WARNING!!
MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN PELAJARAN HIDUP LAINNYA. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.. 🙏🙏
Hai Pencinta Pelangi Setelah Hujan (PSH) season 1.. Allhamdulillah akhirnya di awal Ramadhan Tahun ini release..
*
Aku adalah Rizkiya.. mereka menyapaku Kiya, sedari kecil aku sudah harus berjuang untuk kehidupanku, orang tua dan keluarga juga ikut memberi dukungan hingga support yang luar biasa untukku..
Aku Menjalani hari-hariku penuh perjuangan, hingga akhirnya aku memutuskan untuk 'Berubah' .. Namun ternyata perubahan pada diriku mengarahkan diri ini Kalam kemelut cinta yang begitu membuat hatiku hancur...
🌷🌷
Aku Adalah Rizky, Kehidupanku sangat sempurna, tak ada yang tidak bisa aku raih di dunia ini.. Orang tuaku dan keluargaku selalu bangga padaku meski di belakang mereka aku banyak melakukan hal bodoh.. Hingga ketika jalan hidupku membawaku dalam sebuah pelajaran hidup yang kemudian merubahku..
⭐⭐⭐⭐
Apakah Cobaan yang akan kami hadapi?
Mari Beri dukungan kalian yaa 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 16
Kiyaa... dengar mama kan?? Seratus lima puluh juta kamu gunakan untuk apa, sayang?
Suara Fely membuat kiyya mengigir kuku telujuknya sambil berfikir mencari alasan yang masuk akal. Kiyya tidak pernah menggunakan uang lebih dari dua puluh juta sebulan, kali ini credit Card yang di fasilitasi langsung tergesek hampir seratus lima puluh juta oleh Kiyya dalam waktu setengah hari..
Sorry mah, Kiya habis membeli tas dan sepatu...
Jangan bodohi mama Kiya, mama tau kamu.. bahkan sepatu mu pun masih banyak yang belum terpakai karena mama yang selalu membelikannya.. apalagi tas?
Kiyya tak memiliki pilihan lain, tak kuasa ia membohongi ibunya sendiri yang sangat paham bagaimana Kiyya.
Mah..Kiyya membeli dua alat olahraga dan membeli beberapa set baju olahraga plus size...
Kiyya? kamu mau memulai semua?
Iya mah, Kiyya harus bangkit untuk mama.. Kiyya mau kurus ya mah, kurus dan harus..
Semangat Kiyya begitu menggebu... di balik ponselnya Fely menitihkan air mata haru nya.
iya sayang.. berikan kejutan untuk mama.. ya? .
Thank you mah... I love you..
Kiya menutup telfonya, siang ini Kiyya berencana menemui seorang ahli gizi yang akan membantunya mengatur pola makan untuk Kiyya.
Kiyya sudah siap untuk berangkat menuju sebuah klinik, Kiya menguatkan mentalnya untuk keluar menatap dunia, seolah malu dengan sikap yang kemarin ia lakukan.
Kiya mulai menggunakan akses pribadinya berupa lift pribadi dalam apartemen nya. selama ini Kiya tidak menggunakannya karena menilai hal itu berlebihan, namun saat ini Kiyya akan menggunakan fasilitas itu setiap saat.
Disebuah klinik Kiyya sudah di tunggu dua sahabatnya , Ichal dan Zhiva yang datang dengan ojeg online yang membuat keringat mereka sedikit menghiasi dahinya.
"Aku mau lebih sehat, dok" ucap kiyya yang tak ingin sekedar kurus, Kiya pun sudah menceritakan penyakit bawaannya sejak lahir.
Dokter memberikan beberapa penjelasan pada Kiya , ia memberi juga beberapa menu yang akan kiyya makan selama beberapa hari kedepan.
Kunci memulai Diet adalah perhatikan kalori masuk, nutrisi serta kesiapan diri yang tentu di mulai dari hati.
Kiyya dan kedua temannya bergegas meninggalkan klinik, mereka menuju super market untuk membeli beberapa bahan makanan demi memulai pola hidup lebih baik, esok.
Kiyya dan keduanya memecah diri, Kiya menuju tempat buah sementara kedua temannya menuju rak Snack untuk menemani mereka menonton film di apartemen Kiyya.
Kiyya memilih buah yang sudah masuk daftar list nya, tiba-tiba seseorang menyapanya.
"Rizkiya? kamu Rizkiya??" Tanya seorang pria membuat Kiya terkejut hingga jantungnya terpacu cukup kencang.
"Pak, Deon..." kata Kiyya pelan.
"Iya.. Kiyya kenapa kamu cuti kuliah? apa karena saya menegur kamu?" Kata Deon to the poin membuat Kiya mengingat Deon pernah membuatnya malu akibat dering ponsel yang lupa Kiyya matikan.
"hemm mmmm" Kiyya bingung hendak menjelaskan apa.
"Maaf pak saya ada pertimbangan lain, bukan karena hal tersebut" kata Kiyya membuat Deon mengerutkan keningnya.
"Masalah dengan temanmu di kelas? saya dengar rumor itu" kata Deon kembali membuat kiya terdiam.
"Maaf pak Deon, soal ini saya ga bisa jelaskan.. tapi saya menjamin ini hanya keputusan saya pribadi saja" kata Kiyya dengan sopan
"Oh begitu, baik lah Rizkiya.. semoga kamu sukses yaa.. " kata Deon membuat Kiya tersenyum.
"Terimakasih pak, Deon" kata Kiya yang juga memandang senyum Deon sangat lekat.
Pak Deon tak seperti pak Deon yang berada di kelas ya... kenapa di kelas dia jutek dan menyebalkan..
Batin kita Kiya membatin.
*
Tiba di Apartemen Kiya.
Ia mulai merapihkan satu ruangan menjadi ruangan olah raga seadanya untuk Kiya.
Padahal dirumahku ruang olahraga sudah tersedia.. Batin kiya yang sangat lelah memindahkan beberapa alat olahraga bersama kedua temannya.
"Kiya.. Lo beli ini baru semua? niat yaa" kata Ichal heran.
"Gue di beliin mama gue" kata Kiya berbohong. membeli 10 pun Kiya mampu.
"Setiap pukul 4 sore kalian wajib menemaniku olahraga, ya?!" Kata Kiya memberi aturan yang membuat Zhiva dan Ical terpaksa menuruti kemauan kiya.
"Meski ku tahu, diriku tak ingin berlelah-lelah ria dengan alat-alat ini" kata Ichal dengan gaya kemayunya.
"Biar makin sexy woy, badan kaya papan tulis gini mana laris" kata Zhiva meledek.
"Ini proses panjang, gue takut ga bisa melewatinya" kata Kiyya
"Lo ini, berjuang aja belum di mulai masa udah nyerah!! semangat lahhhh" kata Zhiva memberi semangat luar biasa pada Kiya.
Kiya tersenyum, penguatnya semakin terasa saat bersama kedua sahabatnya.. terlebih Zhiva adalah sahabat Kiya sejak lama, Zhiva tau betul bagaimana Kiya begitu juga sebaliknya.
Perjuangan dimulai.
Kiyya setiap pagi meminum air mineral yang sudah di sediakan bibi sebanyak 500ml usai buang air kecil.
Kiyya melanjutkan aktivitas paginya dengan berjalan 10 hingga 30 menit di area dalam apartemen nya, di lanjutkan dengan sarapan yang sudah di atur menu serta takarannya, usai menyantap sarapannya Kiyya melanjutkan perkuliahan onlinenya, dengan sigap bibi menyiapkan cemilan pagi sebelum memasuki jam makan siang, Kiya juga menyediakan botol air mineral yang cukup besar untuknya.
Siang hari usai makan siang, Kiyya mengistirhatkan tubuhnya, tak henti ia berucap syukur dan rasa cintanya pada tubuhnya saat ini.
Aku hanya ingin menjadi lebih baik...
Ucap Kiya penuh dengan harapannya.
Satu Bulan berlalu, semua berjalan on track.. Zhiva dan Ichal juga sering menemani kiya dalam berolahraga meski keduanya sering kali bersikap jahil, Menggoda Kiya dengan makanan enak tentu membuat Kiya sering menarik nafasnya, namun melihat secercah hasil yang kiya dapatkan membuat Kiya semakin kuat mengkokohkan imannya.
"Permulaan yang bagus, 5 kilo satu bulan" semabagt Zhiva sambil memandang tinbangan yang menujukkan berat badan kiya.
"Huh masih tiga digit" sedih kiya.
"Tenang, sebentar lagi dua digit.. yok semangatt..." kata Ichal yang selalu membuat Kiya tersenyum dengan ucapan dan gaya bicaranya.
"Makasih... kalian terbaik" kata Kiya penuh haru.
Semoga persahabatan ini tulus... Batin Kiyya memandang kedua teman di hadapannya.
*
*
Penasaran bagaimana selanjutnya??? Next yaa!
Tapi mohon maaf, kalo libur dirumah memang sulit untuk menulis karena anakku udah bisa protes hehe.
Kalo aku ngantor, aku bisa sambil nyicil di waktu sengang (kecuali banyak deadline) tapi kalo udah di kandang haha rasanya konsentrasi buyar guys 😂🙏
harap maklum yaaa💋❤️❤️❤️
malas baca lebih suka dengan in
buntu ya kehabisan