NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:942.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: mamie kembar

Al tak pernah mengira pertemuan nya dengan Chelsea, gadis kecil yang duduk di sebelahnya saat di pesawat berbuntut panjang. Gadis kecil itu sepertinya hantu yang terus saja mengikutinya.

Chelsea jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria kaku, dingin dan dewasa. Entahlah daya tarik apa yang dia miliki, yang pasti Chelsea menyukainya.

Pertemuan demi pertemuan tak sengaja terjadi, namun Al justru menuduhnya sengaja membuntuti pria itu, hingga sebuah insiden yang mengharuskan mereka menikah.

Penasaran? ikutin kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dasar Licik

Ca," gadis itu menoleh, dan mendapati mertuanya sudah berdiri didekatnya.

"Mama" jawabnya pelan. Zahra tersenyum, "Ayo kita ke dapur, kamu belum makan bukan?"

"Eh...iya Ma." jawabnya pelan dan mengikuti mertuanya.

"kamu duduk aja disini, Mama akan menyelesaikan masakan Mama," Zahra kembali ke dapur.

"Ada yang bisa Caca bantu Ma?" tanya gadis itu, padahal dia sama sekali tidak bisa memasak.

"Tidak terimakasih, semua sudah siap, tinggal ini saja, jika kamu ingin membantu, kamu bisa mencuci buah itu." lanjut Zahra.

Caca mengambil buah-buahan yang ditunjukkan Zahra, mencucinya dan meletakkan nya di tempat buah. kemudian membawanya ke meja makan.

"Panggilkan Al untuk makan malam, sebentar lagi Papanya juga pulang."

"Baik Ma." Caca tersemyum canggung. Memanggil Al sama saja memanggil singa, dia pasti kesal dan marah padaku, Hem....

Caca naik kelantai atas, setelah Zahra menunjukkan dimana kamar putranya. Tanpa mengetuk pintu gadis itu masuk, apalagi pintunya tidak terkunci.

Kosong, Caca tidak melihat Al, gadis itu lanjut melangkah kedalam sambil memperhatikan kamar Al yang bernuansa hitam dan abu-abu.

Cklek...suara pintu terbuka. Gadis itu langsung menoleh ke sumber suara dan seketika menjerit. "Aaaaaa....."

Al keluar kamar mandi menggunakan handuk melilit pinggangnya, dia uga terkejut melihat Caca dan membentaknya, "Diam!!" dia berjalan mendekat dan membekap mulut Caca.

*Le-lepas apa yang kau lakukan?" Caca gemetar ketakutan. "Kau bisa diam?" Al kembali membentak dengan tatapan tajam. Gadis itu mengangguk patuh. Lantas Al melepaskan bekapannya, dan seketika Caca berbalik.

"Mengapa Om tidak pakai baju?" lanjutnya mengomel.

Al kembali menoleh sekilas, dan kembali menuju lemari mengambil pakaian ganti untuk nya. "Ini kamarku terserah aku mau apa?" jawabnya ketus.

"Tapi Om Gi sudah menodai kesucian mataku, Om sudah bertindak mesum!" jawab gadis itu tak kalah keras.

"Heleh, bilang saja jika kau mengagumi tubuhku, kau hanya berpura pura marah padahal kau sangat menginginkannya," ejek Al.

"Om Gi nggak usah GeEr. Aku sungguh tidak tergoda, Om itu bukan tipe aku." lanjutnya.

Ini kedua kalinya Caca mengatakan jika Al bukan tipenya, harga diri Al merasa terhina.

"Tak usah sok jaim, aku yakin ucapan mu berbanding terbalik dengan hatimu, ini hanya trik murahan dan aku tidak akan tergoda."

"Sok suci," geram Al.

Mendengar gumaman Al yang menghina dirinya membuat Caca kesal dan marah. Dia lalu berbalik menatap Al "Aku tidak pernah memintamu masuk ke dalam kamar hotel sialan itu, dan apa kau bilang? Sok suci? tahu apa kau tentang diriku, Om!!!

yang ada di kepala om hanya aku wanita murahan yang menjebak Om, tapi asal om tahu, aku justru yang sial, aku yang tersiksa karena harus menikah dengan pria tua dan menyebalkan," ucapnya tepat didepan wajah Al.

Setelah itu Caca berbalik, Al masih diam dan menatap nya tajam, "Oh ya, Mama memanggil Om turun dan makan malam bersama." lanjut Caca.

"Apapun yang kau lakukan, aku tetap tidak bisa memaafkanmu, gara gara kau hidupku berantakan!" maki Al.

"Whatever!" jawab Caca, setelah itu dia berjalan meninggalkan Al yang masih sangat kesal padanya.

Caca berjalan menuruni tangga, dadanya berdegup kencang, sungguh situasi ini sangat tidak nyaman, dia harus bersikap tegar dan kuat dihadapan Al yang sombong.

Al mengepalkan tangannya kesal, Sejak bertemu dengan gadis itu hidup Al menjadi tak karuan.

Setelah menenangkan hatinya, Al memutuskan keluar kamar, dia berjalan menuju ruang makan, sejenak dia tertegun melihat pemandangan dihadapannya, Zahra bercanda dengan Caca dan keduanya tertawa lepas.

Mudah sekali moodnya berubah, padahal dia baru saja marah dan kesal, tapi lihatlah sekarang dia bisa tertawa lepas dengan mama. Dasar gadis licik.

Al melanjutkan langkahnya menuruni tangga, dia kembali berhenti melihat papanya duduk hadir dan duduk disana.

"Al, sayang. Ayo kita makan malam bersama, mama juga mengundang Haikal dan Mika." ucap Zahra pada putra kesayangannya.

Al melanjutkan langkahnya sejenak dia dan Zein saling tatap, namun detik berikutnya Al menunduk karena Zein masih menatapnya penuh amarah.

"Assalamualaikum.."

Semua mata menoleh, dan mendapati Mikayla yang masuk bersama suaminya.

"Ayo kay, makan malamnya akan dimulai, tinggal nungguin kamu dan Haikal."

"Maaf ya Ma, agak lama jalanan macet," tutur mika setelah mencium pipi Papa dan Mamanya. Begitu juga Haikal yang mencium tangan mertuanya.

"Hai kak Caca, senang bisa bertemu kemu." ucap mika pada Caca.

"Hai," jawab Caca canggung.

Makan malam dimulai, namun suasana canggung dan tidak nyaman, Zein jelas menunjukkan ketidak sukaannya pada Al.

Setelah makan malam, Zein masuk ke dalam ruang kerjanya, Al dan Haikal mengobrol sebentar sebelum akhirnya mereka pamit pulang.

Al menatap ruang kerja Papanya, dia sudah berdiri disana selama beberapa menit, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengetuknya.

"Masuk!" terdengar sahutan dari dalam. Al memantapkan hatinya untuk masuk. Zein meliriknya sekilas dan kembali fokus pada pekerjaan nya.

"Ada yang ingin aku katakan, Pa!"

Zein menatapnya sekilas dan kembali pada lembaran kertas di depannya. "Apa lagi? belum cukup kau membuat malu Papa?"

"Aku tidak bersalah, dan aku tidak melakukan apapun pada gadis itu, tapi Papa tidak mempercayaiku, malah Papa langsung menikahkan aku."cebik Al dengan tawa hambar.

"Sudah?" jawab Zein santai. Zein meletakkan berkas ditanganya dan Kembali menatap tajam putranya.

"Apa yang akan kau lakukan? jika kau melihat Mika berduaan di kamar hotel dengan seorang pria?"

"Aku akan mematahkan kaki pria itu!' jawab Al penuh amarah.

"Kamu masih beruntung karena aku hanya menikahkan mu, bukan mematahkan kakimu." jawab Zein santai.

"Tapi ini beda Pa!" bantah Al dengan nada yang sudah sedikit tinggi dipenuhi emosi.

"Apanya yang beda? kau mau menunjukkan sebejat apa dirimu? pria brengsek yang lari pada hari pernikahannya? atau pria yang coba memperkosa seorang gadis." bentak Zein.

"Aku sudah katakan, aku dijebak" jawab Al tak kalah emosi."

"Lalu apa tujuanmu menemuiku?"

"Awalnya aku ingin minta maaf , tapi sepertinya aku benar benar ditolak disini, jadi aku akan pergi, besok aku akan kembali. Aku cuma mau bilang, aku tidak mau ada acara syukuran atau apapun. Aku menolak. Selamat malam, maaf sudah menggangu waktu Papa." Setelah bicara Al berbalik dan melangkah pergi, dia tidak lagi menoleh matanya sudah berkaca-kaca.

Zein hanya diam, tak menjawab atau memanggil putranya, jauh di dalam hatinya dia juga sangat merindukan putra sulung kebanggan nya itu, namun dia menahan diri. Al terlalu angkuh untuk mengakui kesalahannya.

Langkah Al terhenti di ujung lorong, dia melangkah menaiki tangga menuju lantai atas rumahnya. Al menumpahkan kesediaan nya disana, dia juga menangis sedih, Papa yang selalu memeluknya, memberikan dukungan padanya kini semakin membencinya karena kesalahpahaman itu.

*Akan aku buktikan Pa, jika aku tidak sebejat itu dan aku akan menangkap anak sialan itu yang coba menodai Caca hingga melibatkan aku yang mau menolongnya.

Tapi untuk apa? toh semua sudah terjadi, aku sudah menikahi bocil tengil itu,...

Argh... Al dilanda kegalauan dengan pemikirannya sendiri*.

1
Juke Maria Lengkong
Luar biasa
Ana Botto Sekali
good
@ni
ceritanya gantung 😔
Astrid Rico
Luar biasa
Rae Shita Hp
Biasa
Rae Shita Hp
Kecewa
Aurora
Luar biasa
Aurora
takutnya randi nanti memberi minuman ke Caca di campur obat perangsang
Nazwah Nazwah
aku br mampir THN 2024, ni novel udh ada THN 2022🙈
sikepang
dh lama ditunggu2 up y.makasij mommy 🙏
🌹🪴eiv🪴🌹
hais, digantung sama author 😭
Mefri Yanti
ceritanya gantung🤔
erlin
aaaa😁AQ juga bahagia ca,,
mau tau gimana rasa nya,,sini Aq bisikin ca😅
juha Naning
lanjut tor
ibeth wati
kok ceritanya nggantung
ibeth wati
cerita yg bagus banget
siah
bgus
Sinar Mentari
bukan nya rendi itu yg ngejebak caca ya
uty
ceritanya bagusss dan ada greget nya jd ga terasa saat bacanya karena ceritanya ringan dan ga bertele tele
Kurnianovi
lah iya kok gada lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!