NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Rumor Palsu dan Mesin Perang Manusia

Di ibu kota perbatasan yang biasanya hanya dipenuhi oleh pedagang dan petualang tingkat rendah, suasana kini berubah drastis menjadi lautan baja dan hawa pembunuh.

Alun-alun utama kota dipenuhi oleh ribuan tenda militer bersimbolkan pedang bersilang dari Asosiasi Petualang. Di pusat perkemahan, panji-panji emas bermotif singa milik Viscount Rejerson berkibar megah paling tinggi, diapit oleh panji-panji perak yang lebih kecil namun tak kalah gagah milik keluarga Baron Cass. Denting pandai besi terdengar siang dan malam, menempa ratusan mata panah dan memperbaiki zirah pelat. Para penyihir berjubah abu-abu tampak berdebat di sudut-sudut jalan, memegang peta perkamen yang menggambarkan kontur luar Hutan Misti.

Semua pergerakan militer masif ini berpusat pada satu pemicu: sebuah rumor yang menyebar seperti api liar di musim kemarau.

Telah lahir seekor Goblin Hitam di Qirwood.

Di dalam ruang rapat tertutup di kediaman Viscount Rejerson, udara terasa sangat berat. Sang Viscount duduk di kursi utama di ujung meja bundar, memijat pelipisnya yang berdenyut. Wajah bangsawan tingkat tinggi itu tampak menua bertahun-tahun akibat beban pikiran atas hilangnya Lyra, namun posturnya tetap memancarkan otoritas mutlak sebagai penguasa wilayah tersebut.

Di sisi meja, Baron Cass berdiri menatap tajam ke arah perkemahan militer dari balik jendela kaca raksasa. Meski secara hierarki gelarnya berada di bawah Viscount, Cass tidak bersikap layaknya bawahan, melainkan layaknya seorang saudara seperjuangan. Persahabatan puluhan tahun di antara kedua bangsawan itu membuat mereka berbagi duka dan amarah yang setara.

"Rumor yang kau sebar bekerja jauh lebih baik dari perkiraan, Khaelar," ucap Viscount Rejerson dengan suara berat, memecah keheningan. "Asosiasi Petualang dari tiga kota tetangga bahkan mengirimkan regu Rank B dan Rank A mereka. Kau benar... semua anjing bayaran itu langsung mengendus emas."

Di sudut ruangan, Khaelar duduk dengan perban yang masih melilit separuh wajah dan lengan kirinya. Petualang veteran itu menunduk hormat kepada sang Viscount.

"Keserakahan adalah motivator terbaik bagi umat manusia, Yang Mulia Viscount," jawab Khaelar dengan suara parau. "Jika kita hanya mengatakan bahwa dua putri bangsawan hilang di teritori perburuan Warcraft Overlord, Asosiasi Petualang tidak akan mau repot-repot mengorbankan nyawa pasukan elit mereka. Risiko melawan Penguasa Hutan terlalu besar. Tetapi ancaman akan kebangkitan kasta Epic adalah hal yang sangat berbeda."

Baron Cass berbalik dari jendela, wajahnya yang keras memancarkan niat membunuh yang pekat. "Jantung sihir dari seekor Black Goblin bernilai puluhan ribu koin emas, dan Kerajaan tidak akan membiarkan ancaman eksistensial itu tumbuh. Kau menciptakan umpan yang sempurna, Khaelar. Kau berhasil memanipulasi keserakahan mereka untuk menjadi pedang pembalasan kita."

Itu adalah kebohongan politis yang disengaja. Khaelar sama sekali tidak melihat Goblin Hitam di Hutan Misti; ia hanya merasakan anomali taktis yang menghancurkan pasukan kavaleri. Namun, untuk memobilisasi ribuan manusia guna menyelamatkan nyawa Lyra dan Cassvia secara legal dan besar-besaran, mereka membutuhkan monster khayalan yang bisa menyatukan seluruh faksi.

Viscount Rejerson membuka gulungan perkamen di atas mejanya, meneliti deretan angka logistik dan jumlah prajurit.

"Total pasukan gabungan yang terkumpul saat ini mencapai dua ribu lima ratus orang," Viscount Rejerson membacakan laporannya dengan nada tegas. "Delapan ratus infanteri berat dan tiga ratus ksatria sihir dari pasukanku. Ditambah dengan tiga ratus kavaleri perak elit dari wilayahmu, Cass. Sisanya adalah ribuan petualang tingkat menengah hingga atas yang siap membakar hutan itu."

Baron Cass mengangguk, melangkah mendekati meja dan menancapkan belati peraknya ke sebuah titik di peta yang ditandai sebagai sarang goblin. "Kekuatan militer yang kau kumpulkan sangat luar biasa, teman lamaku. Ini lebih dari cukup."

"Kita tidak akan mencari perkara dengan Penguasa Hutan kecuali mereka menghalangi jalan kita," Viscount Rejerson menatap peta itu, menyentuh titik tempat putrinya terakhir kali terlihat. "Fokus utama kita adalah titik di mana Cassvia dan pasukan perakmu mengirimkan sinyal sihir darurat. Kita akan bergerak dengan formasi jaring, membakar radius lima mil di sekitar sarang hama hijau itu, dan membumihanguskan setiap monster bungkuk yang kita temui."

"Aku sendiri yang akan memenggal kepala pemimpin makhluk-makhluk kotor itu," geram Baron Cass, mencabut belatinya dari peta. "Tidak akan ada yang bisa menyentuh Cassvia dan Lyra. Kita akan membawa putri-putri kita kembali, Rejerson."

Khaelar menatap kedua bangsawan itu dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia mendapatkan apa yang ia inginkan: pasukan tempur berskala besar. Namun di sisi lain, bayangan tentang kabut ungu yang taktis dan tatapan membekukan dari entitas di balik kabut itu masih menghantui mimpi-mimpinya setiap malam.

Apakah Hutan Misti benar-benar akan semudah itu diratakan? batin Khaelar, mengusap peluh dingin di tengkuknya.

"Persiapkan seluruh komandan divisi, Cass," titah Viscount Rejerson, bangkit dari kursinya dengan mata yang menyala penuh tekad. "Dalam dua hari, saat suplai logistik selesai dimuat, mesin perang kita akan bergerak memasuki Qirwood. Darah setiap monster di hutan itu akan mewarnai sungai, hingga keluarga kita utuh kembali."

Di luar jendela, suara gemuruh ribuan prajurit yang sedang berlatih bersahutan dengan pekikan burung pemakan bangkai di kejauhan. Pasukan raksasa peradaban manusia akhirnya bersiap menumpahkan kemarahan mereka, tanpa menyadari bahwa entitas yang sedang mereka buru bukanlah sekadar kasta Hitam yang baru lahir seperti rumor yang mereka buat sendiri. Mereka tengah berbaris menuju wilayah kekuasaan yang jauh lebih mengerikan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!