Semoga kalian suka ya.
Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.
Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.
Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kawasan Elf
Setelah menyebrangi sungai dengan aman, mereka tiba di tepian lain yang langsung masuk ke kawasan perbatasan Hutan Pohon Beringin.
Tak jauh dari sana, ada pasar terbuka kecil yang di kelola oleh komunitas Elf – tenda-tenda kayu berwarna cerah berjajar rapi, dengan berbagai barang dagangan mulai dari makanan segar hingga perlengkapan perjalanan.
Naomi: "Wah, pasarnya ramai ya! Kita harus belanja sedikit barang kebutuhan nih, Liam. Tas kita hampir kosong lho, dan juga nelayan-nelayan tadi memberikan kita uang yang cukup untuk membeli keperluan."
Liam: "Iya benar. Kita butuh makanan yang awet, obat-obatan kecil, dan mungkin tali tambahan untuk tas."
Stella: "Saya bisa membantu memilih barang yang baik dan tidak mahal. Dark Elf biasanya pandai menilai kualitas barang dengan cepat."
Mereka berjalan ke sekitar pasar, melihat-lihat berbagai dagangan. Naomi tertarik pada gerai yang menjual buah-buahan segar dari hutan, sementara Liam mencari gerai yang menjual roti gandum khas Elf.
Saat Liam sedang menawar harga roti dengan penjual Elf muda, Naomi secara tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang membawa keranjang penuh tanaman kecil
Naomi: "Wah maaf ya! Aku tidak sengaja."
???: "Tidak apa-apa..." dia mengangkat kepalanya, matanya sedikit menyipit saat melihat Liam yang sedang datang mendekat "...Tapi kamu... aku sudah melihat kamu sejak kamu keluar dari desa Candra bukan?"
Liam: "Kau mengenalku?"
Lyra: "Nama saya Lyra. Saya adalah penjaga perbatasan hutan ini. Aku telah mengamati kamu berdua sejak kamu menyelamatkan Beast itu di tepi desa kamu. Dan kamu juga..." dia melihat ke arah Stella dengan tatapan waspada "...Dark Elf. Apa maksud kamu datang ke wilayah kami?"
Stella: "Kita tidak ada niat jahat. Kami sedang mencari cara untuk menghentikan Awan Gelap."
Lyra: "Menghentikan Awan Gelap? Banyak orang bilang begitu, tapi tidak banyak yang benar-benar berani menghadapinya. Apalagi dengan membawa seorang Dark Elf bersamamu."
Naomi: "Kamu salah paham! Stella sudah banyak membantu kita. Dia juga punya alasan sendiri untuk menghentikan Awan Gelap."
Lyra: "Alasan? Saya juga punya alasan! Ayah saya adalah salah satu penjaga utama hutan yang hilang saat mencoba mengusir Awan Gelap dari sini beberapa bulan yang lalu!"
Liam: "Kita mengerti perasaanmu. Kedua orang tuaku juga meninggal karena dampak Awan Gelap. Itulah sebabnya kami bergerak – bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk semua orang yang menderita karena itu."
Lyra diam sejenak, melihat wajah Liam yang tulus dan Naomi yang penuh semangat. Dia kemudian menurunkan pandangannya ke keranjang tanaman yang hampir terbalik
Lyra: "Baiklah... mungkin aku terlalu cepat menilai. Mari kita duduk sebentar di warung teh di sana, aku punya banyak hal yang ingin tanyakan."
Mereka duduk di warung kecil yang menjual teh herbal khas Elf. Di sana, Lyra mulai bercerita tentang komunitas Elf yang kini sedang kesusahan karena hutan mulai mati perlahan akibat energi gelap yang menyebar dari arah Hutan Awan Gelap.
Lyra: "Hutan ini seperti keluarga bagi kami. Setiap pohon, setiap tanaman punya makna tersendiri. Tapi sejak Awan Gelap datang, banyak pepohonan besar mulai layu dan mati."
Liam: "Kamu tahu tidak ada cara lain selain kita bekerja sama dengan semua ras?"
Lyra: "Aku tahu. Leluhur kita dulu bekerja sama untuk menjaga keseimbangan benua. Tapi hubungan antara Elf dan Dark Elf..."
Stella: "Aku mengerti perasaanmu. Tapi masa lalu bukan alasan untuk tidak bekerja sama saat dunia dalam bahaya. Teman masa kecil saya juga hilang karena Awan Gelap – itu adalah alasan saya bergabung dengan mereka."
Naomi: "Kalau kamu mau bergabung dengan kita, kita akan lebih kuat! Kita bisa mencari ayahmu juga saat kita berjalan."
Lyra berpikir sebentar, lalu mengambil secangkir teh dan meneguknya perlahan
Lyra: "Baiklah. Aku akan bergabung dengan kalian. Tapi aku akan selalu waspada, terutama terhadapmu, Dark Elf."
Stella: "Saya mengerti. Saya juga tidak mudah mempercayai orang lain. Tapi kita akan lihat saja nanti."
Liam: "Terima kasih, Lyra. Sekarang kelompok kita semakin besar. Semoga kita bisa menemukan jawaban yang kita cari."
Mereka melanjutkan berbelanja sedikit barang kebutuhan – beberapa buah segar, roti gandum yang cukup untuk beberapa hari, obat-obatan dari tumbuhan hutan, dan tali baru untuk tas.
Setelah selesai berbelanja kebutuhannya, Lyra mengajak Liam, Naomi, dan Stella menuju dalam hutan.
Jalan yang mereka lalui penuh dengan pepohonan beringin besar yang menjulang tinggi – akarnya seperti tangan besar yang menyatu dengan tanah, sementara dedaunannya rindang memberikan naungan yang sejuk.
"Ada sebuah penginapan kecil yang biasanya digunakan oleh tamu yang datang ke komunitas kita," ucap Lyra sambil memecahkan jalan melalui semak-semak yang rimbun.
Lyra melanjutkan. "Tempatnya tidak terlalu mewah, tapi cukup nyaman untuk istirahat dan menyimpan barang-barang kalian."
Tak lama kemudian, sebuah bangunan kayu berlantai dua muncul di depan mereka.
Dindingnya dihiasi dengan ukiran pohon beringin yang indah, dan di depan pintu ada taman kecil dengan berbagai tanaman obat yang terawat rapi.
Mereka memasuki kamar yang cukup luas dengan empat tempat tidur kayu dan sebuah meja kecil di tengah ruangan.
Setelah menyimpan barang-barang masing-masing, mereka berkumpul di teras belakang penginapan yang menghadap ke hamparan hutan yang indah. Lyra membawa secangkir teh herbal hangat untuk masing-masing orang.
Lyra: "Saat ini aku punya banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan, Liam."
Liam: "Tanya saja apa saja yang kamu mau tahu."
Lyra: "Kamu bilang kamu ingin menghentikan Awan Gelap. Tapi bagaimana caramu? Dan yang lebih penting – apakah kamu cukup kuat untuk melakukannya?"
Pertanyaan itu membuat Liam terdiam sejenak. Dia melihat ke arah malam yang sudah mulai menjelma, lalu kembali ke wajah Lyra yang penuh dengan keraguan dan harapan.
Liam: "Aku... tidak tahu pasti bagaimana caranya. Aku hanya berpikir kalau aku bergerak cepat, aku bisa menemukan jawaban sebelum terlambat."
Naomi: "Liam..."
Liam: "Tapi kamu benar, Lyra. Aku terlalu tergesa-gesa. Aku hanya terpikir ingin segera menghentikan semua penderitaan ini karena ingatan kedua orang tuaku yang meninggal. Aku tidak pernah berpikir apakah aku cukup kuat, atau apakah langkah-langkahku benar."
Stella: "Itu adalah kesalahan yang wajar. Banyak orang yang kehilangan orang tersayang karena Awan Gelap akan bertindak tanpa berpikir panjang."
Lyra: "Saya tidak ingin menyakitimu, tapi kita perlu berpikir matang. Hutan ini sudah ada ribuan tahun, dan aku tahu bahwa segala sesuatu di alam memiliki ritme sendiri. Kita tidak bisa hanya datang dan berpikir bisa mengubah segalanya dalam sekejap."
Liam: "Kamu benar sekali. Mungkin aku harus berhenti sejenak di sini, belajar lebih banyak tentang alam dan kekuatan yang aku miliki. Juga belajar dari kalian semua."
Pada pagi hari, Liam terbangun karena suara burung yang berkicau di sekitar penginapan.
Dia melihat Naomi sudah bangun dan sedang melakukan latihan fisik di halaman depan, sementara Stella sedang duduk dengan tenang di teras sambil memegang batu unik yang baru dia kumpulkan dari tepi sungai kemarin.
Naomi: "Sudah bangun, Liam? Aku baru saja selesai latihan pagi. Lyra bilang dia akan menunjukkan kita ke pasar sayur lokal yang hanya ada setiap pagi hari."
Liam: "Baik, aku akan siap sebentar lagi."
Setelah sarapan dengan roti gandum dan teh herbal, Lyra mengajak mereka berjalan ke pasar kecil yang berada di tengah komunitas Elf.
Di sana, mereka melihat berbagai jenis sayuran segar, buah-buahan, dan bahan makanan lainnya yang ditanam oleh anggota komunitas.
Lyra menunjukkan sebuah gerai yang menjual sayuran hijau segar
Lyra: "Ini sayuran yang kami tanam sendiri tanpa menggunakan pupuk buatan. Coba rasakan energinya – kamu bisa merasakan bagaimana mereka terhubung dengan alam."
Liam: "Benar sekali. Energinya sangat bersih dan stabil."
Stella: "Di komunitas kami juga ada pertanian di atas tanah, meskipun sebagian besar kita tinggal di bawah tanah. Kita biasanya menanam umbi-umbian dan jamur."
Naomi melihat gerai yang menjual makanan ringan dengan mata penuh ketertarikan
Naomi: "Wah, itu apa ya? Wanginya sangat harum!"
Lyra: "Itu adalah pai buah hutan khas kami. Kamu mau coba?"
Naomi: "Bolehkah? Tapi uang kita sudah hampir habis lho."
Penjual Elf yang ramah itu tersenyum dan memberikan sepotong pai kecil
Penjual Elf: "Ini boleh kamu coba. Kamu adalah tamu Lyra, kan? Semoga kamu suka."
Naomi: "Wahh! Terimakasih!"
Setelah berkeliling pasar, mereka kembali ke penginapan. Lyra kemudian mengajak Liam untuk belajar tentang bagaimana cara Elf berkomunikasi dengan alam.
Lyra: "Untuk bisa mengendalikan elemen tanah dengan benar, kamu tidak hanya perlu menyerap energinya – kamu harus merawatnya seperti merawat dirimu sendiri. Coba sentuh tanaman kecil ini."
Liam menyentuh daun tanaman obat yang ada di taman depan penginapan. Dia mulai merasakan getaran energi yang lembut dan hangat
Liam: "Aku merasakannya... seperti dia sedang berbicara padaku."
Lyra: "Ya. Setiap makhluk hidup punya cerita dan energi sendiri. Jika kamu bisa menghargainya, alam akan membantu kamu."