NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Lahirnya Sang Tiran Baru

Ruang di dalam Istana Tengkorak Kaisar hancur berantakan. Ledakan lengan kiri Mo Xie yang dipenuhi Darah Yin murni dan sisa Hukum Kehancuran dari Kuali Harimau telah menciptakan retakan besar di hadapan Kaisar Iblis. Untuk pertama kalinya dalam jutaan tahun, penguasa Jurang Kematian itu terhuyung mundur.

Dadanya hangus dan mengepulkan asap. Amarah yang meledak dari tubuhnya begitu dahsyat hingga pilar-pilar tengkorak di seluruh istana retak, sementara ruang di sekitarnya bergetar di bawah tekanan auranya.

Namun Mo Xie tidak tinggal diam.

Ia tahu bahwa melukai seorang ahli yang memiliki Tulang Surgawi Level 13 tidak berarti telah membunuhnya. Jika membuang waktu sedikit saja, Kaisar Iblis pasti akan pulih dan membunuhnya.

Bagi seseorang yang telah bertahan hidup dari Alam Bawah ke Alam Primordial, kemenangan bukanlah tentang siapa yang mampu berdiri paling lama.

Yang terpenting adalah tetap hidup untuk pertarungan berikutnya.

Mata Mo Xie memerah. Ia segera menerjang ke sudut ruangan dan meraih tubuh Xue Ling'er yang masih terlindung dalam lapisan Racun.

"Lompatan Darah!"

Mo Xie membakar sisa esensi darah di jantungnya. Tubuhnya seketika berubah menjadi kabut ungu kehitaman dan melesat ke dalam kehampaan yang kacau.

Pada saat yang sama, tangan raksasa Kaisar Iblis menghantam tempatnya berdiri.

Boom!

Ruang di sana hancur.

Namun Mo Xie dan Xue Ling'er telah lebih dahulu menghilang ke dalam arus kehampaan.

Ratusan ribu li dari pusat Jurang Kematian, di perbatasan Kekaisaran Iblis, terbentang sebuah wilayah terlarang bernama Hutan Tulang Darah.

Tempat itu adalah kegelapan di dalam kegelapan.

Pepohonannya terbentuk dari tulang punggung naga dan iblis raksasa yang saling melilit, sementara daunnya berupa gumpalan darah yang telah mengeras. Tanahnya dipenuhi rawa racun yang bahkan mampu mengikis tulang dewa biasa.

Hutan Tulang Darah menjadi tempat pembuangan bagi para pengkhianat, iblis kanibal, dan monster purba yang terlalu berbahaya untuk dibiarkan berkeliaran di wilayah Kekaisaran Iblis.

Tiba-tiba, kehampaan di atas hutan terkoyak.

Brak!

Dua sosok terlempar keluar dan menghantam pepohonan tulang sebelum jatuh ke dalam rawa.

Mo Xie segera memutar tubuhnya di udara dan memastikan Xue Ling'er berada di atas tubuhnya sehingga wanita itu tidak menyentuh lumpur beracun.

"Ugh!"

Setelah mendarat, Mo Xie memuntahkan darah hitam.

Keadaannya jauh dari baik. Lengan kirinya baru tumbuh sebagian. Tulang hitam masih terlihat jelas di balik daging yang perlahan menyatu kembali, sementara Tulang Surgawi Level 11-nya berderit akibat memaksakan Lompatan Darah dalam keadaan terluka.

Ia menarik napas panjang dan menahan rasa sakit sebelum mengangkat Xue Ling'er keluar dari rawa. Wanita itu kemudian dibaringkannya di atas akar tulang yang kering.

Xue Ling'er masih tertidur.

Rambutnya yang sebagian telah memutih tergerai di atas wajahnya. Wajahnya tetap tenang, seolah tidak tahu bahwa suaminya baru saja mempertaruhkan nyawa demi membawanya keluar dari Istana Tengkorak Kaisar.

Mo Xie duduk bersandar pada pohon tulang.

Ia membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Namun Hutan Tulang Darah tidak pernah memberi kesempatan kepada yang lemah.

Krek... krek...

Suara tulang patah terdengar dari balik kabut merah. Bersamaan dengan itu, niat membunuh yang buas perlahan memenuhi seluruh hutan.

Tiga sosok raksasa berjalan keluar dari balik pepohonan.

Mereka adalah Tiga Raja Iblis Buangan.

Ketiganya pernah menjadi jenderal besar Kekaisaran Iblis, tetapi dibuang setelah memakan pasukan mereka sendiri. Kini mereka telah mencapai Puncak Level 10 Tulang Iblis.

Pemimpin mereka memiliki kepala serigala dan enam lengan, dengan kapak berkarat tergenggam erat di salah satu tangannya.

Ia menatap Mo Xie sambil menyeringai.

"Lihat siapa yang jatuh dari langit." Tawa rendah keluar dari tenggorokannya.

"Bukankah ini Tuan Muda yang paling disayangi Kaisar Iblis? Pewaris takhta yang diagungkan semua orang?"

Tatapannya menyapu tubuh Mo Xie yang terluka.

"Namun sekarang kau kehilangan satu lengan dan terluka parah. Bahkan baumu seperti pengkhianat yang sedang melarikan diri."

Raja Iblis kedua, yang tubuhnya dipenuhi duri, ikut tertawa.

"Darahnya begitu murni. Jika kita memakan pemuda itu beserta wanitanya, mungkin kutukan hutan ini akan pecah."

Raja Iblis ketiga mengangkat keempat lengannya.

Ketiganya melepaskan aura Puncak Level 10 secara bersamaan.

Di mata mereka, Mo Xie hanyalah mangsa yang sudah kehabisan tenaga.

Namun Mo Xie perlahan menundukkan kepala. Rambut hitamnya menutupi wajah, sementara bahunya bergetar.

Raja Serigala menyeringai semakin lebar.

"Takut, Tuan Muda?"

Ia mengangkat kapaknya. Namun suara yang keluar dari mulut Mo Xie bukanlah tangisan.

Ia tertawa.

"Hahaha..."

Tawa itu semakin dalam hingga berubah menjadi tawa liar iblis yang menggema di seluruh Hutan Tulang Darah.

Mo Xie mengangkat wajahnya. Mata merah darahnya telah berubah.

Tidak ada lagi kelelahan di sana. Yang tersisa hanyalah kesombongan seorang tiran yang baru terbangun.

"Kalian mengira hanya karena aku sedang duduk, kalian berhak berdiri di hadapanku?"

Suara Mo Xie begitu tenang hingga membuat ketiga Raja Iblis merasakan hawa dingin yang menembus tulang.

Raja Serigala meraung.

"Matilah!"

Ia melompat dan mengayunkan kapaknya dengan seluruh kekuatan Puncak Rulang Iblis Level 10.

Mo Xie bahkan tidak berdiri, apalagi mengeluarkan Sabit Tulang Hitam. Ia hanya mengangkat tangan kanannya.

Trang!

Kapak raksasa itu berhenti.

Dua jari Mo Xie telah menjepit bilahnya.

Mata Raja Serigala melebar. Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik kembali kapak tersebut, tetapi senjata itu tidak bergerak sedikit pun.

Perbedaan antara Tulang Iblis Level 10 dan Tulang Surgawi Level 11 bukan sekadar selisih satu tingkat.

Itu adalah jurang yang tak dapat diseberangi. Mo Xie menatapnya dengan jijik.

"Tulang kalian terlalu kotor untuk kusentuh."

Jarinya bergerak ringan.

Krak!

Kapak raksasa itu hancur menjadi debu.

Sebelum Raja Serigala sempat bereaksi, tangan Mo Xie telah menembus dadanya dan mencengkeram jantung iblis tersebut. Racun ungu dari Tulang Surgawi Level 11 mengalir deras ke dalam tubuhnya.

"Hukum Kehancuran: Pemusnahan Debu."

Tubuh Raja Serigala bergetar hebat. Dalam sekejap, kulitnya mengering, dagingnya membusuk, dan tulangnya menjadi rapuh.

Tak sampai beberapa tarikan napas, tubuh raksasa itu runtuh menjadi abu hitam yang segera diterbangkan angin rawa hingga tak tersisa.

Dua Raja Iblis lainnya membeku.

Keberanian mereka lenyap seketika. Keduanya langsung jatuh berlutut di hadapan Mo Xie.

"Ampun, Tuan Muda!"

"Kami buta! Kami bersedia mengabdi!"

Mo Xie perlahan berdiri. Lengan kirinya memang belum pulih sepenuhnya, tetapi auranya kini jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya.

Ia bisa saja membunuh keduanya. Namun sebuah pikiran muncul di benaknya.

Mo Xie baru saja menyatakan perang terhadap Kaisar Iblis. Jika ingin menjatuhkan penguasa Jurang Kematian, ia membutuhkan pasukan dan bawahan yang bersedia mempertaruhkan nyawa untuknya.

Ketakutan saja tidak cukup untuk memastikan kesetiaan.

Maka Mo Xie tersenyum.

"Aku tidak akan membunuh kalian."

Kedua Raja Iblis itu mengangkat kepala. Harapan sempat muncul di mata mereka.

Namun harapan itu segera berubah menjadi ketakutan ketika dua benang ungu muncul dari telapak tangan Mo Xie.

"Kaisar Iblis memiliki caranya sendiri untuk mengendalikan bawahannya."

Tatapannya menjadi dingin.

"Sebagai Tuan Muda, tentu aku tidak boleh kalah dari ayah angkatku."

Mo Xie bergerak secepat kilat. Tangannya menepuk tengkuk kedua Raja Iblis secara bergantian.

Jleb! Jleb!

"Aarrrgh!"

Keduanya menjerit dan berguling di tanah.

Benang ungu menembus tulang belakang mereka lalu masuk ke dalam Lautan Roh, terhubung langsung dengan inti roh masing-masing.

Mulai saat itu, hidup dan mati mereka berada di tangan Mo Xie.

Jika mereka berani berkhianat, benang tersebut akan menghancurkan tulang belakang dan Lautan Roh mereka dari dalam.

Mo Xie telah mengambil metode Kaisar Iblis dan mengubahnya menjadi belenggu yang bahkan lebih kejam.

Beberapa saat kemudian, kedua Raja Iblis itu merangkak kembali dan bersujud di hadapan Mo Xie.

"Nyawa kami milik Tuan."

Mo Xie tidak menjawab. Ia hanya menjentikkan jarinya.

Racun ungu menyapu sekeliling. Tulang-tulang raksasa yang berserakan di tanah terangkat satu demi satu, lalu tersusun membentuk sebuah singgasana tulang di tengah rawa.

Mo Xie berjalan mendekat dan duduk di atasnya.

Ia mengangkat tangannya. Racun lembut menyelimuti tubuh Xue Ling'er dan membawanya ke dalam pelukannya.

Mo Xie membelai rambut istrinya dengan perlahan.

Tatapan merah darahnya menembus kabut Hutan Tulang Darah, menuju pusat Jurang Kematian.

Ia telah kehilangan rumah. Ia telah memutuskan seluruh ikatan dengan masa lalu.

Kini ia menjadi buronan Kekaisaran Iblis.

Namun anehnya, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Mo Xie justru merasa lebih bebas.

"Kaisar Tua bangka itu sudah terlalu lama duduk di singgasananya."

Suaranya menggema di seluruh hutan.

"Kumpulkan semua iblis buangan, monster, dan pengkhianat yang membenci Kaisar Iblis."

Kedua Raja Iblis menundukkan kepala.

"Beritahu mereka..." Senyum kejam perlahan muncul di wajah Mo Xie. "Penguasa baru mereka telah tiba."

Mo Xie bersandar pada singgasana tulangnya sambil memeluk Xue Ling'er.

"Kudeta dimulai hari ini."

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!