NovelToon NovelToon
Luka Rembulan

Luka Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga / Kutukan
Popularitas:347
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Chandra Baswara lahir pada malam yang indah di bawah cahaya rembulan, tetapi kebahagiaan itu retak sejak awal ketika ayahnya menolak dirinya hanya karena tanda lahir besar di wajahnya. Sejak kecil Chandra tumbuh dengan kasih sayang ibunya, namun dunia di sekitarnya tidak selalu sebaik itu. Tatapan aneh, bisikan, dan ejekan membuatnya terbiasa menyendiri dan perlahan menutup hatinya dari orang lain. Baginya, hidup sendiri terasa lebih aman daripada harus kembali merasakan penolakan. Namun semuanya mulai berubah ketika seseorang hadir tanpa memandang kekurangannya, sementara sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan keluarganya perlahan terungkap. Di tengah luka, penerimaan, dan pencarian jati diri, Chandra harus belajar memahami bahwa manusia tidak selalu sekejam yang ia bayangkan, dan bahwa nilai dirinya jauh lebih besar daripada apa yang terlihat di wajahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB I—APA KESEMPURNAAN ITU ADA?

Enam belas tahun berlalu sejak malam kelahirannya yang di sambut rembulan malam. Chandra Baswara kini tumbuh seperti remaja lain pada umumnya, tinggi badan sedang tegap nan gagah, wajah begitu rupawan dengan garis hidung tegas, mata yang jernih dan rambut belah tengah agak berantakan. Namun di antara ketampanan yang ia miliki, hitam gelap di pipinya tetap tertinggal seperti sebuah bayang-bayang yang menolak untuk pergi.

Sejak kecil Chandra terbiasa berjalan dengan kepala yang sedikit menunduk saat di tempat umum termasuk di sekolah, bukan karena rendah diri ataupun semacamnya, melainkan karena ia tahu bahwa setiap kali menatap lurus ke depan maka selalu ada mata yang lebih dulu sibuk menilai apa yang ada di wajah Chandra. Ada yang pura-pura tak melihat ada juga yang melihat secara berlebihan. Ada pula yang melirik dan berbisik bisik pelan, seakan-akan tanda lahir itu ialah sebuah dosa besar yang nampak dimata mereka.

Chandra tentu tidak bodoh, ia peka, ia mudah memahami situasi dan peka terhadap sekitarnya sejak ia masih kecil. Chandra tahu betul apa yang mereka lihat dan bicarakan.

Terkadang mereka tak sekedar berbisik, mereka secara terang-terangan merendahkan menggunakan perkataan yang dianggap sebagai candaan semata.

Ih hitamnya gede banget

Jijik

Ganteng sih tapi sayang ada itunya

Kata yang selalu keluar dari dalam hati maupun mulut mereka seakan tanda lahir di wajah Chandra hanyalah bahan penilaian mereka. Apakah manusia yang merasa dirinya sempurna hidup untuk menilai manusia lain? Apakah manusia pantas untuk menilai ciptaan mutlak dari Tuhan? Entahlah.

Sore yang melelahkan hadir membawa perasaan berat di pundak maupun hati. Sore itu Chandra pulang lebih lambat dari biasanya. Seragamnya terlihat rapi namun langkah kakinya terasa berat. Saat sampai di depan teras rumah, ia mendapati Mandira, sang ibu yang sedang duduk memandangi langit yang mulai menggelap. Memandang bulan yang belum sepenuhnya muncul namun cahayanya tampak samar terasa.

Tanpa mengucap salam dan berkata satu katapun, Chandra langsung menghampiri dan duduk di samping ibunya.

Beberapa menit berlalu dalam diam.

“Bagaimana sekolahnya hari ini?” Tanya klise Mandira dengan pelan.

“Biasa saja” Jawab Chandra singkat dengan ekspresi datar.

Mandira tahu, kata biasa itu sebenarnya tak pernah benar-benar berarti biasa.

Malam semakin pekat. Bulan perlahan naik, bulat dan pucat seperti wajah yang menyimpan rahasia di dalamnya. Chandra memandang lama, lalu berbicara tanpa menoleh ke ibunya.

“Bu…menurut ibu, apakah kesempurnaan itu ada?.”

Mandira menoleh. Ia menangkap sesuatu dimata anaknya, bukan sekedar tanya, melainkan kelelahan telah lama menetap di sekujur badan.

Jawabnya lembut, “Kesempurnaan itu ada, tapi bukan untuk kita. Hanya Tuhan sendirilah yang memiliki kata kesempurnaan itu le.”

Chandra mengangguk pelan, lalu bertanya kembali dengan lebih pelan dari sebelumnya. “Jika memang begitu…mengapa banyak manusia berlomba-lomba untuk terlihat sempurna?.”

Mandira tersentak sesaat. Tangannya bergerak menyentuh punggung tangan Chandra dengan hangat dan menenangkan.

“Karena manusia takut akan kekurangannya sendiri, nak.”

Chandra tersenyum kecil namun senyum itu cepat menghilang, lalu lirih berkata “Kalau memang benar manusia takut akan kekurangannya sendiri, mengapa mereka justru paling kejam menilai atau mencemooh kekurangan orang lain?.”

Mandira terdiam tidak langsung menjawab.

Chandra akhirnya menoleh, tatapan mereka kemudian bertemu.

“Di sekolah ada masalah?” tanya sang ibu.

Chandra menggeleng. “Cuma capek saja.”

Mandira sebenarnya tahu bahwa jawaban dari anaknya itu sebuah kebohongan, Mandira tahu apa yang di alami anaknya sejak kecil hingga sekarang.

Malam itu mereka kembali memandangi langit dengan lama dalam diam hingga jarum jam membentuk sudut siku-siku menandakan pukul sembilan malam. Chandra kemudian izin ke ibunya untuk masuk ke rumah untuk mandi dan tidur. Setelah itu ia terbaring terlentang, menatap langit-langit kamar yang kosong. Pikirannya penuh oleh wajah-wajah yang setiap menatapnya dengan cara yang sama yaitu menilai, mengukur lalu menjauh.

Tangannya terangkat ke wajahnya sendiri dan menyentuh tanda lahir itu.

“Indah kehidupan di dunia ini hanya dapat dirasakan oleh mereka yang sempurna, kalau aku?…huh gamungkin bisa merasakannya, tapi bukankah setiap manusia juga berhak merasakannya?.”

“Kenapa harus sebesar ini?” gumamnya dengan pelan.

“Jika tanda ini tak ada, apa hidupku akan tetap seperti ini atau bahkan lebih buruk dari ini ya? Gak, mungkin hidupku akan lebih baik” Ujarnya beriringan dengan kelopak mata yang tertutup

Di balik kelopak matanya itu, bukan hanya wajah-wajah asing yang muncul…tetapi juga sosok ayah yang bahkan tak pernah benar-benar mengenalnya, ayah yang tak pernah peduli hidup mati anaknya serta ayah yang menilai kesempurnaan di atas segalanya.

1
Roar22
jarang banget sih genre kayak gini, semangat-semangat aja thor/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!