NovelToon NovelToon
TERJEBAK HASRAT LIAR KAKAK IPAR KU

TERJEBAK HASRAT LIAR KAKAK IPAR KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Las Manalu Rumaijuk Lily

Brakkk..!
"Apa yang kakak lakukan?" teriak Laura terkejut,pasalnya kakak iparnya,Lexi menerobos kamarnya lalu mengunci pintu dari dalam.
"Apa yang kulakukan? tentu saja menemui wanita yang berhasil membuatku berhasrat!" kekehnya tidak tahu malu.
"keluar kak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Las Manalu Rumaijuk Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

​Lexi benar-benar pergi malam itu, meninggalkan rumah dalam keheningan yang terasa aneh dan mencekam bagi Laura. Tidak adanya kehadiran Lexi membuat Alex tampak lebih santai, namun Laura sendiri merasa seperti sedang menunggu bom waktu. Ia tahu jeda ini adalah ilusi; Lexi telah menarik diri hanya untuk membalas dengan dampak yang lebih besar.

​Pagi harinya, Laura dan Alex bersiap untuk janji temu dokter kandungan yang telah diatur oleh Lexi.

​"Aku senang Kak Lexi mengatur ini," ujar Alex saat mereka di mobil. "Sejak awal kehamilan, kita jarang memeriksanya ke dokter spesialis yang benar-benar bagus. Kak Lexi bilang dia sudah memilihkan dokter terbaik di kota."

​Laura hanya mengangguk, hatinya dipenuhi kecurigaan. Lexi tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan tersembunyi.

​Klinik tempat mereka janjian ternyata adalah klinik mewah, sangat eksklusif. Dokter yang menemui mereka, Dr. Renata, adalah wanita paruh baya yang profesional dan sangat tenang.

​"Selamat, Nyonya Alex. Janinnya sehat, perkembangannya sangat baik," kata Dr. Renata setelah melakukan pemeriksaan USG.

​Alex tersenyum lega. "Terima kasih, Dokter. Ini semua berkat Kakak saya yang sangat perhatian."

​Laura memperhatikan saat Dr. Renata mencatat sesuatu di rekam medis. Tiba-tiba, ia menyadari sesuatu yang aneh. Semua pertanyaan Dr. Renata, mengenai nutrisi, olahraga, dan bahkan jadwal tidur Laura, sudah sangat spesifik—seolah-olah Dr. Renata telah diinstruksikan.

​"Apakah ada yang perlu dikhawatirkan, Dokter? Apakah Nyonya Alex perlu diet khusus?" tanya Alex.

​"Sejauh ini baik," jawab Dr. Renata. "Namun, saya akan memberikan Nyonya Laura jadwal diet dan olahraga yang sangat ketat, serta jadwal pemeriksaan darah dua kali seminggu. Ini adalah permintaan khusus dari penjamin Anda, untuk memastikan nutrisi dan stres Nyonya Laura terkontrol sepenuhnya."

​Laura menelan ludah. Penjamin. Tentu saja, Lexi sudah membayar mahal Dr. Renata untuk menjadi mata-mata dan alat kontrolnya yang baru. Lexi telah meresmikan pengawasannya melalui jalur medis yang tidak bisa dibantah oleh Alex.

​Alex justru tampak terkesan. "Wow, Kak Lexi benar-benar serius. Terima kasih, Dokter. Kami akan mengikuti semua saran Anda."

​Saat mereka bersiap pergi, Dr. Renata memanggil Laura secara terpisah.

​"Nyonya Laura, bisa ikut saya sebentar?"

​Alex, yang sudah di ambang pintu, menunggu.

​Laura mengikuti Dr. Renata ke sudut ruangan. Dokter itu menatap Laura dengan tatapan dingin dan tanpa emosi.

​"Dengar, Nyonya Laura," bisik Dr. Renata, suaranya nyaris tak terdengar. "Aku dibayar mahal oleh Tuan Lexi untuk memastikan anaknya lahir dengan sempurna. Dalam catatan medis ini, aku akan mencatat bahwa kamu harus melakukan pemantauan kondisi mental secara rutin, dan salah satu persyaratannya adalah tidak boleh ada stres atau kegiatan yang berpotensi memicu perselisihan rumah tangga."

​Dr. Renata memberikan senyum palsu. "Itu berarti, jika kamu menolak Tuan Lexi, atau mencoba kabur, aku akan mencatat kondisi mentalmu sebagai 'tidak stabil' yang berpotensi membahayakan janin. Tuan Lexi akan dengan mudah mendapatkan hak asuh penuh setelah kelahiran, di bawah alasan perlindungan anak. Apakah kamu mengerti, Nyonya Laura?"

​Ancaman itu adalah pukulan telak. Lexi telah menemukan cara yang lebih kejam dan permanen untuk menjebak Laura. Jika ia melawan, ia akan kehilangan anaknya di mata hukum dan medis.

​"Aku mengerti," bisik Laura, suaranya nyaris tidak ada.

​Lexi tidak hanya mengambil kendali atas tubuhnya, tetapi kini juga atas nasib hukum dan mentalnya.

​Saat mereka kembali ke rumah, Lexi sudah menunggu di ruang tamu, tampak segar dan berkuasa.

​"Bagaimana pemeriksaannya? Apakah anakmu sehat?" tanya Lexi, matanya langsung tertuju pada Laura, bukan Alex.

​"Sangat sehat, Kak!" Alex menjawab dengan gembira. "Dokter Renata luar biasa. Dia bahkan memberikan jadwal diet dan pemeriksaan ketat. Katanya, semua atas permintaanmu, Kak. Terima kasih banyak!"

​"Tentu saja," Lexi tersenyum puas, pandangannya beralih pada Laura, tatapan dingin itu seolah menanyakan apakah Dr. Renata sudah menyampaikan 'pesan'nya.

​"Aku senang kamu sehat, Laura," kata Lexi, kemudian menambahkan dengan nada yang hanya bisa dipahami Laura. "Aku akan mengawasimu dengan ketat. Sekarang, jadwal diet dan istirahatmu ada di tanganku dan Dr. Renata. Kamu tidak bisa melarikan diri dari perhatian ini."

​Laura hanya menunduk, menerima kekalahannya di babak ini. Penjara emasnya kini diperkuat dengan borgol medis dan hukum.

​"Malam ini, aku ingin kita makan malam di luar, Alex. Kita rayakan kehamilan Laura yang sehat," usul Lexi. "Tentu saja, Laura harus ikut. Dia butuh hiburan."

​"Itu ide yang bagus, Kak!" seru Alex senang. "Kita sudah lama tidak makan di luar."

​Laura tahu, Lexi tidak mengajaknya makan malam untuk 'hiburan'. Lexi ingin menunjukkan pada dunia, dan yang lebih penting, pada Laura, bahwa wanita itu adalah miliknya, di bawah pengawasan Lexi.

​Bersambung...

1
Sarinah Quinn
kasian Laura Thor tolong lah Laura dari kebejatan lexi🙏🙏🙏
Sarinah Quinn
lanjut lagi thor 🙏
Fitria Syafei
waduh maju kena mundur kena nih 🙄 KK cantik kereen 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!