NovelToon NovelToon
Wajah Lain Di Balik Topeng

Wajah Lain Di Balik Topeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Putri asli/palsu / Fantasi Wanita
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Apa yang kalian pikirkan tentang putri tertukar? Sang putri asli menderita? Oh kalian salah tentang Aurora Bellazena, gadis cantik bermata Dark Hazel itu adalah putri kandung yang tertukar. Kesalahan pihak rumah sakit membuat Aurora tertukar dengan Anjani Harvey.
Kembali ke rumah keluarga asli tak membuat Aurora di cintai. Namun, apa ia peduli? Tentu tidak ia hanya butuh status untuk menutup sesuatu yang berbahaya dalam dirinya, siapa Aurora sebenarnya? Ikuti perjalanan gadis cantik bermata Drak Hazel itu dalam novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

  Aurora tiba di rumah, saat di masuk kedalam rumah sebuah tamparan keras menyapa Aurora tanpa di duga.

PLAK!

  "Kaynen!" Adeline berteriak keras karena mendengar tamparan itu.

  Aurora tersenyum sinis, dia mengusap pelan sudut bibirnya dengan jari telunjuknya tanpa ada ekpresi tertentu.

  "Aurora sayang, kamu tidak apa?" Adeline bertanya dengan nada khawatir.

  Aurora hanya diam, dia tak menjawab ataupun merespon nada khawatir dari Adeline.

  "Kaynen, kau ini kenapa?" bentak Baskara.

  "Aku melakukan ini karena dia kurang ajar, Pa, mempermalukan keluarga di hari pertama masuk sekolah," kata Kaynen.

  "Aku mempermalukan keluarga? Kau tahu darimana? Apa dari adik kesayangan mu itu?" tunjuk Aurora pada Anjani dan Aruna yang datang lebih dulu ke rumah sebab ia tadi ada urusan di luar rumah.

  "Jika tidak? Kenapa kau bisa membuat Anjani di skorsing? Kau baru saja masuk Aurora dan jangan bawa kelakuan burukmu dari desa ke keluarga Harvey," ucapan Kaynen menancap langsung ke ulu hati Aurora.

  "Dari desa ya? Apa jika aku tak tertukar apa mungkin ada julukan desa itu melekat dalam diriku?" Aurora membalas sinis."Dengarkan dari kedua belah pihak, Kaynen! Jika kau tak mau di anggap pilih kasih," imbuhnya.

  Ucapan Aurora membuat Kaynen terdiam, dia memang salah karena menampar tanpa mendengarkan penjelasan dari Aurora terlebih dahulu.

  "Sudahlah aku tak peduli, kalian mau percaya atau tidak itu bukan urusanku!" kata Aurora dengan nada malas.

  Aurora mengambil ponsel, dia membuka sesuatu yang meletakkan ponsel itu di atas meja, tanpa basa-basi dia meninggalkan ponsel itu dan berlalu dari sana tanpa mengatakan apapun.

  "Jangan membuat masalah dengan ku, Anjani! Kau tak tahu siapa yang menjadi musuhmu," bisik Aurora dengan sinis sebelum ia meninggalkan ruangan itu tanpa penjelasan apapun.

  Kaynen mengambil ponsel Aurora, dia dan kedua orang tuanya juga Aruna melihat isi dalam ponsel dan melihat sesuatu yang membuat kemarahan Kaynen meledak tanpa ampun.

  "ANJANI!" teriak Kaynen.

DEGH!

  'Apa isi ponsel itu?' batin Anjani ketakutan saat melihat eskpresi sang kakak sulung.

...****************...

  “Ada apa, Kak?'’ Anjani menjawab dengan suara bergetar, matanya memancarkan ketakutan yang membelenggu.” 

  Wajah Kaynen memerah, dipenuhi amarah yang menggelegak seperti gunung berapi yang siap meletus. 

  Tangannya gemetar, menunjuk tajam ke arah Anjani, suaranya seperti pisau yang tajam . “Sepertinya selama ini keluarga Harvey terlalu memanjakan mu. Sampai kamu berani melakukan hal memalukan, mencoreng nama baik keluarga!”

  Anjani terpaku, bingung, air mata hampir menggenang di sudut matanya. “Maksud Kakak apa? Aku... aku tak mengerti.”

  Kaynen tanpa berkata lebih banyak, menyerahkan ponsel yang berisi sebuah video ke tangan Anjani. 

  Melihat rekaman video itu Seketika wajah Anjani berubah pucat seperti mayat hidup. 'Bagaimana ini bisa terjadi? Dari mana dia mendapatkan video ini?' gumamnya dalam hati, jantungnya berdegup seolah nyaris pecah.

  Setiap gerakan, setiap kata yang pernah diucapkannya di kantin terekam dengan jelas, tak ada celah baginya untuk membantah atau berdusta. 

  Dunia Anjani runtuh seketika, dipenuhi rasa takut dan kehancuran yang mencekam.

  Adeline menatap tajam ke arah Anjani, matanya berkilat dengan campuran amarah dan luka yang menganga di dadanya. “Aku tak pernah menyangka, kamu bisa sejahat ini terhadap Aurora, anak kandung ku sendiri!”

  Suaranya bergetar, menahan badai emosi yang hampir meledak. “Dan kamu... orang luar yang tak tahu diri, menginjak-injak putriku tanpa sedikit pun rasa malu. Seharusnya kemarin aku sudah mengembalikan mu ke orang tuamu, biar kau merasakan sendiri dinginnya dunia yang sebenarnya.”

  Baskara berdiri di samping Adeline, wajahnya dingin tak tergoyahkan. “Mulai sekarang, selama masa skorsing, kau tidak boleh keluar dari rumah ini. Semua fasilitas mu akan disita selama satu minggu penuh.” Suaranya penuh wibawa, tak bisa ditawar.

  Anjani terdiam, tubuhnya membeku dalam hening yang mencekam. Seharusnya bukan dia yang berdiri di sini bukan dia yang harus menerima semua hukuman ini melainkan Aurora. 

 'Semua ini gara-gara Aurora!' bisik Amarah dalam hati Anjani, membara seperti api yang siap membakar segalanya di hadapannya.

  Tatapannya dingin dan penuh kebencian, seakan menuding Aurora sebagai dalang dari segala malapetaka yang menimpanya. 

 Tapi anehnya, Anjani tak pernah menyadari di mana letak kesalahannya sendiri ia justru tenggelam dalam kebencian buta, terus menumpahkan semua salah hanya kepada Aurora. 'Awas saja, aku akan balas,' geramnya dalam hati, janji dendam itu mengikat erat dalam hatinya yang retak.

  Kepercayaan dan sayang Kaynen pada Anjani runtuh seketika ketika matanya menangkap kelakuan Anjani yang, menurutnya, mencemari kehormatan keluarga. 

  Hatinya yang selama ini penuh dengan harapan berubah menjadi lautan amarah dan kecewa.

  Setelah sang ayah menjatuhkan hukuman pada anjani, Kaynen hanya bisa menahan napas panjang, menelan sakit yang menggigit ulu hati. 

  Ia tak mampu berkata sepatah kata pun, memilih melangkah menjauh dalam keheningan, menuju kamarnya menyisakan sunyi yang lebih dingin daripada malam.

...****************...

  Di balik pintu kamar yang tertutup rapat, Aurora terbaring santai di atas kasur empuk, menikmati sepi dan damainya dunia yang seolah milik hanya dirinya. 

  Senyumnya tipis mengembang, penuh arti dan rahasia. "Anjani... satu sentuhanmu, dan kau akan tahu betapa dalam aku membalas," bisik Aurora, matanya menyipit tajam menatap layar televisi yang berkedip redup.

  Dalam keheningan itu, janji yang tersimpan itu menggema dalam dada, membakar amarah sekaligus tekad yang tak terbendung.

  Saat Aurora tengah tenggelam dalam menikmati kesendirian di kamarnya, tiba-tiba ketukan lembut terdengar di pintu

  tok... tok... tok... 

  Namun, ia tak segera membuka. Matanya menyipit, alis sebelah terangkat tanda curiga. "Siapa itu?" suaranya menyisir ruang hampa.

 "Ini Mama, sayang... Tolong buka, ya," bisik suara dari balik pintu, seraya menyematkan rindu yang tak terucap. 

  "Oh, itu Mama.." Seru Aurora menghela napas pelan, langkah kakinya turun dari ranjang menapak pelan menuju pintu. 

  Ceklek

  Pintu terbuka perlahan, wajah Aurora dipenuhi rasa bersalah yang tiba-tiba membuncah. "Maaf ya Ma, lama banget aku buka pintunya," ucapnya, suaranya pecah tertahan. 

  Grep...

  Adeline tak menjawab ia langsung memeluk putrinya dengan erat seolah ingin merajut waktu yang retak. "Maafkan Mama, sayang... Maaf membuatmu lama tinggal di desa, maaf telah membuat hidupmu menderita di luar sana, maaf... benar-benar maaf," bisiknya penuh haru, getar suaranya merambat ke jiwa Aurora. 

  Aurora terdiam, membiarkan keheningan menjadi saksi betapa dalam ketulusan itu mengalir, membasuh segala rasa yang lama tertimbun.

  Adeline melepas pelukannya perlahan, pandangannya terpaku pada wajah putrinya yang begitu memukau seperti lukisan hidup yang menyatukan keindahan dirinya dan suaminya. 

  "Kamu cantik, sayang... Cantik sekali, persis seperti eyang putrimu," katanya dengan suara bergetar penuh kekaguman, seakan melihat keajaiban kecil yang lahir dari cinta mereka.

  Matanya berkaca-kaca, tak kuasa menahan haru yang tiba-tiba membuncah dari dalam dadanya.

1
MataPanda?_
terus kak semangat trus..
selalu d berikan kesehatan😄
Senjaku02: Aamiin. terimakasih ☺️
total 1 replies
MataPanda?_
trus semangat kak up banyak"😄
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
Nadira ST
🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪💪
Nadira ST
kereeennnn🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕
Allea
kirain mo bilang besok kamu akan dikembalikan ke keluarga kandungmu ternyata bukan
Allea
maaf thor drak hazel apa dark hazel
Senjaku02: dark hazel. maaf kalau typo😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!