NovelToon NovelToon
Gaze Of The Heart

Gaze Of The Heart

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"PERINGATAN : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada." Terimakasih 🙏

Ameera Nafeeza memiliki segalanya yang di ditawarkan dunia. Namun di balik pakaian rancangan desainer dan pesta kaum sosialita, jiwanya terasa hampa.
Hidupnya berubah drastis saat ia menyelamatkan Syifa Azzahra, seorang wanita Muslimah yang taat, dari seorang pencopet jalanan.
Bukannya dompet, Ameera justru memegang sebuah Al-Qur'an bersampul beludru, sebuah pemberian dari Syifa yang menjadi awal dari kebangkitan spiritualnya. Demi mencari ketenangan yang belum pernah ia rasakan, Ameera meninggalkan kehidupan kelas atasnya untuk tinggal di sebuah pesantren yang tenang.
Di sana, ia bertemu dengan Liam Al-Gazhi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar dari Langit

Tiga bulan setelah pernikahan yang indah itu, rumah tangga Liam dan Ameera layaknya sebuah taman yang terus berbunga. Ameera telah sepenuhnya beradaptasi dengan peran barunya; ia bukan lagi sosialita yang bingung di dapur, melainkan seorang istri yang telaten menyiapkan bekal untuk suaminya sebelum berangkat ke rumah sakit. Namun, belakangan ini, ada yang berbeda dengan kondisi fisik Ameera.

Pagi itu, aroma nasi goreng yang biasanya menggugah selera justru membuat Ameera merasa mual luar biasa. Ia berlari ke kamar mandi, meninggalkan Liam yang sedang merapikan dasinya.

Liam, dengan insting dokternya, segera menghampiri Ameera di ambang pintu kamar mandi. Ia memijat tengkuk istrinya dengan lembut, memberikan rasa nyaman yang seketika menenangkan.

"Kau pucat sekali, Ameera. Apa karena kurang tidur? Semalam kau memang sangat khusyuk mengulang hafalanmu," tanya Liam, suaranya dipenuhi kekhawatiran yang tulus.

Ameera menyeka bibirnya dengan tisu, mencoba tersenyum meski wajahnya kuyu. "Hanya masuk angin biasa, Liam. Jangan khawatir, pergilah ke rumah sakit, pasienmu sudah menunggu."

Namun, di dalam hatinya, Ameera merasakan sesuatu yang bergetar. Sebuah firasat yang membuatnya diam-diam membeli test pack siang harinya, saat Liam sedang sibuk di ruang operasi.

.

.

Sore harinya, Liam pulang dengan wajah lelah namun tetap menyempatkan diri mencium kening Ameera. Saat mereka duduk di ruang tengah, ditemani dua cangkir teh hangat, Ameera memberikan sebuah kotak kecil yang dibungkus kain beludru hijau, kain yang sama warnanya dengan Al-Qur'an pertama pemberian Syifa.

"Hadiah? Untuk apa?" tanya Liam heran. Ini bukan hari ulang tahunnya, bukan pula hari jadi pernikahan mereka.

"Buka saja, Suamiku," bisik Ameera, matanya berbinar menahan haru.

Liam membuka kotak itu dengan hati-hati. Saat matanya menangkap dua garis merah di atas benda putih di dalamnya, tangan Liam yang biasanya sangat stabil saat memegang pisau bedah itu mendadak gemetar hebat. Ia terdiam cukup lama, matanya terpaku pada benda itu seolah-olah sedang membaca diagnosa paling ajaib sepanjang karier kedokterannya.

"Ameera... ini..." suara Liam serak, tertahan di tenggorokan.

Ameera mengangguk pelan, air matanya mulai luruh. "Alhamdulillah, Liam. Allah menitipkan amanah kecil di sini." Ameera menyentuh perutnya yang masih rata.

Liam langsung bersujud syukur di atas lantai. Cukup lama ia menempelkan keningnya ke bumi, membisikkan doa-doa syukur yang begitu dalam hingga bahunya terguncang. Saat ia bangkit, wajahnya yang biasanya tenang dan berwibawa kini dipenuhi tangis kebahagiaan yang pecah.

Ia menarik Ameera ke dalam pelukannya—sebuah pelukan yang begitu protektif dan hangat.

"Terima kasih, Ameera. Terima kasih sudah bersedia menjadi madrasah pertama bagi anak kita nanti," ucap Liam, suaranya bergetar di telinga Ameera. "Dulu aku berpikir menyelamatkan nyawa di meja operasi adalah kebahagiaan tertinggi. Tapi hari ini aku sadar, mendengar bahwa ada nyawa baru yang tumbuh di rahimmu adalah mukjizat terbesar yang pernah aku saksikan."

Liam melepaskan pelukannya, lalu berlutut di depan Ameera. Ia mendekatkan wajahnya ke perut Ameera, membisikkan kata-kata yang membuat hati Ameera luluh.

"Assalamualaikum, Nak. Ini Ayah. Tumbuhlah dengan sehat di sana, jadilah penjaga Al-Qur'an seperti Ibumu. Ayah berjanji akan menjagamu dan Ibu dengan segenap nyawa Ayah."

Sejak hari itu, Liam menjadi suami yang jauh lebih protektif. Ia tidak lagi membiarkan Ameera kelelahan. Setiap malam, Liam akan duduk di samping Ameera, membacakan surat Yusuf atau Maryam dengan suaranya yang merdu. Ia ingin anak mereka terbiasa mendengar lantunan kalamullah bahkan sebelum ia melihat dunia.

Ameera sering memperhatikan Liam yang kini rajin membaca buku tentang kehamilan dan pola asuh Islami. Pria itu tampak sangat bersemangat, seolah sedang mempersiapkan diri untuk ujian medis paling penting dalam hidupnya.

"Kau tahu, Ameera?" ucap Liam suatu malam saat mereka sedang bersantai. "Aku pernah bermimpi memiliki keluarga yang setiap harinya dihiasi dengan suara tilawah. Dan sekarang, Allah tidak hanya memberiku istri yang salihah, tapi juga calon penghafal Al-Qur'an kecil di rahimmu. Aku merasa tidak pantas mendapatkan nikmat sebesar ini."

Ameera menggenggam tangan Liam erat. "Ini bukan tentang pantas atau tidak, Liam. Ini tentang kasih sayang Allah pada hamba-Nya yang bersabar. Kita akan mendidiknya bersama, ya?"

Malam itu, di bawah cahaya lampu kamar yang hangat, mereka berjanji untuk menjaga titipan Tuhan itu dengan penuh cinta. Ameera merasa hidupnya kini benar-benar sempurna. Dari seorang gadis yang tersesat di kegelapan, kini ia menjadi wanita yang mengandung cahaya baru dalam hidupnya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
apa aku yg salfok ya, perasaan waktu awal kehamilan Dayana pingsan usia kehamilan usia 6 minggu trs kok sudah melewati masa ngidam dan sampe sekarang kehamilannya masih tetap 6 minggu juga thor..ga bertambah.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ameera mertua idaman dan untungnya ngidanya juga ga aneh² atau di luar nurul.. kadang kalau baca novel pemerannya lagi ngidam pengen aneh² suka/ekstreem suka kurang sreg kesannya berlebihan. 🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah ketebak daribawal Sarah nitipin tuh pil kb, hadeuuhh..🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa ga jujur saja sama sahabatmu kalau kamu sudah menikah Aydan... itu lebih baik dari pada di rahasiain, biar kedepannya jaga dari fitnah.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wow Aydan gercep.👏👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Didikan Liam Sama Ameera pada.Aydan TOP pokoknya mah.👍👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
selamat datang baby Aydan, pelengkap pertama untuk Liam Ameera..👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pak dokter sweet banget, suami idaman, teguh iman.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sedikitnya ngerti agama tapi panggilan ke suami sebagai imam masih rumah tangga kok ga di terapkan thor.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: sama² kak.🙏🙂
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa Ameera masih manggil suaminya dengan nama saja thor rasanya kurang sreg di denger.🙏🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mau shalat sunah kenapa ga kelihatan sudah wudhu belumnya thor tau² sudah gelar sajadah dan langsung shalat aja.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya, doa kalian terkabul juga sama Author.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuhhh... apa Liam sebenarnya sudah suka sama Ameera ya.. sampe ngeluarin kata² manisnya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
semangat Ameera, pasti kamu bisa.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
menarik, moga aja selanjutnya tetap bagus.🤭👍
💗 AR Althafunisa 💗
Bernafas aja salah, itulah wanita. Ditambah lagi ngidam 😂
Retno Isusiloningtyas
apakah dokter Liam sdh kenal Ameera sebelumnya yaaa
Rahayu Ayu
Terima kasih kak Author 🙏🤍🤍
ros 🍂: makasih kembali kak 🥰
total 1 replies
Rahayu Ayu
Luar biasa 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!