Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Tujuanku bagian 2
Para Mage adalah pusat kekuatan dari umat manusia, akan tetapi tidak semua orang dapat menjadi seorang Mage, mereka harus di pilih oleh Grimoire dengan cara itu mereka dapat menggunakan tehnik sihir yang ada di dalam Grimoire tersebut. Dari seluruh umat manusia yang ada, hanya 20 % diantara mereka yang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang Mage, dan hanya sedikit diantara para Mage itu yang berhasil melawati batasan level 5 ke atas.
Namun dari seluruh Mage tersebut ada beberapa diantara mereka yang memiliki tehnik sihir unik, sebuah tehnik yang mana dapat memproses item material untuk di jadikan Magic item. Mereka adalah para Kreator Magic item, para Mage yang mana membantu Mage lainnya dengan Magic item milik mereka untuk memenangkan peperangan demi peperangan.
Namun karena jumlah mereka lebih sedikit dari Mage biasa, karena itulah Magic item menjadi benda langkah dan juga memiliki harga yang sangat tinggi. Karena hal itulah sebuah Magic item biasanya hanya di miliki oleh Mage berlevel tinggi, ataupun mereka yang berasal dari keluarga terpandang.
“Sudah aku duga, menggunakan cincin ini di kelas akan menarik perhatian banyak orang… yah terserah saja, karena aku juga penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan nantinya” pikir Merlin.
Kemudian tampa memperdulikan sikap dari para murid, penguji nomer 67 langsung berbicara di depan kelas.
“Salam semuanya, untuk 6 bulan kedepan aku akan menjadi guru kalian… selama itu aku harap kalian semua dapat belajar banyak dariku, karena aku sangat tidak menyukai adanya kegagalan dalam kelasku”
Kata-kata dari penguji nomer 67 membuat para murid di kelas A langsung merinding ketakutan, hawa dingin terasa di sekitar leher mereka bagaikan sebuah pisau besi tajam yang diarahkan ke leher mereka. Para murid yang mana merasakan hawa tersebut tidak mengatakan apapun, dan langsung fokus terhadap penguji nomer 67.
Lalu dengan wajah datar penguji nomer 67 memulai pembelajarannya, di dalam kelas penguji nomer 67 menerangkan tata cara untuk mengumpulkan energi force pada jantung para murid, dan juga beberapa saran penggunakan tehnik sihir yang berbahaya. Dan terakhir penguji nomer 67 memberikan sebuah kertas ke seluruh murid yang ada di dalam kelas tersebut, dan dengan nada dingin dia berkata.
“Kalian bisa mengisi apapun di dalam kertas itu, mau itu impian kalian ataupun tujuan kalian… kalian bebas untuk mengisinya, namun tolong di ingat kalau aku ingin kalian mengumpulkannya besok pagi tampa terkecuali”
Penguji nomer 67 kemudian membubarkan kelasnya, dan di sana dia memberikan kebebasan bagi para murid di kelas A untuk melakukan apapun yang mereka mau. Dengan kebebasan yang di berikan, beberapa diantara para murid tersebut langsung membuat kelompok mereka masing-masing, tujuan dari setiap kelompok tersebut beragam.
Ada beberapa murid yang ingin membahas materi yang mereka pelajari, ada juga yang ingin membuat kelompok perburuan untuk keluarga gerbang, dan ada juga yang hanya ingin bersenang-senang dan bersantai tidak melakukan apapun. Namun ada beberapa murid yang tidak tergabung dalam kelompok manapun, diantara mereka Merlin adalah salah satunya.
Merlin yang di kenal sebagai siwa dingin dan sering mengacuhkan orang lain, di acuhkan oleh para murid yang lainnya. Namun Merlin sendiri tidak perduli dengan sikap para murid lainnya, dia kemudian mulai berjalan keluar kelas, dan saat dia akan pergi keluar kelas “Fushhk…” secara tiba-tiba seorang murid laki-laki muncul dengan cepat di depan dirinya.
Dengan nada kesal murid itu kemudian berkata.
“Merlin… kau orang biasa yang mana tidak tahu diri, katakan kepadaku… dari mata kau mendapatkan Magic item itu” kata murid tersebut.
“Hmm… kau, siapa kalau tidak salah… Aaah, benar Fery… kau adalah murid yang terbangkitkan dengan Grimoire elemen angin, dan kalau soal cincin ini… yah katakan saja aku di berikan sebagai hadiah” balas Merlin.
Mendengar hal itu Fery mulai merasa kesal, dia adalah seorang murid dengan tubuh setinggi 180 cm, dengan kulit kecoklatan yang mana memiliki mata hijau terang dan rambut hitam pendek. Fery berasal dari keluarga Mage yang melayani keluarga Greed, dia sudah sering bertatap muka dengan Namos Greed dan juga Lucia Greed.
Karena kecantikan dari Lucia, yang mana membuat banyak lelaki jatuh hati kepadanya termasuk Fery, banyak Mage ataupun pria dari keluarga terkenal yang berusaha untuk mendekati dirinya, akan tetapi Lucia dengan dingin menolak mereka semua dan karena hal itulah dia menjadi bunga yang tak bisa di sentuh oleh siapapun.
Namun Merlin yang telah mendapatkan Magic item level 5 dari Namos kepala keluarga Greed, mengisyaratkan kalau Merlin memiliki hubungan spesial dengan keluarga Greed. Kecemburuan kemudian mulai muncul di dalam hati Fery, karena bagi dirinya hanya dialah yang pantas untuk mendapatkan perhatian dari kepala keluarga Greed dan mendapatkan kesempatan untuk di bersama Lucia Greed.
Dan tampa panjang lebar “Zringgs…” Fery mengeluarkan Grimoire berwarna hijau miliknya, Grimoire tersebut bercorak angin topan yang membawa ratusan daun putih bersamanya. Fery kemudian mengarahkan Grimoire miliknya kearah Merlin dan berkata.
“Merlin, sekarang ini juga aku menantangmu untuk berduel… jika kau kalah maka kau harus menyerahkan cincin itu kepadaku, namun jika aku kalah maka aku akan melalukan satu permintaanmu”
“Ha… Hahahahah… menarik sekali, ternyata seperti ini sifat aslimu… aku kira kau hanya siswa bodoh biasa, baiklah kalau begitu… mari kita berdansa” balas Merlin.
Kemudian pada siang hari itu, Merlin dan juga Fery telah berada di sebuah arena sebesar 5 meter, arena itu adalah arena khusus yang di buat untuk para Mage baru agar dapat berlatih satu sama lainnya. Dan bersama mereka juga, para guru yang mana juga merupakan Mage telah berkumpul karena ingin menyaksikan pertunjukan.
Di tengah-tengah lapangan Fery dan Merlin terlihat telah bersiap, di sana Merlin terlihat bersemangat akan duel mereka. Sementara itu Fery yang melihat Merlin tidak gugup, membuatnya semakin kesal.
“Dasar orang rendahan sialan, akan aku tunjukkan kalau aku lebih baik darinya” pikir Fery.
Guru yang menjadi pengawas duel tersebut dapat merasakan kekuatan energi force dari Fery dan juga Merlin, dia bagaikan diapit oleh dua sosok raksasa yang mana memancarkan aura yang kuat.
“Apa mereka benar-benar Mage berlevel 1, walaupun aku adalah Mage berlevel 3 aku merasa terancam di sekitar mereka” pikir guru yang menjadi pengawas duel tersebut.
Kemudian “Tringgs… Dusshkk…” guru pengawas duel itu menembakkan Magic Missille dengan tangannya, hal itu menandakan kalau duel telah di mulai. Dengan cepat “Wushkk…” Fery langsung melompat mundur untuk menjaga jarak dari Merlin, sementara itu Merlin tetap tenang sambil mengalirkan energi force miliknya ke Black Grimoire.
Melihat Merlin yang santai menghadapi Fery, membuat Fery semakin kesal “Srrahk…” Fery lalu mulai mengalirkan energi force miliknya ke Grimoire miliknya. Lalu “Crraak…” Fery menarik selembar kertas dari Grimoire miliknya, kertas itu kemudian langsung mengeluarkan cahaya hijau terang dan dengan cepat “Funggs…” Fery melemparkan kertas buku Grimoire miliknya kearah Merlin.
“Matilah, Wind Magic Level 1… Wind Blade”
Kertas Grimoire tersebut kemudian berubah menjadi sebuah pedang pendek tajam yang mana bentuknya samar-samar tak terlihat oleh mata, melihat serangan cepat yang mana menuju kearah dirinya, Merlin hanya diam di tempatnya sambil tersenyum karena melihat tehnik sihir elemen angin milik Fery.
.
.
.
Bersambung…..