NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:427
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 12

Sembilan bulan kemudian semenjak kejadian saat Kenan menampar Arumi, wanita itu marah ia tidak ingin sekamar dengan Kenan, beribu kali ia minta maaf Arumi tidak memaafkannya bahkan ia semakin nekat dan berulang kali berusaha melenyapkan anak yang masih dalam kandungannya.

Di balkon seorang wanita sedang duduk santai menatap langit yang teduh dan menikmati angin sore yang pelan, tetapi mampu menyapu rambut panjangnya yang berterbangan mengikuti semilirnya angin.

"Cuacanya mendung seperti hati ku, dingin tidak ada rasa hangat lagi hanya ada luka di hati ini.

"Saat ini aku sangat merindukan mu, Mas, hiks. kalau kau masih ada aku dan Kenan tidak akan pernah menikah dan ... Ssshh, akkhhh," bicaranya terhenti karena tiba-tiba Arumi merasakan sakit di perutnya nya.

"Ada apa dengan anak ini mengapa dia menendang perut ku sangat kencang," ujar Arumi yang terus saja mengusap perut buncitnya.

"Mungkin dia lapar," ucap Kenan yang tiba-tiba datang.

Arumi hanya melirik sekilas ia memilih diam masih dengan tatapannya yang fokus di depan. Sekali lagi Arumi meringis kesakitan kali ini Kenan duduk mendekat dan tangannya terulur ingin menyentuh perut buncitnya itu.

Plak

"Mau apa kau?" lirih Arumi menepis tangan Kenan.

"Aku mau menyentuh anak ku apa itu salah," ucap Kenan.

Arumi memutar bola matanya malas,"Setelah anak ini lahir aku mohon lepaskan aku dan urus perceraian kita," pinta Arumi tiba-tiba.

Kenan mendongak ia tidak percaya sudah hampir setahun wanita dihadapannya selalu saja memintanya untuk berpisah.

"Maksud mu kau akan meninggalkan anak kita setelah dia lahir?" tanya Kenan.

"Dia anak mu, bukan anak yang ku inginkan," tegas Arumi.

Akhhh

Arumi kembali meringis kesakitan, dengan sigap Kenan memegangi perut Arumi dan ajaibnya rasa sakit itu mereda ketika dengan lembut Kenan mengusap perut buncit istrinya seolah anak nya tau jika itu adalah sentuhan dari sang Ayah.

Mungkin saking nyamannya tidak lama Arumi tertidur di kursi. Setelah di rasa tidak ada pergerakan lagi seperti tidurnya sangat pulas Kenan mengangkat tubuh istrinya yang sedikit berat tapi tidak masalah baginya.

Kenan menuju kamar Arumi lalu dengan sangat perlahan ia merebahkan tubuh sang istri di atas ranjang kemudian menyelimuti nya.

Tidak lupa juga ia mengecup bibir manis istrinya hanya ketika sedang tidur seperti ini ia bisa melakukannya.

Sesabar itu, sesayang itu Kenan pada Arumi padahal wanita itu selalu menolaknya apalagi perkataannya yang selalu menyakiti Kenan. Padahal di luar sana banyak sekali wanita yang menginginkan nya khusunya Helen.

Bagaimana kah kabarnya wanita itu yang pasti dia masih mengejar Kenan walaupun pria itu selalu menolaknya tapi Helen tidak pernah putus asa untuk mendekati Kenan.

***

"Di mana bos mu? Aku ingin bertemu dengannya," ucap Narendra sembari menghisap rokok nya.

"Belum datang," ketus Jimmy.

Narendra menarik sudut bibirnya dan sibuk menghisap rokok yang berada di tangannya sesekali ia membuang Abu nya di asbak yang sudah tersedia di meja.

"Kenapa kalian tidak datang memenuhi undangan ku? sombong sekali sahabat sudah lama tidak bertemu ingin mengajak kumpul saja susah," gerutu Narendra.

"Buat apa? Apa kau ingin menjebak Kenan atau mempermalukan Kenan lagi seperti dulu? Hanya karena seorang wanita gampangan kau menghancurkan persahabatan kita," terang Jimmy sambil mengingat masalalu.

"Diam kau! Jangan sebut wanita ku gampangan!" seru Naren menatap tajam Jimmy yang membalasnya dengan tatapan tajam juga.

Cekleek

Suara pintu ruangan terbuka membuat ketegangan dia antara mereka menjadi beralih pada Kenan yang baru saja masuk.

Kenan terkejut dengan adanya Narendra di kantor nya ia berpikir jika kerjasamanya sudah berakhir dan keuntungan besar telah di dapat Naren hingga perusahaannya hampir merugi, tetapi karena Kenan orang yang sangat pintar dalam berbisnis akhirnya keadaan perusahaannya stabil kembali.

Entah apa yang diinginkan Naren lagi padanya,"Naren, kau di sini? Ada perlu apa?" tanya Kenan yang duduk di sofa dekat Jimmy.

"Memangnya aku tidak boleh mengunjungi sahabat ku sendiri, baiklah ... Aku mau protes kenapa kau tidak datang ke pesta ku saat itu," tanya Naren.

"Aku ... Maaf aku sedang banyak urusan saat itu," Jawab Kenan

"Mengurus istrimu?" cetus Naren membuat Kenan terkejut dari mana dia tau jika dirinya sudah menikah.

Bukan tanpa alasan walaupun ia baik pada Naren, tetapi pria itu sedikit berbahaya. Karena sakit hatinya di masa lalu membuat Kenan takut ia akan membalaskan dendamnya pada Arumi.

"CK, kau diam berarti benar kan? Ada apa Kenan seperti nya kau sedang menyembunyikan sesuatu?" curiga Naren.

Kenan menggelengkan kepalanya kemudian ia mengalihkan pembicaraan dan membahas soal pekerjaan membuat kecurigaan Naren bertambah kuat.

"Ayolah, Kenan kenapa kau menyembunyikan istrimu apa kau takut, hmm," ucap Naren dengan senyum menyeringai.

"Ya, aku sudah menikah tapi aku harap kau jangan macam-macam dengan istriku kalau tidak ..."

Narendra tertawa ia tidak menyangka jika Kenan mengancamnya. Kenan dan Jimmy hanya saling memandang lalu mereka pun menatap Narendra kembali.

"Kau ini lucu ya Kenan ... Dengar ya, aku bukan orang seperti itu dan ya aku sudah melupakan masa lalu aku sudah menerimanya jadi kau tidak perlu khawatir.

Narendra bangkit dan ingin pergi sebelum itu ia menepuk punggung Kenan dan membisikkan sesuatu,"Aku sudah pernah bertemu istri mu dan seperti nya dia tertarik padaku,"

Kenan mengepalkan tangannya menahan amarah Narendra pun melihat itu. Ia berlalu pergi keluar dari ruangan Kenan dan pria itu memejamkan matanya guna menetralkan emosinya mendengar pernyataan Narendra tadi.

"Apa yang dia katakan?" tanya Jimmy penasaran, tetapi Kenan hanya menggelengkan kepalanya.

"Kita teruskan pekerjaan kita kita, hari ini apa ada meeting di luar?"

Jimmy menjelaskan pekerjaannya dan hari ini ada beberapa meeting yang mengharuskan Kenan mungkin pulang agak larut malam.

***

Nina sedikit terganggu tidurnya kala mendengar suara gaduh yang berasal dari dapur. Ia pun penasaran lalu melangkah menuju dapur.

"Nona Arumi? Sedang apa di sini malam malam?" tanya Nina.

Arumi hanya diam ia tertunduk seolah malu tapi Nina terus saja menghampiri Arumi yang seperti nya enggan di dekati akhirnya Nina menghentikan langkahnya.

"Apa Nona ingin ku buatkan sesuatu?" tanya Nina lagi Arumi hanya menggeleng.

"Mungkin dia lapar, Nina tolong buatkan sup untuk nya," Riana datang tiba-tiba dengan membawa gelas karena ia merasa haus.

"Aku tidak lapar," singkat Arumi berlalu begitu saja dan berjalan kembali menuju kamarnya.

Riana dan Nina hanya saling menatap dan sedikit bingung dengan sikap Arumi,"Kalian sedang apa? Kok belum tidur kamu, Riana.

Kenan datang dengan wajah lelahnya Riana pun membawakan segelas air untuk nya. Terkadang ia merasa kasihan melihat sang kakak yang sudah punya istri, tetapi seperti tidak terurus.

"Kaka baru pulang?" Kenan mengangguk sambil minum segelas air yang diberikan Riana.

"Tadi kakak ipar ada di dapur seperti nya dia merasa lapar tapi dia bilang enggak," tambah Riana.

"Sekarang di mana dia?" tanya Kenan.

Riana menjelaskan jika Arumi kembali ke kamar ia melihat kantung plastik berisikan makanan lalu memberikan satu untuk nya dan satu lagi untuk Arumi.

Riana sangat senang karena kini sang kakak menjadi sangat perhatian dengannya lalu ia pun pergi ke kamar.

cekleek

Pintu kamar terbuka ia langsung melihat Arumi yang sedang duduk di tepi ranjang dengan memegangi perutnya.

Arumi hanya melihat Kenan sekilas dan sempat melihat suaminya meletakkan sesuatu di atas meja.

"Aku numpang mandi di kamar mu karena shower di kamar mandi ku rusak," ujar Kenan.

"Kan masih ada gayung, alasannya saja," ketus Arumi.

Dahi Kenan mengerut ia bingung kenapa mandi harus memakai gayung? Setahu dia gayung untuk menyiram tanaman yang biasa di lakukan oleh Nina setiap harinya.

Dengan tersenyum ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Kemudian Arumi menghampiri bungkus plastik yang sedari tadi membuatnya penasaran karena aromanya sangat membuat rasa laparnya semakin menjadi.

"Wah, makanan. Kebetulan aku sangat lapar pasti ini untuk ku," gumam Arumi.

Arumi makan dengan sangat lahap Kenan yang sudah selesai mandi melihat istrinya yang sangat lapar ia sengaja menutup pintu kamar mandi dengan sangat pelan.

Saking fokusnya Arumi tidak tau jika Kenan sudah di belakangnya,"Istriku lapar sekali ya padahal roti itu punya orang lain loh yang harus ku bawa besok," celetuk Kenan.

Jbleeb

Arumi menelan roti yang masih di dalam mulutnya ia pun menaruh kembali makanan itu,"Maaf, aku tidak tau," lirih Arumi.

"Hahahah, aku hanya bercanda," Kenan langsung duduk di depan Arumi yang terbelalak melihat roti sobek milik Kenan.

Kenan pun menyadarinya ia mendekatkan wajahnya ke telinga sang istri,"Apa kau mau memakan roti sobek yang ini?" bisik Kenan.

Degh

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!