NovelToon NovelToon
Sang Pendiri Kekaisaran

Sang Pendiri Kekaisaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: yogasurendra

Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.


"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekilas Penglihatan

Hingga akhirnya air bah meluluh lantahkan para prajurit memaksa menjauhi benteng membunuh mereka dalam sekali serang. Jendral Besar Tang Weiran menancapkan tombaknya ke tanah mengangkat tanah membentuk dinding pelindung membentang mencegah air bah menerjang para prajuritnya. Ia melompat di udara menatap benteng Wang Guan dengan dingin menggerakkan tombaknya mengerahkan energi qi miliknya yang beresonansi dengan qi langit dan bumi menciptakan momentum hebat ketika wujud spiritual memegang tombak dengan sekuat tenaga mengerahkannya hendak menghancurkan benteng Wang Guan dalam sekali serang.

Hai Zhentao menggunakan pedang rantai miliknya melilit tombak Jendral Besar Tang Weiran mencegahnya menghancurkan benteng. Bei Tianshu menghalangi Tang Zhanyue dan Tang Zhilan untuk membantu ayahnya yang tengah berusaha merobohkan bentenng Wang Guan secara paksa.

"Lawan kalian adalah aku,"ucapnya mendengus dingin.

Tang Zhanyue begitupun Tang Zhilan menyatukan kekuatannya menahan serangan pedang batu besar Bei Tianshu yang memiliki kekuatan menghancurkan benda apapun yang dihantamnya. Rantai besi menancap di berbagai penjuru tanah bergetar hebat tatkala kekuatan besar dari tombak sang jendral yang memaksa melepaskan kekangan dengan energi dominasi yang dimilikinya.

Puluhan huruf kuno melayang di udara berwarna hitam berjatuhan dari langit menghantam pasukan prajurit hingga menempel pada tombak raksasa Jendral Besar Tang Weiran. Setiap huruf yang jatuh ke tanah berubah menjadi tinta hitam cair yang mengubahnya menjadi sebuah formasi disetiap titik yang disusul dengan ke luarnya rantai hitam mengikat avatar Jendral Besar Tang Weiran membatasi gerakannya. Tak lama kemudian bentangan gulungan lukisan sungai dan gunung membentang menutupi langit mengeluarkan proyeksi sungai dan gunung menekan Jendral Besar Tang Weiran.

Seseorang muncul membawa kuas baja menggerakkan kuasnya menggunakan darah sebagai tinta menciptakan pasukan dengan dashyat mengubah seluruh medan pertempuran menjadi papan catur. Tanan kanannya memegang kuas baja dengan tangan kirinya membawa gulungan emas sungai dan gunung.

"Xuan Yejin!"ucap Jendral Besar Tang Weiran mengeram amarah.

"Benar ini aku,"jawabnya tersenyum tipis.

Tak lama kemudian beberapa orang muncul melayang di udara. Bei Tianshu dan Hai Zhentao mundur setelahnya bergabung dengan mereka. Salah satu dari mereka yang membawa tombak berat di punggungnya mengenakan zirah hitam berjalan melangkah maju menatap Jendral Besar Tang Weiran.

"Apa yang kau lakukan tak sebanding daripada kerugian yang kau alami,"ucap Han Wuji Ketua Penjaga Kerajaan Yinluo.

"Han Wuji, aku bertemu dengan mu sekali seumur hidupku setelahnya aku tak pernah bertemu hingga hari ini,"balas Jendral Besar Tang Weiran tersenyum tipis.

"Benar. Namun, hari ini aku tak menerima kedatangan mu hingga kau harus pergi dari sini atau kau mati,"ucap Han Wuji meledakkan aura dominasi miliknya meluap-luap di udara.

"Tidak ada dalam sejarah klan Tang seorang pemimpin klan Tang sekaligus Jendral Besar Xia mati dalam pertempuran. Hari ini aku ingin mengunjungi istana Kerajaan Yinluo membawa putra ku kembali tak ada seorang pun yang bisa menghentikan ku bahkan Raja Yinluo sendiri," balas Jendral Besar Tang Weiran dalam keadaan emosinya yang meledak-ledak.

Energi meluap dari dalam tubuhnya begitu ganas yang dimana akumulasi dari pertempurannya selama hidupnya yang didedikasikannya untuk bertarung berwarna merah membumbung tinggi di langit. Medan pertempuran yang berubah menjadi papan catur dikelilingi oleh lukisan sungai dan gunung. Setiap titik hitam menjadi bidak catur termasuk Jendral Besar Tang Weiran dan para penjaga Yinluo.

"Kalian berada dalam domain tao milikku maka aku sebagai wasit yang akan mengatur jalannya pertarungan. Semua orang menjadi bidak terkecuali aku,"ucap Xuan Yejin menggema.

Wujudnya muncul begitu besar menggenggam papan catur memandang semua orang yang berada di atas papan catur sebagai bidak.

"Domain Tao Papan Catur Penakluk Dunia. Satu-satunya hal yang ingin aku pelajari seumur hidupku. Baiklah aku akan setuju dengan permainan mu,"balas Jendral Besar Tang Weiran.

Tang Zhanyue dan Tang Zhilan mengerutkan kening merasakan keberatan akan pilihan ayahandannya.

"Tenang saja, di sini dia bukanlah wasit melainkan penyalur daripada hukum langit. Dia hanya memberikan wadah nya saja sebagai arena pertarungan. Kekuatan adalah hal yang utama dan mengurangi resiko pasukan kita gugur begitu banyak,"ucap Jendral Tang Weiran memberikan penjelasan alasan ia menyetujuinya.

"Apakah ayahanda yakin kita bisa menang mutlak?" tanya Tang Zhilan ragu.

Jendral Tang Weiran menganggukkan kepalanya.

"Sebelumnya aku telah menghubungi Ketua Pengawas Langit Penjaga Paviliun Langit Tuan Xuan Beiming bahwa Xia akan mendapatkan kemenangan dalam pertempuran kali ini," ucapnya yang membuat Tang Zhanyue dan Tang Zhilan menganggukkan kepalanya tenang.

Mereka bertiga berdiri sebagai bidak putih sedangkan Han Wuji memimpin 7 orang penjaga Yinluo berdiri sebagai bidak hitam. Xuan Yejin memulai dengan mengerahkan qi nya untuk membebaskan setiap bidak menyerang hingga pertarungan pun pecah.

Jendral Besar Tang Weiran bertarung langsung dengan Han Wuji diikuti oleh putra dan putrinya yang bertarung dengan penjaga Yinluo lainnya. Mereka melakukan terbaik mempertaruhkan segalanya dengan kepentingan masing-masing.

Di Istana kerajaan, Raja Yinluo tengah duduk di singgasana menatap tenang pintu aula yang terbuka membawa udara dingin. Di luar awan mendung bergerak menuju istana membawa aura suram meliputi kesedihan yang mendalam.

"Yang Mulia," panggil Wei Liancheng lirih menyadarkan Raja Yinluo dari lamunannya.

"Keputusan ku sudah bulat, aku tak akan pergi dari istana dan hanya menunggu takdir kematian ku tiba," balas Raja Yinluo tegas.

Wei Liancheng menghela nafas panjang mendengar keputusan bulat junjungannya itu. Dari pintu muncul Permaisuri Shen yang memasuki aula dengan raut wajah bahagia membuat Raja Yinluo ikut tersenyum olehnya.

"Salam Yang Mulia Raja," ucap Permaisuri Shen dengan sopan.

Raja Yinluo menganggukkan kepalanya sebagai balasan.

"Gerangan apa permaisuri menemui ku?"

"Aku hanya ingin duduk di samping Yang Mulia Raja," jawab Permaisuri Shen mengungkapkan alasan kedatangannya.

"Kemarilah," pinta Raja Yinluo.

Permaisuri Shen berjalan menaiki anak tangga kemudian duduk di singgasana bersama Raja Yinluo. Mereka saling memandang satu sama lain mengungkapkan ketulusan cinta mereka. Wei Liancheng mengalihkan pandangannya sebagai bentuk kesopanan.

"Wei Liancheng,"panggil Permaisuri Shen.

"Menghadap Yang Mulia Permaisuri," jawab Wei Liancheng.

"Angkat kepalamu dan kau akan tahu alasan aku melakukannya," balas Permaisuri Shen.

Mendengar perintah junjungannya membuat mau tak mau Wei Liancheng mengangkat kepalanya dan ketika pandangan mereka bertemu suatu keanehan terjadi. Tubuh Wei Liancheng terdiam seakan waktu berhenti dan tak lama kemudian suara seseorang berjalan membuatnya kembali mendapatkan kendali atas tubuhnya.

"Jendral Besar Tang Weiran!" pekik nya terkejut yang langsung bergerak menghadangnya namun apalah daya bahwa Jendral Besar Tang Weiran menembus tubuhnya tanpa terjadi apa-apa membuatnya bingung.

"Apa yang terjadi? Apakah ini ramalan kejadian yang akan datang?" ucapnya bingung.

Ia berbalik melihat Jendral Besar Tang Weiran yang dipenuhi oleh darah mengucapkan salam hormat kepada Raja Yinluo dan Permaisuri Shen.

Raja Yinluo menganggukkan kepalanya sebagai balasan menerima salam hormat dari Jendral Besar Tang Weiran.

"Aku telah menunggu mu Jendral"

1
Nanik S
Huang Xuan lupa ingatan
Nanik S
Perang lagi
Nanik S
Ternyata Menyelamatkan Qingyun agar terhindar dr peoerangan
Nanik S
Kaisar ternyata licik juga
Nanik S
Naga perak pasti lenyap
Nanik S
Petikan senar hanya menghancurkan tombak 👍👍
Nanik S
Budak para dewa
Nanik S
Apakah Huang Xuan akan meninggalkan dunia Fana
Nanik S
Lanjuutkan
Nanik S
Huang Xuan .. menyesuaikan kondisi tubuhnya di alam yang baru
Nanik S
Hadir 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!