NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:150
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Anggie sedari pulang sekolah dia tidak keluar kamar. Anggun yang khawatir dengan kondisi anak bungsunya akhirnya dia pun masuk tapi pintunya di kunci dari dalam.

Anggun takut kejadian beberapa tahun yang lalu terjadi lagi. Hal itu yang terus saja menghantui Anggun. Kejadian dimana membuat Anggie trauma sampai beberapa bulan dan akhirnya dia bisa kembali sembuh berkat dukungan dari Bunda juga kedua kakaknya.

Tok

Tok

"Adek sayang... Buka pintunya."

Angkasa yang baru pulang kerja mendengar ibunya mengetuk pintu dan memanggil adiknya.

"Ada apa Bun?"

"Adek dari pulang sekolah dia gak mau keluar. Bunda khawatir terjadi sesuatu yang membuat traumanya kembali kambuh."

"Bunda ada kunci cadangan?"

"Ada Bang di laci kamar bunda," Angkasa langsung mengambil kunci cadangan di kamar ibunya.

Kunci pun dibuka Angkasa melihat kembali dimana adiknya sama persis posisinya seperti dulu saat Anggie melihat perselingkuhan ayahnya dan ibu dari sahabatnya.

Seperti dejavu membuat Angkasa tak mau adiknya kembali trauma.

"Bun kita bawa adek ke rumah sakit."

"Adek kenapa Bang?"

"Abang takut trauma adek kembali muncul."

Angkasa langsung menggendong adiknya menuju mobil. Bundanya dengan berderai air mata memeluk Anggie yang pingsan dengan badan yang demam.

Saat tiba di rumah sakit petugas medis langsung menangani Anggie. Angkasa dan Anggun menunggu di luar dengan perasaan cemas. Tak lama Angga datang dengan wajah paniknya.

"Adek kenapa Bun?"

"Kamu tahu apa yang terjadi sama adek di sekolah?"

"Aku gak tahu bang. Kan aku juga baru pulang dari kampus."

"kamu tanya semua teman-temannya adek," perintah Angkasa pada Angga.

Pintu ruangan pun terbuka terlihat dokter keluar.

"Bagaimana keadaan anak saya dok?"

"Trauma Anggie kembali kambuh," seru dokter yang menangani dia waktu trauma beberapa tahun yang lalu.

"Saya sudah memberikan obat penenang untuk Anggie nanti setelah dia sadar kita akan melakukan observasi lagi dan fisioterapi. Kalau begitu saya pamit dulu."

Sungguh berat bagi keluarga Anggie jika trauma Anggie kambuh karena dulu pun Anggie harus melewati itu semua sampai satu bulan baru bisa dinyatakan sembuh.

***

Di pagi hari Zian tidak melihat Anggie datang. Ia sudah menunggu Anggie sampai bel masuk berbunyi tapi masih tidak terlihat juga.

"Kok Anggie masih belum ya?" tanya Zian.

"Coba aja tanya sama temennya," saran Samuel.

"Tuh temennya Anggie tapi itu kayak sama cowok yang suka nganterin Anggie ya," tunjuk Andre saat melihat temannya Anggie. Mereka sedang bersama salah satu abangnya Anggie. Zian sempat curiga terjadi sesuatu pada Anggie karena kakaknya yang datang ke sekolah.

Zian mendengarkan percakapan abangnya Anggie sedang ngobrol dengan temannya Anggie.

"Jadi Gita sakit lagi bang?" tanya Dika.

"Iya dia sakit lagi, apa kalian pada tahu apa yang terjadi sama dia kemarin?"

Zian yang mendengar kalau Anggie sakit langsung bertanya pada Angga.

"Maaf sebelumnya Bang, memangnya Anggie sakit apa?"

"Lo siapa?" tanya Angga dengan nada tidak suka.

"Saya... Saya temannya Anggie bang."

"Iya dia sakit sekarang masih di rawat."

"Apa boleh saya nengok Anggie ke sana Bang?"

"Boleh," jawab Angga singkat dan membuat Zian senang setidaknya dia sudah punya ijin dari kakaknya Anggie.

Sepulang sekolah Ria dan Dika sudah bersiap akan pergi ke rumah sakit. Zian juga mengikuti mereka dari belakang.

Saat masuk ruangan perawatan Anggie yang masih tidur karena pengaruh obat di sana juga hanya ada ibunya saja.

"Assalamualaikum Bunda," seru Dika dan Ria.

"Waalaikumsalam, kalian ke sini juga. Ini siapa ya Bunda baru lihat," tanya Anggun pada Zian.

"Saya Zian Tante kakak kelasnya Anggita."

"Panggil Bunda aja kayak yang lain," seru Anggun ramah.

Zian pun mengangguk, "Anggie sakit apa Tan... Eh Bunda?"

"Anggie mengalami trauma. Sebenarnya dulu dia pernah mengalami hal seperti ini dan sekarang kembali kambuh. Apa dia antara kalian ada yang tahu kejadian apa yang Anggie alamin kemarin?"

Mereka bertiga cukup terkejut saat mendengar Anggie sampai trauma.

Ria menangis saat tahu Anggie sampai mengalami trauma dengan kejadian yang Anggie alamin saat kemarin di sekolah. Ria langsung memeluk Anggun, "Maafin aku Bun. Aku gak bisa jaga Gita."

"Memangnya apa yang terjadi Ria?" tanya Anggun.

"Kemarin saat jam pelajaran Saya dan Gita ijin ke toilet. waktu saya keluar toilet baju Gita sudah basah dan bau. Ada kakak kelas yang menyiram Gita dengan air comberan."

"Astaghfirullahaladzim, siapa?"

"Kak Wina," lirih Ria.

"Wina yang lakukan ini sama Anggie?" tanya Zian dan Ria mengangguk.

"Gue gak akan biarin dia hidup tenang karena dia udah bikin Anggie kayak gini," gumam Zian sambil mengepalkan tangannya.

"Maaf bunda saya permisi dulu, salam buat Anggie kalau sudah sadar. Semoga Anggie cepat sembuh, nanti saya ke sini lagi."

Setelah pamit Zian langsung mencari Wina di tempat biasa Wina nongkrong.

Di sebuah bar biasa Wina dan teman-temannya nongkrong. Ditemani teman-temannya Zian memasuki bar. Kalau saja orang tuanya tahu Zian masuk bar pasti dia akan di pukul sama ayahnya. Karena ayahnya Zian terkenal keras dalam mendidik anaknya apalagi Zian anak laki-laki satu-satunya.

Zian dulu pernah ketahuan balapan ilegal oleh ayahnya, ia pukul sampai masuk rumah sakit. Tapi Zian tetaplah Zian yang bandel selalu saja keras kepala tak pernah mendengarkan perintah orang tuanya kecuali kalau sudah melihat ibunya menangis baru Zian berhenti.

"Zi Lo yakin mau masuk ke sini?" Andre meyakinkan.

"Kalau bokap Lo tahu bisa bahaya," seru Samuel.

"Makanya bokap gue jangan sampai tahu. Gue serahin semuanya sama Lo Dre atur semuanya dan ingat jangan sampai ada yang tahu kalau itu perbuatan kita."

"Siap semua bisa di atur," Andre sambil mengacungkan ibu jarinya.

Zian masuk ke dalam bersama ke empat temannya. Aroma alkohol dan bau asap rokok sangat kental tercium menusuk hidung.

"Gila gue gak nyangka kalau Wina sering ke sini," ucap Frans.

"Gue kira dia cewek baik-baik tapi ternyata dia kayak gitu ya. Kalau dari penampilannya dia terlihat cewek baik sih tapi ternyata...," mereka sambil melihat ke arah Wina, Bela dan Amel yang sedang duduk bersama laki-laki sambil merokok dan minum alkohol juga. Pakaian mereka juga sangat terbuka. Mereka juga tak segan merayu cowok yang ada di depannya.

Andre merekam semua kegiatan Wina dan teman-temannya.

"Udah semuanya," ujar Zian dan di jawab dengan anggukan dari Andre.

"Kita cabut," mereka pun akhirnya keluar dari tempat itu dan menuju basecamp.

"Kira-kira nih video enaknya di gimanain?" seru Andre.

"Gimana kalau kita masukin video itu di grup sekolah."

" Bagus juga ide lo karena selama ini kan Wina cs dikenal sebagai orang yang baik-baik aja gak pernah banyak masalah juga gak pernah banyak ulah kecuali hal yang kemarin yang dia lakukan ke Anggie. Apa abangnya sudah melaporkan kejadiannya ke pihak sekolah?"

"Percuma saja laporan ke pihak sekolah aja karena mereka juga gak akan menindaklanjutinya. Lo semua tahu kan kalau orang tuanya Wina itu kan donatur utama sekolah."

"Bener juga kata Lo Sam. Gue gak akan habis pikir nanti kalau video ini sampai viral apa yang akan terjadi sama Wina cs."

"Dre apa Lo bisa meretas cctv sekolah saat kejadian Anggie kemarin?" perintah Zian.

"Siap laksanakan."

Tak lama Andre berkutat dengan laptopnya akhirnya dia pun mendapatkan videonya.

"Gue dapet videonya, ternyata benar Wina cs yang melakukan itu," seru Andre saat melihat videonya lalu Zian langsung melihat video itu dan mengepalkan tangannya.

"Kita harus buat perhitungan sama dia bikin video ini viral supaya mereka tahu bagaimana rasanya trauma."

Andre langsung mengupload video tentang pembullyan Anggie di grup sekolah.

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!