NovelToon NovelToon
Rencana Bunuh Diri Sang Antagonis

Rencana Bunuh Diri Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Hidup Kayna memang sudah hancur, ayahnya sangat membencinya karna sudah membuat ibunya meninggal saat melahirkannya.

Oleh sebab itu, di usianya yang genap 20 tahun.. ia memutuskan mengakhiri hidupnya agar bisa merasakan reinkarnasi ke keluarga yang ia harapkan akan mencintainya, namun..

"Astaga.. kenapa aku harus menjadi tokoh antagonis yang akan mati di tangan tunanganku sendiri?"

Kayna yang kesal karna terlempar ke novel memutuskan untuk bunuh diri sebelum tunangannya yang membunuhnya.

Lalu, apakah rencananya akan berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"KAYLA, JANGAN!"

Teriakan Adrian memecah keheningan ruang perjamuan seperti petir di langit cerah. Ratusan kepala bangsawan berputar serentak, mata mereka membelalak melihat adegan yang sedang berlangsung di depan pintu masuk.

Tapi Kayna sudah tidak mendengarkan.

Ia melangkah maju, merentangkan kedua tangannya dengan senyum lebar yang tulus.. bukan senyum sinis Kayla von Ardent, melainkan senyum bahagia seseorang yang baru saja melihat pintu keluar dari neraka. Di atas kepalanya, lampu gantung kristal raksasa berayun pelan, ribuan potongan kristalnya memantulkan cahaya lilin seperti bintang-bintang yang siap jatuh.

Satu pelukan. Satu tarikan keras. Getaran akan merambat ke rantai penyangga. Lampu seberat satu ton itu akan jatuh. Kematian instan, dramatis, dan di depan ratusan saksi. Dewa reinkarnasi pasti akan memberiku kelas VIP untuk kehidupan selanjutnya.

Freya juga melangkah maju, senyumnya manis, matanya berkilat dengan sesuatu yang tidak bisa Kayna identifikasi. "Kak Kayla, aku sangat senang kau mau memaafkan.."

Mereka bertemu di tengah. Tangan Freya merangkul bahu Kayna. Dan tepat pada detik itu, Kayna mengerahkan seluruh kekuatan tubuh Kayla von Ardent yang ternyata cukup kuat berkat latihan menunggang kuda dan dansa bangsawan, untuk menarik Freya ke bawah dengan sekuat tenaga.

Jatuhlah bersamaku, Pahlawan Wanita. Kita akan mati bersama di bawah lampu gantung ini. Kau akan jadi martir, aku akan jadi penjahat yang membawa-bawa orang tak bersalah. Sempurna.

Tapi takdir atau lebih tepatnya, sepatu hak tinggi seharga dua ratus keping emas berkata lain.

Hak sepatu kiri Kayna tersangkut di ujung gaunnya sendiri yang terlalu panjang. Kakinya tergelincir di lantai marmer yang baru saja dipoles. Alih-alih menarik Freya ke bawah, tubuh Kayna justru terlempar ke depan dengan momentum yang tidak terkendali.

Wajah Kayna mengarah langsung ke lantai marmer yang keras.

Oh, Kalau kepalaku menghantam lantai marmer ini dengan kecepatan penuh, aku mungkin bisa mati karena pendarahan otak. Tidak se-dramatis lampu gantung, tapi cukup efektif.

Ia memejamkan mata, menunggu benturan itu.

Benturan itu tidak pernah datang.

Sebaliknya, sebuah lengan kuat melingkar di pinggangnya, menariknya ke arah yang berlawanan. Tubuh Kayna berputar di udara, dan ia merasakan punggung seseorang menghantam lantai marmer dengan bunyi BRUK yang keras, diikuti oleh tubuhnya sendiri yang mendarat di atas dada orang itu.

Udara di paru-paru orang di bawahnya keluar dengan bunyi oof yang tertahan.

Kayna membuka matanya.

Hal pertama yang ia lihat adalah lampu gantung kristal raksasa yang masih tergantung dengan sempurna di atas mereka, berayun pelan seolah mengejek. Tidak retak. Tidak goyah. Tidak jatuh.

Sialan.

Hal kedua yang ia lihat adalah wajah Duke Adrian, hanya beberapa senti dari wajahnya. Pria itu terbaring di lantai marmer, satu lengannya melingkar erat di pinggang Kayna, tangan lainnya melindungi belakang kepala Kayna dari benturan. Wajah Adrian memucat karena rasa sakit di punggungnya, tapi matanya sedang menatap Kayna dengan intensitas yang membuat jantung Kayna berdetak aneh lagi.

"Kau..." suara Adrian terdengar serak, napasnya tersengal. "Apakah kau... baru saja mencoba... menjatuhkan lampu gantung itu?"

Kayna menatap lampu gantung itu sekali lagi, lalu kembali menatap Adrian. "Secara teknis, aku hanya ingin memeluk Freya. Itu kecelakaan."

"Kecelakaan?!" Adrian nyaris berteriak, tapi ia menahannya, rahangnya mengeras. "Kau berlari ke arahnya tepat di bawah lampu gantung seberat satu ton! Kau pikir aku bodoh?!"

"Aku pikir kau terlalu pesimis, Tuan Duke," balas Kayna datar, meski ia tidak bergerak dari atas dada Adrian. Posisi ini... sangat tidak nyaman. Dada Adrian naik turun dengan cepat di bawahnya, dan Kayna bisa merasakan detak jantung pria itu melalui kain seragamnya. Detaknya sangat cepat.

Mungkin karena sakit punggung, batin Kayna, mencoba mengabaikan rasa panas yang merayap di pipinya.

Seluruh ruang perjamuan terdiam. Ratusan bangsawan berdiri mematung, gelas anggur tergantung di tangan mereka, mulut mereka sedikit terbuka.

Yang baru saja mereka saksikan adalah Duke Adrian, pria yang terkenal dingin, kejam, dan secara terbuka membenci tunangannya baru saja menjatuhkan dirinya sendiri ke lantai marmer yang keras untuk melindungi Kayla von Ardent dari benturan. Ia bahkan melindungi kepala Kayla dengan tangannya.

Bisikan mulai menyebar seperti api di ladang kering.

"Apakah Duke Adrian baru saja... menyelamatkan tunangannya?"

"Kupikir dia membencinya? Bukankah dia yang meminta pembatalan pertunangan?"

"Lihat cara dia memeluknya... itu bukan pelukan seorang pria yang membenci."

"Mungkin rumor tentang pertengkaran mereka hanya gosip?"

1
Luna
😣😣ikut tegang 😮😮😱😱😱😱
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Luna
nah gini kan enak sama sama kerja sama mau menghabisi pemberontak🤭
falea sezi
lanjut
falea sezi
🤣🤣 bahasa Jawa nya di bantu mamah alias di hancurin dalam. mulut trs di pindah🤣🤣🤣 muntah q
falea sezi
mending cari jalan buat kabur dr Duke. dripada mati bundir🤣
Wahyu Ningsih
mungkin dia terlalu lelah dgn dunia yg kejam
Wahyu Ningsih
sending banget ceweknya
Luna
coba kau cari kegiatan baru contoh belajar berperang berperang dan membasmi ayahmu sendiri,mungkin itu bisa membuat keputusasaan mu sedikit berkurang
Luna
kalo dibilang capek semua orang juga capek termasuk aku, apalagi capek hidup mau mati rasanya tapi ngebayangin dampaknya mikir dua kali gimana nasib orang yg kutinggalkan ,jika aku mati bunuh diri nambah dosa iya masuk surga juga enggak,yh dijalanin aja sih hidup sampai tuhan sendiri yg manggil aku.
Luna
diberi kesempatan hidup malah ingin mati terus 🤣🤣🤣🤣,
Luna
ngaku ajalah ,,,GK bakalan dieksekusi kok ,,,,mau bunuh diri tapi kalo dewa atau tuhan belum ngasih cap stempel lulus surga yg ada kau ditime travel ke dimensi 2 lain🤣🤣🤣, jangan ngeluh ah . coba kau pergi dari tempat itu berkeliling dunia dengan Rosa cari pengalaman hidup .
ita aja
shock pasti kayna..tdk sesuai ekspektasi
ita aja
cem mana kau kayna
..gagal terus🤣
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 balita katanya🤣🤣🤣🤣
Emalia
😄😄
Emalia
Lagi kk,up yang banyak 🤭🤭
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣mungkin karena berbeda jiwa,Duke Adrian mulai suka ,,,,,
ita aja
lagiii
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!