Satu malam karena pengaruh alkohol, Arkananta Mahendra merenggut Kesucian Zevanya Adistira di sebuah kamar hotel, Zevanya yang berprofesi sebagai pelayan di hotel itu Kaget saat melihat Arkananta Mahendra yang datang dalam keadaan Mabuk, Arkananta kemudian menarik tangan Zevanya masuk ke dalam kamar yang gelap, dan melakukan kesalahan nya dengan meniduri Zevanya, Namun saat Arkan Terbangun tanpa tahu wajah Zevanya, Zevanya justru memilih pergi meninggalkan Arkananta Mahendra dengan Membawa benih Arkan yang sudah tumbuh di rahimnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Rmdhn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan Dingin
Malam ini,
Arkan pulang lebih awal.
Ia melewati bar langganannya tanpa menoleh sedikit pun.
Aroma alkohol dan lampu remang kini justru membuatnya mual,
setiap kali ia teringat gelas-gelas minuman,
ia teringat pada malam saat dia menodai pelayan wanita di hotel,
malam yang masih menyisakan sesuatu di ingatannya.
Baru saja Arkan melangkah masuk ke ruang tengah rumah mewahnya,
langkahnya terhenti.
Baskara Mahendra sudah berdiri di sana dengan tatapan tajam.
"Apa kamu sudah dapat wanita yang siap kamu nikahi?"
tanya Baskara tanpa basa-basi.
"Wanita yang bisa memberiku cucu? Usiaku sudah tua, Arkan. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi."
Kemudian Arkan menghela napas,
mencoba menahan emosinya.
"Belum, Ayah. Tolong jangan desak aku terus. Pernikahan bukan perkara sepele, aku tidak mau salah memilih perempuan."
"Ya sudah kalau begitu!"
Baskara memukul meja, pelan namun tegas.
"Biarkan Ayah yang mencarikan untukmu. Ayah akan menjodohkanmu dengan putri sahabat Ayah."
Kemudian Arkan menjawab,
"Ayah pikir aku ini anak kecil? Aku tidak bisa mencari jodohku sendiri? Ayah ingin aku menikah dengan perempuan yang sama sekali tidak kucintai?"
ucap arkan dengan nada emosi.
"Ayah tidak mau tahu!"
Baskara mendekat,
suaranya sedikit bergetar,
menunjukkan kondisi fisiknya yang memang mulai menurun.
"Ayah sudah memberikanmu waktu, sekarang turuti kemauan Ayah. Kamu tahu sendiri Ayah sudah sakit-sakitan."
Baskara memegang dadanya sejenak, membuat Arkan sempat khawatir.
"Ayah hanya ingin pergi dengan tenang setelah melihat keturunanmu... penerus perusahaan Mahendra."
Jika kamu tidak bisa membawanya sendiri, maka biarkan Ayah yang menentukan siapa ibunya."
Ucap Baskara.
Mendengar itu Arkan terdiam.
Di kepalanya selalu mengingat gadis pelayan itu.
Di satu sisi ia muak dengan aturan ayahnya,
namun ia juga tidak bisa membantah karna melihat kondisi kesehatan ayahnya yang kian memburuk.
Arkan tidak tahu,
kalau dia sudah mendapatkan pewaris yang sangat diinginkan ayahnya
dia sedang menangis ketakutan di sebuah kamar kontrakan sempit,
berada di dalam rahim seorang pelayan yang bahkan tidak ia ingat namanya.
Tapi Ia tahu ayahnya bahwa dia tidak pernah main-main dengan ucapannya.
Baskara Mahendra selalu mendapatkan apa yang ia inginkan,
"Ayah sudah menjalin komunikasi dengan keluarga Wijaya,"
lanjut Baskara dengan suara yang lebih tenang namun menekan.
"Hendra Wijaya adalah sahabat lama Ayah. Mereka memiliki seorang putri cantik bernama Clarissa Adeline."
Mendengar itu arkan mendengus sinis.
"Clarissa? Aku pernah mendengar namanya di majalah bisnis.
Tapi kenapa Ayah, menjodohkanku hanya karena alasan bisnis?"
Tanya Arkan.
Kemudian Baskara menatap putranya dengan tajam.
"Ini bukan sekadar bisnis. Clarissa adalah wanita yang terdidik dan anggun. Keluarga Wijaya sangat menyayanginya, meskipun..."
Baskara menggantung kalimatnya sejenak.
"Meskipun dia adalah anak angkat mereka.
Clarissa diangkat setelah putri kandung mereka hilang belasan tahun lalu.
Tapi itu tidak mengubah statusnya sebagai pewaris tunggal kekayaan Wijaya."
Arkan memalingkan wajah,
Ia merasa muak.
Ia tidak peduli Clarissa itu anak angkat atau anak kandung.
Baginya,
pernikahan tanpa cinta adalah sebuah transaksi yang dingin.
"Aku tidak bisa, Ayah," tegas Arkan.
"Kamu harus bisa, Arkananta!"
Baskara tiba-tiba terbatuk hebat, memegangi dadanya.
Wajahnya memucat,
membuat Arkan seketika panik dan mendekat untuk menopang tubuh ayahnya.
"Ayah... Ayah tenanglah," ucap Arkan cemas.
Baskara mencengkeram lengan Arkan dengan sisa tenaganya.
"Ini permintaan terakhir Ayah, Arkan. Sebelum jantung Ayah berhenti berdetak, Ayah ingin melihatmu bersanding dan menikah.
Berikan Ayah cucu dari pernikahan yang sah, agar takhta Mahendra punya penerus setelahmu."
Kemudian Setelah itu,
Arkan melangkah masuk ke dalam kamarnya,
Ia melepaskan dasinya dengan kasar,
lalu mengempaskan tubuhnya ke sofa besar,
Pikiran Arkan saling tarik-menarik.
Di satu sisi,
bayangan wanita pelayan itu tetap di ingatannya.
Namun di sisi lain,
bayangan wajah ayahnya,
Baskara Mahendra,
yang sakit-sakitan terus menghantuinya.
"Apa yang harus aku lakukan? apa aku harus benar-benar harus menuruti kemauan Ayah?"
gumam Arkan pelan,
suaranya bergema di ruangan yang sunyi itu.
Ia memijat pelipisnya yang berdenyut.
Kondisi kesehatan Baskara yang menurun,
membuat Arkan merasa tidak berdaya.
Menolak perjodohan dengan Clarissa,
Namun,
Walau hatinya menolak perjodohan itu.
Karna Arkan merasa tidak tertarik dengan wanita manapun,
Hati nya seolah sudah terkunci rapat sejak malam itu,
dalam hati Arkan telah terisi oleh sosok pelayan wanita itu,
pelayan wanita yang menghilang begitu saja sejak malam itu,
Kemudian Arkan menghela napas panjang,
"Meskipun sulit, apa aku harus mencoba menerimanya dan mengikuti kemauan ayah?"
batin Arkan dengan nada putus asa.
"Demi Ayah... aku akan berusaha menerima perjodohan ini. Aku akan mencoba membuka hati untuk Clarissa,."
Ucap Arkan di kesendiriannya.
Arkan Kemudian memejamkan mata,
namun bayangan wanita pelayan itu kembali muncul,
Namun Seketika,
Suasana di dalam kamar Arkan,
mendadak terasa semakin sesak ketika pintu terbuka,
Baskara Mahendra melangkah masuk ke dalam kamarnya,
dengan tongkat penyangganya,
Langkahnya pelan namun penuh wibawa,
Baskara membuka pintu kamar,
Dan berhenti tepat di depan Arkan,
Ia menatap putra tunggalnya,
dengan sorot mata penuh harapan,
"Arkan,"
suara Baskara terdengar berat dan serak.
"Ayah harap kamu tidak berubah pikiran. Kamu sudah setuju untuk Ayah jodohkan dengan Clarissa bukan, jadi Ayah mohon... jangan mengecewakan Ayah kali ini."
Ucap baskara sambil memandang ke arah wajah Arkan.
Setiap kata yang diucapkan Baskara terasa seperti mengunci kebebasan bagi Arkan.
Arkan hanya bisa terdiam.
dan Ia tidak memjawab apapun,
Ia hanya diam seribu bahasa,
menatap lurus ke arah jendela tanpa ekspresi,
sementara tangannya mengepal kuat di balik saku celananya.
Keheningan Arkan adalah bentuk pemberontakan yang tidak tersampaikan.
Di Dalam hatinya,
Bagaimana aku bisa menjalankannya nanti? Pernikahan tanpa cinta...
batin Arkan perih.
Arkan membayangkan masa depannya,
yang akan terasa seperti sandiwara.
Ia Menjalani hari-hari nya bersama Clarissa,
sementara pikirannya terus berkelana mencari sosok pelayan hotel itu,
yang telah mencuri jiwanya.
Baginya,
menikahi Clarissa adalah sebuah pengkhianatan terhadap perasaannya sendiri,
namun menolak Baskara adalah sebuah pengkhianatan terhadap bakti seorang anak.
Kemudian baskara berbicara lagi,
"Ayah hanya ingin melihatmu mapan dan memiliki keturunan sebelum Ayah benar-benar pergi,"
tambah Baskara, mencoba menyentuh sisi emosional Arkan.
Mendengar itu arkan masih tetap terdiam.
Melihat Arkan yang masih terdiam,
Akhirnya baskara memilih pergi,
melangkah keluar dari kamar Arkan,
Kepergian Baskara meninggalkan keheningan yang menyesakkan di dalam kamar.
"Ayah harap kamu tidak mengecewakan ayahmu yang sudah tua ini, Arkan..."
Kata-kata itu slalu terngiang di kepala Arkan.
Begitu pintu tertutup,
Arkan berteriak frustrasi,
Dan Langsung membuang semua barang di atas meja,
PRANG!
"Selalu seperti ini!"
teriak Arkan dalam kesunyian kamar.
"Dari kecil, Ayah selalu mengutamakan keinginannya sendiri! Apa pun yang kulakukan, apa pun yang kuraih, semuanya harus demi Mahendra Group, demi kejayaan yang Ayah bangun!"
Ucap Arkan frustasi.
"Bahkan jodohku pun harus ditentukan oleh Ayah,"
Ucap Arkan dengan nada emosi.
gak sadar diri cm anak pungut 🤣🤣🤣
mna ada seorang ibu yg sdh kehilangan anak tp giliran keberadaan anak nya sdh ada titik terang ,, Dia TDK mau menerima nya 🤬😡
kaan ibu yg tolooooool bgtu ,, ibu brengseeek nama nya 🤬😡
naluri nya sbgi seorang ibu itu gda di diri Siska 🤦🤦🤦🤦🤦
emosi aku .... emosi banget 😤😤😤😤
cb ingin tahu aku kira-kira JK sdh terbukti semuanya ttg keasliannya Zeva anak kandung Wijaya ,,, si Siska bagaimana yaaa sikap nya ❓❓
pembantu menculik anak majikan dan membuang nya ke panti asuhan demi anak nya sndri gak hidup melarat 😡🤬
anak kandung di buang dan anak pembantu JD JD anak majikan 😭🤣🤣
emak dan anak sama-sama jahat nya ,,,, buah jatuh TDK jauh dr pohon nya 🤣🤣