NovelToon NovelToon
Pesona Lukas Seorang Perwira

Pesona Lukas Seorang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membantu Suami

Josua Andrew Gosal sudah dua bulan usianya. Minggu depan Joy sudah mulai bekerja. Mereka mencari suster yang bisa membantu Joy menjaga Josua anak mereka. Sebenarnya mama mau menjaga, namun Lucas tidak mau mama dan papanya kelelahan. Dan keputusan tetap ada suster yang membantu,Joy maupun mamanya. Dan lembaga tempat mereka mencari suster buat Josua di rekomendasi langsung oleh dokter Frans.

Dokter Frans terpilih menjadi direktur rumah sakit, pelantikan dan serah terima jabatan antara dokter Sherly dengan dokter Frans sudah dilakukan. Joy tidak bisa hadir karena masih cuti.

Semenjak pulang bulan madu, antie Beca sudah dibawa suaminya dokter Frans Stevanus ke rumah mereka yang tidak begitu jauh dari rumah kami.Karena usia mereka yang sudah tidak muda lagi, mereka bersepakat untuk tidak memiliki anak. Untungnya kedua anak dokter Frans sangat menyayangi antie Beca. Bahkan dirumah sakit anak bungsu mereka dokter Alexa Emanuel sangat manja kepada antie Beca.Terlihat dari undangan makan malam dirumah maupun dirumah antie. Kalau Alex dan istrinya mengurus perusahaan keluarga di Kalimantan.

Pagi ini bertepatan dengan masuk hari masuk kerja Hanna dan hari ini Josua akan di imunisasi makanya pagi - pagi sekali  mereka sudah menyiapkan keperluan Josua.

"Aku antar sayang??" Joy langsung mencium suaminya di depan mertuanya. Mengusap wajah suaminya.

"Joy nyetir sendiri ya sayang."

Lucas sudah pasrah. Karena sudah diberi vitamin cinta dari istrinya. Papa dan mamanya hanya tersenyum.

"Harimau jantan tunduk pada pawangnya." Papanya mengecek Lucas. Joy dan mama hanya tersenyum.

"Memang pawangnya hanya Joy, pa."

"Iya, Joy ini membawa perubahan bagi Lucas."

Karena anak laki - laki, dari dulu Lucas sangat di manja oleh mamanya. Namun jika berdebat, mereka selalu kalah. Karena Lucas orangnya harus menang. Sifat harus menangnya Lucas ini terbawa dalam pekerjaannya makanya dia selalu berusaha tampil menjadi yang terbaik. Agar dia yang terpilih. Sekarang sifat egois ambisi itu mulai berkurang ketika berpacaran dengan seorang Joy Debora yang sudah resmi menjadi istri dan mami dari anaknya.

"Ingat Joy Debora, jangan ngebut ya sayang."

"Siap suamiku." Lucas langsung memberikan ciuman mesra dan mengebu di bibir istrinya. Sehingga lipstik yang digunakan sedikit terhapus.

"Bung... Lipstik ku." Lucas hanya tertawa.

Joy sudah berangkat kerja dengan menyetir mobil sendiri. Di mobilnya ada Josua yang tertidur dikursi khusus buatnya disampingnya ada Maria susternya. Dibelakang mobilnya ada mobil suaminya. Dia mengikuti mobil Joy sampai masuk rumah sakit. Kemudian dia, mengklakson tanda dia pamit. Joy tersenyum.

Karena Josua tertidur, maka Joy menaruh Josua kedalam stollernya. Dokter Beca dan Alexa yang mengetahui bahwa hari ini Josua akan imunisasi sudah menunggu kedatangannya. Langsung stoller Josua di dorong oleh Alexa. Dan dibawa ke ruangan Bedah Saraf dan pembulu. Disana sudah ada Stev, Bella yang tahu sahabatnya dan Josua datang langsung berlari keruangan itu. Joy membagikan kebahagiaan pagi ini dalam bentuk Vidio ke suami dan mertuanya.

"Joy, antie sudah diruangan dokter anak." antie Beca dan Alexa menelepon Joy untuk ke ruangan dokter anak karena Josua sudah di dalam. Joy yang baru saja selesai visit pasien bersama doker Stev berlari ke ruangan dokter anak Pemberian imunisasi membuat Josua Andrew Gosal menangis sangat besar namun oleh dokter Frans yang juga ada disitu langsung menenangkannya . Suaranya yang menggelegar, membuat seisi ruangan tersenyum. Joy mengambil vidio itu dan mengirim ke suaminya dan kedua mertua.

Aldy hanya tertawa melihat vidio itu. Josua membuat  ruangan dokter anak gempar dengan suaranya. Namun ketika di gendong dokter Frans opa mudanya dia tenang. Namun berbeda dengan opanya. Opanya menangis karena tidak bisa mendampingi cucu laki - lakinya. Akibatnya kami semua sore tadi di marahi oleh papa.

"Papa kenapa ma??"

"Papa marah, karena melihat cucunya menangis dan menyesal karena tidak mendampingi."

"Imunisasi berikut papa harus ikut."

Josua sangat dekat dengan opanya, papinya dan juga opa mudanya. Kalau rewel dan digendong oleh tiga orang laki - laki itu dia langsung diam. Malam ini kita makan malam bersama. Alex dan istrinya tidak ikut. Karena dia lagi berlibur sekalian perjalan bisnis di China

Black Roses kembali menunjukan taringnya. Kali ini kota yang dipilih kembali Jakarta, mereka menjual Narkoba secara terang - terangan. Sampai pihak kepolisian sangat susah menangkap mereka. Kali ini mis mereka adalah menangkap agen penjual dan pemasuk obat terlarang ini. Informasi yang diperoleh ditengah - tengah pemungkiman warga yang padat  ada pabrik yang mengerjakan narkoba secara manual. Lucas yang akan memimpin penangkapan itu. Malam pukul delapan dia di hubungi ke markas. Joy tahu jika seperti ini, ada yang harus suaminya lakukan untuk negara.

"Hati - hati sayang."

"Iya. Tidur jangan begadang tunggu aku."

"Mana bisa sayang."

"Joy Debora, please dengar ya, aku ngak mau kamu sakit. Seharian ini kamu terlalu sibuk." Joy langsung memeluk suaminya.

"Aku janji akan hati - hati dan kembali selamat."

Lucas meminta antie dan unclenya untuk bermalam di rumah bersama Alexa. Satu kamar tamu dan kamar antie sudah disiapkan. Karena ketika dia menjalankan tugasnya dia mau semua anggota keluarganya aman. Sebelum Lucas berangkat penjaga ketat dirumahnya sudah dilaksanakan.

"Pa, titip Joy dan Josua ya."

"Jaga diri bung, harus selamat."

"Siap. Lucas janji pasti selamat."

Sudah satu jam berlalu, dua jam sampai tiga jam berita suaminya belum ada. Joy sebenarnya takut melihat televisi. Karena perna Lucas perna mengalami luka parah pada saat berdinas disini, di ibu kota negara. Joy hanya berdoa. Selesai berdoa dia melihat anaknya masih tertidur pulas. Joy memindahkan Josua ke tempat tidur besar dan mereka tidur berpelukan.

Sementara di lokasi kejadian, Lucas dan tim elitenya sedang berusaha masuk ketempat lokasi. Semua orang sudah di tempatkan pada tempatnya masing - masing. Rumah susun kumuh, sempit itu yang dijadikan posko black roses.  Tepat pukul satu dini hari rombongan itu berhasil di tangkap. Serta pabrik pembuatan obat sederhana namun bisa memproduksi narkoba dalam jumlah banyak. Mereka ketangkap tangan. Dan sebanyak sepuluh orang digiring ke markas besar. Disana ada dua orang asing dan dicurigai adalah pemimpin di bagian ini. Berbagai informasi di peroleh. Dan dua bule itu pun dibawa ke tahanan dan akan disidangkan bersama lima orang lainnya. Sedang tiga orang lain adalah orang yang tinggal disekitar tempat itu dan sedang bertamu saja. Akhirnya mereka dilepaskan.

Pagi hari belum juga ada kabar dari Lucas suaminya, namun di televisi tidak ada berita mengemparkan. Josua sementara bersama opanya sedangkan Antie, uncle dan Alexa sudah kembali ke rumah pagi tadi. Pukul enam pagi satu regu sudah kembali ke markas setelah memberi laporan kepada papa mertuanya. Karena operasi semalam sudah selesai. Dan situasi dinyatakan aman.

"Tentara diluar pa???"

"Sudah kembali ke markas. Misi suamimu sudah selesai, mereka sedang introgasi musuh yang ditangkap."

"Mereka sudah sarapan pa??"

"Sudah sayang, mama sudah berikan tadi."

Selesai sarapan bersama. Bersama kedua mertuanya, Joy bersiap pergi kerja. Josua akan di rumah bersama opa dan omanya.

"Joy, kekantor di antar ya??"

"Iya pa."

Joy sudah kembali beraktivitas di rumah sakit. Hari ini di rumah sakit mendapat pasien kecelakan laka lantas dan harus segera di operasi. Waktu turun dari mobil ambulans, pasien tersebut mengalami serangan jantung. Joy yang sementara berada di IGD dengan lincah memberi pertolongan diatas brankar sambil pasiennya didorong menuju ruang operasi disana tim sudah siap.

Pasien itu mengalami luka parah. Dalam detik terakhir operasi, mereka mendapat informasi bahwa dia adalah boronan yang melarikan diri setelah mengetahui tempatnya di grebek oleh aparat tentara.

"Ahk buronan???"

"Iya dokter."

Ternyata sebelum dia melarikan diri dia sempat menyimpan file dalam chip dan dimasukan dalam tubuhnya pada saat operasi Joy menemukan sesuatu yang berbeda pada usus pasien. Dan tim dokter pun mencoba mengeluarkan. Joy mengeluarkan barang kecil itu. Segera di amankan dalam botol steril. Operasi selesai, pasien tertolong.

Keluar ruangan operasi, Joy begitu kaget ada suaminya Letnan Kolonel Lucas Abner Gosal. Dokter Joy di hormat oleh suaminya sendiri. Terus terang Joy sedikit canggung. Dan Lucas tahu, dia sudah mau tertawa. Namun dia dalam posisi menjalankan tugas.

"Kami mohon ijin, pasien yang dokter operasi mau dipindahkan ke rumah sakit tentara." Joy masih terlihat binggung. Karena prosedurnya tidak bisa harus dirawat di rumah sakit ini. Namun Lucas sudah bertemu dengan direktur rumah sakit yang adalah unclenya sendiri dokter Frans. Akhirnya Joy yang sedikit berat, karena kemanusiaan pun pasrah. Apalagi kondisi pasien baru selesai dioperasi.

"Administrasinya sudah negera selesaikan dokter Joy. Dia boronan. Akan lebih aman dia di rumah sakit kami." Dokter Ruth, saingan Joy juga sudah ada. Maka dengan berat hati Data pasien diserahkan kepada dokter Ruth . Lucas kembali menghormati Joy. Dan dengan kakunya dia membalas hormat suaminya. Pasien sudah dibawa oleh tenaga medis dari rumah sakit tentara. Lucas mendekat istrinya dan memeluknya, Joy istrinya yang masih sedikit binggung.

"Kamu sangat cantik sayang waktu membalas hormatku. Lebih cocok jadi dokter tentara deh." Joy sadar. Dia langsung memukul lengan suaminya. Joy teringat akan sesuatu yang dia ambil dari tubuh pasien.

"Sayang tadi dioperasi ada barang ini didalam tubuhnya." Joy menyerahkan memori cart yang dia isi dalam botol steril. Lucas sangat senang sekali. Dia memeluk istrinya dan mencium bibir merah yang seharian ini belum dicium.

"Terima kasih sayang  ini pasti sangat membantu pemeriksaan kami. Sebentar pulang tunggu aku sayang." Joy hanya menganggukan kepalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!