NovelToon NovelToon
Amanda Si Penjual Ikan

Amanda Si Penjual Ikan

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enam Belas

Amanda mikir pengen ngebantu Nora tetangga sebelahnya ikut kerja di lapaknya.

Pasti orang tuanya nggak ngijinin.

Akhirnya Emak menghubungi Ibu Sumi temannya upahan ngupas bawang, katanya siap mau kerja.

**

Emak lagi ngajarin Ibu Sumi, filet ikan sama Ayam, sekalian Vacum.

Amanda melayani pelanggan motong-motong ikan.

Sambil Live di tiktok buat pelanggan online.

Ibu Sumi kerjanya mudah paham cepat selesai, kerjaan Amanda sama Emaknya cepat habis juga jam empat sore sudah beberes lapak,

“Manda, emak pulangnya belakangan bareng Ibu sum, mau ikutan ngupas bawang di sono” kata Emak nunjukin lapak bawang di ujung pasar.

“Iya deh…Manda pulang duluan ya..mau cepetan sekolah dulu” kata Amanda buru-buru,

“Oh,iya emak lupa lo jam enam sudah mulai sekolah” kata Emak.

“Iya mak…” kata Amanda.

Amanda pulang, buru-buru mandi makan, bersiap di depan meja belajar.

Pakai baju berkrah, depan HP untungnya Amanda punya tripod yang ada lampunya, jadinya cerah juga.

Hari ini hari pertama Amanda jadi murid online, kenalan trus langsung belajar di catat di buku jawab di formulir online, dibagikan materi juga, Amanda seneng banget cara belajarnya.

Gurunya juga asik-asik, nggak kerasa udah jam Sembilan malam Amanda selesai belajar.

Emak ternyata perhatiin Amanda dari luar.

“Emak belum tidur?” kata Amanda.

“Nggak, emak dengerin manda belajar” kata Emak.

“Jangan bilang emak pengen sekolah lagi” kata Amanda.

“Ye…nggak ah, hari gini emak mana bisa mikir manda!” kata emak.

Emak tiba-tiba meluk Amanda nangis,

“Loh, emak kenapa?” kata Amanda.

“Emak nggak bisa jadi ibu yang baek buat Amanda, manda sampai sekolah kayak begini juga usaha manda sendiri emak nggak ada bantuin apa-apa” kata Emak.

“Mak…Amanda sayang emak, jangan ngomong gitu ah…ini kan juga dukungan emak, kalau nggak ada emak yang nyemangatin manda selama ini nggak mungkin manda bisa kayak sekarang, doain manda ya mak..jadi anak sukses, kita bisa kaya kayak orang” kata Amanda.

“Iya neng, anak emak…emak bangga” kata emak masih ngusap-usap air mata.

“Udah kita tidur mak, besok kan kita ke pasar lagi pagi-pagi” kata Amanda.

**

Pagi-pagi Amanda sambil ngambil ikan di pelelangan ketemu sama sopir mobil box yang biasa bantuin Amanda ngangkut ikan ke motor.

Kalo misalnya Amanda mesan banyak bisa dibawakan pakai mobil ke pasar.

Manda hitung-hitung dulu kalau produksi banyak bisa jadi berapa kebutuhannya.

“Manda kok telat” kata Emak.

“Maaf mak, tadi di pelelangan milih ikan dulu” kata Amanda beralasan supaya nggak banyak ditanya.

Istirahat makan siang, Amanda jalan-jalan dulu ke Ruko depan pasar, di Pasar masih nggak ada yang jualan Frozen Food selain lapak Amanda.

Amanda nanya-nanyain sewa ruko di depan di catat buat dihitung.

Sewa lapak ikan masih lama, kalo sewa lagi lapak yang lebih luas sama pegawai yang jaga hitungannya lumayan juga.

Kalau jaga sendiri hitungannya bisa lebih menguntungkan.

**

“Mak, kalau kita sewa ruko gimana ya?” kata Amanda.

“sewa ruko buat apaan? Emang duit lo banyak Amanda?” kata Emak.

“Lapak ikan kita menjanjikan buat jual frozen food sementara kulkas kita nggak bisa di taroh di lapak mak. Kalo mau jualan di depan rumah paling juga teman arisan emak yang beli” kata Amanda.

“Manda…emak jd ingat bulan ini belom nyetor arisan” kata emak.

“Besok hari minggu mak…” kata Amanda tambah ingatin.

“Tuh kan….” Kata Emak.

“Iya besok bayar mak..” kata Amanda,

Amanda liatin pembukuannya ke emak,

"Manda ini beneran duit kita berdua ya?" tanya Emak

“Iya mak, itu sama tabungan sekolah Amanda juga kalo di gabung, ini yang di bank” kata Amanda.

“Nah kalo di hitung-hitung kita masih mampu mak…” kata Amanda.

“Tapi perlu satu pegawai lagi dong..” kata Emak.

“Kita harus jualan full sampai malam jam 7 kan masih buka jadi gantian aja, soal filet ada Ibu Sumi yang bantuin, Emak sama Amanda, tunggu modal sudah kembali kita rekrut satu buat bantu filet, sementara yang jaga ruko gantian antara Emak sama Amanda, kalo lapak sepi bisa pindah-pindah, Amanda pengen buka Ruko yang pojokan Baba Ali situ kan kosong sekarang, katanya di lantai atas ada satu kamar, sementara ya... kita tinggal di sana hemat biaya” kata Amanda.

“Trus Rumah ini?” kata Emak.

“Ya bolak balik aja di liatin, kalo misalnya kita udah punya pegawai nanti kita balik ke rumah aja dulu, buka juga di depan rumah yang belanja online boleh ambil ke rumah juga” kata Amanda.

“jadi buka cabang banyak gitu neng?” kata Emak.

“Iya, emak sanggup nggak kita mesti kerja keras” kata Amanda.

“Emak sanggup aja Amanda” kata Emak.

“Biar mulai besok kita jadi pemasok ikan di pasar, yang mau ambil ikan kerjasama sama kita, Amanda punya kenalan dia mau kok bantuin ngantar ke Pasar yang penting belinya pasti langsung diantar kita bantuin milah ikan yang di pesan aja” kata Amanda.

“Manda… lo pinternya nurun siapa sih neng…?” emak ngeliatin wajah Amanda menjelaskan bisnis sambil duduk di lantai.

“Emak rasa ini bukan Amanda anak emak” kata Emak geleng-geleng.

“Ya, emak..emang Amanda anak siapa lagi…” kata Amanda.

**

Pagi-pagi hari pertama, sopir nganterin ikan satu mobil pick-up isiannya ada dua puluh box  ikan gede, Amanda langsung bawa box ke lapak bagikan ke pelanggan lapak pasar.

Sudah dibayar Amanda transfer uangnya, ke pelelangan.

Amanda sama emak kerjaannya cuma nunggu di lapak.

Emak bantuin jualan di lapak, Amanda ke pemilik Ruko Pasar, janjinya ketemu di Ruko yang mau di sewa.

“Baba Ali…” Amanda kaget.

“Temannya Ali sekolah” kata Baba Ali.

“Iya Ba, eh om…” kata Amanda.

“Panggil Baba aja, teman Ali anak Baba juga” kata Baba senyum, aduh hati Amanda berbunga-bunga deh…

Calon Bapak Mertua di Dunia Khayalan.

“Nama saya Amanda, Ba… teman Ali sekolah dulu, sekarang Amanda pindah sekolah” kata Amanda ngenalin diri.

Umi duduk di sebelah diam aja, pakai cadar warna hitam, terakhir Amanda liat Umi cantik banget orangnya, kalau di Pasar, Umi cadarnya selalu dipakai.

“jadi Amanda liat ada nomor kontak di ruko ujung kemaren, makanya Amanda hubungi” kata Amanda.

“Memang Amanda mau buka usaha apa disini?” tanya Umi.

“Frozen food mi…kebetulan Amanda kan jualan juga di lapak ikan sana, jualan ikan, jadi sambilan gitu buka dua usaha sama emak” kata Amanda.

“Oh, iya bagus itu..” kata Baba Ali

“Jadi ba, sewanya sepuluh juta per tahun apa bisa bayar cicil atau langsung lunas ya?” kata Amanda

“Sebenarnya Baba nggak mau repot nagih-nagih lagi bayarnya sekalian aja, tapi karena kita kenal gini Amanda maunya gimana?” tanya Baba Ali.

Amanda bingung sendiri jadinya,

“Kalo dua kali bisa ba?” tanya Amanda.

Baba senyum mandangin umi.

Umi ngangguk aja.

“Iya boleh deh, buat temannya Ali” kata Baba Ali.

Amanda seneng banget, keuntungan jadi temannya Ali.

“Ini ba…hitung dulu…” kata Amanda nyerahin uang enam juta.

“Enam juta?” tanya Baba Ali.

“Iya ba, biar empat jutanya sisanya secepatnya Amanda lunasin kalau udah balik untung” kata Amanda.

“Nggak lima aja kan setengah?” tanya Baba Ali.

“Nggak ba…enam aja” kata Amanda.

Baba nyerahin kunci, buat Amanda.

Amanda seneng banget akhirnya punya ruko.

Tinggal mindahin barang, cari kulkas bekas yang harganya miring masih bagus buat nyimpan ikan sama makanan lainnya.

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!