NovelToon NovelToon
Istri Gendut Kesayangan

Istri Gendut Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Harem / Ruang Ajaib
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Demi bertemu sang ibu, Liya berlari ke portal. Akan tetapi, jiwanya malah berpindah ke dunia hewan. Di sana, dia terkejut mendapati tubuh yang dia tempati sangat gendut berbeda dengan tubuh aslinya. Tabiatnya buruk dan malah mendapatkan empat suami hewan yang ingin membunuhnya karena perjodohan dewa monster. Dengan kematian, maka perceraian bisa terjadi.

"Tidaaaaaaaaak!" Liya menjerit keras, yang dia inginkan bertemu ibunya atau kembali ke dunia asalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Bertemu Suami Pertama

Di sini, saat berumur 17 tahun, betina akan pergi ke aula suci menyentuh batu suci, agar diberikan jodoh jika tidak ada yang meminang. Begitu juga yang dilakukan pemilik asli tubuh gendut ini, dia juga ke aula suci setiap tahun berturut-turut, hingga saat umur 24 tahun, dia diberikan jodoh 4 orang sekaligus oleh dewa hewan.

Jodohnya rata-rata memiliki kultivasi level 10-15. Itu adalah level tinggi di klan ini. Dalam klan yang dipimpin ibunya, ada kurang lebih 30 suku hewan atau satu jenis hewan dalam kelompok besar. Namun di klan lain, tentu saja ada level yang lebih tinggi, karena level tertinggi untuk saat ini adalah kultivasi level 20.

Empat suaminya itu tidak suka padanya, merasa jijik sekali, namun tidak bisa menolak perintah dewa hewan, setiap hari mereka bergiliran mengantarkan hewan buruan untuk makan pemilik tubuh asli ini, sebagai nafkah. Mereka tidak bisa membunuh, tidak bisa menceraikan, hanya berharap jika pemilik tubuh segera mati jika diabaikan. Dengan memenuhi kewajiban makan satu kali sehari saja, agar tidak mendapatkan hukuman dewa hewan.

Liya berjalan perlahan. Tadi, pemilik tubuh ini sudah mati karena terpeleset dari atas tebing. Liya melihat tebing tinggi menjulang, sebenarnya dalam ingatan pemilik tubuh, dia di dorong, tapi tak tahu siapa pelakunya. Dia juga tinggal sendirian, jadi siapa yang akan mendekat ke gua-nya, selain empat suaminya?

Pemilik tubuh ini adalah hewan kelas empat di tahap level satu pemurnian wujud. Setelah mengetahui identitas pemilik tubuh, Liya menggeleng, dia masih terpikir tujuannya. Pergi ke dunia Ibunda!

"Bagaimana ini? Tadi aku masuk tengah malam, sekarang siang di sini. Bagaimana caranya kembali dan menuju ke dunia ibunda. Benarkah, portal hanya terbuka satu kali sepuluh tahun? Aku harus menunggu dan bertahan di dunia ini selama 10 tahun?" Liya menggeleng. "Tidak. Ini tidak bisa. Aku harus mencari tahu pada penduduk dunia ini. Seperti awal aku masuk portal, harus menemukan bulan purnama merah retak!"

Liya berjalan ke depan sampai menemukan danau hijau yang begitu cantik, airnya berkilauan karena terkena cahaya. Liya melangkah dengan lebih cepat sampai ngos-ngosan membawa tubuhnya.

Sesampainya di tepi danau, dia mengambil air untuk diminum, lalu berniat membersihkan diri. Baru saja badannya menyentuh air sebetis, dia dikejutkan dengan suara.

"Huh, Liya kau datang lagi! Aku lebih baik mati tersiksa dari pada harus menyerahkan diriku padamu, dasar menjijikkan!"

Liya menoleh ke samping, seorang pria tampan berambut biru muda yang kepalanya baru muncul dari dasar air, wajahnya memerah, ekor ikannya mengepak. Sorot matanya penuh kebencian menatap tubuh ini.

Ingatan kembali muncul, ini adalah salah satu suaminya pemilik tubuh. Liya sering kali menggoda bahkan memaksa para suaminya agar mau bercinta dengannya, biar pernikahan lebih sah dan mengaktifkan ikatan perkawinan yang dijodohkan oleh Dewa hewan karena sudah satu tahun "Binye" suaminya belum ada yang aktiv bersamanya satu pun. Dia juga sering mengancam dan bertindak berlebihan.

Liya tanpa sengaja menatap dirinya dari pantulan air, dia terkejut sekali melihat penampilan tubuh ini. "Astaga sangat-sangat gemuk! Dagu tubuh ini seperti burung pemakan bangkai, berlipat-lipat lemak. Benjol-benjol besar apa ini?" Dia bermonolog dalam hati sambil meraba tubuh dan wajahnya.

"Liya, seumur hidup ini, aku tidak mau kawin denganmu, tidak akan mengaktifkan kawin kontrak "Binye" dengan kamu, tidak akan pernah! Jangan kira karena di jodohkan dewa hewan dan aku hutang budi mutiara elemen kayu level 15 akan tunduk padamu, setelah aku sembuh dan levelku naik, aku akan mengganti mutiara itu!" teriak pria tampan, siluman ikan, alias duyung danau hijau ini.

Alis Liya mengerut. Kesal. Di kerajaan Nerluc tidak pernah ada orang se-kasar ini padanya, apalagi mengejek dia, di kerajaan Nerluc siapapun akan tergila-gila padanya!

"Siapa bilang aku mau kawin dengan kamu?"

Abyssal Monarch nama siluman ikan ini. Dia tertawa sinis. "Kalau tidak, untuk apa kau datang ke sungai ini dengan pakaian seperti itu?" Menunjuk dengan lirikan.

Nadanya penuh penghinaan. Liya menatap pria di depannya itu, dia memang tampan dan sexsy, tapi apa boleh se-sombong ini kepada dirinya?

"Oh, apa kau punya mutiara dan perhiasan yang sangat berharga, kau orang kaya raya di sini?"

Abyssal tertegun beberapa detik. "Aku tidak pernah bertemu betina tidak tahu malu seperti kamu ini, dasar betina jelek, masih bisa-bisanya bertanya, kau sedang menyindir aku ya, perihal hutang mutiara untuk kesembuhan ibuku!"

Liya menatap datar Abyssal. Dia tidak pernah mendengar seseorang berbicara se-kasar ini sebelumnya. Sebagai Putri Mahkota pun, dia tidak pernah menghina fisik seseorang dan juga tidak mengizinkan para bawahannya menghina atau mem-bully seseorang dengan mencemooh fisik.

Liya mendekat, berjalan lebih dalam ke dalam air, di tempat Abyssal berendam. Lalu, meremas dan mengangkat dagu Abyssal. "Lihat mataku, ulangi kata-kata kau barusan!" Tatapannya tajam.

Tulang pipi Abyssal nampak bergerak, menahan emosi. "Kau betina jelek, tidak tahu malu. Aku pasti akan membunuhmu!" Menepis tangan Liya yang meremas dagunya.

Liya tersenyum. Dia diancam oleh manusia ikan? Dia adalah putri mahkota yang tidak pernah bisa diancam siapapun selama ini.

Plak! Dia menampar manusia ikan itu sekali. "Penga—" Ucapan Liya menggantung di udara. Pengawal dan pelayan? Tidak, dia hanya sendiri di dunia ini sekarang.

"Liya, kau sangat-sangat ingin mau mati ya!" Pupil Abyssal berubah vertikal saking marahnya, rasanya ingin menerkam si bebek jelek karena berani sekali menampar wajah tampannya yang berharga.

Liya ingat, para suami tidak bisa membunuh langsung, mereka akan terkena sial dan hukum alam dari dewa hewan. "Bunuh saja kalau kau mampu!" gertak Liya balik.

Kemudian, Liya kembali berjalan menjauh, keluar dari danau hijau.

"Aku benar-benar seperti raksasa, seperti bukit berjalan. Hah, lelahnya, badan ini pemalas sekali gerak, baru langkah segini sudah ngos-ngosan, rasa mau mati!" gerutu Liya.

Abyssal menatap punggung Liya yang mulai menjauh, dia semakin marah. "Karena betina jelek ini, aku gagal naik tingkat kultivasi dari level 12 ke 13, padahal aku sudah berusaha keras, menghabiskan banyak hewan buruan dan uang untuk membeli beberapa pil. Sekarang, berniat menggoda aku untuk kawin? Tidak akan pernah terjadi!"

Liya berjalan mengikuti ingatan pemilik tubuh, dari danau terus saja berjalan mengikuti jalan setapak di lereng dan ikuti tepi arisan air sungai, akan menemukan beberapa suku, barulah sampai ke guanya. "Hm, ini sangat jauh!"

Di sepanjang jalan, banyak pasang mata melihat Liya, ada yang terang-terangan melihat, ada yang mengintip, dan ada yang bisik-bisik. Lelah berjalan, entah berapa lama, lututnya terasa gemetar, dia kembali terjatuh dan berguling-guling turun.

"Aaaaaa!" Liya berteriak sambil memegangi kepalanya.

Blubub! Tubuhnya berguling jauh turun dan tepat di lubuk sungai, menyebabkan riakan besar di permukaan lubuk itu.

Air sungai disekitar dia jatuh langsung berminyak, karena badannya berkeringat banyak dan belum mandi. "Puaahh! Haaah!" Liya mengambil nafas, berenang kecil ke arah tepi lubuk. "Baiklah, karena sudah basah begini, mari mandi saja!"

Liya menggosok tubuhnya. "Ya ampun, berapa lama dia tidak mandi menggosok badan, tebal sekali dakinya, berminyak begini seluruh badannya." Lalu Liya menenggelamkan kepalanya. "Astaga, kepala ini banyak sekali kutunya. Jorok sekali, ih!" Liya terus menggaruk kepalanya yang berminyak dan berkutu.

1
echa purin
👍
Lestari Ami'ne Zia
KK rozhhh kok upp nya lama bingitzz... g kaya puasa tiaph harii
Yani
Lanjut, semangat update terus Thorrr 🥰🥰🥰
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ada ada aja ulah si rubah satu ini /Facepalm/
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
mulai terbongkar juga akhirnya kebusukan mereka
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
akhirnya up juga kak thor, udah lama menantikannya
Musdalifa Ifa
walaupun punya lama klo sekali up banyak begini sih oke aja✌️🤭🤭🤭
Marsya
liya ngamok tuch suamimu😉😉😉
restu s a
terimakasih thor.
q tunggu lanjutanya
restu s a
Semangat thor
restu s a
terimakasih thor
Lestari Ami'ne Zia
besok up LG ya KK rozhhh 💪💪
Lestari Ami'ne Zia
ad AP dengan loki
Lestari Ami'ne Zia
uchhhh mksh thorrr
Lestari Ami'ne Zia
🥰🥰🥰🥰udah up mksh
Lestari Ami'ne Zia
ohhh....... apakah Hiatus KK rozhhh
Ujang Surya
ditunggu lagi up selanjutnya thor
Ujang Surya
eh Riris ulat bulu
Lestari Ami'ne Zia
😌harus menunggu BRP lama LG KK rozhhh Upin.ya
restu s a
lanjut thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!