NovelToon NovelToon
Munajat Cinta

Munajat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Diam-Diam Cinta
Popularitas:45.5k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

EDISI SPESIAL RAMADHAN

Zunaira Prameswari hanyalah seorang ustadzah yatim piatu yang merasa dunianya sudah cukup dengan mengabdi di Pesantren Al-Anwar.

Baginya, mencintai Gus Azlan, putra kedua sang kiai yang baru kembali dari Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kemustahilan yang hanya berani ia langitkan dalam doa-doa di sujud terakhir.

Namun takdir berkata lain, penolakan Azlan terhadap lamaran Ning Syifa, seorang putri kiai besar yang membawa kepentingan politik pesantren, justru menyeret Zunaira ke pusaran konflik keluarga yang rumit.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukk kepoin!!!

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bidadari

Setelah pengajian selesai dan santriwati kembali ke kamar masing-masing dan Zunaira berjalan menuju kamarnya, ia melewati jendela asrama yang menghadap ke kebun jeruk.

Di sana, ia melihat sebuah cahaya kecil dari senter yang dikedipkan tiga kali dari arah ndalem.

Satu... dua... tiga.

Itu kode dari Gus Azlan yang artinya "Aku bangga padamu. Tidurlah dengan tenang."

Zunaira tersenyum dan hatinya menghangat, ia masuk ke kamar dan mendapati sebuah amplop cokelat kecil terselip di bawah pintu dan kemungkinan besar diletakkan oleh Arifa saat ia sedang ceramah tadi.

Di dalamnya bukan hanya surat, tapi selembar foto kecil Naura yang sedang tertawa dan di baliknya ada tulisan tangan Gus Azlan.

"Tadi di kantor keamanan aku baru saja mematahkan satu anak panah yang mencoba melukaimu, jangan khawatir perisaimu bukan hanya aku, tapi juga doa-doa yang dipanjatkan Abah dan Ummi setiap malam. Besok pagi, jangan lewat kantor kurikulum dulu, ambillah jalan memutar lewat perpustakaan dan aku akan meletakkan vitamin di rak kitab Fathul Mu'in halaman 110. Jaga kesehatanmu Wahai ketenangan hatiku."

Zunaira mendekap foto itu, ia menyadari bahwa hidup dalam kerahasiaan ini memang seperti berjalan di atas tali tipis.

Salah langkah sedikit saja, mereka akan jatuh ke dalam jurang drama keluarga Kyai Mansur yang rumit.

Namun selama Gus Azlan berdiri di sana sebagai perisainya dan selama ia memiliki Allah sebagai pelindung utamanya mama Zunaira tidak lagi merasa takut.

Ia membuka Kitab Tafsir maharnya, membacanya sejenak sebelum memejamkan mata.

"Terima kasih Ya Allah atas cinta yang asing namun menguatkan ini." bisiknya dalam gelap.

Fajar akan segera tiba dan sandiwara indah itu akan dimulai kembali, menjadi asing di mata dunia, namun menjadi ratu di hati sang putra Kyai.

Pagi buta di Pesantren Al-Anwar selalu diawali dengan simfoni yang khas yaitu lantunan puji-pujian dari menara masjid, derap langkah santri yang bergegas menuju pemandian dan aroma tanah basah yang disapu sapu lidi.

Namun bagi Zunaira pagi ini membawa debar yang berbeda, pesan yang ia temukan di balik foto Naura semalam masih terngiang yaitu sebuah instruksi yang lebih mirip teka-teki cinta daripada urusan administrasi madrasah.

Sesuai arahan Gus Azlan, Zunaira tidak melintasi jalur biasanya menuju kantor kurikulum.

Ia memilih memutar melewati kebun jati lalu menyelinap masuk ke pintu samping perpustakaan pusat yang biasanya masih sepi di jam segini.

Langkahnya pelan dan berusaha tidak menimbulkan suara di atas lantai kayu yang mulai menua.

Matanya segera mencari rak besar bertuliskan Kitab Fiqh Syafi’iyyah, jantungnya berdegup kencang saat jemarinya menyentuh punggung kitab Fathul Mu’in jilid pertama. Dengan hati-hati kemudian ia menarik kitab tebal itu.

Tepat di halaman 110, terselip sebuah plastik klip kecil berisi dua butir vitamin berwarna merah hati dan selembar nota kecil.

"Diminum setelah sarapan dan jangan dibuang notanya, ada jadwal rahasia di balik ini. — A"

Zunaira tersenyum dan pipinya merona, namun senyum itu membeku seketika saat terdengar suara buku jatuh dari lorong sebelah.

"Aduh!"

Zunaira tersentak dan refleks menutup kitab itu dengan keras, ia menoleh dan mendapati sesosok santriwati kecil yang mungkin kelas 2 Ibtidaiyah sedang berjongkok memungut tumpukan buku cerita.

Namanya Laila, santriwati yang dikenal sebagai si kancil karena rasa ingin tahunya yang luar biasa.

"Eh, Ustadzah Zu?" Laila mendongak, matanya bulat menatap Zunaira.

"Ustadzah sedang apa di pojok sini? Bukankah Ustadzah ngajar di kelas lantai dua?" tnya santriwati itu.

Zunaira berusaha menormalkan rafasnya dan be sikap seperti biasa saja.

"Oh... ini Laila, Ustadzah sedang mencari referensi tambahan. Kamu sendiri kenapa jam segini sudah di perpustakaan? Bukankah jadwal bersih-bersih kelas sedang berlangsung?" tanya Zunaira balik.

Laila mendekat dengan langkah riang dan matanya tak sengaja melirik ke arah kitab Fathul Mu'in yang masih dipegang Zunaira.

"Tadi Laila lihat Gus Azlan keluar dari sini jadi Laila kira Gus Azlan ketinggalan pulpen eh ternyata ada Ustadzah Zu, apa tadi Gus Azlan kasih hadiah buat Ustadzah?" tanya santriwati itu.

Pertanyaan polos itu terasa seperti hantaman godam bagi Zunaira.

Di pesantren kepolosan seorang anak kecil bisa menjadi sumbu bagi ledakan gosip di kalangan ustadzah senior.

Zunaira berjongkok, menyamakan tingginya dengan Laila dan ia harus memutar otak secepat kilat.

"Laila sayang, Gus Azlan tadi memang ke sini untuk menaruh tugas untuk para asatidzah. Lihat ini," Zunaira dengan berani menunjukkan vitamin di dalam plastik klip itu, namun menyembunyikan notanya.

"Ini adalah vitamin untuk semua ustadzah yang sedang membantu kurikulum baru, Ustadzah ditugaskan Gus Azlan untuk mengambilnya. Laila mau membantu Ustadzah?" seru Zunaira.

Mata Laila berbinar karena dia senang jika bisa membatu para Ustadzah dan juga keluarga ndalem.

"Membantu apa, Ustadzah?" tnya santriwati itu dengan semangat.

"Jangan bilang siapa-siapa kalau Ustadzah ambil ini di sini ya? Karena kalau ustadzah lain tahu, mereka nanti rebutan dan Laila tidak kebagian permen dari Ustadzah nanti sore. Bagaimana?" seru Zunaira.

Laila menutup mulutnya dengan tangan kecilnya, lalu mengangguk mantap.

"Siap, Ustadzah! Rahasia!" ujar sang murid.

Zunaira bernapas lega saat Laila berlari keluar perpustakaan, namun ia tahu mulai saat ini ia harus lebih waspada.

Jejak Gus Azlan dan dirinya mulai terendus, meski hanya oleh seorang bocah.

Siang harinya Zunaira diminta membantu Ummi Salamah di dapur ndalem, ini adalah kedok paling aman baginya untuk bisa berada di dekat keluarga suaminya tanpa mengundang curiga.

Di sana ada Ning Arifa sedang sibuk memotong sayuran sambil bersenandung.

"Mbak Zu." bisik Ning Arifa saat Ummi sedang ke depan menemui tamu.

"Tadi Mas Azlan senyum-senyum sendiri waktu makan siang, katanya suplemen di perpustakaan sudah sampai ke alamatnya." seru gadis remaja itu.

Zunaira mencubit pelan lengan Ning Arifa karena suaranya yang cukup keras dan takut ada yang menguping.

"Ning Arifa jangan keras-keras, tadi hampir saja ketahuan Laila di perpustakaan." ujar Zunaira memperingati adik iparnya.

"Laila si kancil itu?" Arifa tertawa kecil.

"Tenang saja, dia itu asisten rahasiaku kalau mau ambil mangga di kebun Abah dan dia aman. Tapi Mbak, Mas Azlan itu benar-benar mengkhawatirkanmu, dia bilang semalam Mbak Zu terlihat sangat lelah waktu mengisi pengajian." ucap Ning Arifa.

Tiba-tiba, Naura masuk ke dapur dengan membawa boneka kainnya.

"Ustadzah Zu! Naura tadi lihat Paman Azlan tulis surat banyak sekali di meja dan katanya buat bidadari, bidadari itu siapa Mbak Arifa? Apa dia punya sayap?" tanya bocah itu dengan penasaran.

Ning Arifa tertawa terpingkal-pingkal, sementara Zunaira hanya bisa menunduk dalam dan menyembunyikan wajahnya yang merah padam.

"Bidadarinya lagi ada di depanmu Naura, tapi sayapnya lagi disimpan di balik jilbab." goda Ning Arifa.

Interaksi keluarga yang hidup ini menjadi obat bagi Zunaira, meskipun statusnya belum diumumkan tapi perlakuan keluarga Kyai Hamid yang begitu hangat membuatnya merasa benar-benar memiliki rumah.

Ia teringat nasihat Kyai Hamid tempo hari dalam sebuah pengajian internal keluarga tentang pentingnya menjaga hubungan yang baik, beliau mengutip sebuah hadis.

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku." (HR. Tirmidzi).

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN ⬇️⬇️⬇️...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
gak ada puas dan sllu ingin mencari celah buat menghancurkan reputasi. Zu si Syifa ini Krn dia SDH di keluarkan TDK hormat mkn dia suruh slh Kel nya buat mata2 yg mn akan. menjadi informan bagi Syifa
Supryatin 123
❤️❤️❤️buat zunairah aku padamu.lnjut thorr 💪💪
Supryatin 123: semoga saja🤭🤭
total 2 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
jawaban yang bagus zunairah
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya ganti baju naura
Supryatin 123
gancatan Syifa semakin aduhai namun lngsung d skakmat sama Zu 🤭🤭❤️❤️ Lnjut thor 💪💪.Ning kok kelakuannya minus gtu syifa.apa jgn2 bukan lulusan pondok🤣🤣
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Rahma Inayah
segala cara baik halus maupun kasar ttp aja Syifa GK BS menghancurkan ponpes Al Anwar jg ikatan pernikahan Zu dan Azlan GK mkn BS bercerai kecuali maut yg rmemishkan merk
Rahma Inayah
lanjut thor
Nifatul Masruro Hikari Masaru
pasangan ini bikin iri aja
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪 makin seru❤️❤️
Rahma Inayah
kasian deh km Syifa tiap klu mau buat jahat sllu gagal Krn ada Allah di sisi Kel kyai Hamid yg selalu berdoa tnp putus utk kesejahteraan dan kenyamanan ponpes
Rahma Inayah
GK kapok2 nya Syifa SDH berkali kli berbuat salh dan dipermalukan sendri oleh perbuatannya msh juga mau jahat LG.ning kok kelakuan GK bermoral percuma sekolah tinggi sampai ke arab berilmu byk tp akhlak bobblok ..
Supryatin 123
tak bosan2 si lampir buat kekacauan.semoga usaha Azlan n zunairah berhasil lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Rahma Inayah
malu sendri kan km Syifa mn SDH di skak matt oleh Azlan ..SM pengacara. nyai jg GK enk hati dua malu atas tuduhan Syifa yg TDK ada bukti .SPT bau2 perjodohan LG Ning arifa dan fais 👍👍👍
Kasih Bonda
next Thor semangat
Sulfia Nuriawati
sabar blh tp jgn mw d injak harga diri mu zunairah, sesekali lwn aja scra terbuka biar org tw mn yg tulus mn yg modus, krues mulutnya spy yg kluar cm ucapan baik aja
Rahma Inayah
good Zu semakin HR km semakin tegas dan berani utk mengukp km jln kebnrn nya suoaya Syifa mati kutu apa yg SDH dia fitnah kn PD mu .lawan trs jgn LG k.menunduk Karn takut Krn km skrg SDH JD bagaian Kel kyai Hamid dan jg istri Gus Azlan
Kasih Bonda
next Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!