Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter sixteen
Dan benar saja Annchi mengajarkan para anak kecil bela diri. dan dia juga mengajarkan para wanita Keluarga Sin membuat telur gulung gurih dan kentang goreng renyah
"Akhirnya aku berhasil.... sudah beberapa kali aku gagal dan sekarang aku berhasil terima kasih saudari Annchi, kau tidak menyerah mengajari kami" ucap ibu Su Er. dia puas dengan telur gulung yang dia buat Ibu In Yu juga tertawa dia lebih dulu berhasil membuat telur gulung
Mereka berdua begitu semangat ingin berjualan. sedangkan putri-putri mereka di ajarkan membuat beberapa pewarna bibir dan pipi, Annchi juga mengajarkan mereka membuat pewangi. jaman kuno pewangi itu di gantung pakai kain yang di sebut kantong pewangi
Tak terasa kebahagiaan keluarga Sin akan tiba waktunya. nenek tua Sin sudah menganggap Annchi sebagai cucunya, tak hanya nenek Tua Sin tapi semua keluarga menganggap Annchi dan Bao-yo Keluarga mereka juga
...----------------...
Berbeda dengan keluarga Bao utama. mereka marah saat mendengar Bao-yo sudah bisa melihat lagi, ayah Bao-yo menatap nanar ke depan
"Haa.... aku harus pura-pura membenci Bao-yo agar tak terus di siksa oleh ayah dan ibu, tapi mereka tetap saja membuat masalah, Yung Yi aku tahu kamu akan kecewa pada ku, tapi aku tak ingin putra kita terus tersiksa dengan keluarga ku ini" gumam hati ayah Bao-yo yang melihat kegelapan malam yang di depan nya
Ya yang semua orang tahu istri sah ayah Bao-yo itu ibu kandung Bao-yo yang sesungguhnya. ayah Bao-yo memiliki wanita kecil yang dia cintai, dan menikahi nya secara diam-diam. dan saat melahirkan Bao-yo. istri sah nya mengetahui bila suaminya memiliki wanita lain. akhirnya dia pun mencari informasi dimana selir Suami tinggal
Bagai bara yang di tambah kayu bakar istri tua ayah Bao-yo semakin marah melihat ayah Bao-yo begitu manis pada selirnya. dia pun langsung bersembunyi saat melihat ayah Bao-yo akan pergi. ayah Bao-yo begitu menyayangi selirnya, sedangkan dia juga yang hamil tak pernah di perlakukan seperti itu
Kedua tangan nya mengepal karena marah "Kau begitu memperlakukan jal**g itu dengan baik... tapi kau tak sedikit pun memperdulikan aku dan anak-anak mu, ternyata kau memiliki jal**g tanpa sepengetahuan Keluarga? baiklah aku akan memberitahu ini pada ayah mertua" gumam nya dia menatap penuh kebencian terhadap ibu kandung Bao-yo. Itu kenapa Keluarga besar Bao tak menyukai Bao-yo, karena dia putra dari istri kedua, dan untuk keluarga Xie dia Keluarga dari mendiang ibunya. mereka sengaja tutup mulut agar Keluarga Bao tak mengincar mereka lagi
***
Kembali ke kehidupan Annchi dan Bao-yo, Annchi sudah mengajarkan bela diri kepada dua anaknya dan Huwa Ming, tidak lupa juga tiga bocah Sin yang selalu mengikuti Bai
Jualan ibu Su Er juga semakin maju, banyak para anak yang menyukai telur gulung, setiap hari dia habis dua peti sedang telur. banyak para pedagang yang mengikuti ibu Su Er untuk menjual telur gulung, tapi mereka selalu gagal
Ibu Su Er bahkan menambah orang untuk membantu nya berjualan, ibu Su Er mengajak para saudari di keluarga nya dan adik nya juga
Sedangkan Bao-yo belum berani untuk meminta istrinya agar tidur bersama, Bao-yo sengaja karena menunggu rumah mereka selesai dulu
"Ayah.... tapan Atu punya adit yang lucu?" tanya An. kedua mata Bao-yo melotot, untuk Annchi belum kembali dari kios nya
"An'er siapa yang mengajarkan mu bicara seperti itu? jangan bicara di depan ibu mu nanti ya" ucap Bao-yo. An memiringkan kepalanya saat mendengar ucapan sang ayah
"tenapa? butan nya ibu juga haluc tau ya? talau Atu minta Adit" ucap An. Bao-yo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Tata bibi Cin... ibu dan ayah haluc membuat nya belcama" ucap An. Bao-yo meringis mendengar ucapan sang putri, dia tak bisa berkata-kata dengan putrinya itu
"Nanti ayah bicara dengan ibumu, agar membuat nya dari adonan bakpao" jawab asal Bao-yo sambil melanjutkan membuat gazebo. An memikirkan jawaban sang ayah
"Apa atu juga telbuat dali teligu?
BERSAMBUNG......