Jeremy sedikit mereda saat melihat wajah bahagia Elio.

"Lio? Sedang apa di situ, Sayang? Sini, jangan sembunyi," panggil Cahaya dengan nada manis.

Elio keluar dari persembunyiannya dengan langkah ragu, tapi senyumnya tidak luntur.

"Lio cuma mau lihat Daddy sama Kak Aya..."

"Sini mendekat. Apa Lio mau juga cake-nya? Ini Kak Aya potongkan yang paling banyak cokelatnya," tawar Cahaya sambil melambaikan tangan.

Elio berlari mendekat, lalu duduk di kursi tinggi pantry. Jeremy pun ikut menutup laptopnya dan berjalan mendekat ke arah mereka berdua.

"Daddy mau juga?" tanya Elio polos sambil menatap Jeremy.

Jeremy melirik Cahaya yang sedang memasang wajah mengancam seolah nengatakan 'jangan berani menolakanakmu'.

Akhirnya, Jeremy duduk di samping Elio. "Boleh. Kalau Kak Aya-mu itu tidak menaruh racun di dalamnya karena aku suruh bekerja tadi."

Cahaya mencibir sambil meletakkan sepiring kecil cake di depan Jeremy. "Kalau saya taruh racun, nanti nggak ada yang bayar gaji saya dong, Om. Tenang saja."

"Wah, cokelatnya banyak sekali! Terima kasih, Mommy!" seru Elio spontan.

Suasana mendadak hening. Sebutan 'Mommy' itu masih terasa sangat baru dan mengejutkan bagi Jeremy maupun Cahaya.

Cahaya terpaku dengan pisau kue di tangannya, sementara Jeremy mendadak sibuk memandangi kuenya seolah itu adalah benda paling menarik di dunia.

"Sama-sama, Sayang..." jawab Cahaya lirih, mencoba menetralkan detak jantungnya yang mendadak tidak beraturan.

Jeremy berdehem, ia menyuap kue itu ke mulutnya. "Rasanya... lumayan. Tidak terlalu buruk."

"Lumayan saja? Saya buatnya pakai tenaga ekstra lho!" protes Cahaya, kembali ke mode cerewetnya.

"Iya, iya. Enak. Puas?" Jeremy menatap Cahaya tanpa kebencian.

Sore itu, di tengah aroma kue cokelat dan tawa polos Elio, sandiwara yang mereka bangun perlahan-lahan mulai terasa seperti kenyataan yang tidak ingin mereka akhiri.

Jeremy menyadari bahwa kesibukan yang ia berikan pada Cahaya bukan semata-mata untuk menjauhkannya dari Alvin, melainkan karena ia hanya ingin melihat gadis itu tetap berada di dalam jangkauan pandangannya.

"Pokoknya dia harus jauh-jauh dari pemuda menyebalkan itu." batin Jeremy.

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!