"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 3
"Silahkan dilihat,,ini satu bulan 700 ribu,kalau di tempat Tania 500 ribu ,tapi sudah penuh,tinggal ini saja yang tersisa"! Jelas bu dewi.
Tanpa banyak bertanya Clara mengambil uang dari dalam tasnya dan langsung membayarnya,karena badanya yang sudah terasa capek ingin segera istirahat.
"Ini Bu"!! Kata Clara sambil menyerahkan 7 lembar uang seratus ribuan kepada Bu Dewi.
"Ya sudah semoga betah,dan selamat istirahat"!.sahut Bu Dewi sebelum meninggalkan kamar kos tersebut.
Begitupun dengan Tania memutuskan untuk kembali ke kosannya setelah dirasa Clara nyaman ditempat tersebut .
"Istirahat lah cla,aku balik dulu ke kosan nya"!
"Okey"! Jawab Clara begitu saja.
Clara langsung saja memasukan baju nya kedalam lemari yang tersedia di kamar tersebut,ada kasur lantai ,lemari dan kipas kecil di dalam kosan tersebut,dan kamar mandi di dalam .
1 jam berlalu Clara yang sudah nampak segar setelah membersihkan dirinya,langsung saja mengecas ponselnya yang sempat mati supaya bisa memberi kabar kepada paman dan bibinya di kampung.
Jam sudah menunjukan angka 12 tengah malam,sangking lelahnya Clara lupa mengunci pintu kosan tersebut,kunci pun masih tergantung pada pintu tersebut namun di bagian luar, dengan lampu yang masih menyala terang.
Di sisih lain.
Sebuah mobil terlihat saling berkejaran di malam yang sunyi dan sedikit sepi tersebut.
"Cepat jangan biarkan dia lolos"! 4 orang yang ada di dalam mobil Jeep berwana hitam semakin melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi mengejar mobil mewah di depannya.
"Shit,, "? Umpat laki laki tampan yang kini sedang membawa mobilnya seorang diri.
Tak berselang lama sebuah mobil tronton tiba tiba melintas tak jauh dari Mobil mewah tersebut,hingga membuat pengendaranya harus secepatnya membanting setir jika tidak ingin m4ti menabrak mobil besar di hadapannya..
Dugh"!
Brak"!!
Mobil pun naik ke atas trotoar dan menabrak sebuah pohon besar .
Devandra yang saat itu masih sadar ,mencoba keluar dari dalam mobil dan berusaha melarikan diri dari kejaran 4 orang yang akan menangkapnya.
Dengan langkah tertati ,kepala yang sudah mulai berputar putar akibat terbentur setir,sedangkan Darah segar sudah keluar pada susut keningnya.
Menahan kaki yang sakit dan lengan yang robek Devan terus berusaha lari menyembunyikan diri .
"Cepat cari ,pasti dia belum jauh dari sini"! Ucap salah ati laki laki yang sedang mencari keberadaan Devan.
Devan yang melihat orang orang tersebut masih mengejarnya ,mencoba untuk berlari dan mencari tempat yang aman,hingga matanya tertuju pada sebuah kamar kos yang masih terlihat menyala lampunya,apalagi dengan kuncir yang masih tergantung pada pintu,sudah bisa di pastikan jika penghuninya belum tidur.
Dengan cepat Devan pun berjalan sedikit berlari menuju kamar kos tersebut ,masuk begitu saja sambil mencari skakel lampu agar bisa mematikan lampu yang masih menyela.
Deg"!! Jantung laki laki tampan tersebut sedikit berdebar saat melihat sosok gadis cantik sedang tertidur pulas di atas kasur lantai .
Dugh "!!
Kaki Devan pun tak sengaja menendang sebuah tempat sampah yang ada dibelakang kakinya.
Membuat Clara terusik tidurnya .
Dengan cepat Devan mematikan lampu kamar tersebut begitu saja.
Clara yang terkejut pun sontak berdiri dari tidurnya .
"Siapa kamu"!! Pekik Clara dengan nada meninggi sambil memasang kuda kuda yang siap menyerang laki laki misterius di hadapannya..
Diluar gerbang kosan ,terdengar suara beberapa laki laki yang sangat familiar di indra pendengaran Devan.
"Hei"!! Pekik Clara lagi yang masih belum mendapat jawaban satu kata pun dari laki laki dihadapanya itu.hanya pencahayaan lampu temaram dari sorotan lampu teras ,Clara bisa melihat sedikit jelas jika laki laki dihadapanya ini sangat tampan.
Tanpa banyak bicara Devan langsung saja menarik tangan Clara dan menguncinya di dinding dengan kedua tanganya.
Clara yang baru saja akan membuka mulutnya untuk berteriak,Devan terlebih dahulu membungkam mulut Clara dengan bibirnya.
Cup"!!
Satu ciuman mendarat tepat pada bibir seksi Clara.
Mata Clara pun terbelalak sempurna dengan jantung yang sudah berdetak sangatlah kencang, bahkan itu ciuman pertama Clara ,dan dicurinya oleh laki laki asing tidak di kenal.
1 detik,2 detik,3 detik, sepertinya kedua nya terbuai akan ciuman pertama Meraka.
Hingga Clara tersedar dari lamunannya sontak menendang selangkangan laki laki mesum yang masih menciumnya itu.
" Dugh "!!
Reflek Devan Pun melepaskan ciuman tersebut sambil meringis kesakitan menahan sesuatu di area selangkangan nya yang terasa ngilu.
"Aaaauu'?! Pekik Devan sambil mendekap burungnya yang belum tersentuh oleh wanita manapun,, dan ini sekalinya tersenggol malah lutut gadis yang tidak dia kenal yang mendarat mulus pada burungnya.
"Kau"!! Pekik Devan dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah.
Plak "!!
Devan pun semakin terkejut saat Clara mendaratkan sebuah tamparan pada wajah tampan Devan.
Ini adalah pertama kalinya ada orang yang berani menamparnya apalagi dia adalah seorang wanita.
"Keluar atau aku akan teriak"! Pekik Clara dengan sorot mata tajamnya .
"Dasar piskopat mesum"! Kata Clara lagi masih menatap tajam kepada laki laki tampan dihadapanya .
Devan hanya bisa menggigit bibir bawahnya ,kesal dan marah pastinya ,apalagi terang terangan gadis itu sudah menolaknya mentah mentah ,bahkan berani menyerang burung dan pipinya.
"Awas kau "!! Suara Devan penuh dengan ancaman,sorot mata tajamnya tertuju pada gadis cantik di hadapannya yang sepertinya tidak mempunyai rasa takut sedikitpun kepadanya.
Devan pun segera keluar dari kamar tersebut setelah dirasa orang orang yang mengejarnya telah pergi.
Tut. Tut. Tut.
"Hallo boss"! Sapa Jo dari seberang telpon.
"Cepat jemput aku"! Kata Devan lalu mematikan sambungan telpon begitu saja.
Segera Jo pun menuju tempat lokasi dimana sang boss telah menunggu.
Di dalam kamar kosan,Clara langsung saja mencuci wajahnya ,menatap bibir nya yang telah tidak suci lagi akibat pencurian ciuman yang terjadi malam ini.
"Sial,, bagaimana bisa ciuman pertamaku di curi oleh maling yang tak aku kenal"! Geruntu Clara sambil mengusap usap bibirnya dengan tissue basah.
"Boss,apa anda baik baik saja,apa yang terjadi sebenarnya"! Tanya Jo yang nampak khawatir dengan keadaan boss nya yang sudah terluka tersebut.
"Cepat bawa aku pulang jangan banyak bertanya dulu,Jo"! Kata Devan dengan tatapan tajam tertuju pada pintu kos yang masih terjangkau oleh matanya.
"Baik boss"! Jawab Jo segera menginjak pedal gas dan membawa Devan menuju apartemen detik itu juga.
"Aku harap malam ini adalah mimpi buruk yang tak akan terulang kembali" .kata Clara sambil membaringkan kembali tubuhnya di atas kasur lantai di dalam kosannya.