Blurb:
Ketika seorang ibu pengganti meninggal tragis saat melahirkan putranya, Jasper Jones, sang CEO miliuner itu mencari ibu susu untuk putranya.
Di tengah seleksi, muncul Chloe Miller—yang ternyata merupakan sahabat dari sang ibu pengganti.
Chloe adalah seniman muralis dari Brooklyn, berjiwa bebas dan penuh warna, dan dengan sadar ingin menyusui putra sang sahabat meskipun dia belum pernah punya anak.
Dia menawarkan untuk menyusui anak yang bukan darah dagingnya, melalui induced lactation, untuk menyelamatkan bayi sang sahabat yang lahir prematur.
Kontrak itu akhirnya disepakati. Chloe hanya ingin membantu, Jasper hanya ingin yang terbaik untuk putranya.
Namun, setiap cairan susu yang diberikan Chloe bukan hanya berisi nutrisi, tapi juga kelembutan yang tak pernah dikenal bayi itu.
Dan setiap aturan ketat Jasper perlahan luluh oleh tawa Chloe, oleh caranya mengajarinya mengganti popok sambil menari, oleh cara dia melihat putranya bukan sebagai penerus bisnis, tetapi sebagai sinar kecil yang perlu dicintai.
Perasaan mulai terjalin, lebih kuat dari kontrak yang telah disepakati. Tetes demi tetes, Chloe tak hanya memberi kehidupan pada bayi itu, tapi juga mencairkan es di hati Jasper.
Namun, bisakah hubungan yang dibangun dari formula duka dan susu yang diinduksi, bertahan di dunia nyata yang penuh dengan perbedaan kelas dan masa lalu yang kelam?
THE MILK CONTRACT: Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terduga, ikatan yang kuat, dan cinta yang tumbuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pikiran Yang Terbuka
Chloe membuka matanya, memandang Jasper. Di mata pria itu, dia melihat sebuah luka lama yang terbuka.
"Tapi kau," lanjut Jasper. "kau menolak minum obat karena takut memengaruhi ASI untuk Jonas. Kau menahan sakit yang menyiksa, hanya untuk tetap bisa memberinya yang terbaik. Kau ... kau adalah gambaran ibu yang tidak pernah kukenal. Yang tidak pernah kumiliki."
Chloe mengulurkan tangannya, menggenggam tangan Jasper yang sedang memegang handuk. Genggamannya lemah, tapi hangat.
"Setiap ibu akan melakukan hal yang sama untuk anaknya, Jasper," bisiknya.
"Tidak. Tidak semua." Jasper menggeleng, air mata akhirnya jatuh di pipinya. "Aku tahu karena aku mengalaminya. Dan melihatmu malam ini ... itu mengubah segalanya dalam diriku. Selama ini aku terjebak dalam ketakutan bahwa semua hubungan akan berakhir dengan kehancuran dan pengkhianatan, seperti yang terjadi pada orang tuaku. Aku takut mencintaimu sepenuhnya karena takut suatu hari nanti kita akan saling menyakiti. Tapi ... melihat ini ... aku mulai berpikir. Mungkin, ada cinta yang berbeda. Cinta yang memilih untuk bertahan, berkorban, dan tidak menyerah."
Jasper menunduk, menekan keningnya ke tangan Chloe yang digenggamnya. "Aku takut, Chloe. Takut aku tidak akan pernah bisa menjadi sebaik dirimu. Tapi lebih dari itu, aku takut kehilangan kesempatan untuk mencoba. Kehilanganmu."
Chloe menarik napas dalam-dalam, merasakan demamnya mungkin mulai turun, atau mungkin hanya karena kehangatan dari kata-kata Jasper. "Aku tidak memintamu untuk menjadi pahlawan, Jasper. Aku hanya memintamu untuk hadir bersama kami. Seperti malam ini. Itu sudah lebih dari cukup."
Jonas terbangun lagi, merengek. “Aku saja,” kata Jasper.
Kali ini Jasper yang langsung menggendongnya, berjalan mondar-mandir di kamar, membisikkan lagu pelan yang sering dinyanyikan Chloe.
Chloe mengamati, dan akhirnya bisa merasa lega.
Setelah Jonas tertidur lagi, Jasper menidurkannya di lengan Chloe. Dia duduk di sisi tempat tidur di belakang Chloe, kali ini tidak mengompres, tapi mulai memijat punggung Chloe dengan lembut.
Otot-otot di punggung Chloe terasa tegang sekali, penuh beban. Di bawah pijatan Jasper, ketegangan itu perlahan-lahan meleleh.
"Tidurlah, Chloe. Aku akan jaga kalian berdua," bisik Jasper.
Chloe yang hatinya telah lega, akhirnya menyerah pada kelelahan. Dia merasakan kedamaian yang sudah lama tidak dirasakannya.
Dia tertidur dengan tangan masih memeluk Jonas sembari menyusuinya lagi.
Jasper tidak tidur. Dia masih berjaga. Dia mengganti kompres untuk Chloe, memastikan Jonas tidak panas lagi, merapikan selimut mereka.
Pikirannya kembali melayang. Dia tak mau traumanya mempengaruhi hidupnya karena dia bisa memilih jalan yang berbeda.
Cinta tidak harus berakhir dengan racun dan pengkhianatan. Cinta bisa berbentuk seperti ini, berjaga di malam hari, memijat punggung yang sakit, mengganti handuk kompres, menggenggam tangan seseorang saat mereka lemah.
Cinta adalah pilihan, dan malam ini, dia memilih untuk hadir.
Jasper melihat Chloe, yang bahkan dalam tidurnya masih mengernyitkan keningnya, mungkin karena lelah atau sisa rasa sakit.
Jasper melihat Jonas, yang tidur dengan lebih tenang sekarang dalam pelukan Chloe. Dia akan belajar. Dia akan berusaha. Dia tidak akan membiarkan ketakutannya merampas kebahagiaannya ini.
Lalu pria itu berbaring di belakang Chloe dan memeluknya lembut. Dia mengusap pelan tangan Chloe, sebagai tanda bahwa dia akan terus menjaga dan melindunginya.
“Aku akan mencoba,” bisiknya.
Mereka bertiga tidur bersama malam itu. Saling memeluk. Chloe memeluk Jonas, Jasper memeluk Chloe. Sebuah formasi trio yang indah.
Dulu aja gengsi mengakui perasaan cintanya pada Chloe😄
Dan skrg Jasper Chloe sudah punya 3 Anak lelaki😊
Tinggal menunggu kisah Jonas versi dewasa kak Zarin 🙏