NovelToon NovelToon
Academy Of Fallen Marks

Academy Of Fallen Marks

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:218
Nilai: 5
Nama Author: VYI_syi

Di dunia di mana sihir adalah segalanya, kekuatan bukanlah anugerah—melainkan hasil dari latihan dan pengorbanan.
Ia hanyalah seorang siswi Akademi Sihir Arcanova. Tenang. Cerdas. Tak tersentuh. Hingga sebuah simbol tersembunyi muncul di tubuhnya—tanda kutukan dari iblis yang bahkan hanya hidup dalam legenda.
Tak hanya dirinya.
Dua siswa dari sekolah berbeda—termasuk seorang pewaris Akademi Crimson Crest—ternyata memikul kutukan yang sama… namun berasal dari iblis yang berbeda.
Kekuatan mereka luar biasa. Tak terbatas.
Namun setiap kali digunakan, ada harga yang harus dibayar.
Di tengah persaingan dua akademi, pelatihan mematikan di Hutan Abyss, dan rumor tentang iblis berwujud manusia yang belum pernah terlihat…
Pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling kuat.
Tapi siapa yang akan bertahan ketika kutukan itu mulai mengambil alih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VYI_syi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia di Balik Tirai Putih

Keheningan menyelimuti ruang medis saat matahari mulai terbenam, menyisakan semburat cahaya oranye yang menembus jendela tinggi. Vivienne masih duduk di kursi kayu di antara ranjang Daefiel dan Lucien. Ia memperhatikan napas mereka yang mulai teratur, meskipun wajah keduanya masih tampak pucat. Kesadaran bahwa hanya dirinya yang bisa melihat tanda-tanda terkutuk itu membuatnya merasa terisolasi, sekaligus terikat erat dengan dua pria ini.

Daefiel adalah yang pertama memberikan tanda-tanda kesadaran. Jarinya bergerak sedikit, disusul oleh erangan rendah yang keluar dari tenggorokannya. Ia perlahan membuka mata, mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan diri dengan cahaya lampu sihir yang berpijar di langit-langit.

"Di mana... aku?" gumam Daefiel dengan suara parau. Ia mencoba untuk duduk, namun rasa nyeri langsung menjalar dari pergelangan tangannya, membuatnya kembali jatuh ke bantal. "Sial, rasanya seperti seluruh tubuhku digilas kereta kuda."

"Jangan banyak bergerak, bodoh," sahut Vivienne dingin, meski ada nada lega yang terselip di suaranya. "Kau berada di ruang medis Arcanova. Kau hampir saja meledakkan dirimu sendiri dengan api hitam itu."

Daefiel menoleh ke arah Vivienne, lalu matanya beralih ke pergelangan tangannya sendiri yang kini terbalut perban tipis. Ia teringat saat para tabib mengerubunginya. Wajahnya seketika menegang. "Para tabib itu... apa mereka melihatnya? Vivienne, katakan padaku, apa mereka melihat tandanya?"

Vivienne menggeleng pelan, merendahkan suaranya agar tidak terdengar oleh petugas medis di luar tirai. "Tenanglah. Tidak ada yang melihat apa pun. Rupanya, simbol itu tidak terlihat oleh mata manusia biasa. Hanya kita—sesama pemilik kutukan—yang bisa melihatnya."

Daefiel menghela napas panjang, tubuhnya yang tegang perlahan rileks. Ia menyandarkan kepalanya dan tertawa kecil, tawa yang terdengar kering dan penuh ironi. "Tentu saja. Iblis ini bahkan tidak membiarkan kita berbagi penderitaan dengan orang lain. Dia ingin kita menyimpan rahasia ini sampai mati."

"Setidaknya kita tidak berada di penjara bawah tanah sekarang," balas Vivienne tajam.

Di ranjang sebelah, Lucien mulai terjaga. Berbeda dengan Daefiel, Lucien langsung terbangun dengan kewaspadaan penuh. Matanya yang tajam menyapu ruangan sebelum akhirnya tertuju pada Vivienne dan Daefiel. Ia mencoba bangkit, dan meskipun ia meringis saat luka di punggungnya tertarik, ia berhasil duduk tegak dengan punggung bersandar pada kepala ranjang.

"Kau sudah bangun, Pahlawan Petir," ejek Daefiel, mencoba mengembalikan suasana jahilnya meskipun kondisinya masih mengenaskan.

Lucien tidak membalas ejekan itu. Ia menatap Vivienne, mencari konfirmasi yang sama. "Berapa lama kita tidak sadarkan diri?"

"Hampir empat jam sejak kita keluar dari hutan," jawab Vivienne. "Instruktur sangat bingung. Mereka tidak mengerti bagaimana kita bisa bertahan selama itu di dalam sana sementara siswa lain sudah dikeluarkan lebih awal. Mereka akan segera kembali untuk menanyai kita, jadi kita harus menyiapkan cerita yang masuk akal."

Lucien mengepalkan tangannya, merasakan sisa-sisa energi petir yang masih berdenyut di bawah kulitnya. "Cerita apa pun yang kita buat, satu hal yang pasti: hutan itu sedang berubah. Dan tanda ini... tanda ini adalah alasan kenapa kita ditarik lebih dalam ke pusatnya."

Belum sempat mereka menyusun rencana lebih jauh, suara langkah sepatu bot yang berat terdengar mendekat. Tirai putih itu tersingkap lebar, menampakkan sosok Instruktur Kepala Arcanova, Master Valerius, yang didampingi oleh Instruktur Utama dari Crimson Crest, seorang wanita berwajah kaku bernama Lady Elara. Tatapan keduanya sangat tajam, seolah ingin menguliti rahasia yang disembunyikan ketiga murid tersebut.

"Baguslah kalian sudah sadar," ujar Master Valerius dengan suara baritonnya yang tenang namun penuh wibawa. "Kami sudah menerima laporan dari tim medis. Kalian menderita kelelahan mana yang ekstrem dan trauma fisik, namun ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran kami."

Lady Elara melangkah maju, menatap Lucien dengan pandangan menyelidik. "Kalian bertahan di dalam Hutan Abyss selama hampir empat jam. Rekor terlama sebelumnya hanya satu jam tiga puluh menit. Dan yang lebih aneh lagi, sensor sihir kami mendeteksi adanya lonjakan energi yang sangat besar—energi yang tidak pernah kami ajarkan di akademi mana pun—tepat sebelum kalian dikeluarkan. Apa yang sebenarnya terjadi di jantung hutan?"

Vivienne segera memasang wajah angkuhnya, menutupi kecemasan yang berkecamuk. "Kami terjebak, Instruktur. Hutan itu terus berubah bentuk, membuat kami kehilangan arah. Mengenai lonjakan energi itu... kami bertiga menggabungkan sisa mana kami untuk menciptakan perisai resonansi. Kami pikir kami akan mati, jadi kami mengerahkan segalanya."

"Resonansi?" Lady Elara menyipitkan mata. "Sangat jarang siswa dari dua akademi berbeda bisa melakukan sinkronisasi mana tanpa latihan bertahun-tahun."

"Mungkin karena kami bertiga sama-sama jenius," sela Daefiel dengan seringai jahilnya yang kembali muncul, meski ia masih harus bersandar pada bantal. "Situasi hidup dan mati cenderung membuat orang bekerja sama secara ajaib, bukan? Kau tahu sendiri betapa sombongnya kami, kami tidak akan membiarkan diri kami mati di tangan serangga hutan."

Master Valerius terdiam sejenak, menatap mereka satu per satu dengan mata yang penuh pengalaman. Ia seolah merasakan ada sesuatu yang tidak beres, namun ia tidak memiliki bukti fisik. "Hutan Abyss mengembalikan kalian dalam kondisi pingsan. Itu berarti kalian telah mencapai batas akhir yang bisa ditoleransi oleh hutan tersebut. Untuk saat ini, kami akan menerima penjelasan kalian."

Ia kemudian berbalik untuk pergi, namun berhenti di ambang pintu tirai. "Namun, ketahuilah ini. Dewan Akademi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap insiden ini. Hutan Abyss tidak pernah melepaskan mangsanya begitu saja kecuali ada sesuatu yang sangat menarik di dalamnya. Istirahatlah. Kalian akan dipulangkan ke asrama masing-masing besok pagi."

Setelah kedua instruktur itu menghilang, suasana kembali sunyi. Lucien menghela napas panjang, pupil matanya yang sempat berkilat biru kini benar-benar telah normal.

"Mereka tidak percaya," bisik Lucien. "Penyelidikan dewan akan jauh lebih ketat. Kita harus belajar menyembunyikan kekuatan itu dengan lebih sempurna, atau kita semua akan berakhir di tangan para algojo akademi."

Vivienne mengepalkan tangannya di pangkuan. "Kita tidak punya pilihan. Mulai sekarang, kita harus berlatih secara rahasia. Jika dewan mencurigai kita, kita harus lebih pintar dari mereka."

1
gempi
h
Sean Sensei
/Shame/ Vivienne baru saja kena 'mental' dua kali: pertama karena tanda misterius di tulang selangkangannya, kedua karena disindir soal nilai ujian sama Daefiel. Suka banget sama dinamika karakternya, Daefiel kelihatan tipe cowok yang menyebalkan tapi bikin nagih. Semangat nulisnya!
REY ASMODEUS
aku suka 💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!