NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Superwoman

Suasana lobi kantor polisi terasa dingin dan kaku. Aroma karbol dari lantai yang baru saja dipel, menyambut kedatangan mereka saat pintu kaca terbuka. Zavian melangkah dengan tegap, sementara Ayra berjalan sedikit tertinggal di belakangnya, jemarinya saling meremas untuk menutupi gejolak perasaan yang masih belum pulih sepenuhnya.

Tapi kali ini bukan hanya karena rasa takutnya, melainkan rasa khawatir tak bisa mengontrol emosinya saat melihat lagi wajah si bajingan itu.

Tanpa membuang waktu, Zavian menghampiri petugas di meja piket. Setelah menunjukkan kartu identitas dan menjelaskan tujuannya, mereka diarahkan ke sebuah ruang interogasi khusus.

"Tunggu di sini," perintah Zavian pada Stella dan Bryan saat mereka tiba di depan sebuah ruangan dengan pintu besi yang kokoh.

Zavian menoleh pada Ayra. Sorot matanya sedikit melembut, namun tetap tegas.

"Kamu ikut saya masuk. Kamu harus mengonfirmasi apakah dia orangnya."

Ayra menelan ludah dengan susah payah. Kakinya terasa berat, namun ia mengangguk pelan. Begitu pintu dibuka, di balik meja kayu yang kaku, duduk seorang laki-laki dengan tangan terborgol. Wajahnya kusut, rambutnya berantakan, dan ada memar kecil di sudut bibirnya, sisa dari kemarahan Bryan semalam.

Laki-laki itu mendongak. Detik saat matanya bertemu dengan mata Ayra, pria itu langsung cengengesan memuakkan.

Zavian tidak duduk. Ia berdiri di hadapan pria itu, menumpukan kedua tangannya di atas meja, lalu condong ke depan hingga jarak mereka hanya terpaut beberapa senti.

"Jadi kamu laki-laki bajingan menjijikkan itu?" tanya Zavian. Suaranya tidak keras, namun terasa sangat dingin seperti seorang eksekutor yang akan mengeksekusi musuhnya.

"Siapa yang memberimu akses untuk bisa masuk ke dalam ruangan pesta?"

Laki-laki itu bungkam. Ia hanya menatap lantai, enggan membuka mulut.

"Saya tidak punya kesabaran untuk menunggu kamu bicara. Cepat katakan!"

Zavian mengetukkan jemarinya di meja dengan tempo yang menekan.

"Siapa yang menyuruhmu menyusup ke pesta itu dan berani melecehkan seorang wanita? Kamu bukan tamu undangan, dan pemilik pesta tak kenal kamu. Siapa orang dalam yang membantumu?"

Laki-laki itu tetap diam, namun sudut matanya tampak berkedut gelisah. Ia teringat orang yang menyuruhnya tutup mulut dengan ancaman, melalui telepon tadi. Kalau sampai ia berani buka mulut, dia dan keluarganya akan habis!

Zavian menyadari kegelisahan itu. Ia tersenyum miring. Sebuah senyuman yang mengirimkan sinyal ancaman lain.

"Kamu pikir orang yang menjamin keselamatanmu di luar sana benar-benar bisa melindungimu dari hukuman yang akan kamu terima?"

Zavian berdiri tegak, matanya yang tajam seolah ingin menguliti setiap inci wajah laki-laki di hadapannya.

"Dia akan bebas berkeliaran, menghirup udara bebas dan menikmati hidup. Sementara kamu terkurung sendirian, tidur di lantai yang dingin dan makan pun seadanya. Hebat sekali pengorbananmu. Demi apa? Demi uang yang tidak seberapa? Tapi labelmu sebagai narapidana akan tersemat di dirimu, seumur hidupmu!" ejek Zavian.

Laki-laki itu mendongak perlahan. Alih-alih merasa takut setelah diintimidasi, ia justru menyeringai tipis, membuat luka di sudut bibirnya bekas pukulan Bryan semalam, kembali berdarah.

Tatapan lelaki itu beralih dari Zavian, lalu jatuh pada Ayra yang berdiri gemetar karena sekuat tenaga menahan amarahnya.

"Akses?" laki-laki itu tertawa parau, sebuah tawa yang terdengar sangat merendahkan. "Gue nggak butuh akses! Apapun bisa gue lakukan. Apalagi kalau untuk bertemu cewek-cewek cantik dan menggairahkan seperti dia." Ocehnya dengan seringai dan tatapan menjijikkan pada Ayra.

Rahang Zavian langsung mengeras. Tangannya yang bertumpu di meja perlahan mengepal hingga buku-bukunya memutih.

"Tadinya gue cuma pengen menikmati pemandangan yang indah-indah. Tapi saat melihat dia naduk ke toilet sendirian dan kebetulan sepi gak ada orang, tiba-tiba saja hadrat gue muncul untuk menik mati cewek afuhai ini. Gue kira fia bakalan oke diajak bersenang-senang. Tapi ternyata jual mahal juga, hehehe..." lanjut laki-laki itu dengan kalimat seenak jidatnya. Dan terang-terangan melayangkan tatapan cabul, memindai tubuh Ayra.

"Dilihat dari penampilannya malam itu... yah, gue kira dia bukan cewek baik-baik. Gue pikir dia memang sengaja nunggu di sana buat diajak senang-senang. Hasrat gue nggak bisa ditahan. Cewek kayak dia biasanya nggak akan nolak kalau diajak enak-enak, kan?"

Tanpa ampun Zavian langsung melayangkan tinjunya yang kokoh ke rahang lelaki itu. Seketika lelaki itu meraung kesakitan. Kemudian Zavian menyambar kerah baju laki-laki itu dan menariknya hingga wajah mereka hampir bersentuhan.

"Ulangi sekali lagi apa yang kamu katakan tentang dia," desis Zavian, suaranya kini terdengar sangat mematikan.

Dia kembali mengangkat tangannya, siap melayangkan hantaman yang jauh lebih brutal daripada yang barusan. Ia tidak peduli lagi kini sedang berada di mana.

"Pak Zavian! Cukup!" Seorang polisi yang berjaga di situ segera menghalangi dan memegang bahu Zavian dengan tegas. "Jangan main hakim sendiri di sini. Biarkan kami yang menanganinya."

Napas Zavian memburu, dadanya kembang kempis menahan emosi yang nyaris meledak tak terkendali. Ia menatap laki-laki itu dengan kebencian yang mendalam, sementara si pelaku justru terlihat puas karena berhasil memancing amarahnya.

Di sisi lain, Ayra ysng sudah tidak bisa menahan emosi, tanpa pikir panjang langsun menendangkan kakinya ke tulang kering kelaki itu. Sekali lagi tanpa rasa malu dia meraung. Tapi Ayra srperti hilang kendali. Ia menampar lelaki itu sekuat tenaga sampai dua kali. Zavian sendiri sampai kaget melihatnya. Ia tak menduga jika Ayra mampu bertindak beringas.

"Cukup Ay, kendalikan dirimu." Ucap Zavian dengan suara lembut. Ia menahan tubuh Ayra dengan mencekal bawah ketiaknya. Tapi justru cekala Zavian dijadikan tumpuan oleh Ayra, hingga kedua kakinya terangat dan dihantamkan ke dada lelaki itu, sangat telak dan bertenaga, sambil berteriak, "Kurang ajar kau bajingan!"

Seperti Zavian, dada wanita itu naik turun. Merasa puas sudah melampiaskan amarahnya.

Untuk menghindari kemungkinan yang lebih buruk, petugas segera memnyeret Lelaki itu kembali ke tahanan.

Sementara Ayra yang sudah melampiaskan amarahnya, kini menangis sesenggukkan di dada Zavian. Lelaki itu memeluknya erat sambil menciumi puncak lepalanya.

"Kok jadi nangis? Barusan kamu sudah seperti Superwoman yang keren, loh." Zavian mencoba memberikan candaan, hingga perempuan itu merengek karena malu. Tapi membuat Zavian terkekeh.

***

Sore tadi Elly baru saja sampai di Jakarta atas permintaan Rayyan, sang putra. Dengan senang hati wanita itu datang mengajak Anika, putri keduanya. Sebenarnya, tanpa diminta pun, ingin sekali dia tinggal di Jakarta, bergaul dengan ibu-ibu sosialita yang menurutnya keren, jika saja diizinkan suami dan putranya.

"Ada apa sih Rayyan, pakai panggil Ibu segala?" tanya Elly pura-pura protes.

"Aku putus sama Liztha, Bu," ucap Rayyan dengan mimik wajah kesal.

"Loh, kok bisa? Bukannya kamu menceraikan si Ayra karena ingin kembali padanya?" tanya Elly heran. Begitu juga dengan Anika yang duduk di samping ibunya.

"Iya sih, tapi aku kesal sama dia. Mentang-mentang uangku sekarang habis gara-gara dirampok Ayra, Liztha malah menjauh dariku. Dia sekarang sedang mencoba menggoda bos kami."

Anika langsung tertawa mengejek.

"Ya iyalah, Bang! Liztha juga mikir kali, mending deketin pohon duit daripada deketin Bang Rayyan yang dompetnya lagi sariawan. Ya jelas bos Abang lebih segalanya, uangnya aja nggak berseri. Duh, bang Rayyan gimana sih, masa gitu aja nggak paham?"

Rayyan mendelik tajam pada adiknya.

"Kamu tidak usah memperjelas nasib Abang yang tragis ini, bisa tidak?" semprot Rayyan pada adiknya yang masih terpingkal.

Sementara Elly mendengus karena merasa tidak suka mendengar kelakuan Liztha.

"Dasar wanita gila harta. Baru tahu Ibu kalau Liztha serendah itu. Padahal dulu Ibu pikir dia lebih kaya dari Ayra."

"Memang begitu kenyataannya, Bu. Dia hanya memandang uangku saja. Sekarang saat aku sedang sulit, dia malah mencari sasaran yang lebih empuk," Rayyan mengacak rambutnya frustrasi.

"Bosku itu muda, tampan, kaya raya, dan pemilik perusahaan. Wanita manapun pasti bermimpi bisa bersanding dengannya."

Mendengar penjelasan Rayyan, mata Elly tiba-tiba berbinar. Sebuah ide konyol muncul begitu saja di kepalanya. Ia menoleh ke arah Anika, lalu kembali menatap Rayyan dengan senyum penuh arti.

"Rayyan, kalau Liztha saja berani melakukan itu, kenapa kita tidak pakai cara yang sama saja?" Elly berbisik penuh semangat.

Rayyan mengerutkan kening. "Maksud Ibu apa?"

"Maksud Ibu, daripada bos kamu itu jatuh ke pelukan si ular Liztha, kenapa tidak kamu perkenalkan saja dia dengan adikmu, Anika? Siapa tahu bos kalian tertarik pada Anika."

Anika langsung melotot, namun sedetik kemudian ia merapikan rambutnya dengan percaya diri.

"Eh, ide Ibu oke juga. Daripada buat Liztha, mending buat aku, kan? Aku kan lebih muda dan lebih cantik."

Bukannya bersemangat, Rayyan justru mendengus kasar dan menyandarkan punggungnya ke sofa.

"Kalian jangan ngaco! Jangan samakan Pak Zavian dengan laki-laki sembarangan yang bisa langsung luluh cuma lihat cewek cantik."

"Loh, kenapa memangnya? Adikmu ini kurang apa coba? Cantik dan juga sudah jadi sarjana." sahut Elly tidak terima.

"Masalahnya bukan di Anika, Bu. Tapi di Pak Zavian. Dia itu orangnya dingin, disiplinnya tinggi dan tidak kenal toleransi jika kami melakukan kesalahan. Apalagi ini soal pribadi. Buang jauh-jauh deh pikiran seperti utu dari kepala kalian! Salah sedikit saja, dia tidak akan segan-segan mendepak orang, Bu. Liztha yang sudah dandan habis-habisan sampai sekarang cuma dianggap angin lalu sama dia. Kalau aku tiba-tiba bawa Anika ke kantor tanpa alasan jelas, yang ada aku malah bisa dipecat karena dianggap tidak profesional," urai Rayyan dengan wajah serius. Ia tahu betul betapa mengerikannya seorang Zavian.

Elly terdiam sejenak, sedikit gentar mendengar penjelasan putranya. Namun, ambisinya untuk menjadi orang kaya dan terhormat tampaknya lebih besar daripada rasa takutnya.

"Ya makanya, kamu cari alasan yang masuk akal. Masa tidak ada celah sedikit pun?"

Rayyan terdiam, meski logikanya menolak, hatinya yang sedang dendam pada Liztha mulai terusik. Ia membayangkan betapa puasnya jika ia bisa membalas Liztha melalui adiknya sendiri, meski ia tahu risikonya sangat besar.

1
Violet
Wahh keren! Gini donk Rayyan harusnya dr awal tegas sama Ibu mu sndiri biar hidupmu lbh benar & bahagia. Ngomong2 kapan ya Ibu Elly ini kena semprot Paksu gegara bikin fitnah foto Ayra?
Inooy
klo hidup qta pas2an, pasti akan sungkan klo ada orang yg mo memberi bantuan..apalagi orang tersebut terbilang dr kalangan atas,,pasti rasa sungkan itu g bisa d hindari..karena ini fakta d saat qta memerlukan bantuan, dn orang yg menawarkan bantuan itu orang berada..pasti akan sungkan menerima nya, bukan qta g mo apalagi qta d didik oleh orangtua utk TIDAK memanfaatkan orang lain, pasti akan menolak bantuan itu...
seperti hal nya Alara yg enggan meminta bantuan mama nya Kenzie, walaupun pada akhir nya dia terpaksa meminta tolong karena terdesak!
Inooy
taring mu kaya papa mu Keen, g dengan emosi tp mampu menekan lawan 👏👏
kamu sangat beruntung punya sahabat sepeduli Windy, Al..dia benar2 tulus ngebantu kamu tanpa embel2 apapun..dn perkenalan kamu dengan Kenzie akan membawa mu k kebahagiaan,,jd saat Kenzie mengulurkan tangan nya sambutlah..karena dia yg akan melindungi mu!!!
Juna Dong
luar biasa
Lies Atikah
jangan bedegong Arra
Inooy
Alara mirip banget ama Ayra, sama2 wanita tangguh g mudah d itimidasi..badas laah Al 👏👏👏👍
Inooy
Kenzieee,,Kenzie..kenyelenehan mu turun dr mana siih? 😂
klo kamu suka ama Alara, sandungan nya lumayan banyak Ken..selain Alara udh punya pacar, Alara jg punya ibu tiri yg bener2 ibu tiri d tambah kaka tiri yg jd sekretaris kamu, kamu tau sendiri kan sekretaris kamu suka ama kamu Ken..kamu mampu menyingkirkan sandungan2 itu?
Yunita Sophi
wah akhirnya Liztha kena penyakit berkat gunta ganti pasangan..
Yunita Sophi
Marissa emang udah gila otak nya sdh rusak..
Inooy
ckckck,,kamu benar2 beda ama papa mu Ken..yaaah mungkin ada campur tangan mama Ayra dlm pengasuhan mu waktu kecil..waktu kecil kamu jg cerewet tp kecerewatan mu cenderung posesif ama mama Ayra,,tp skarang...y ampuuuunn kamu tengil buangeett bikin Alara naik darah aaaja 😂
Inooy
nasib Ayra dn Alara hampir, beda nya Ayra selalu d intimidasi oleh kluarga suami nya..klo Alara d intimidasi nya oleh ibu tiri plus kaka tiri yg notabene sekretaris nya Kenzie 😔
Inooy
aq suka cerita ini, karena kisah anak nya g d bikin baru novel nya..smua nya d tuntaskan d sini...

makasih ka othor cerita nya d tuntaskan d sini..karena jujur aq paling g suka klo baca novel kisah2 anak nya ato pun sahabat2 nya d bikin novel tersendiri,,lebih baik panjang skalian tp tuntas smua cerita nya...🙏
Brilliante Brillia: sama² 🤗🫶
total 1 replies
Inooy
kamu benar2 tengil Keen, beda banget ama papa mu yg kaku dn dingin..tp aq suka ketengilan mu 😁

d bawah asuhan mama Ayra, kamu menjelma menjadi pria hangat walaupun sedikit tengil 🥰
Inooy
devinisi kluarga bahagia,,kekayaan berlimpah, anak lebih dr dua tp berhasil mendidik anak2 nya..dn orangtua yg selalu mengedepankan kebahagiaan anak2 nya, mo itu anak sambung ato pun anak kandung g ada istilah pilih kasih...

bagi Zavian mungkin ini titik tertinggi keberhasilan nya,,selain berhasil memajukan perusahaan kluarga..Zavian sukses jd kepala kluarga yg bisa membimbing anak2 nya meraih kesuksesan..d samping ada peran seorang ibu yg benar2 tulus menyayangi anak2 nya tanpa meliat dr rahim siapa anak itu terlahir...

hhaaa,,rasa nya sulit menemukan sosok Zavian d dunia nyata..udh mah tampan g ada obat, kekayaan berlimpah, sayang kluarga,,,setia lg ama istri nyaaa!!!
Inooy
gimana El rasa nya d depak dr perusahaan kluarga dgn TIDAK TERHORMAT?? maka nya jd wanita tuh jangan ngerasa paling cantik dn paling seksiii..g smua pria tampan akan ngelirik kamu, bukti nya Zavian yg super duper tampan plus mapan g sedikit pun ngelirik kamu..kamu hanya sekedar uang lewat kontrak yg terjalin antar perusahaan,,tp kamu malah menyalahgunakan posisi mu sbagai 'CEO' ckckck
nyesel kan kamu g ada seorang pun yg ngebelain kamu, termasuk kakek kamu sendiri!?
maka nya jd wanita tuh harus pinter menjaga marwah nya, karena g smua pria akan tergiur kemolekan kamu...
mendingan skarang mah kamu fokus dgn perusahaan yg d pegang ayah kamu, karena sebetull nya kamu tuh pinter klo g d barengi dgn ambisi mu utk memiliki seseorang yg status nya suami orang,,ngerti kan kamuuu???
Inooy
d saat jauh dr kluarga terutama jauh dr Ayra sang istri, Zavian masih memiliki aspri yg tangguh yg mampu melindungi bos nya dr orang2 jahat...
kamu benar2 beruntung Zav memiliki aspri sekelas Alvian yg kesetiaan nya g kaleng2,,ibarat nya dia berani mempertaruhkan nyawa nya demi keselamatan bos nya...

tindakan mu mengeluarkan perusahaan Eleanor patut d acungi jempol Zav, kamu tidak memikirkan kerugian yg akan berdampak setelah memutus kerjasama dgn perusahaan nya Eleanor,,kamu lebih memikirkan kesetiaan kamu terhadap Ayra dn keutuhan rumah tangga kamu..karena tidak menutup kemungkinan seandai nya kamu benar2 terjebak ulah Eleanor, kamu bakalan kehilangan wanita terbaik mu dn kluarga mu bakalan berantakan 😔
Inooy
penciuman mu sungguh2 tajam dn terlatih Al, kamu bagaikan anjing pelacak yg mengendus aroma yg membahayakan majikan nya 👍
Inooy
untung kamu datang Al dn membawa sedikit obat penawar bwt Zavian, telat sedikit aj Zavian bakalan terlena karena menghirup obat adiktif dr parfum nya Eleanor...
Inooy
habis Marissa terbitlah Eleanor 😁

seorang Elleanor yg berpendidikan dn berstatus CEO, ternyata tidak lebih rendah dr seorang ibu rumah tangga yg baru lulus dr perguruan tinggi ckckck
Eleanooor..Eleanor,,kamu samakan Zavian dgn pria lain yg liat wanita cantik dn 'seksi' langsung jelallatan dn tebar pesona...🤦‍♀️
kamu salah cari sasaran El,,Zavian bukan tipe pria mata keranjang..dia pria setia yg cukup dgn satu wanita, yaitu Ayra....

ini lg bu Eli g tobat2 segitu anak nya udh kena karma karena nyakitin Ayra,,masih aj memprovokasi Rayyan 🙂‍↔️
eling bu,,,eliiiing...ibu tuh udh tua, bukan nya ngebimbing anak2 nya k jln yg benar..ini malah meracuni pikiran anak2 nya dgn hal2 jahat,,hhadeuuuuh!!!
Lies Atikah
masya seorang Javian kalah sama marisa javian nya lembek kaya tahu kurang garang kurang tegas gak berwibawa lemah ngeselin banyak teori ujung2 nanti si marisa nya disayang dan di maafkan meuni geuleuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!