NovelToon NovelToon
Tergoda Janda Kembang

Tergoda Janda Kembang

Status: tamat
Genre:Janda / Romansa pedesaan / CEO / Tamat
Popularitas:523.1k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Setelah mengetahui pengkhianatan sang kekasih, serta ada masalah di pabriknya, Rayyan memutuskan untuk healing sejenak ke sebuah desa, tempat salah seorang sahabatnya berada.

Tapi, nasib justru mempermainkannya. Malam itu, Rayyan menyelamatkan Lilis yang hendak di lecehkan seseorang, tapi Rayyan terjebak dalam sebuah kondisi, yang membuat warga desa salah paham, hingga mengharuskannya menikahi Lilis, seorang janda kembang.

Bagaimanakah lika-liku perjalanan mereka selanjutnya?

Apakah Rayyan akan tetap mempertahankan Lilis sebagai istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tolong Rahasiakan

#16

“40 juta?!” 

Kedua mata Bu Saodah melotot, separuh tak percaya bahwa ada ponsel dengan harga fantastis melebihi harga motor matic milik Sayuti, salah satu teman karaokenya. 

Sungguh tak sebanding dengan ponsel milik Arimbi yang ia belikan seharga 3,5 juta rupiah, itu pun dengan menggunakan uang jatah bulanan dari keluarga Dio. Padahal Bu Saodah sudah merasa benda pipih milik Arimbi sangatlah mahal, tapi ternyata ponsel milik anak menantunya harganya sungguh menggiurkan. 

Tapi kemudian, Bu Saodah tersenyum miring. “Pasti hape bajakan itu, kesingnya aja dibuat sama, biar kita percaya kalau itu hape yang asli, padahal hape kentang.” Setelah menyatakan prasangka buruk nya tentang benda milik menantunya, bibir Bu Saodah meliuk seperti ruwetnya jalan di tikungan sempit.

Padahal kepalanya melengos melirik ponselnya yang buluk dimakan usia, semakin dilihat justru terlihat makin mengenaskan karena sudah direkatkan dengan bantuan selotip serta karet gelang. 

Niat hati ingin membeli ponsel baru bulan berikutnya, karena mengutamakan ponsel untuk anak kesayangannya. Tapi, takdir berkata lain, bulan berikutnya Lilis resmi menjadi janda, hilang pula angan-angan Bu Saodah pamer ponsel baru ke teman-teman karaokenya. 

“Ck, dibilangin tak percaya, nanti kalau tahu jangan menyesal, ya. Nih, aku tunjukkan berapa harga ponsel itu.” Arimbi mulai mengetik sesuatu di laman ponselnya.

Tak lama kemudian, Arimbi menunjukkan gambar ponsel yang ia maksudkan. “Lihat! Ada daftar harganya sekalian. Lebih dari 40 juta, Bu!” 

Akhirnya Bu Saodah hanya bisa menelan ludahnya susah payah, padahal cuma setara air satu sendok makan. Tapi rasanya seperti menelan gumpalan batu berduri, susah sekaligus menyakitkan. 

Wajah cemberut itu seketika berbinar setelah mendengar bisikan Arimbi beberapa saat kemudian. 

•••

“Jadi begitu?” gumam Pak Penghulu Desa. 

Rayyan tak bisa diam saja, setidaknya ia harus mendatangi orang yang paling dipercaya, yang tidak akan menyebar aib yang semalam menimpa Lilis, yakni Pak Penghulu desa. Demi meluruskan apa yang terjadi semalam. 

“Saya, tidak akan membatalkan pernikahan, Pak. Saya melakukannya dengan niat yang benar, dan saya juga yang kini bertanggung jawab penuh atas diri Lilis.” 

Pak Penghulu desa tersenyum, pemuda di hadapannya ini sungguh mengagumkan, benar-benar pria yang luar biasa. “Tapi, saya juga meminta satu hal,” sambung Rayyan kemudian. 

“Katakan, Nak. Kalau Bapak bisa, pasti akan Bantu semaksimal mungkin.” 

“Ini, soal Karman, Pak.” Rayyan nyaris berbisik. “Saya ingin memberi pelajaran setimpal pada pria durjana itu.” 

“Astaghfirullah, sabar, Nak. Jangan mengedepankan emosi, nanti yang ada kamu menyesal,” nasehat Pak Penghulu desa. 

“Menyesal kenapa, Pak?” 

“Ya, kalau bablas lalu menganiaya orang, kan justru kamu yang jadi bulan-bulanan masa.” 

Rayyan terbahak, “Buat apa repot-repot mengotori tangan, Pak. Wong saya mau minta bantuan polisi untuk menggerebek Karman.” 

“Ealaah, tak kira kamu mau main hakim sendiri.”

“Baiklah, Pak. Jika demikian kami pamit akan ke kantor polisi membuat laporan. Nanti kami perlu kesaksian Bapak, bila diperlukan.” Rayyan pun pamit. 

Setelah mendapatkan data-data tentang Karman dari penghulu desa, jangan dikira Rayyan akan main sopan. Ia sangat geram setelah mendengar rekam jejak kejahatan Karman yang kerap membuat warga resah, entah bagaimana pria itu bisa menjadi salah satu pekerja yang menggarap ladang cabainya. 

Pria bernama Karman itu kini telah menghilang dari desa sebelah, tempat semula ia tinggal. Tapi Rayyan tak akan melapor pada polisi, pria itu hendak minta bantuan Agung agar mengerahkan anak buahnya. 

“Ayo, kita lanjutkan perjalanan, aku perlu sinyal stabil untuk bicara dengan Om Agung.” 

Nanang yang hari ini bertugas menjadi sopir ojol untuk Rayyan, mula menjalankan motornya, hingga satu jam kemudian mereka pun tiba di sebuah Bank, yang menyediakan mesin penarikan tunai. Tapi Rayyan memilih menarik uang secara manual, karena ia harus membayar para pekerja yang sedang ngebut menggarap ladangnya. 

Selain itu ia juga harus memberikan nafkah untuk istrinya, hah istri? Rayyan tersenyum tipis kala mengingat kenyataan bahwa saat ini dirinya adalah pria beristri. 

Setelah selesai dengan urusan Bank, barulah mereka mencari tempat duduk nyaman, karena Rayyan harus bicara dengan asisten kesayangan papanya, Agung. 

Rayyan menyodorkan lembaran menu makanan pada Nanang, “Pesan apa saja,” katanya tanpa suara. 

Nanang mengangguk paham, ini bagian paling menyenangkan ketika menjadi teman Rayyan, pria itu selalu royal pada saatnya. Bukan sekedar foya-foya atau membuang uang untuk hal-hal tak berguna. 

“Halo, Ray? Om baru mau menghubungimu.” 

“Menghubungiku? Ada apa, Om?” Jika Agung bilang akan menghubungi, artinya ada hal penting yang harus mereka diskusikan. 

“Om ada di kota yang letaknya tak jauh dari desa Nanang. Bisakah kita bertemu sebentar?” 

“Iya, Om, nanti aku usahakan ke sana. Masalahnya disini tak ada mobil, kalau naik motor Nanang bisa-bisa tahun depan baru tiba.” 

Nanang mengumpat pelan, ketika mendengar ejekan si anak konglomerat, untung teman baik, kalau tidak sudah ditinggalkan begitu saja. 

“Gampang, aku akan kirim mobil beserta sopir, kirimkan saja lokasi desa Nanang.” 

“Siap, Om.” 

“Hal penting apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya Agung kemudian. 

Rayyan terdiam sejenak, nyaris tak ada hal yang bisa ia sembunyikan dari Agung, pria itu sudah seperti om, kadang kakak, kadang bestie yang membantunya menyembunyikan jejak kejahatan. 

“Om— semalam—” Rayyan kembali ragu, hendak lanjut atau sudahi saja. 

“Jangan berbelit-belit, cepatlah! Waktuku sangat berharga.” 

“Cih, iya-iya, tahu asisten Tuan Gusman adalah paling sibuk sejagad raya! Menyebalkan,” celetuk Rayyan, yang disambut dengan tawa renyah Agung. 

“Baiklah, baiklah, demi kamu aku tak akan sibuk satu jam kedepan,” bujuk Agung, ini trik lama bila anak dari sang atasan ngambek, saat itu Rayyan masih anak-anak. 

Ditambah lagi, identitasnya sebagai satu-satunya pewaris Senopati Group harus disembunyikan rapat-rapat. Jadilah Rayyan seorang anak yang penyendiri, karena selalu di bayang-bayangi dengan ketakutan Tuan Gusman. Takut bila terjadi apa-apa dengan putra bungsunya. 

Agung bersedia meluangkan waktu sejenak demi Rayyan, kadang mereka nonton, kadang Rayyan minta ditemani main di luar, kadang hanya mengubek-ubek kolam ikan milik Almarhum Zidan, kakak Rayyan. 

“Om, semalam aku menikah.” 

Jeder! 

Ini hal paling mengejutkan diantara semua hal, satu-satunya sifat Rayyan yang sama persis dengan sifat Almarhum Zidan. “Ray, nggak lucu banget omongan kamu.” 

“Memang, Om. Kalau lucu aku sudah jadi pelawak,” celetuk Rayyan. 

“Sumpah! Kalau sekarang kamu di hadapanku, aku akan melemparmu dengan bangku atau apa saja!” omel Agung geram sambil memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. 

“Jangan, Om. Kalau marah, nanti Om sakit, siapa yang akan menemaniku bermain?” 

“Istrimu! Ajak saja dia bermain!" teriak Agung. "Duh, Ray, Ray, kamu tahu kondisi jantung mamamu, bukan? Kalau sampai dia terkejut, lalu—” Agung tak sanggup melanjutkan kalimatnya. 

Rayyan terkekeh, tapi juga sedih bila mengingat kedua orang tuanya yang sudah berusia senja. “Om dan Tante Rosa, tolong jangan beritahu Mama dan Papa, ya?”

“Mana bisa Om dan Tantemu menyimpan rahasia dari kedua orang tuamu. Mereka adalah dua orang yang paling mempercayai kami.” 

1
Anonim
Kak ini cerita rapi,mskpn berganti2 orang yg diceritakan dan q tdk membaca dr cerita papa gusman tp q paham, mgkn bs dilanjutkan dg cerita dr versi nanang dan cantika kak? Hidupku sendiri skrg adl seorang ibu pekerja,jd merasa mellow tb2 g tw knp. Antata cerita di novel yg tll bagus shg tdk berbanding lurus dgn hidup yg nyata. Atau memang ad kah kehidupan di dunia nyata yg spt rayyan dan lilis?
moon: pada kenyataannya mencari pasangan sempurna seperti rayyan dan lilis amat sangat susah, tapi bukan berarti tidak ada.

pasti ada, tapi langka.

karena tidak ada suami atau istri yang sempurna, semua punya sisi lemah dari segala arah.

karena begitulah manusia /Smile/
total 2 replies
Khairul Azam
hahahah ini salah cantik 😆😆😆😆 nanang gak salah lho ya gak salah dia mah 🤣🤣🤣🤣
Hasanah Purwokerto
Bu Saodah kali yaa
Hasanah Purwokerto
Gasssss lah,,,jodohmu Nang,,jgn sampai kabur lagi
Hasanah Purwokerto
👍👍👍👍👍😄😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Sekali sendal tetap lah sendal...
eh...sun dal maksudnya...🤭🤭🤭🤭🤭
Hasanah Purwokerto
Lagi ikut sedih,,tiba" ngakak aja...🙈🙈🙈🙈😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Eh...Gwen dah punya anak,,pantesan Rayyan dipanggil eyang...😄😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Sandi kabur,,ga inget ma kamu Fat..
Hasanah Purwokerto
Emang kucing mas,,banyak anak...🤭🤭🤭🤭
Hasanah Purwokerto
Tenang Lis,,,uang suamimu tdk berseri,,ga bakalan habis 10 tikungan 10 tanjakan...😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Semua karya kak Moon aku suka..👍👍👍👍
moon: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Hasanah Purwokerto
Anakan ulet bulu sedang menggatal,,,untung halal...🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hasanah Purwokerto
astaga.....ckckckckk...
Hasanah Purwokerto
Wah...Dio tertipu hanis habisan ternyata,,,
Selamat ya bu Fatma,,calon cucumu bukan cucumu....🤭🤭🤭🤭
Hasanah Purwokerto
Hahahhaa..om Agung iri,,pdhl dia juga dulu begitu...
Hasanah Purwokerto
Hhhhmmmmm...iya dech..iya ,,kamu memang tampan ,,rupawan,,menawan...🤭🤭🤭
Bunda Aish
ngikutin cerita tentang bapak nya jadinya lanjut cerita tentang anak nya 🫰
moon: terima kasih kak, atas atensi dan dukungannya 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Bunda Aish
terimakasih mbak bulan 🫰
lanjut cerita baru ya? ntar dulu ya, lagi ribet 😊
moon: sellow aja, kak.

kalo nggak sekalian nunggu tamat, biar puas maraton 🥰
total 1 replies
Hasanah Purwokerto
Benar donk...
Pasti nyesel kamu nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!