NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS CANTIK

MAFIA DAN GADIS CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.

Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 PENGKHIANATAN DI BALIK BAYANG-BAYANG

Ruolan Tan memandang ke belakang dan melihat beberapa mobil polisi yang mengejar mereka. "Aku tidak bisa percaya, mereka sudah menemukan kita!" seru Ruolan Tan.

David memandang ke belakang, lalu memutar mobil ke arah yang berbeda. "Aku akan mencoba menghilang di jalan-jalan sempit," katanya.

Steve Lim memandang David dengan mata yang skeptis. "Siapa kamu?" tanya Steve Lim. "Dan bagaimana kamu bisa membantu aku?"

David tersenyum. "Aku adalah teman lama Ruolan Tan," katanya. "Aku telah membantu dia menyelamatkan kamu."

Ruolan Tan memandang David dengan mata yang serius. "Aku percaya padanya, Steve," katanya. "Aku tahu dia bisa membantu kita."

David memutar mobil ke arah yang berbeda lagi, mencoba menghilang di jalan-jalan sempit. "Aku akan mencoba menghilang di jalan-jalan sempit," katanya. "Kita harus pergi ke tempat yang aman."

Tiba-tiba, mobil mereka berhenti di depan sebuah gudang tua. David memandang ke sekeliling, lalu mengangguk. "Ini tempat yang aman," katanya. "Kita bisa beristirahat di sini."

Ruolan Tan dan Steve Lim keluar dari mobil, lalu memasuki gudang tua itu. David mengikuti mereka, lalu menutup pintu gudang itu.

"Kita harus berhati-hati," kata David. "Menteri Chen tidak akan membiarkan kita hidup jika dia menemukan kita."

Steve Lim memandang David dengan mata yang serius. "Aku tidak tahu apa yang terjadi," katanya. "Tapi aku tahu bahwa aku harus berterima kasih padamu."

David tersenyum. "Tidak perlu berterima kasih," katanya. "Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan."

Tiba-tiba, Ruolan Tan memandang ke arah pintu gudang itu. "Aku dengar sesuatu," katanya. "Aku pikir kita tidak sendirian di sini."

David memandang ke arah pintu gudang itu, lalu mengangguk. "Aku juga mendengar itu," katanya. "Kita harus berhati-hati."

Mereka bertiga memandang ke arah pintu gudang itu, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

David memegang sebuah benda yang terlihat seperti pistol, lalu memberi isyarat kepada Ruolan Tan dan Steve Lim untuk tetap diam. "Tetap di sini," bisik David. "Aku akan pergi melihat apa yang terjadi."

David berjalan perlahan-lahan menuju pintu gudang itu, pistolnya siap untuk ditembakkan. Ruolan Tan dan Steve Lim memegang napas, menunggu apa yang akan terjadi.

Tiba-tiba, pintu gudang itu terbuka, dan seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang masuk ke dalam. "Halo," katanya dengan senyum. "Aku tidak bermaksud mengganggu."

David memandang wanita itu dengan skeptis, pistolnya masih siap untuk ditembakkan. "Siapa kamu?" tanya David.

Wanita itu tersenyum lagi. "Aku adalah Sophia," katanya. "Aku ada di sini untuk membantu kalian."

Ruolan Tan dan Steve Lim memandang Sophia dengan skeptis, tapi David masih tidak yakin. "Apa yang kamu maksud dengan membantu kita?" tanya David.

Sophia tersenyum lagi. "Aku tahu tentang Menteri Chen dan rencananya," katanya. "Aku bisa membantu kalian menghentikan dia."

Steve Lim memandang Sophia dengan mata yang serius. "Bagaimana kamu bisa membantu kita?" tanya Steve Lim.

Sophia tersenyum lagi. "Aku memiliki informasi yang dapat membantu kalian," katanya. "Aku bisa memberitahu kalian tentang rencana Menteri Chen dan bagaimana cara menghentikannya."

David memandang Sophia dengan skeptis, tapi Ruolan Tan memandang David dengan mata yang serius. "Aku percaya padanya," katanya. "Aku pikir kita harus mendengarkan apa yang dia katakan."

David mengangguk, lalu menurunkan pistolnya. "Oke," katanya. "Kita dengarkan apa yang dia katakan."

Sophia tersenyum, lalu mulai berbicara tentang rencana Menteri Chen dan bagaimana cara menghentikannya.

Tiba-tiba, pintu gudang itu terbuka dengan keras, dan beberapa orang masuk ke dalam. Mereka semua berpakaian hitam dan membawa senjata.

"David, kamu tidak bisa melarikan diri dari kami," kata salah satu dari mereka.

David memandang mereka dengan mata yang serius. "Aku tidak akan menyerah," katanya. "Aku akan melindungi Steve Lim dan Ruolan Tan dengan nyawaku."

Orang-orang itu tersenyum, lalu mulai bergerak maju. David mengambil posisi, siap untuk melawan.

Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang serius. "Aku akan melindungi kamu, Steve," katanya.

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang lembut. "Aku tidak ingin kamu terluka," katanya.

Tiba-tiba, perkelahan dimulai. David melawan orang-orang itu dengan kemampuan yang luar biasa, sementara Ruolan Tan melindungi Steve Lim dengan senjata yang dia bawa.

Steve Lim mencoba untuk membantu, tapi Ruolan Tan tidak membiarkan dia. "Tetap di belakang, Steve," katanya. "Aku akan melindungi kamu."

Perkelahan itu berlangsung sengit, tapi David dan Ruolan Tan berhasil mengalahkan orang-orang itu. Ketika semuanya sudah selesai, mereka berdua berdiri tegak, bernafas keras.

"Kamu baik-baik saja?" tanya David kepada Ruolan Tan.

Ruolan Tan mengangguk. "Aku baik-baik saja," katanya. "Tapi kita harus pergi dari sini sekarang. Menteri Chen pasti sudah mengirimkan lebih banyak orang."

David mengangguk, lalu memandang Steve Lim. "Kita harus pergi," katanya. "Aku tahu tempat yang aman untuk kita."

Mereka bertiga keluar dari gudang itu, dan menuju ke mobil yang terparkir di luar. Mereka melajukan mobil itu dengan cepat, meninggalkan gudang tua itu di belakang.

Tiba-tiba, Ruolan Tan memandang ke arah Steve Lim. "Steve, aku harus memberitahu kamu sesuatu," katanya.

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang serius. "Apa itu?" tanya Steve Lim.

Ruolan Tan mengambil napas dalam-dalam, lalu berkata, "Aku bekerja sama dengan Menteri Chen."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang lebar. "Apa?!" serunya.

Kemudian, pintu gudang itu terbuka dengan pelan, dan seorang pria masuk ke dalam. Dia memandang ke arah mereka bertiga dengan mata yang tajam.

"Siapa kamu?" tanya David, sambil mengambil posisi defensif.

Pria itu tersenyum. "Aku adalah agen rahasia," katanya. "Aku telah mengikuti Menteri Chen selama beberapa waktu."

Ruolan Tan memandang pria itu dengan mata yang skeptis. "Apa yang kamu inginkan?" tanya Ruolan Tan.

Pria itu memandang ke arah Steve Lim. "Aku ingin membantu Steve Lim," katanya. "Aku tahu bahwa Menteri Chen ingin membunuh dia, dan aku ingin menghentikannya."

Steve Lim memandang pria itu dengan mata yang serius. "Bagaimana kamu bisa membantu aku?" tanya Steve Lim.

Pria itu tersenyum. "Aku memiliki bukti yang dapat membuktikan bahwa Menteri Chen bersalah," katanya. "Aku dapat membantu kamu membersihkan nama kamu, Steve Lim."

David memandang pria itu dengan mata yang skeptis. "Aku tidak percaya padamu," katanya. "Bagaimana aku tahu bahwa kamu tidak bekerja sama dengan Menteri Chen?"

Pria itu memandang David dengan mata yang tenang. "Aku memiliki identitas yang dapat membuktikan bahwa aku adalah agen rahasia," katanya. "Aku dapat menunjukkan itu kepada kamu."

Pria itu mengeluarkan sebuah kartu identitas dari sakunya, dan menunjukkannya kepada David. David memandang kartu identitas itu dengan mata yang skeptis, lalu mengangguk.

"Baiklah, aku percaya padamu," kata David. "Apa rencana kamu untuk membantu Steve Lim?"

Pria itu tersenyum. "Aku memiliki rencana untuk membongkar rencana Menteri Chen," katanya. "Aku dapat membantu kamu membersihkan nama kamu, Steve Lim, dan menghukum Menteri Chen atas kejahatannya."

Mereka bertiga memandang pria itu dengan mata yang serius, lalu mengangguk. "Baiklah, kita lakukan," kata Steve Lim.

Pria itu tersenyum, lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya. "Aku akan menghubungi tim aku," katanya. "Kita akan membongkar rencana Menteri Chen dan membersihkan nama kamu, Steve Lim."

1
Tobatos Corp
kemampuan yang meningkat
Tobatos Corp
harus hati hati ini
Tobatos Corp
semakin seru
Faniah Haidar
♥️♥️♥️
Faniah Haidar
💐💐💐
Faniah Haidar
penasaran gimana endingnya 🤭
Tina Andara
mudah mudahan Roulan Tan terbuka matanya ya kan
Vania Andina
Roulan Tan kau kan bisa bela diri napa gak kau hajar dia
Raisa Andriana
semangat tor
Tina Andara
gak ada yang gratis kan Tan
Tina Andara
kan udah tahu kalau Steve tuh mafia Tan
Tina Andara
lari Tan ! lari... !
Tina Andara
nyali juga nih Ruolan Tan
Tina Andara
pasti seru nih ceritanya
Vania Andina
lanjut aja deh thor
Vania Andina
satunya belum kelar thor dah bikin lagi satu karangan film baru thor
Raisa Andriana
lanjut
Yuniar Farah
next thor 👍
Larasati John
bos geng nih ceritanya, laki banget sekarang,,, semangat steven lim,,,
Faniah Haidar
semangat thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!