NovelToon NovelToon
SESAL YANG TERLAMBAT

SESAL YANG TERLAMBAT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

Virginia Fernandes mencintai Armando Mendoza dengan begitu tulus. Akan tetapi kesalah pahaman yang diciptakan Veronica, adik tirinya membuatnya justru dibenci oleh Armando.

Lima tahun pernikahan, Virginia selalu berusaha menjadi istri yang baik. Namum, semua tak terlihat oleh Armando. Armando selalu bersikap dingin dan memperlakukannya dengan buruk.

Satu insiden terjadi di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima. Bukannya membawa Virginia ke rumah sakit, Armando justru membawa Vero yang pura-pura sakit.

Terlambat ditangani, Virginia kehilangan bayi yang tengah dikandungnya. Namun, Armando tetap tak peduli.

Cukup sudah. Kesabaran Virginia sudah berada di ambang batasnya. Ia memilih pergi, tak lagi ingin mengejar cinta Armando.

Armando baru merasa kehilangan setelah Virginia tak lagi berada di sisinya. Pria itu melakukan berbagai upaya agar Virginia kembali.

Apakah itu mungkin?
Apakah Virginia akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Mereka benar, aku yang bersalah revisi

“Ehhh, kamu sudah dengar belum? Katanya, Tuan Armando akan mengakuisisi grup Morantes.” seorang karyawan bertanya pada temannya sambil memeriksa berkas di tangannya.

“Iya, aku juga sudah dengar. Masa sih karena dendam kepada istrinya terus sampai seperti itu?” timpal yang lain.

“Padahal nyonya Virginia begitu baik padanya. Tapi bos malah begitu benci. Dan bahkan sekarang mau mengisi warisan dari ibunya juga. Sungguh keterlaluan!”

“Siapa yang keterlaluan?!”

Dua orang karyawan yang sedang berbincang seketika menoleh mendengar suara yang menginterupsi mereka. Veronica datang dengan wajah angkuhnya lalu menampar karyawan wanita.

"Kamu hanya seorang karyawan rendahan. Lancang sekali berani menggunjing di belakang atasan. Apa kamu sudah tidak mau kerja lagi di perusahaan Mendoza ini?"

“Maafkan saya, Nona Veronica. Saya tidak bermaksud seperti itu,” ucap karyawan wanita itu dengan wajah takut.

Selama ini setiap kali datang ke grup Mendoza, Veronica selalu bersikap semena-mena, tetapi tak ada yang berani protes karena Veronica adalah kesayangan bos mereka.

“Biar aku ajari kamu supaya tahu siapa nyonya di perusahaan ini!” Veronica bersiap kembali mengangkat tangannya untuk menampar karyawati itu.

“Apa yang terjadi? Kenapa apa ribut-ribut?” Armando yang melihat Veronica hendak mengintimidasi karyawan berseru hingga Veronica menghentikan gerakannya. Pria itu bergegas mendekat ke arah mereka. Diikuti oleh beberapa pria berjas hitam.

Melihat kedatangan Armando, Veronica bergegas mendekat. Ingin menggenggam tangan Armando, tapi pria itu menepisnya. Veronica hanya bisa menahan rasa kecewa.

“Kak Armando, mereka menggunjing di belakangmu. Mengatakan lalau kamu bersalah pada Kak Virgi,” ucapnya. Cari muka dulu, berharap mendapat pembelaan.

Akan tetapi jawaban Armando sama sekali di luar dugaan. “Mereka benar. Aku bersalah pada Virginia! Dan ingat satu hal! Jangan bersikap semaumu di sini! Jangan menganggap dirimu penting. Hanya Virginia istriku satu-satunya, dan hanya dia yang layak menjadi Nyonya Bos grup Mendoza!” tegas pria itu lalu pergi diikuti oleh para pengawal.

“Apa katamu?” Veronica tak percaya atas respon Armando. Wanita itu gegas mengejarnya. “Armando…!” Terus mengejar langkah Armando meski tak dihiraukan, hingga mereka sampai di ruang kerja Armando.

“Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu? Mempermalukan aku di hadapan semua karyawan. Apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi?” rengek wanita itu.

Armando yang bersiap dengan berkas di tangan mengangkat wajahnya, menatap tajam Veronica. “Kenapa lima tahun lalu kamu berbohong dan berpura-pura menjadi cinta masa kecilku? Sejak awal aku tak pernah cinta kamu. Cintaku sejak kecil adalah Virginia.”

Veronica terdiam mencari alasan yang tepat. “Kak Armando. Yang sebenarnya adalah aku memang menyukaimu sejak pertama kali. Aku menyukaimu lebih dulu sebelum kakak. Tapi kakak memang licik sejak kecil. Dia menguping percakapanku dengan ibu. Setelah dia tahu aku menyukaimu dia sengaja pura-pura lemah. Dia itu hanya ingin merebutmu dariku.”

Armando berdecak. “Fakta sudah terbuka semua, masih juga bisa berkelit. Kamu sungguh luar biasa.”

Veronica gelagapan. Armando tak lagi luluh oleh raut sendunya. “Itu tidak benar. Aku tidak seperti itu. Aku hanya terlalu mencintaimu. Awalnya kamu yang salah mengenali. Kamu mengira aku adalah kak Virgi, lalu aku meneruskan kesalahan itu.”

Armando menghela napas. Menatap datar. “Ya aku yang salah mengenali orang. Aku menyiksa Virginia. Dan aku yang membunuh Virginia.” Punggungnya tersandar lemah di kursinya.

“Kak Armando, itu bukan salahmu. Kematian Kakak adalah keinginan Kakak sendiri.” Veronica berusaha membujuk Armando. Wanita itu baru saja hendak duduk di samping pria itu akan tetapi pria itu membentaknya.

“Berhenti! Jangan mendekat padaku!”

Dengan menahan kecewa Veronica tak juga menyerah. “Kak Armando aku dengar kamu ingin menguasai grup Morantes, benarkah?”

Armando menoleh cepat. “Apa hubungannya denganmu?”

“Kak Armando, kamu tahu tidak? Grup Morantes sebenarnya adalah milik keluarga Fernandes. Tapi ibunya kak Virgi yang merebutnya dengan cara licik. Kalau kamu mau mengakuisisi grup Morantes, lebih baik kita bekerja sama. Aku bisa minta ayah membantumu agar cepat menguasai grup Morantes. Apalagi kamu sudah bercerai dengan kakak. Kamu bisa jadikan grup sebagai mas kawin untukku."

Armando tersenyum miring. “Percaya dirimu terlalu tinggi, Nona Veronica." Armando mengangkat satu jarinya. ”Grup Morantes adalah milik Virginia.“ Armando mengangkat dua jari. “Aku tidak akan pernah menikahimu.” tegasnya.

“Apa katamu? Apakah kamu tidak mencintaiku lagi?” tanya Veronica sedih.

“Jangan berpura-pura amnesia. Sejak dulu orang yang kucintai bukan kamu.”

Armando menepuk tangannya tiga kali. Beberapa saat kemudian Esmeralda masuk ke dalam ruangan. “Tuan memanggil saya?”

“Panggil keamanan!”

Esmeralda mengangguk lalu menghubungi satpam dengan ponselnya. Tak lama kemudian dua orang satpam datang.

“Seret dia!” titah Armando sambil menatap tajam ke arah Veronica. “Pastikan dia tidak bisa lagi menginjakkan kaki di grup Mendoza!” lanjutnya.

Dua orang petugas keamanan itu pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Armando.

“Armando kamu tidak bisa memperlakukanku begini!” Veronica terus memberontak, tetapi dia satpam tak menghiraukan dan terus menyeretnya keluar.

...----------------...

Malam telah datang. Armando masih berada di ruangannya dan tertidur di atas sofa di sudut ruang. Sejak kepergian Virginia, pria itu menjadi gila kerja. Menggunakan pekerjaan sebagai pelampiasan rasa sepi.

Tba-tiba Sergio masuk dan mencengkeram kerah pria itu, hingga membuatnya terbangun.

“Armando apa benar kamu ingin mengakuisisi grup Morantes?”

Armando memegangi tangan Sergio yang ada di kerahnya. Menatap pilu. “Kalau tidak seperti itu, bagaimana caranya aku memaksa Virginia muncul?”

“Armando sadarlah? Apa yang kamu lakukan ini justru merusak hasil jerih payah Virginia. Jika pun dia masih hidup, ia hanya akan semakin membencimu!” Sergio menghempaskan kerah Armando hingga pria itu terjengkang.

Mengambil napas kasar lalu ikut menghempaskan diri di atas sofa. “Kalau bukan karena sikapmu yang dulu begitu buruk, apa kakak ipar akan sampai meninggalkanmu? Pulanglah. Jangan terlalu menyiksa diri Itu tak kan berguna. Jika kamu ingin dia kembali, lebih baik perbaiki dirimu.” Sergio bangkit lalu meninggalkan Armando.

...----------------...

1
MaMa INa
capek liat kebebalan Armando. tapi tulisannya rapi sih. jarang ada typo. alurnya juga menarik. dan di baca enak. cuma kesel sama sifat Armando aja.
jonathan alamsyah
alur ceritanya membingungkan
Aisyah Suyuti
menarik
Kustri
msh beruntung mertua & adik ipar msh sayang
Yuliati Soemarlina
setelah Virginia pergi baru kamu menyesall armando..kamu lebih memilih rubah betina
Yuliati Soemarlina
adik tiri pelakor ini..
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
ngk patut di maafkan
Ayu Rahayu
/Smile/
Lies Atikah
kalau sampai bahagia benar 2 menang banyak loh mando enak banget hidup loh bagi virzin memaaf kan memang mudah melupakan itu yang susah sakit tuh disiniiiiii
Lies Atikah
lagian main rahasiah2 an meuni geuleuh si Ale emang bikin masalah katanya cinta pretah
Lies Atikah
virzinia si lemah yang bodoh kalau tak mau berubah so iye PD banget
Lies Atikah
udah lah mando jemput lagi aja veronika mu yang sedang menunggumu mau tidk mau memang itulah cinta dan pilihan mu ingat lima tahun gitu loh
Lies Atikah
virzin 2 makan tuh si vero mau dikemanain tersyang tercinta mu selama lima thn gitu loh masa hlang dng sekejap dia masih menunggumu do
Ria Gazali Dapson
jahat ,armando , virginia di dorong ,sampe k guguran , jng smpe virginia, kmbli dg armando, biarkn virginia, bahagia
Lies Atikah
gak sedih kasian dikit manusiawi lima thn batin tersiksa miris banget semoga virginia sembuh dan membuka hati untuk Ale kalau bisa sih akibat terbentur batu virgin amnesia lupa masa lalu
Lies Atikah
semoga si veron balasan nya di jadikan gila puas rasa nya
Lies Atikah
bukan kah cinta mu sudah mendarah daging lima tahun gitu loh mangkanya gak sedih melihat penderitaan mu yang ada sangat puas
Lies Atikah
enak banget si veronika menang banyak donk dapat dua sedang kan virginia dapat satu juga kandas sangat menyedih kan
Lies Atikah
hemh meuni geuleuh si Arman sudah puas mesra2an sama si Veron tercinta menyesal pun tak da guna kemana ajaloh selama ini dasar berengsek
Lies Atikah
si Armando egois berengsek semoga kamu menyesali kelakuan mu sampai ke tulang sum2 makam tuh si jal ank veronika bukankah kecintaan mu semoga terbongkar kebusukan si veron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!