NovelToon NovelToon
Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)

Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Cintapertama
Popularitas:47.8k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Tiga tahun mengabdi sebagai seorang istri yang patuh dan di jadikan pengasuh anaknya. Marissa akhirnya menyerah setelah tahu dia di khianati. Bahkan putra sambung yang dia rawat selama ini tak lagi memihaknya.

Marissa marah, Dia yang seorang artis terkenal takkan akan diam dan akan balas semuanya.

Di sisi lain, Mendengar kakak angkat sekaligus wanita yang di cintainya terkhianati. Tentu saja Dylan murka. Pria itu takkan pernah mengampuni siapapun yang berani menyakiti Marissa, Wanita yang sejak dulu diam-diam ia sukai.
•••••
"Kau mencintaiku? Aku kakak mu..." Marissa Nugroho

" Kita sudah menjadi pasangan kakak beradik, Apa salahnya kita menjadi pasangan suami istri..." Dylan Sean Abraham.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Benci Kamu!

"Papaaaa huhuhu.. Papa kenapa pa?? Kenapa Papa luka-luka begini.. Huhuhu..." Tangis Kenan pecah. Bocah itu sangat terkejut begitu pulang bermain rumahnya sangat berantakan. Dan lebih terkejut lagi ialah setelah mengetahui wajah papanya babak belur dan penuh dengan luka.

"Papa gapapa, Tadi ada rampok masuk, Anggota mereka banyak dan Papa di keroyok. Makanya Papa jadi babak belur begini.." Kata Gilang beralasan. Dia tak mau menceritakan apa yang telah terjadi sebenarnya. Dan masih beruntung Kenan tak ada di rumah melainkan pergi ke rumah temannya untuk kerja kelompok. Sementara Bibi, Wanita paruh baya itu tengah pergi berbelanja. Jelas saja Bibi tidak tahu masalah apa yang telah menimpa rumah ini.

"Tapi Papa gapapa kan? Papa luka.." Kenan menghapus air matanya, Gilang mencoba tersenyum melihat kekhawatiran putranya itu. Andai saja ibu Kenan masih ada, Mungkin hal seperti ini tidak akan pernah terjadi.

"Ya, Kenan pasti capek kan setelah tadi pergi bermain. Mending sekarang Kenan ke kamar dan tidur.." Gilang melihat Bibi yang berdiri.

"Bi antar Kenan ke dalam kamarnya ya..

"Baik Pak.." Kenak pun menurut apa kata Gilang untuk pergi ke kamarnya. Sejenak Gilang terdiam, Matanya tak lepas dari darah di lantai yang telah mengering itu.

"Icha.." Gumam Gilang, Ada rasa sesal di dalam hatinya setelah pria itu sadar kalau tamparan yang kedua tadi sangat keras sekali. Kalau tidak keras tidak Mungkin Icha sampai terpelanting dan berdarah-darah.

"Apa yang terjadi padanya.. Kenapa Icha sampai berdarah seperti itu? Apa jangan-jangan..

"Pak, Apa tidak sebaiknya Bapak pergi ke rumah sakit saja.. Takut nanti infeksi Pak.. " Kata Bibi setelah wanita itu kembali dari kamar Kenan. Gilang cukup terkejut dengan kedatangan Bibi yang menurutnya tiba-tiba itu.

"Baiklah Bi.. Kalau gitu saya ke rumah sakit sekarang.." Dengan sisa tenaganya Gilang bangkit hendak pergi..

"Pak..

"Iya Bi..

"Apa tidak sebaiknya Bapak Gilang istirahat saja, Soal dokter biar saya yang panggilkan kesini.. " Gilang menggelengkan kepalanya pertanda menolak solusi yang di berikan oleh Bibi.

"Gak perlu Bi.. Biar saya ke rumah sakit saja.. Bibi di rumah jaga Kenan ya... Sekalian beresin ini rumah.." Kata Gilang yang langsung di respon anggukan kepala oleh Bibi.

Seperginya Gilang, Bibi hanya bisa menghela nafas panjang. Bibi melihat ke arah lantai dimana darah menggenang disana. Setelah Kenan pergi bermain tadi Bibi memang langsung pergi. Makanya dia tidak tahu huru hara apa yang telah terjadi.

"Kemungkinan darah ini adalah darah Nyonya Icha.. Apa yang telah terjadi sebenarnya.." Gumam Bibi. Bibi menggelengkan kepalanya, Dia tak mikir apapun setelah ini akan lebih baik kalau dia fokus untuk bersih-bersih rumah ini.

Yang menjadi pertanyaan ialah, Bagaimana bisa Icha sampai berdarah seperti itu?

"Sudahlah, Lebih baik aku bersihkan saja dulu..

Bibi berbalik badan hendak mengambil alat namun langkahnya terhenti setelah Bibi melihat koper disana.

"Ini bukannya koper Nyonya.. Jangan-jangan Nyonya mau pergi dari rumah ini. Terus Pak Gilang ngelarang.. Dasar pria plinplan.. Berani main perempuan, Berani selingkuh. Giliran mau di tinggal pergi gak mau.. Dasar pria gila.." Umpat Bibi pada Gilang. Lagipula siapa yang tidak kesal, Kalau memang sudah tidak suka, Atau memang sudah bosan. Tidak perlu di selingkuhi, Bicara baik-baik dan katakan apa yang sebenarnya terjadi. Ceraikan dulu agar si wanita dapat status di pria pun juga.

...****************...

Sebenarnya Gilang juga merasa sangat lemas sekali setelah dia di pukul habis-habisan oleh ayah mertuanya. Akan tetapi Gilang memilih berobat seorang diri ke rumah sakit bukan tanpa alasan.

Selain memeriksakan luka yang ada di tubuh dan wajahnya. Gilang juga ingin tahu kondisi istrinya. Wanita itu tadi berdarah, Dan darah yang keluar dari bagian itu kebanyakan adalah wanita yang sedang hamil.

"Lukanya cukup parah ya pak.. Anda harus rutin minum obat serta lukanya di obati.." Jelas dokter pada Gilang. Setelah selesai di periksa, Gilang mencoba mencari ruangan Icha. Dia yakin kalau isinya itu di bawa ke rumah sakit ini.

Tanpa bertanya lebih dulu Gilang akhirnya menemukan ruangan dimana Icha berada. Terbukti bahwa Brian dan Dylan ada di depan ruangan itu.

Dengan penuh yakin Gilang melangkah. Akan tetapi langkah tersebut terhenti ketika Brian menghadang pria yang masih menjadi menantunya itu.

"Mau kemana?" Tanya Brian, Tatapan pria paruh baya itu tidak senyaman dan seramah biasanya. Tatapan ramah tamah itu berubah menjadi sangat mengerikan.

"Pi, Izinkan Gilang ketemu sama Icha..

"Icha tidak ada, Lebih baik kau pulang...

"Gilang tahu Icha ada di dalam, Jadi izinkan Gilang ketemu ketemu sama Icha bentar aja Pi.." Dylan yang sejak tadi menahan emosi pun kini sudah tak dapat menahan lagi.

Bugh!

Dylan memberikan hadiah bogem mentah pada Gilang membuat pria yang masih berstatus suami Icha itu tersungkur.

"Setelah kau buat Kak Icha celaka, Sekarang dengan muka tembokmu itu kau datang dan ingin bertemu dengan Kakak? Mimpi sana..." Gilang berusaha bangkit dengan susah payah. Dia mengusap ujung bibirnya yang berdarah. Baru saja di obati oleh dokter sudah di tonjok lagi.

"Aku hanya ingin bertemu istriku untuk melihat bagaimana kondisinya.. " Mendengar itu, Brian terkekeh sinis..

"Melihat kondisinya setelah kau membubuh bayi yang dia kandung?

Deg!

"Pembunuh lo...

Jantung Gilang seketika berdetak tak karuan. Apa katanya tadi? Icha mengandung?

"Sekarang kau..

"Pi.." Ucapan Brian terhenti setelah mendengar istrinya memanggil. Brian menoleh..

"Iya Mi..

"Biarkan dia masuk, Icha ingin bertemu dengannya.." Kata Arumi. Mungkin saja keributan yang terjadi terdengar hingga kedalam sehingga Icha ingin bertemu dengan Gilang.

Mereka masih suami istri biarkan saja dulu mereka bicara.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Dengan terpaksa Brian memberikan izin untuk Gilang masuk ke ruang rawat sang putri. Gilang yang di izinkan masuk pun begitu antusias.

"Ini.. Tanda tangani surat itu.." Baru saja masuk dan bertemu dengan istrinya. Gilang langsung di suguhkan oleh surat yang terbungkus map cokelat.

"Ini berkas apa?" Tanya Gilang pada Icha. Wanita itu tak melihat ke arahnya sama sekali. Sepertinya Icha sangat enggan menatap wajah yang dulu dia idam-idamkan itu.

"Kau seorang dosen kan? Mustahil kalau kau tidak bisa baca." Gilang akhirnya membuka map tersebut lalu membacanya. Betapa terkejutnya Gilang bahwa surat yang terletak rapi di dalam map itu adalah sebuah surat gugatan cerai. Disana tanda tangan milik Icha telah terbubuh. Kini hanya tinggal Gilang saja yang belum tanda tangan.

"Icha ini surat cerai..

"Memang? Lalu kenapa? Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku Gilang.. Jika aku sudah berkata A maka harus A. Cepat tanda tangani surat itu agar semua menjadi lebih mudah. Kita menikah di ibu kota kan? Akan lebih baik kalau tidak datang saat sidang nanti.." Gilang tak percaya dengan semua ini. Icha yang terlihat sangat pendiam dan penurut itu ternyata bisa bersikap seperti ini.

Meski Icha sedih dan terluka karena kehilangan bayinya. Namun dia yang seorang wanita kuat takkan menangis di hadapan pria itu.

"Icha.. Aku datang kesini karena ingin melihat kondisi mu.. Aku dengar kalau kamu mengandung dan bayi yang kau..

"Ya! Bayi yang aku kandung telah tiada Gilang.. Dan kau ingin tahu siapa yang telah melenyapkannya?" Tatapan Icha menajam membuat Gilang menelan salivanya.

"Yang menghabisi bayiku adakah ayahnya sendiri.. Dan kau tahu? Aku tidak sedih dengan semua ini karena apa? Karena akan lebih baik bayi itu pergi daripada harus punya ayah semacam kamu.. Aku tidak ingin anakku bernasabkan seorang Gilang.." Jujur sebenarnya dalam hati icha bertolak belakang dengan apa yang dia katakan barusan. Jangan tanya sedih atau tidak, Ibu mana yang tidak sedih kehilangan buah hatinya apalagi buah hati itu belum lama tinggal di rahimnya.

"Icha..

"Aku benci kamu!" Ucap Icha penuh dengan penekanan.

"Sekarang tanda tangan.. Setelah itu kau bisa langsung menikahi dosen gatal itu, Beres kan?

TBC

Untuk kemaren up sekali ya.. Mulai jam 09.00 sampai 14.00 ada perbaikan listrik PLN jadi terjadi pemadaman. Terlebih kemaren othor super sibuk jadi gak punya wajah untuk nulis..🙏

1
Evi alvian
widihhh Icha semakin didepan deh..awas Lula bentar lg kau akan mati kutu
Dew666
🌻🌻🌻
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
saat gilang tau kebenarannya, pasti nyesal setengah mati
Yus Nita
hajar trus si pelakor, jangan kasih ampun.
hancur kan siaoa saja yg pernah menyakiti mu Icha.
Naviah
semoga kejahatan Lula dan neneknya Gilang segera terbongkar, dan ngeliat reaksi Gilang kayak apa setelah tau selama ini dia dikhianati orang terdekatnya, istri dan ibu kandungnya dibunuh orang yang selama ini Gilang percaya👀
Naviah
hadeh ngehalu trus nih Lula 😂
Naviah
typo thor, seharusnya bertemu bukan berhenti 🙏
Les Tary
anak pembantu aja belagu
Naviah
Lula terlalu percaya diri
lanjut thor
Ita rahmawati
masih aja sombong ya si alul 🤦🙄🙄
Ayudya
Lula seharusnya kamu tu sadar diri napa.uda anak orang susah tapi belagak anak orang kaya🤣🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
heh anak pembantu dan juga sekalian pelacur murahan, kamu benar-benar ga idiri yah, kamu itu disuruh berlutut ga mau, ya sudah masukkan saja ke dalam penjara, biar mampus sekalian
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
lanjutkan
Ayudya
hais Lula kamu harus siapkan mental kamu buat hadapi pipi Brian agar ga shock jantung🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Teh Euis Tea
idihhh si lula pede bgt yg ada nanti.km di buat malu karna gilang msu minta maaf dgn berlutut
Les Tary
lanjut thor
Yus Nita
ttinggi x ah rasa ke PD an si Pelakor jalang. blom tau aja dia bakal di hempas kan ke jurang yh plg dlm
Lucy
Lula pelakor kau yg akn berlutut dan memohon bukan memenjarakan icha🤣🤣
Evi alvian
akhirnya Gilang menyerah jg dan memohon pada Icha...huhuuu kaciaannnn
Ariany Sudjana
heh pelacur murahan, kamu pikir polisi akan menangkap Icha? kamu ngaca dong, Icha bukan orang sembarangan, kamu hanya anak pembantu dan jadi pelacur lagi, kamu itu hanya butiran debu 😂😂
Yuni Songolass: salah pilih lawan mereka kpn kejahatan si lula itu terbongkar
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!