Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Sang Pemburu Gacha yang Murka
Hutan di sekitar lembah yang biasanya tenang tiba-tiba berubah menjadi neraka bagi para monster. Kenzo bergerak seperti bayangan maut di antara pepohonan. Matanya tidak lagi mencari ketenangan, melainkan mencari poin dengan tatapan lapar seorang pecandu lotre.
Setiap kali ia melihat monster, ia tidak lagi bertanya atau memberikan peringatan.
DOOR!
[Ding! Membunuh Kera Lengan Besi. +15 Poin!]
DOOR! DOOR!
[Ding! Membunuh Ular Sanca Qi. +30 Poin!]
"Kurang... masih kurang!" gumam Kenzo sambil mengisi ulang magasin senjatanya dengan kasar. Ia tidak peduli jika tangannya gatal karena efek samping senjata sistem, yang ia pedulikan hanyalah tombol Undi Lagi yang terus terbayang di benaknya.
Sementara itu di gubuk, Ling Yue sedang berusaha keras mempertahankan martabatnya. Harimau Taring Guntur yang tadi pingsan kini sudah sadar. Berkat obat dari Ling Yue dan elusan lembut Lin-er, hewan buas itu kini berperilaku seperti kucing rumahan yang manja.
"Ibu, lihat! Kucing besar ini suka kalau perutnya digaruk," tawa Lin-er riang.
Ling Yue menghela napas, menyeka keringat di dahinya. "Lin-er, sudah kubilang jangan panggil aku 'Ibu'... aku ini entitas sistem tingkat tinggi yang—"
"Tapi Ibu sangat cantik dan baik!" potong Lin-er dengan mata bulatnya yang polos.
Ling Yue membeku. Kata-kata itu lebih mematikan daripada peluru Qi Kenzo. Ia memalingkan wajahnya yang memerah, pura-pura sibuk merapikan bunga. "T-terserah kau saja. Oh, lihat itu. Ayahmu pulang dengan wajah seperti orang yang kalah sabung ayam."
Kenzo muncul dari balik semak-semak. Bajunya sedikit robek dan aura membunuhnya begitu pekat hingga harimau penjaga mereka langsung meringkuk ketakutan di pojok halaman.
"Sistem! Buka layarnya! Aku punya 200 poin sekarang!" Kenzo berteriak tanpa basa-basi.
[Ding! Menjalankan Permintaan Kreator. Apakah Anda yakin ingin menghabiskan semua poin untuk Gacha?]
"Putar semuanya!"
Ding! [Ampas: Kaos Kaki Bolong.]
Ding! [Ampas: Tulang Ikan.]
Ding! [Ampas: Sandal Jepit Sebelah Kiri.]
Wajah Kenzo memucat. Ling Yue yang memperhatikan dari jauh mulai tertawa kecil. "Sudah kukatakan, bukan? Kau hanya membuang-buang poin."
Namun, tepat pada undian terakhir, layar sistem tiba-tiba berubah menjadi warna ungu keemasan.
DING! DING! DING!
[JACKPOT! Selamat Kreator! Anda mendapatkan item tingkat Mitos: Kulkas Dua Pintu Tenaga Qi dan Set Benih Sayur Abadi.]
Kenzo tertegun. Ia jatuh terduduk di tanah sambil menatap sebuah kulkas besar yang tiba-tiba muncul di tengah halaman. "Kulkas... akhirnya aku punya kulkas."
"Hah? Kulkas?" Ling Yue mendekat dan menatap benda logam besar itu dengan bingung. "Kau membantai separuh isi hutan hanya untuk lemari pendingin?"
Kenzo berdiri, membersihkan debu di celananya dengan bangga. "Kau tidak mengerti, Ling Yue. Bagaimana aku bisa menikmati jus anggur dingin di tengah dunia kultivasi yang panas ini tanpa kulkas? Dan lihat benih ini, kita akan membuat kebun yang bahkan membuat para Dewa iri."
Lin-er berlari mendekat, mencoba menyentuh permukaan kulkas yang dingin. "Wah, dingin sekali! Ayah hebat!"
Kenzo menoleh ke arah Ling Yue dengan senyum kemenangan. "Lihat? Aku tidak kalah judi. Aku hanya berinvestasi."
Ling Yue memutar matanya, namun sudut bibirnya terangkat sedikit. "Dasar gila. Tapi setidaknya sekarang kau punya tempat untuk menyimpan jusmu. Ayo masuk, aku sudah memasak sesuatu menggunakan buku masak yang kutemukan di gudang poinmu."
Kenzo berhenti sejenak, menatap rumah kecilnya yang kini dijaga harimau, memiliki kulkas mewah di halaman, dan seorang istri sistem yang sedang mengomel. Ini jauh dari novel normal yang ia tulis dulu, tapi entah kenapa, Kenzo merasa ini adalah bab terbaik dalam hidupnya.
"Ling Yue." panggil Kenzo saat wanita itu hendak masuk ke gubuk.
"Apa lagi?"
"Kulkas ini... butuh pengisi. Besok kita ke kota terdekat. Kita akan belanja seperti orang normal."
Ling Yue terdiam, lalu tersenyum tipis yang membuat jantung Kenzo berdesir—sensasi yang bahkan tidak bisa diberikan oleh penyakit jantungnya dulu. "Baiklah, Kreator. Tapi jangan salahkan aku jika aku menghabiskan poinmu untuk baju baru."
sebentar😅😅