NovelToon NovelToon
Aku Bisa Memanggil Mahluk Dari Masa Depan

Aku Bisa Memanggil Mahluk Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Dunia Masa Depan
Popularitas:878
Nilai: 5
Nama Author: Back Dragon

Beberapa tahun lalu, berbagai celah ruang-waktu bermunculan, dan Blue Star pun memasuki era supranatural. Setiap orang memiliki kesempatan untuk membangkitkan “panel permainan”.

Lu Heng secara tak terduga membangkitkan kelas Summoner. Namun, makhluk-makhluk panggilannya tampaknya… agak tidak biasa.

……

【Si Bulat Daging】: Sebagai keturunan Dewa Jahat, setiap kali ia dimakan, ia justru menjadi semakin kuat. Ia juga mampu membuat musuh terjerumus ke dalam kekacauan persepsi.

【Anjing Mesum】: Sebagai kaki tangan yang setia, ia dapat berpindah tempat secara instan dan menampar orang, bahkan memutus semua skill lawan.

【Prajurit Medis】: Memiliki kemampuan menukar kondisi luka, dan juga bisa diam-diam mencuri organ milik orang lain.

【Zirah Keadilan】: Makhluk simbiotik yang dipenuhi energi positif. Bukan hanya memiliki daya tempur yang sangat tinggi, ia juga dapat berdiri di puncak moral untuk mengecam musuh, membuat lawan…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Back Dragon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 Ayam Kunkun

Keduanya mulai bergerak maju di padang rumput.

Tak lama kemudian, Lu Heng kembali melihat beberapa ekor ayam jantan berponi belah tengah sedang mematuk serangga di tanah. Di samping mereka bahkan ada sebuah bola basket.

【Ayam Kunkun】

【Atribut: Tidak ada】

“Wah! Kak, kita dapat jackpot! Ketemu makhluk easter egg!” seru Lu Xiaoke dengan gembira sambil melangkah maju dan langsung menghunus pedangnya untuk menebas.

“Buset!” Mata Lu Heng berbinar.

Ini pertama kalinya dia mendengar ada makhluk seperti ini di dalam dungeon.

“Kokokok!”

Ayam-ayam Kunkun itu mulai berteriak panik, mengepakkan sayap hendak terbang kabur, namun sudah lebih dulu diburu dan ditebas oleh Lu Xiaoke.

【Rekan tim Anda membunuh Ayam Kunkun ×4】

【Anda memperoleh EXP ×24】

【Black Iron Level 1 → Black Iron Level 2 (0/50)】

【Spirit 12 → 13】

“Ck… Padahal Spirit-ku sudah cukup tinggi, kenapa atribut acaknya tetap nambah Spirit?” keluh Lu Heng dengan wajah masam. “Kalau terus begini, aku jadi ‘pemuda penuh spirit’ nanti.”

Dia sebenarnya lebih berharap bisa menambah beberapa poin Strength atau Agility agar daya tempur dasarnya meningkat.

Sedangkan poin Spirit terasa agak abstrak—biasanya baru berguna jika dipadukan dengan skill dan perlengkapan tertentu.

Menggelengkan kepala, dia menatap ke depan.

“Kak, lihat kan? Makhluk easter egg memang bagus, bisa drop barang bagus.” Lu Xiaoke menyodorkan sebuah buku sambil tersenyum lebar. “Kakak saja yang pakai.”

【Anda memperoleh Kitab Kekuatan ×1 (menambah 1 poin Strength setelah digunakan)】

“Baiklah.” Lu Heng tidak menolak.

Dia tahu Lu Xiaoke bisa mendapatkan poin atribut dengan melahap material supranatural, jadi jelas tidak kekurangan buku semacam ini.

【Strength 10 → 11】

Merasakan peningkatan tenaga di tubuhnya, Lu Heng mengepalkan tinjunya dengan puas.

“Ngomong-ngomong, apa di Kebun Binatang ini semua hewannya selemah ini? Bahkan anak ayam tanpa atribut saja ada,” katanya penasaran.

“Tidak juga. Di sini ada juga binatang buas yang kuat, seperti mamut dan harimau bertaring pedang, bahkan ada ras beastman,” jelas Lu Xiaoke. “Cuma biasanya jarang ditemui.”

Bagaimanapun ini dungeon pemula, tingkat kesulitannya tidak terlalu tinggi.

Kalau benar-benar bertemu makhluk berdaya tempur tinggi, kebanyakan orang memang tak akan mampu menghadapinya dan hanya bisa pasrah pada nasib.

“Awooo!”

Tiba-tiba terdengar lolongan serigala dari belakang mereka.

Sepuluh ekor serigala liar berbulu keemasan melompat keluar dari semak-semak tinggi di sekitar dan langsung mengepung keduanya.

Bulu mereka sangat mirip dengan warna rumput tinggi, sehingga saat tiarap hampir mustahil terlihat.

【Serigala Punggung Emas】

【Atribut: Strength 7, Constitution 5, Agility 8, Spirit 3, Total 23】

【Skill: Penyergapan, Lolongan Kelompok, Gigitan】

“Kak, tuh kan, omonganmu jadi kenyataan. Beneran ketemu yang merepotkan,” ujar Lu Xiaoke, tatapannya langsung berubah tajam.

Individu serigala ini memang tidak terlalu kuat, tetapi jika muncul berkelompok, jelas merepotkan.

Ia sedikit merendahkan tubuhnya, bersiap menyerang, mencoba mencari celah dari kepungan mereka.

“Tenang saja!” Lu Heng sama sekali tidak panik.

Sepertinya ini saatnya aku unjuk gigi!

Ia segera memberi perintah, “Ayo! Roti Daging, cepat pakai Spirit Ko—”

Belum selesai ucapannya, Lu Xiaoke sudah melesat seperti kilat putih. Dengan satu skill 【Tusukan】, ia menerjang ke arah kawanan serigala.

Disusul skill 【Tarian Pedang】 yang langsung diaktifkan.

Gagang pedang di tangannya memancarkan cahaya menyilaukan, seolah ada aura ketajaman tak kasat mata melilit di sekelilingnya.

Tubuh Lu Xiaoke bergerak lincah di antara kawanan serigala.

Langkahnya ringan namun mantap—kadang berputar cepat, kadang melesat maju.

Pedang di tangannya bagaikan ular putih yang gesit, menusuk tepat ke titik vital tiap Serigala Punggung Emas, seolah ia benar-benar sedang menari dengan pedang.

Kawanan serigala itu tak siap menghadapi serangan mendadak tersebut. Darah hangat memercik ke segala arah. Hanya dalam beberapa pertukaran gerakan, mereka telah ditebas habis.

【Rekan tim Anda membunuh Serigala Punggung Emas ×10】

【Anda memperoleh EXP ×60】

【Black Iron Level 2 → Black Iron Level 3 (10/100)】

【Strength 11 → 12】

Lu Xiaoke menoleh dan bertanya, “Tadi kamu mau bilang apa?”

Lu Heng menatap langit dengan canggung. “Haha, nggak ada. Aku cuma bilang cuacanya bagus hari ini.”

“Oh. Kalau begitu lanjut jalan.” Lu Xiaoke kembali melangkah lebih dalam ke depan.

Lu Heng menggeleng pelan. “Sudahlah, hari ini nggak pamer dulu.”

Sepertinya perkataan adiknya sebelum masuk dungeon memang ada benarnya.

Lebih baik dia rebahan santai saja…

Ia pun memasukkan kedua tangan ke saku, tak mau repot, berjalan santai mengikuti dari belakang.

Namun di tempat yang tak mereka sadari—

Di atas sebuah pohon sukun, seekor manusia-kucing berbulu emas bersembunyi di balik dahan, mengamati semua yang terjadi.

Posturnya setara manusia, bahkan otot kakinya tampak lebih kekar.

Manusia-kucing itu menjilat bulu di telapak tangannya, lalu menatap ke bawah dengan sorot mata licik.

“Sepertinya manusia di depan itu adalah kekuatan tempur utama… Bunuh dia dulu, baru habisi bocah tak berguna di belakang.”

……

“Tuan muda, saya kira sudah tahu posisi mereka.” Zhang Hu memeriksa jejak pertempuran di sekitar. “Seharusnya tidak jauh di arah selatan.”

Setiap kelompok yang memasuki dungeon akan muncul di lokasi acak, jadi titik masuk Sun Yaoze dan Zhang Hu berbeda dengan Lu Xiaoke.

Untungnya, Zhang Hu memiliki kemampuan pelacakan, sehingga dengan mudah menemukan arah Lu Xiaoke.

“Bagus, bagus! Nanti kita jalankan sesuai rencana.” Sun Yaoze berkata penuh semangat.

Di dalam hatinya telah tersusun rencana berani—jika berhasil, ia bisa merebut hati Lu Xiaoke.

Zhang Hu ragu sejenak. “Tuan muda… Anda benar-benar mau memainkan adegan pahlawan menyelamatkan gadis?”

Adegan klasik seperti di drama televisi itu menurutnya terlalu klise.

Belum tentu berhasil. Kalau sampai ketahuan, bukankah akan sangat memalukan?

Sudut bibir Sun Yaoze terangkat percaya diri. “Takut apa! Lu Xiaoke kan tidak kenal kamu. Kamu anggap saja dirimu perampok kejam, tunjukkan kekuatan Bronze Tingkat Lima untuk menakut-nakuti mereka. Dijamin mereka langsung panik.”

Zhang Hu tampak makin ragu. “Ini… benar bisa? Saya benar-benar harus pura-pura jadi perampok buat nakutin orang?”

Wajahnya memang garang, tetapi ia tak pernah melakukan kejahatan apa pun. Ia punya pekerjaan dan keluarga—warga negara yang taat hukum.

Sejak kecil entah berapa kali ia disalahpahami aparat hanya karena wajahnya terlihat sangar. Setiap kali jalan-jalan pun pasti diperiksa petugas patroli.

Karena itulah, justru ia jauh lebih berhati-hati dibanding orang lain, takut melanggar hukum.

“Tentu bisa! Pasti berhasil!” Sun Yaoze makin bersemangat. “Begitu mereka panik ketakutan, aku akan muncul dengan gaya keren.”

“Nanti aku keluarkan artefak berharga yang diberikan Ayah, lalu bertarung sengit denganmu dan mengusirmu sampai kabur!”

“Begitu kamu kabur, Lu Xiaoke pasti akan sangat kagum padaku, terpesona setengah mati.”

“Kakaknya lihat aku segagah ini, pasti juga mengakui aku sebagai calon adik iparnya. Bukankah dengan begitu aku bisa dengan mulus mendapatkan sang pujaan hati!”

Sambil berbicara, Sun Yaoze terus memperagakan gerakan bertarung, seolah sudah melihat tatapan penuh kekaguman dari Lu Xiaoke.

“Baiklah… kalau begitu.” Zhang Hu akhirnya mengalah.

Bagaimanapun Sun Yaoze adalah tuan mudanya. Jika sudah bersikeras, mana mungkin ia berani menentang.

Ia hanya bisa berharap nanti rencananya tidak terbongkar.

“Bagus. Jadi, kamu bisa akting jadi orang jahat, kan?” tanya Sun Yaoze lagi.

Zhang Hu menarik sudut bibirnya. “Dengan wajah saya begini, berdiri diam saja sudah seperti penjahat. Sejak kecil, satu-satunya hal yang paling saya sesalkan adalah tidak pernah jadi korban perundungan di sekolah.”

Ia menepuk dadanya. “Lagipula saya paling suka nonton film perampok. Cara akting penjahat, saya hafal betul!”

Baru kali ini Sun Yaoze mengangguk puas. “Bagus! Ingat, jangan sampai melukai mereka. Cukup menakut-nakuti saja.”

“Ayo, kita berangkat!”

Bersambung.

1
EAKK
.
Khusus Game
bagus k. Cuman kalo bisa... covernya lebih menarik lagi🙏
Khusus Game: nahh.. jadi lebih GG👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!