NovelToon NovelToon
My Secret Life

My Secret Life

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Tamat
Popularitas:184.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asma Khan

Jatuh cinta adalah perasaan terindah, namun apa jadinya jika cinta memiliki syarat?


Asfa hanya jatuh cinta, cinta yang membutakan hatinya. Hingga syarat menghempaskannya pada hubungan asing tanpa rasa. Akankah pernikahannya menumbuhkan cinta yang baru? Atau kandas di tengah karam?

Kembalinya sang Papa dengan tamparan keras di pipi mulusnya, menghentikan cinta butanya. Hidupnya terlalu berharga untuk di permainkan! Kembalinya Seorang Asfa, mendadak membuat dunia menjadi panas dengan musuh-musuh yang berdatangan silih berganti, berdoa untuk kehancurannya. Ada pengkhianatan yang menusuknya dalam diam. Jatuh bangun kepercayaan orang-orang di sekelilingnya menjadi emosi tanpa batas menghantam jiwanya.

Akankah orang-orang dalam circle kehidupannya bertahan? Siapa yang akan menjadi pendukung setianya? Siapa musuh-musuh yang siap menikamnya?


Hanya takdir yang tahu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Negatif Thingking

"Maaf. Aku harus melakukan ini. Demi keselamatan mu Asfa. Apapun yang terjadi nanti, ku harap kamu mau memaafkan ku." ucap Abhi lirih dengan pejaman mata sesaat untuk menenangkan fikiran dan mengambil keputusan terberat di dalam pernikahannya.

Setelah mendengar saran dari seorang dokter untuk menolong kondisi istrinya yang dingin bagaikan es di Kutub Utara.

.....................

Cahaya matahari perlahan mulai menerobos celah celah tirai yang tertutup tanpa beraturan, membuat sinarnya menerangi sebuah kamar beraroma wangi nan mewah dari pengharum ruangan keluaran luar negri. Dua sosok manusia dengan selimut tebal yang menggulung, membuat keduanya enggan menjemput keindahan pagi.

Tok.. tok.. tok...

Suara ketukan pintu berulang kali terdengar. Satu tangan mulai keluar dari balik selimut, mencoba memposisikan diri untuk mengembalikan kesadarannya. Tubuhnya meliuk seakan peregangan adalah hal utama, satu langkah kakinya keluar dari selimut dan menapaki dinginnya lantai marmer bermotif bunga emas.

"Aaaargghh..." serunya sesaat melihat pantulan dirinya di cermin.

Satu sosok manusia lagi kini terbangun karena jeritan seseorang, memaksanya untuk mendapatkan kesadaran secepat mungkin. Matanya menangkap wujud indah satu sosok mungil yang berdiri menghadap cermin tanpa sehelai benang pun, tanpa berkedip mata itu menatap. Hingga sosok mungil itu langsung berlari memasuki kamar mandi, ketika tatapannya bertemu dengan sosok di atas tempat tidur tanpa satu kedipan mata.

"Sabar Abhi, bersiaplah untuk menjelaskan. Kuharap Asfa mau mendengarkan ku, semoga." gumam Abhi turun dari tempat tidur dan mengambil pakaian bersih untuk dirinya dan menyiapkan pakaian bersih untuk Asfa yang di letakkan di tempat tidur.

Didalam kamar mandi dengan perasaan tidak karuan, Asfa memandang wajahnya di depan cermin. Sembari berulang kali menggelengkan kepalanya, berharap apa yang difikirkan tidak menjadi kenyataan. Berulang kali dilihatnya setiap jengkal tubuhnya, namun tidak ada satu tanda merah di tubuh putih mulusnya. Tidak ada rasa sakit juga di bagian kewanitaannya.

"Syukurlah semua yang ku fikirkan tidak terjadi, bodohnya aku! Bagaimana bisa ketiduran disaat berendam, dan aaah kenapa jadi begini." keluh Asfa beralih menguyur tubuhnya di bawah shower yang menyala.

Membiarkan dinginnya air meredam amarahnya, dengan segala rasa aneh yang ntah baginya lebih rumit dibandingkan menggunakan senjata dan merakit berbagai macam teknologi. Tanpa di sadari Asfa, sudah hampir satu jam lebih dirinya didalam kamar mandi membuat Abhi yang sudah selesai mengambil makanan kini berjalan mondar mandir karena cemas.

"Kapan gadis ini akan keluar? Ayolah keluar Asfa, apa yang kamu lakukan didalam sana selama ini." gumam Abhi berjalan maju mundur berulang kali seperti kipas angin salah arah.

Lima belas menit kemudian...

"Sudah cukup!" ucap Abhi dan berjalan mendekati pintu kamar mandi.

Ceklek...

Belum sempat tangannya menyentuh pintu, pintu terbuka dan menampilkan gadis dengan kimono yang besar untuk tubuhnya, bibirnya sudah membiru karena terlalu lama berada di air. Tanpa aba-aba Abhi menarik Asfa dan memeluknya, seakan tidak ingin gadis itu kedinginan lagi seperti semalam. Asfa yang tidak tahu harus bersikap apa, memilih untuk diam tanpa membalas pelukan Abhi.

"Apa yang kamu lakukan! Katakan lah jika ada masalah!" tukas Abhi dengan buru-buru melepaskan pelukan dan membawa Asfa ke tempat tidur.

"Aku bisa sendiri!" cegah Asfa mengambil pakaian yang hendak Abhi pakaikan ke tubuhnya.

"Astaga ada apa denganku! Kenapa aku bersikap kelewatan, pastinya gadis itu masih berfikir aku menodainya!" gumam Abhi menepuk dahinya sendiri seakan baru menyadari kesalahannya.

"Dia itu kenapa sih! Yang benar saja mau mengganti pakaianku dengan emosinya yang gak karuan itu, tenang Asfa. Ingat siapa kamu saat ini!" keluh Asfa sembari menggunakan pakaian pilihan Abhi di dalam kamar mandi.

Setelah lima menit. Asfa keluar tapi tidak lagi melihat Abhi didalam kamar, tanpa mempedulikan itu. Kini tangannya mulai sibuk mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil yang tersedia banyak didalam lemari, hampir seluruh wajahnya kini tertutupi rambut. Hingga handuknya di ambil secara paksa, berganti dengan udara panas yang menerpa kulit serta rambutnya. Siapa lagi jika pelakunya bukan suaminya yang seakan menutupi wajahnya dengan panci dapur dari segala rasa malu.

"Aku bisa..." protes Asfa mencoba mengambil pengering rambut dari tangan Abhi.

"Diamlah! Akan lebih cepat kering jika aku yang melakukannya." sela Abhi yang paham penolakan istrinya.

Dengan wajah menunduk. Asfa membiarkan Abhi mengeringkan rambutnya, tanpa melakukan perlawanan. Percuma saja jika jati dirinya masih gadis polos. Dengan berbagai peredaman emosi yang ada di dalam jiwanya, kini bermain ekspresi sudah menjadi kebiasaan bagi gadis mungil itu. Abhi yang melihat istrinya hanya diam dan menunduk hanya bisa menghela nafas dan merasa bersalah.

"Ayo kita makan setelah itu kita bicarakan!" ajak Abhi dan menggandeng tangan Asfa ke tempat meja dan sofa dikamar.

Sekali lagi Asfa hanya menurut dengan menunduk, menikmati makanan yang sudah tersedia tanpa banyak bertanya dan membiarkan pria di samping nya berulang kali memandangnya dengan hembusan nafas yang dalam. Diam namun pasti pendengaran dan ketajamam seorang Asfa tetap berjalan dan membiarkan segala sesuatu seperti gadis lemah.

"Aku minta maaf untuk semua yang kulakukan semalam, aku tidak bermaksud mengambil kesempatan dalam kesempitan tapi keadaanmu di luar kendali ku." jelas Abhi membuka percakapan setelah selesai makan.

"Memang apa yang terjadi semalam?" tanya Asfa dengan mata mengerjap memandang Abhi.

"Em itu. Aku memeluk mu dengan tanpa pakaian apapun." jawab Abhi dengan wajah yang memerah menahan malu dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah jendela.

Hahaha pria ini sungguh lucu, anggap saja ini hukuman dari ku. Selamat menikmati suamiku sayang.~ batin asfa menahan tawanya.

"Apa kamu tidak mau bekerja? Bukankah Nona Aqsa ingin menjalin kerja sama dengan keluarga ini lagi?" ucap Asfa mengalihkan topic dan berhasil membuat suasana berubah drastis.

"Tenang saja. Aku sudah menyiapkan hadiah terbaik untuk keluarga itu. Sesuai permintaan mu yang terakhir, istirahat lah. Hari ini akan menjadi melelahkan, aku ke ruang kerja ok.'' jawab Abhi dan mengacak rambut Asfa.

Pintu kamar tertutup, membuat Asfa segera mengunci kamar dan segera mengambil ponsel pintarnya untuk memberikan perintah kepada orang-orang kepercayaannya. Hanya hitungan detik semua jaringannya sudah dalam kendali, membuat senyum devilnya kembali muncul.

" LET'S play My doll Mrs. Aqsa Narendra!(Mari bermain boneka ku nona Aqsa Narendra!)." ucap Asfa menempelkan earphones bluetooth ke telinganya dengan jemarinya yang berselancar di atas ponsel pintarnya sembari menikmati alunan musik favoritnya.

.......................

Prangg.. Buug.. Prangg..

"Hancur sudah semua usaha ku! Semua ini gara-gara kau anak sial@n, andai saja kau tidak kabur dari pernikahan itu.Dan rencana mu semakin menghancurkan hidup keluarga ku di tambah lagi kakak mu yang menghilang ntah kemana setelah semua kejahatannya terungkap!" teriak seorang pria paruh baya yang melemparkan segala benda di sekitarnya.

1
Dahlia Anwar
terus bagai mana dengan kamu Safa,, kamu juga seorang istri ,, mana tanggung jawab kamu sebagai istri .. 😒😒
Dahlia Anwar
cerita nya bagus hanya saja karakter cewek terlalu kuat jadi karakter cowok tenggelam seolah olah dia engga berguna
Rita Tarigan
tetap semangat untuk berkarya
parah....
kalau memang ngak cinta seharusnya jujur dari awal.... jangan menjadikan oranglain tumbal atas kegoisan aqsa n keluarga.....
semangat ya asfa.....
Sulati Cus
pasti mempelai pria g tau wajah dr nona narendra
Sulati Cus
semoga suaminya tulus
dan ingat cinta bisa krn terbiasa
Sulati Cus
astaga butuh 3 x ulang agar nge
Nani Yunengsih
lucu 😂😂😂😅
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Assalamu'alaikum.

Selamat pagi, semuanya.
Buat semua reader's tercinta.
Terima kasih telah memberikan support dan membagikan semangat kalian agar othoor trus berkarya.

Sehat selalu, ya buat kalian. 🥰
Nani Yunengsih
Harus sabar dengan keluarga ini paman 😅
Nani Yunengsih
so sweet
Nani Yunengsih
visualnya macoo²kerennn
Nani Yunengsih
😆
Nani Yunengsih
bau² perbucinan nih 🙊😍
Nani Yunengsih
kak alvaro aja sepanik itu apalagi nanti daddynya
Nani Yunengsih
tuuh jodoh mu leo jgn ngejar² queen dia tuh udh berumah tangga
Nani Yunengsih
kerennn 👏
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih, Ka
total 1 replies
Nani Yunengsih
leo pusingnya bukan 7keliling lagi tapi udah 10keliling
Nani Yunengsih
so sweeeetttt
Nona_Sulung
pengen tak tabok keluarganya 😑
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: pake ini ka 🥄
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!