NovelToon NovelToon
Saving My Ex-Husband

Saving My Ex-Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mafia / Penyelamat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hyacinthus Rainwood

IG: @hyacinthschia

Brooklyn dan Liam menikah karena perjodohan demi menyelamatkan keluarga Liam, meski hati pria itu tetap milik Helena. Selama beberapa tahun Brooklyn setia menjaga rumah tangga dengan cinta sendirian, hingga kembalinya Helena memicu perceraian di hari ulang tahunnya.

Brooklyn menghilang dan berubah menjadi agen rahasia, sementara Liam baru menyadari ketulusan Brooklyn serta kebohongan Helena setelah semuanya terlambat. Saat Liam diburu mafia, ia tak menyangka bahwa sosok yang ditugaskan melindunginya adalah mantan istrinya sendiri. Kini, di tengah bahaya yang mengintai, keduanya terpaksa berhadapan kembali dengan masa lalu yang belum selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyacinthus Rainwood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Tawaran

Sepuluh hari sebelum keberangkatan menuju kamp pelatihan...

Brooklyn duduk sendirian di teras belakang rumah keluarga Hartley di Connecticut, menatap kebun bunga yang telah lama dirawat ibunya dengan penuh kasih sayang. Dua minggu telah berlalu sejak penandatanganan surat cerai yang mengakhiri empat tahun pernikahannya yang penuh luka, dan meski secara fisik ia mulai pulih, kekosongan yang menggerogoti hatinya masih terasa begitu nyata setiap harinya.

Ponselnya bergetar tiba-tiba, menampilkan nama yang tidak ia duga akan muncul di layar—Vincent Adler. Sejak pertemuan mereka di kedai kopi berbulan-bulan lalu yang berujung pada kecemburuan Liam, Brooklyn memang sengaja menjaga jarak dari Vincent, tidak ingin menambah kerumitan dalam pernikahannya yang sudah cukup kacau. Namun kini, dengan status barunya sebagai wanita yang telah bercerai, tidak ada lagi alasan untuk menghindari sahabat lamanya itu.

"Vincent?" jawab Brooklyn, sedikit terkejut mendengar suara di seberang telepon setelah sekian lama.

"Brooklyn, aku dengar tentang perceraianmu," ucap Vincent, suaranya terdengar penuh perhatian meski tidak berlebihan. "Aku turut prihatin, tapi aku juga senang kau akhirnya keluar dari situasi yang tidak sehat itu. Apakah kau ada waktu untuk bertemu? Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu."

Keesokan harinya, mereka bertemu di sebuah restoran kecil di pusat kota Hartford, tidak jauh dari rumah keluarga Hartley. Vincent tampak lebih serius dari biasanya, matanya menunjukkan keseriusan yang jarang Brooklyn lihat sebelumnya dalam interaksi mereka yang selalu ringan dan penuh canda.

"Brooklyn, aku ingin menawarkan sesuatu kepadamu," ucap Vincent setelah mereka memesan makanan, nada suaranya berubah menjadi jauh lebih formal. "Tapi sebelum itu, aku perlu memberitahumu bahwa apa yang akan kukatakan ini bersifat sangat rahasia, dan aku mempercayaimu untuk menjaga kerahasiaannya."

Brooklyn mengernyitkan dahi, penasaran dengan keseriusan yang tiba-tiba ditunjukkan sahabat lamanya itu. "Apa maksudmu, Vincent? Kau membuatku semakin penasaran."

Vincent menghela napas panjang sebelum melanjutkan, memilih kata-katanya dengan hati-hati. "Pekerjaanku di firma investasi selama ini sebenarnya hanyalah kedok. Aku sesungguhnya bekerja untuk sebuah organisasi keamanan swasta yang bergerak dalam bidang intelijen dan perlindungan, bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah untuk menangani kasus-kasus yang tidak bisa ditangani melalui jalur konvensional."

Mata Brooklyn membelalak lebar mendengar pengakuan mengejutkan itu. "Kau seorang agen rahasia?"

"Sesuatu seperti itu," jawab Vincent dengan senyum tipis. "Dan alasan aku menceritakan ini padamu adalah karena organisasi kami sedang mencari kandidat baru dengan latar belakang tertentu—seseorang yang cerdas, memiliki pengetahuan bisnis yang kuat, mampu beradaptasi dengan cepat, dan yang terpenting, memiliki ketahanan mental yang luar biasa untuk menghadapi berbagai tekanan."

Brooklyn terdiam sejenak, mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. "Kau ingin aku bergabung dengan organisasimu?"

"Aku sudah lama memperhatikanmu, Brooklyn," jawab Vincent jujur, matanya menatap Brooklyn dengan penuh keyakinan. "Kau memiliki kecerdasan yang luar biasa, ketahanan mental yang jarang kutemui pada orang lain, dan yang terpenting, kau telah membuktikan dirimu mampu bertahan dalam situasi yang begitu menekan selama bertahun-tahun terakhir. Kemampuan seperti itu sangat berharga di dunia yang kami geluti."

"Tapi aku tidak memiliki pengalaman apa pun di bidang ini," bantah Brooklyn, masih belum sepenuhnya bisa mencerna tawaran yang begitu mengejutkan itu. "Aku hanya seorang wanita yang baru saja bercerai, tanpa keterampilan khusus apa pun selain mengelola rumah tangga dan sedikit pengetahuan bisnis."

"Itulah sebabnya ada pelatihan intensif yang harus dijalani setiap kandidat baru," jelas Vincent sabar. "Tidak ada seorang pun yang lahir dengan keterampilan ini, Brooklyn. Semua orang belajar dari nol, termasuk aku sendiri dulu."

Brooklyn menggelengkan kepala pelan, masih diliputi keraguan yang begitu besar. "Aku tidak yakin, Vincent. Ini terdengar begitu berbahaya, begitu jauh dari kehidupan yang selama ini kujalani. Aku baru saja keluar dari satu situasi yang penuh tekanan, aku tidak yakin siap untuk terjun ke dalam situasi yang mungkin jauh lebih berbahaya."

"Aku mengerti keraguanmu," ucap Vincent lembut, tidak memaksa Brooklyn untuk segera memberikan jawaban. "Pikirkanlah baik-baik. Aku tidak akan memaksamu untuk mengambil keputusan ini jika kau memang tidak siap. Tapi aku ingin kau tahu, tawaran ini akan selalu terbuka jika suatu hari kau berubah pikiran."

Pertemuan itu berakhir tanpa keputusan pasti dari Brooklyn, namun kata-kata Vincent terus terngiang dalam pikirannya selama beberapa hari berikutnya, menghantui setiap momen kesendiriannya di rumah keluarga Hartley yang tenang namun terasa begitu hampa bagi seseorang yang baru saja kehilangan seluruh arah hidupnya.

...***...

Tiga hari setelah pertemuan itu, sebuah kejadian tidak terduga akhirnya mengubah keraguan Brooklyn menjadi keputusan yang mantap. Ia menerima kabar dari salah satu kenalannya di New York bahwa Liam telah mengumumkan hubungannya secara terbuka dengan Helena, bahkan berencana untuk segera menikahi wanita itu dalam waktu dekat, seolah pernikahannya dengan Brooklyn selama empat tahun terakhir hanyalah sebuah catatan kecil yang mudah dilupakan dan dihapuskan begitu saja.

Berita itu, meski tidak lagi membuat hatinya hancur seperti dulu, memberikan Brooklyn sebuah kesadaran yang begitu jelas—bahwa masa lalunya bersama Liam benar-benar telah berakhir sepenuhnya, dan tidak ada lagi alasan baginya untuk terus terikat pada bayang-bayang kehidupan lama yang penuh luka itu. Sudah waktunya baginya untuk melangkah maju, untuk membangun identitas yang sepenuhnya baru, jauh dari label sebagai mantan istri Liam Whitmore yang selalu diselimuti kasihan dan gosip dari lingkungan sosialitanya.

Malam itu, duduk sendirian di kamarnya sambil menatap foto pernikahannya yang masih tersimpan dalam sebuah kotak yang belum sempat ia buang, Brooklyn akhirnya mengambil keputusan besar yang akan mengubah seluruh arah hidupnya. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Vincent tanpa ragu lagi.

"Vincent," ucapnya begitu panggilan tersambung, suaranya terdengar mantap dan penuh keyakinan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. "Aku menerima tawaranmu. Aku ingin bergabung dengan organisasimu."

Di seberang telepon, Vincent tersenyum lebar mendengar keputusan itu, meski tidak terkejut sepenuhnya mengingat ia telah lama mengenal ketangguhan yang tersembunyi dalam diri Brooklyn. "Aku senang mendengarnya, Brooklyn. Aku janji akan membimbingmu sepanjang proses ini. Tapi kau harus siap, jalan yang akan kau tempuh tidak akan mudah."

"Aku siap," jawab Brooklyn tegas, matanya menatap bayangannya sendiri di cermin kamarnya—bayangan seorang wanita yang telah lama tersiksa oleh penolakan dan penghinaan, namun kini mulai menemukan kembali cahaya tekad yang telah lama terkubur dalam dirinya. "Aku sudah lelah menjadi korban, Vincent. Sudah waktunya aku belajar menjadi seseorang yang jauh lebih kuat."

Keesokan harinya, Brooklyn mulai mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk keberangkatannya, termasuk menyiapkan diri secara mental untuk berpamitan kepada kedua orang tuanya tanpa bisa mengungkapkan kebenaran sepenuhnya tentang ke mana ia akan pergi dan apa yang akan ia lakukan selama masa pelatihan berlangsung. Ia tahu keputusan ini akan membawa berbagai risiko dan ketidakpastian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!