Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Satu minggu sudah Elsa berlibur di kuta Bali menikmati hembusan angin pantai pada sore hari Sahabat Elsa menghubungi Elsa, karena ponsel Morena tidak bisa di hubungi.
Elsa mengecek siapa yang menelpon nya.
tertulis di kontak "Moza"
"Ganggu saja mau apa dia menghubungiku! "Elsa tersenyum sinis lalu ia menaruh kembali ponsel nya.
Meskipun kandungan Elsa mulai membesar namun ia selalu percaya diri dengan penampilannya.
"Sayang kita kembali ke Hotel sepertinya mau turun hujan"kata Hendrik sambil menatap awan tebal menyelimuti awan.
"Tunggu mas, saya ingin menikmati indah nya sunset" ucap Elsa sambil menggelayuti tangan Hendrik.
Hendrik pun memberi anggukan kepala mengingat Elsa yang sedang hamil anaknya.
"Baik lah"
Kanada negara di kenal sebagai ke indahan alamnya di sana Moza mengejar ilmu, siang itu Moza tiba-tiba merindukan para sahabatnya maka dari itu Moza coba menghubungi Elsa namun Elsa menerima telepon dari Moza pun sepertinya Elsa enggan untuk berkomunikasi lagi dengan sahabat-sahabatnya yang dulu. Elsa mengenakan tombol merah yang tertera di layar ponselnya. Elsa tolak panggilan dari Moza.
"Sialan! Elsa sudah berani dia menolak panggilan telpon gue, semakin tidak waras saja!" geram Moza lalu melempar buku ke arah televisi.
Bali menunjukan pukul enam sore saat itu Elsa sedang menikmati suasana pantai dia berpose dengan banyak gaya dengan suasana keindahan sunset.
"Mas.., ayo kita kembali ke hotel." ajak elsa.
Kemudian Elsa dan Hendrik meninggalkan pantai yang telah di kunjungi mengontai tepi menuju mobil. Hendrik menenteng dua pasang sendal dan menggandeng tangan Elsa layak nya nenek-nenek yang penuh dengan hati-hati setelah sampai, Elsa segera masuk ke dalam mobil duduk berdampingan dengan Hendrik Elsa meluruskan kakinya di atas paha Hendrik.
"Mas..pijitin dong.."ucap manja Elsa
"Nanti saja kita panggil orang jasa pijat"ujar Hendrik.
"Tidak mau ah... Mas.., aku maunya Mas yang pijitin aku." merengek Elsa.
Hendrik melirik ke arah supir, dia memastikan kalau si supir tidak memperhatikan ke giatnya Hendrik yang sedang memijitnya kaki Elsa sampai tertidur.
Di tempat lain
Morena malam itu sedang menikmati makan Malamnya di ruang makan Morena banyak cerita-cerita tentang suasana pondok, tiba-tiba Morena termenung.
"Ada apa Nak kok melamun?" tanya Susi.
"iya mam, Morena tiba-tiba merindukan suasana pondok"ujar Morena.
"Suasana pondok atau pria tampan yang mengantar kan kamu ke rumah?." tebak Susi
"Ih...apaan sih Mama, ya nggak lah Mam"ucap Morena malu-malu.
"Ia pun Mama tidak masalah dia sepertinya pria yang baik, dan kamu sepertinya menyukai nya. Kamu sudah remaja sudah bisa menentukan mana yang baik mana yang tidak." Ujar Susi
Selesai makan Morena menguap.., Morena pamit lebih dulu beranjak dari kursi meja makan.
"Mam, Morena ke kamar duluan ya mata aku ngantuk berat"ujar Morena.
"Iya sayang jangan lupa di kunci kamar nya" kata Susi mengingat Morena pernah di culik seseorang.
Kemudian Morena melangkah pergi ke kamar.
Celek pintu terbuka.
Morena membaringkan tubuh nya di atas kasur berukuran king size.
Ya...allah, apa aku benar menyusui kak Ilham seperti apa yang di katakan Mama. Apa mungkin karena hamba selalu jumpa dengan Kak Ilham saat di pondok, pertama kali nya aku merindukan seseorang dan kenapa harus pria Kak Ilham" batin Morena
"Aaaaahk...!"teriak Morena menutup mukanya.
Tik...tok...tik...tok jam dinding terus bergulir sampai pukul 8 malam, mata sudah sayup-sayup rasa mengantuk sekali Morena peluk boneka besar sebesar dirinya sekejap Morena terlelap bersama mimpinya.
Restoran Kuta Bali.
Elsa dan Hendrik sedang menikmati kuliner di sebuah restoran mewah, Hendrik malam itu memenuhi undangan dari salah satu rekan bisnisnya.
"Bersikap lah dengan baik" kata berbisik Hendrik.
Elsa, masih terlihat ortodok, dalam pergaulan dunia Hendrik.
"Emang nya aku harus bersikap seperti apa Mas?."ucap Elsa berbisik.
Jelas Hendrik tidak menyukai cara Elsa dalam perjamuan malam itu, Elsa yang mencampuri obrolan Hendrik bersama rekanya. Bimo salah satu rekan Hendrik memiliki Wajah yang sangat tampan. Elsa selalu mencari perhatian Bimo dengan dia banyak bertanya. Hendrik jelas tidak menyukai cara Elsa.
Elsa, meskipun pun dia, sedang berbadan dua perutnya yang mulai terlihat besar namun rasa percaya diri Elsa tak membuatnya Menurun.
"Baik lah..,cukup pertemuan kita sampai disini pak Hendrik, kami undur diri kembali Hotel."
Para rekan Hendrik beranjak dari tempat duduk Hendrik pun ikut berdiri menghormati para rekanya.
"Baik pak terimakasih atas waktunya malam ini" kata Hendrik lalu berjabat tangan dengan semuanya setelah semuanya pergi Hendrik menegur Elsa yang sedang memegangi kamera dan berpose di tempat yang di anggap nya indah.
"Stop! foto-foto seperti nya kau tidak menghargai percakapan ku dengan rekanku saat ada aku sedang Meeting besar kamu paham! sepertinya kau masih perlu belajar dalam pergaulan." ujar Hendrik ketus.
"Aku selalu salah Mas...!"ucap Elsa bangkit dari duduk dengan kemarahan sendal yang di pakainya sangat lah tipis dan itu membuat Elsa jatuh terpeleset.
Bruk...!.
"Hauw...Mas,sakit."
"Elsa..!" Sontak Hendrik dengan sigap Hendrik memapah Elsa dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.
Saat itu pengunjung tak begitu ramai hanya beberapa pegawai restoran yang sedang bertugas membantu Hendrik membuka pintu mobil.
"Sakit...Mas...!" Teriak Elsa menahan sakitnya.
"Lebih cepat lagi pak..!"perintah Hendrik kepada pengemudi.
"Ini saya sudah cepat pak"ucap si pengemudi travel.
Jarak rumah sakit lumayan jauh dari tempat restoran, 30 menit sampai Rumah sakit di sambut suster mendorong Banker dengan cepat Suster mendorong Elsa ke ruang IGD.
Dokter menghampiri yang sedang mendorong Banker.
"Tindakan apa yang akan di lakukan Dok?"
"Suster pasang infus nya" perintah Dokter.
"Dokter bagaimana kandungan saya Dok!"tanya Elsa sambil menangis.
"Ibu tenang dulu..ya.."
Dokter bicara kata isyarat dengan suster kemudian suster memberi penenang Elsa pun tertidur.
Dokter keluar ruangan di sambut Hendrik.
"Keluarga ibu Elsa.."
"Bapak siapanya ibu Elsa?" tanya dokter.
"Saya suaminya Dok."
Dokter mengerut kening nya menatap Hendrik dari atas sampai bawah. Dokter pun nampak heran karena melihat usia Hendrik yang jauh berbeda, seharusnya menjadi bapaknya.
"Ibu Elsa baik-baik saja untung bapak cepat bawa kesini langsung di tangani namun karena usia ibu Elsa terlalu dini untuk Hamil sehingga ibu Elsa mengalami Preklamasia ibu Elsa mengandung di usia yang masih muda Kondisi ini juga dapat mengganggu perkembangan janin hingga mendatangkan komplikasi yang bisa saja lahir prematur. " Ucap Dokter menjelaskan sedetail mungkin pada Hendrik
Hendrik mengangguk-angguk kepalanya Ia memahami apa yang ucapkan Dokter.
"Baik dokter tolong lakukan yang terbaik, selamatkan istri saya dan anak saya" Ucap Hendrik memohon.
"Saya pasti melakukan yang terbaik pak untuk ibu dan bayinya Pak"
"Baik..Pak saya permisi dulu."
" Terima kasih Dok"
"Sama-sama pak ini sudah menjadi tugas saya"
Lalu Hendrik dan dokter cantik Bela berjabat tangan, kemudian Hendrik menarik handle pintu keluar, melangkah menemui Elsa nampak elsa masih belum sadarkan diri masih dalam pengaruh suntikan penenang, Hendrik menutup Kembali pintu ruangan karena Elsa belum di pindahkan ke ruang Instalasi, melihat jam tangan pukul 10 malam, rumah sakit sedikit berkurang pengunjung nampak berangsur sunyi.
...----------------...
Terima kasih All like end komentar.
terima kasih juga sudah mau sempatkan singgah di karya kecil ku.
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih