Cerita ini menceritakan tentang. Seorang lelaki yang selalu disuruh agar cepat mencari pendamping di umurnya yang hampir mengajak ke 29tahun.
Bagaimana kah kisah selanjutnya!
apakah dia bisa mencari seorang wanita idaman keluarganya?
Atau justru dia harus menerima perjodohan dari keluarganya?
Semakin aku sering bersamanya.
Maka semakin besar rasa cinta yang ku berikan kepadanya.
Semakin besar cintaku padanya.Maka akan semakin besar pula rasa sakit yang akan kurasakan nantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja.21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Emmomy Atau Cimoal.
Malam harinya di kediaman Jackson.
Seperti biasanya melakukan kegiatan makan malam bersama di ruang makan.
"Gimana Dit, perusahaan yang kamu pegang apa ada masalah."tanya Tuan Jinsin sambil menunggu pelayan menyiapkan makanan di piringnya.
" Enggak kok, Pah." jawab Adit yang memangku Aldi.
"Katanya Brew cafe sudah menjadi milikmu." tanya Tuan Jinsin lagi.
"Iya Pah, Brew cafe sudah atas nama Adit." jawabnya Adit kepada Papahnya.
"Cucu" ucap Aldi.
Xiodi yang di samping Adit pun langsung melihat bocah cilik itu yang ada dalam pangkuan Adit.
"Apa adik mau susu." tanya Xiodi sambil mengelus kepala Aldi.
"Es." jawab Aldi, Ny.Rinba yang mendengar permintaan sang cucu itupun, langsung menyuruh Pak Ed untuk membuatkan susu untuk cucunya.
"Pak Ed, tolong buatkan susu untuk Al." ucap Ny.Rinba.
Namun Xiodi yang mendengar hal itupun langsung menyahut ucapan mertuanya.
"Tidak usah Pak Ed, biar saya saja yang membuatkan untuk Al." sahut Xiodi.
Xiodi pun berdiri dari duduknya, sebelum ia mau ke dapur ia bertanya kepada suami dan mertuanya.
"Dad, mau di buatin kopi." tanya Xiodi, yang tak tahu harus memanggil suaminya dengan sebutan apa.
Adit yang ditanya sedikit bingung pasalnya siapa yang Xiodi panggil Dad.
"Dit, kamu ditanya kok enggak jawab." ucap Ny.Rinba, berbeda dengan Tuan Jinsin yang sudah tahu akan rumah tangga anak dan menantunya itu.
"Iya." ucap Adit sekenanya saja.
"Kalau Papah, mau di buatin kopi atau apa." tanya Xiodi melihat ke Papah mertuanya.
"Kopi saja, nak." jawab Tuan Jinsin.
"Baiklah kalau begitu, Mamah teh saja ya." tanya kepada Mamah mertuanya.
"Ya nak, kamu tahu saja Mamah enggak suka kopi." ucap Ny.Rinba.
"Yasudah kalau begitu Xiodi ke dapur dahulu." ucap Xiodi sambil jalan ke dapur.
"Wah.. Menantu kita sangat pengertian yah Pah." ucap Ny.Rinba kepada suaminya yang memuji menantunya.
"Iya Mah, kita harus berterima kasih kepada Tuhan, yang telah memberi menantu seperti nak Xiodi." ucap Tuan Jinsin, yang di dengar oleh semua yang ada di sana tak terkecuali Adit dan para pelayan.
"Iya, Pah." jawab Ny.Rinba menyetujui perkataan suaminya.
"Tatak Codi ditu lo." celetuk Aldi yang membuat semua orang tersenyum termasuk para pelayan.
" Oh ya Dit, kapan Al akan mengubah panggilannya kepada istrimu dengan sebutan Mommy." tanya Ny.Rinba kepada anaknya itu.
"Terserah Al saja." jawab Adit, sambil memasukkan makan ke dalam mulutnya, karena Aldi sudah tidak duduk di pangkuannya.
"Al, apa kamu enggak mau memanggil Kak Xiodi, dengan sebutan Mommy." tanya Ny.Rinba kepada cucunya.
"Emmomy." ucap Aldi yang tak bisa bilang Mommy yang menirukan Omanya.
"Iya Al, sekarang Kak Xiodi adalah Mommynya Al, jadi Al harus membiasakan memanggilnya dengan sebutan Mommy." ucap Ny.Rinba sedikit memaksa, padahal Adit sudah pernah bilang agar tidak pernah memaksa anaknya.
Xiodi datang dari dapur sambil membawa nampan yang ber isi empat gelas.
"Ini di minum, Dad." ucap Xiodi kepada suaminya.
"Ini Pah." Xiodi sambil mengelilingi meja makan.
" Ini buat Mamah." ucap Xiodi kepada Mamah mertuanya.
"Makasih nak." ucap Ny.Rinba Xiodi pun berjalan kearah Al.
"Ini susu untuk Adik." ucap Xiodi sambil duduk.
"Maacih Emmomy." ucap bocah itu yang mengubah panggilannya kepada Xiodi.
Deg!!!
Jantung Xiodi berdetak, saat anak sambungnya memanggilnya dengan sebutan Mommy. Buliran bening itu menetes di pipi wanita cantik itu. Ada rasa senang dalam hati wanita cantik itu. Adit yang melihat hal itu sedikit tak tahu apa arti tetesan buliran bening yang terjatuh di pipi istrinya.
"Apa Aldi bisa ulangi omongan Aldi tadi." ucap Xiodi, meminta anak sambungnya mengulangi omongannya Aldi tadi.
"Emmomy." ucap bocah itu, Ny.Rinba dan Tuan Jinsin yang melihat hal itu ada rasa haru.
"Terima kasih Aldi, sudah mau memanggil Mommy." ucap Xiodi mencium tangan kecil itu.
"Emmomy dangan nangis." ucap bocah itu, sambil tangannya mengusap pipi putih milik Mommy sambungnya.
"Tidak Al, Mommy tidak nangis, ya sudah sayang, minum susunya dulu ya sayang." ucap Xiodi sambil mengusap kepala bocah itu.
"Adik di ajarin siapa kok manggil Mom dengan panggilan Mommy sayang." ucap Xiodi bertanya kepada Aldi. Sambil menyuapi Aldi.
"Oma Emmomy." ucap Aldi, Xiodi melihat Mamah mertuanya dan mengulas kan senyuman di bibirnya, sebelum mengatakan suatu hal kepada Mamah mertuanya.
"Terima kasih Mah, telah mengajarkan Aldi untuk memanggil Xiodi dengan sebutan Mommy." ucap Xiodi dengan mata yang berkaca-kaca karena bahagia.
"Sama-sama nak, karena kamu Aldi mempunyai kasih sayang seseorang Ibu nak." ucap Ny.Rinba, yang juga dengan mata berkaca-kaca sama seperti Xiodi.
"Oh ya Mah, Pah apa Xiodi boleh ke rumah Ayah? Sudah seminggu setelah pernikahan Xiodi belum pernah ke rumah Ayah!." ucap Xiodi pelan kepada Tuan Jinsin.
"Oh.. Kalau itu sih Papah izinin nak." jawab Tuan Jinsin.
"Tapi Xiodi berniat untuk menginap Pah." ucap Xiodi.
"Ya, terserah kamu saja, Dit kamu ikut kan?." yanya Tuan Jinsin kepada anaknya. Adit yang di tanya seperti itu mau tidak mau dia hanya bilang iya. Karena ia takut jika kedua orang tuanya mencurigai pernikahannya, dengan Xiodi bukan karena cinta namun karena unsur keterpaksaan.
"Iya Pah! Adit ikut." jawabnya.
Setelah makan malam selesai semua kembali ke kamarnya masing-masing.
Seperti Xiodi yang ada di kamar Adit.
"Emmomy esok tita au temana." tanya Aldi, yang melihat Xiodi mengemasi baju miliknya ditaruh ransel.
"Al besok kita mau ke rumah Abuelo sama Abuela." icap Xiodi.
"Ciapa itu." tanya Aldi yang tak tahu Abuelo sama Abuela.
"Abuelo itu Ayah mom, sama seperti Opa Jinsin." ucap Xiodi menjelaskan kepada Aldi.
"Oh belati talo Abula tayak Oma." tanya Aldi yang mengerti maksud Xiodi.
" Iya, sayang." ucap Xiodi.
Dari tadi Adit cuma mendengar pembicaraan antara Mommy dan anak.
"Al Emmomy punya panggilan bagus." Ucap Xiodi.
"Ata Emmomy ." tanya Aldi.
"Cimoal, tapi Emmomy juga sangat lucu Al." ucap Xiodi yang tersenyum dan sempat terhenti.
" Cimoal ata iu Emmomy." tanya Aldi yang tak tahu maksud Xiodi.
"Cimoal itu singkatan sayang." ucap Xiodi, yang di dengar Adit karena Xiodi mengemasi baju Aldi di ranjang .
"Cingkatan." tanya Aldi lagi.
"Iya Al, Cimoal itu singkatan dari Ciodi Mommy Al." jawab Xiodi, memberi tahu apa singkatan dari Cimoal sebenarnya. Adit yang mendengar itu hanya mengernyitkan dahinya
"Oke aiklah Emmomy CIMOAL." ucap Aldi,
Aldi memilih memanggil Xiodi dengan sebutan keduanya. Karena Xiodi menyukai keduanya. Aldi berteriak-teriak memanggil Xiodi dengan sebutan Emmomy Cimoal.
"Al sudah malam jangan teriak-teriak." ucap Adit kepada anaknya.
"Al sebelum tidur buang air kecil dulu." ucap Adit, yang tak mau jika nanti malam Aldi membangunkan dirinya dan Xiodi buat ngantar ke kamar mandi.
"Ya sudah, ayo Al Mom antar." ucap Xiodi, sambil menggendong Al menuju kamar mandi.
"Ayo Al tidur sudah malam besok kan mau ke rumah Abuelo." ucap Xiodi sambil mengelus-ngelus kepala bocah itu. Xiodi berbaring di sisi kiri Al karena sisi kanan Al ada Daddy Adit.
"Dad apa Dad akan ikut kita ke rumah Ayah." tanya Xiodi kepada Adit yang masih bersenderan di ranjang.
"Hmmm." jawab Adit.
"Ya sudah, kalau begitu nanti saya siapin bajunya buat ke rumah Ayah." ucap Xiodi.
"Kalau manggil itu jangan Dad! Saya bukan Daddy anda." ucap Adit.
"Maaf Tuan, saya lupa jika di sini tidak ada Mamah dan Papah." ucap Xiodi, karena dia tidak sadar jika mereka hanya berdua. Dimalam ini karena Aldi sudah tidur.
"Tidurlah sudah malam." ucap Adit, kepada Xiodi yang banyak bicara menurutnya. Adit mematikan lampu kamarnya.
TBC...
ceritanya bagus
walau tidak selurus jalan raya
terima kasih untuk author
yang sudah buat cerita nya bagus
dan agak dikit lain.
🙏🙏
sukses selalu buat authornya
Tuhan memberkati selalu🙏
salam kenal 🙏