NovelToon NovelToon
Married To My Enemy

Married To My Enemy

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Seorang penguntit telah dua kali menyusup ke rumah Stella. Ia merasa membutuhkan bantuan profesional. Karena itu, Kayson Sheridan, musuh bebuyutannya semasa kecil sekaligus pendiri Sheridan Securities, pun hadir untuk membantunya.

Kayson berjanji akan melindunginya serta menugaskan penyelidik terbaik untuk menangani kasus tersebut.

Mungkin Kayson tidak seburuk yang selama ini ia kira. Semakin lama bersama pria itu, Stella menyadari bahwa perasaannya jauh menjadi lebih rumit daripada yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Namun, di sisi lain, seseorang telah mengincar Stella dan bertekad bahwa jika tidak dapat memilikinya, maka ia akan menghancurkannya.

୨ৎ SHERIDAN SECURITIES SEASON I ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan Jauh Lebih Mudah

Kayson menatap api yang menyala di perapian ruang kerjanya. Api itu berderak dan menari-nari.

Saat dia pulang, dia langsung menyalakan api, sempat berpikir mungkin Stella akan turun dan menemaninya, mungkin ingin bicara setelah semua yang terjadi.

Tapi Stella langsung masuk kamar. Menutup pintu. Menguncinya rapat-rapat.

Sial.

Kayson kehilangan kendali di depan Stella. Dia tidak ingin itu terjadi. Namun saat Milan menerjang dan teriakan ketakutan Stella memenuhi telinganya, Kayson hanya bereaksi.

Serangan itu pun muncul begitu saja. Naluri untuk melindungi apa yang dia anggap miliknya. Hanya saja Stella tidak merasa dirinya milik siapa pun.

Mereka memang berciuman.

Lalu kenapa?

Kalau dia ingin membangun sesuatu dengan Stella, masih banyak yang harus dia lakukan untuk semua hak itu.

Tangga berderit. Anak tangga keempat dari bawah. Selalu berbunyi saat diinjak. Tadi malam juga begitu, memberinya tanda bahwa Stella turun diam-diam.

Apa dia mau cari camilan tengah malam lagi?

Kayson berbalik dan berjalan cepat ke arah tangga.

Astaga.

Langkahnya terhenti ketika melihat Stella. Dia mengenakan kemeja Kayson lagi. Hari ini dia membeli banyak pakaian baru, tapi yang dipakai justru kemeja putih miliknya. Dan Stella tampak seperti semua fantasi yang pernah terlintas di kepala Kayson.

Saat melihatnya, Stella membeku. Tangannya di pegangan tangga. Kakinya di anak tangga terakhir.

Kayson mencoba tersenyum. Semoga tidak terlihat seperti orang gila. "Ngidam lagi?"

Stella mengangguk pelan. Rambutnya jatuh menyapu pipi.

Kayson mendekat. "Mau apa malam ini? Mochie cokelat lagi? Atau cokelat aja? Atau mau coba cokelat yang lain?"

Stella kembali mengercap. "Hah ... Yang lain?"

Tubuh Kayson langsung bereaksi mendengar responnya. Apalagi kaki Stella terlihat jelas di balik kemeja itu.

Dan Kayson ingat betul bagaimana rasanya kaki itu melingkar di pinggangnya. Bagaimana dia mengangkat Stella. Mendudukkannya di atas meja. Dia ingin menikmati Stella tanpa tersisa.

Hasrat mengalir deras dalam darahnya. Suaranya terdengar berat saat berkata, "Bilang aja lo mau apa, gue ambilin."

Apa pun, asal bisa menghapus ketakutan di mata Stella.

Kayson berbalik, siap menuju dapur.

"Lo."

Dunia berhenti. Jantungnya juga terhenti satu detik.

"Kayson? Lo dengar nggak?"

Tentu saja dia dengar.

Tapi dia perlu memastikan dirinya tidak sedang bermimpi. Dia pernah memimpikan momen seperti ini sebelumnya. Sekali. Atau mungkin dua puluh kali.

Langkah lembut Stella mendekat ke arahnya. Ujung jarinya menyentuh bahu Kayson. "Lo yang gue mau."

Kalau dia berbalik sekarang, dia akan melahap Stella. Mengangkatnya dan tidak pernah melepaskannya lagi. Stella tidak sadar apa yang sedang dia lakukan.

Apa yang sedang dia tawarkan pada pria yang sudah lama menahan diri ini?

Kayson mencoba mengatur napas. Tarik dan hembuskan. Tapi yang masuk justru aroma Stella, membuatnya makin menginginkan perempuan itu.

"Lo nggak mau gue?" Tangan Stella jatuh dari bahunya. "Lo bilang lo mau. Lo cium gue kayak lo benera—"

Kayson berbalik menghadapnya. "Gue mau."

Tatapan Stella menelusuri wajahnya.

"Tapi gue bukan tipe yang lembut dan santai," imbuh Kayson.

Stella hanya punya dua mantan yang serius sebenarnya. Hanya Dua. Kayson tidak suka memikirkannya. Stella juga memilih mereka dengan hati-hati. Dan sekarang dia memilih Kayson.

"Gue nggak pernah mikir lo bakal lembut. Gue kira lo bakal keras. Liar. Dan arogan."

Dorongan dalam dirinya makin kuat. "Kenapa?"

"Karena ya emang itu diri lo ...."

Stella benar-benar bisa membuatnya gila.

"Oke. Jadi ada apa? Kenapa lo tiba-tiba berubah jadi agresif?"

Bibir bawah Stella bergetar. "Gue cuma takut."

"Jangan jadiin takut sebagai alasan buat bisa tidur sama gue."

Stella tersentak.

Sial.

Dia salah bicara lagi.

Namun Stella mengangkat dagu. "Iya, karena bareng lo bikin gue ngerasa aman. Kalau nyentuh lo bikin gue lupa sama rasa takut itu dan gue cuma ngerasain nikmat. Itu yang terjadi, Kayson. Setiap gue sentuh lo, badan gue langsung panas. Kenapa ... itu nggak cukup? Kenapa gue nggak bisa—"

Tangan Kayson langsung mencengkeram bahu Stella dan menariknya mendekat. "Lo terlalu baik buat gue."

Sekarang tubuh Stella menempel padanya. Dia sudah kalah.

Kayson mencium Stella. Menguasai bibirnya dengan hasrat yang tak lagi ditahan. Semua niat baiknya runtuh begitu saja.

Stella adalah seseorang yang dia mau.

Dia menarik Stella lebih dekat, mengangkatnya dengan mudah dan memeluknya erat. Ciumannya dalam dan keras.

Kayson menikmati erangan pelan yang keluar dari tenggorokan Stella. Suara itu sudah membuatnya puas, tapi dia ingin lebih. Dia ingin Stella menyebut namanya saat mencapai orgasme, lagi dan lagi.

Lidahnya menyusup ke dalam. kismis Stella menegang di balik kemeja miliknya, dan dia ingin mencicipinya langsung.

Kayson membawa Stella kembali ke ruang kerjanya. Api di perapian masih menyala, berkilat dan menari-nari tapi dia tidak peduli.

Dia menurunkan Stella di tepi meja dan menahannya di sana dengan kedua tangan.

Dia terus mencium Stella. Stella membalas dengan intensitas yang sama. Tangannya melingkar di bahu Kayson, dan mencengkeramnya erat.

"Gue pingin main sama lo," gumam Kayson.

"Bagus ... karena itu juga yang gue mau lakuin ke lo."

Kayson mencium Stella lagi.

Sial, dia tidak akan pernah merasa cukup.

Tangannya turun dari meja ke paha Stella yang halus. Dia membuka kedua kaki Stella, berdiri di antaranya, lalu mengangkat ujung kemeja itu supaya bisa melihat ...

Sial.

Sial.

"Kayson?"

Kayson mencengkeram kain kemeja itu. "Lo nggak pakai celana dalam."

Bahkan bukan dalaman yang seksi yang dia beli di toko lingerie tadi.

"Gue tipe yang all in."

Di balik kemeja itu, Stella tidak memakai apa-apa. Tidak ada celana dalam. Tidak ada bra. Itu sebabnya kismisnya terlihat jelas menekan kain tipis itu.

"Gue ga mau ribet."

Ucapannya berubah jadi desahan. Lalu erangan.

1
Rita
like seru tegang
DityaR: Maacii kak
total 1 replies
Rita
bagus biarpun awal2 bingung ma obrolan nya ceritanya seru tebak2an siapa penjahaty semangat terus
Rita
sdh g sabar nervous
Rita
hhhmmmmmmm👀
Rita
😂😂😂😂saking kuaty
Rita
tegang,trauma,kecewa,sedih takut jadi satu kmu sdh bener
Rita
buruan mumpung lengah
Rita
seru g diduga
Rita
nah lho👀👀👀👀
Rita
😂😂😂😂
Rita
ini diluar pengamanan 🥰🥰🥰
Rita
👍👍👍👍👍👍bener
Rita
Mudah2n beneran selesai
DityaR: pembunuhnya aja belum ketemu, selesai gimana wkwkwk
total 1 replies
Rita
akhirnya
Rita
bikin deg2an Kayson
Rita
nikahin lah
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😂😂😂😂😂
Rita
hhmmm bnr2 sdh selesai blm?
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!