NovelToon NovelToon
Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi Di Balik Gerbang Kampus)

Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi Di Balik Gerbang Kampus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College
Popularitas:59.4k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Lanjutan dari "Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)"

Rachel dan Ronand menapaki jenjang pendidikan kuliah. Jurusan yang mereka ambil pun berbeda. Ronand dengan sifat serius dan sikap misteriusnya membuat banyak orang penasaran. Sedangkan Rachel, dengan gaya selengekannya namun selalu mencengangkan tentang prestasinya.

Di balik gerbang kampus, mereka mengukir cerita yang baru. Dimulai dari kekeluargaan, persahabatan, dan percintaan yang rumit. Semua akan menjadi satu padu dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghabiskan Waktu

"Oma, itu ada mobil balbie. Beli ya, please." seru Rachel sambil menunjuk mobil mainan untuk barbie miliknya. Sebuah mobil mainan yang lumayan cukup besar dan berwarna pink. Mika menatap Chiara dengan tatapan penuh permohonan.

Chiara mengajak Susan untuk belanja di mall, ada juga Rachel dan Mika yang ikut. Padahal awalnya Chiara hanya mengajak Susan saja, tapi Mika dan Rachel malah ikut. Pasalnya Mika tadi diajak pergi juga oleh Janice yang baru saja pulang dari luar negeri. Namun Mika tidak mau karena Janice akan pergi bersama teman-temannya. Mika merasa dirinya akan tersisihkan kalau pergi bersama Janice karena pasti Mamanya sibuk dengan teman-temannya. Sedangkan Rachel akan ikut kemana pun orang pergi.

"Mahal. Beli mobil di toko oyen aja, kurcaci cadel. Yang harganya 15 ribu itu lho, nanti ada diskon dan gratis ongkir." ucap Rachel yang langsung menarik tangan Mika agar pergi dari sana.

"Ndak minta sama Onty boncel lho Mika ini. Mika mintanya sama Oma Chiala," seru Mika mencoba memberontak agar tangannya dilepaskan oleh Rachel. Chiara dan Susan berada di belakang mereka, lelah sekali mereka dengan kedua perempuan berbeda usia itu.

"Ndak mau, Onty. Mika mau mobil itu," rengeknya lagi.

"Mainanmu di rumah Nenek gayung itu banyak banget, kurcaci cadel. Masa beli mainan lagi. Mending beli makan," ucap Rachel tak peduli dengan rengekan Mika.

Onty pelit,

Bukannya Rachel tak mau menuruti keinginan Mika untuk membeli mainan. Hanya saja mainan Mika di rumah Mama Martha itu sangat banyak. Bahkan punya satu ruangan tersendiri untuk meletakkan mainannya. Padahal Mika jarang sekali memainkannya. Tak lupa dengan di rumah Julian dan orangtua Mika sendiri, dia juga punya koleksi mainan.

"Padahal Mama tuh niatnya cuma mau mengajak kamu aja, nggak mau ajak mereka berdua. Heboh sendiri mereka dan kita malah berasa jadi pengasuh," ucap Chiara dengan pelan pada Susan yang berjalan di sampingnya.

"Maaf, Ma. Ucan yang bilang kalau mau pergi sama Mama. Ucan nggak bisa bohong sama Achel," Susan merasa bersalah setelah mendengar ucapan Chiara. Di balik ikutnya Rachel dan Mika, ada peran dirinya yang memberitahu pada mereka.

"Nggak papa. Lagian tanpa kamu beritahu, si Achel juga bakalan tahu sendiri. Itu telinga Achel ada dimana-mana. Informasi apapun pasti Achel bisa tahu," ucap Chiara sambil merangkul bahu Susan.

Tampak sekali Susan masih sedikit canggung jika ngobrol dengan mertuanya itu. Biasanya dia akan asal saja jika berucap, sebelum menjadi istri Ronand. Namun sekarang, ia lebih menjaga sopan santunnya agar tidak melukai hati Mama mertuanya. Keduanya segera saja menyusul Rachel dan Mika yang sudah berada di sebuah restorant.

"Kalau makan aja, anteng. Mana kompak banget," sindir Susan yang merasa ditinggal oleh Rachel dan Mika. Bahkan keduanya tengah duduk sambil memilih menu yang akan mereka makan.

"Perut kita nggak bisa menunggu, Ucan." ucap Rachel tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Susan.

"Benal. Masa sudah lapal, kita halus tunggu-tunggu olang." Mika menyetujui ucapan Rachel membuat Susan dan Chiara mendengus sebal.

"Ini yang bayar Rachel kan ya?" tanya Chiara dengan sindirannya.

"Beres. Achel yang bayar, mau traktir Mama dengan uang hasil kerja keras Achel sendiri." ucap Rachel dengan antusiasnya.

Chiara, Susan, dan Mika menatap aneh pada Rachel. Terutama saat mendengar ucapan Rachel tentang uang hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal semua orang juga tahu kalau Rachel belum bekerja. Lalu hasil kerja keras seperti apa yang dimaksud oleh Rachel itu?

Kelja apa, Onty boncel? Pelasaan kalau di lumah, Onty cuma tidul atau nonton dlama.

Wah... Kerjaan Onty tuh nggak perlu pergi-pergi, cukup di rumah aja uang juga mengalir deras.

Kerja apaan tuh, Chel?

Merampok Opa dan Nenek gayung,

Huuuuu...

Hahaha...

Halo, Rachel. Boleh bergabung makan di sini?

Eh...

***

"Pembagian kelompok tugas sel dan genetika. Setiap kelas dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok menyesuaikan jumlah mahasiswa di kelas. Siapkan materi yang akan didiskusikan esok hari dengan anggota kelompoknya, buat laporan untuk dikumpulkan minggu depan sekaligus presentasi. Esok hari, saya tidak masuk mengajar."

Pesan yang dikirim oleh seorang dosen untuk mata kuliah sel dan genetika pada grup kelas. Ronand yang membacanya langsung menghela nafasnya kasar. Baru juga awal masuk, dosen sudah tidak mengajar dan minta agar membentuk kelompok. Ia malas sekali untuk berinteraksi dengan teman sekelasnya yang resek sejak awal bertemu.

"Kenapa, Bang?" tanya Arvan yang melihat wajah Ronand tampak muram setelah melihat ponselnya.

"Tugas kelompok kuliah," ucap Ronand membuat Arvan terkekeh pelan. Ia tahu sekarang mengapa wajah dari Ronand itu tampak muram.

"Cukup duduk dan lihat siapa yang mau satu kelompok sama kita. Kalau udah dapat kelompoknya, duduk dan diam saja. Jadi anggota pasif aja biar nggak dimanfaatkan. Kecuali kalau Abang udah gereget sama semua anggota kelompoknya yang tidak bisa kerja, baru lah Abang bertindak."

"Bukan demi kelompok sih, tapi nilai Abang sendiri." ucap Arvan memberikan saran.

"Adik Abang ini emang luar biasa sih. Kalau kasih saran, kaya orang yang udah paling berpengalaman." ledek Ronand membuat Arvan tertawa.

Arvan memang pintar dalam memberikan ide dan saran, namun untuk menjalankannya sangat susah. Bahkan tak jarang Arvan ini memilih acuh daripada mempersulit diri sendiri. Saat keduanya asyik berbincang, Julian datang dengan masih memakai jas kerjanya.

"Kalian ngapain di sini?" tanya Julian yang langsung duduk di samping Arvan.

"Lagi bangun rumah," jawab Ronand membuat Arvan menahan tawanya.

"Rumah semut," tambah Arvan membuat Ronand terkekeh pelan.

Sangat menyebalkan...

"Tumben pulang sore, biasanya siang udah ada di rumah." ucap Ronand yang sudah seperti sebuah sindiran.

"Kerjaan banyak. Kamu tuh sengaja kan? Yang buat perusahaan jadi tambah sibuk dan banyak kerjasama masuk," seru Julian menuduh Ronand melakukan hal yang membuatnya sibuk di kantor.

"Biar banyak duitnya. Ingat ada anak dan istri yang harus diberi nafkah," ucap Ronand membuat Julian menatapnya sinis.

Anaknya yang satu ini memang menyebalkan sekali. Dia dan Gema sampai kuwalahan karena memeriksa berkas kerjasama dari banyak perusahaan, terutama luar negeri. Hal ini dikarenakan Ronand melakukan marketing sendiri diam-diam agar penjualan alat dan robotnya semakin dikenal di luar negeri.

Ayo kita makan di luar,

Ini juga udah di luar rumah,

Pletakkk...

Bukan itu maksud Papa, Ronand. Kita makan di restorant, bertiga aja. Cewek-cewek kan lagi keluar belanja juga,

Dih... Kesepian ya?

Papa serius, Ronand. Bercanda mulu dari tadi,

Eh alah... Sensi amat. Ya udah ayo buruan, Papa yang bayar.

Gendong...

Minggir sana, Ronand. Udah punya istri masa minta gendong Papa,

Hahaha...

1
ririen handayani
goodddd 👍👍👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 cerdas👍👍👍
ririen handayani
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dasar si julian
ririen handayani
😄😄😄😄😄
Atik Kiswati
jaman skrg jangan polos2 bgt....kesannya mlh jadi blo on bin oon entar......
muhammad ibnuarfan
gak suka nya di sini tu...Chiara terlalu bodoh jadi emak...insting keibuan nya gak tajam sama sekali...boleh positif thinking...tapi juga harus waspada dong...😤
Sani Srimulyani
wow pasti kali ini ronand yang bergerak.
Atik Kiswati
next....
Sani Srimulyani
lucu juga kalo denger ronand debat sama papa Julian, pasti ujung2nya papa Julian yang kena.....
Atik Kiswati
lnjt.....
Ita Xiaomi
Auto sawan😁
Keinara Leticia
baca ulang karena akun hilang🫣🫠
Ayudya
mang kalau keturunan papa dullian ga kaleng kaleng 🤣🤣🤣🤣kalau suruh jail🤣🤣🤣🤣
black secret
next
Atik Kiswati
mangkanya jadi dosen jangan songong....
tia
lanjut thor
Sani Srimulyani
waaahhh ada yang cari perkara nih orang.....
Healer
Lucky dtg ke kampus k utk berjumpa dgn Achel??
Atik Kiswati
nah...lho.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!