NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.

Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta segitiga

"Kau ingin mengejarnya?." Tanya Daniel, melihat wajah Theor yang tidak rela.

"Saya akan selalu di sisi yang mulia." Theor profesional.

"Theor, kau sungguh memiliki kekasih?." Roxane memotong percakapan.

"Roxy___

"Diamlah, kau menganggu." Bentak Roxane pada Daniel.

"Lady Roxane, tidak seharusnya anda ikut campur persoalan cinta orang lain." Tegur Isabella.

"Pfttt lihat ini, kau sedang mengajariku? dasar gundik." Sinis Roxane.

"Roxy, hentikan itu. Kenapa kau selalu seperti ini, dulu kau tidak memiliki sifat kekanakan." Daniel marah.

"Kau masih bertanya kenapa? kau yang membuatku berubah Dane." Bentak Roxane.

"Aku? kau selalu menyalahkan ku untuk hal yang tidak aku ketahui." Daniel tidak mengerti.

"Hahaha memangnya pria seperti mu bisa mengerti apa?." Roxane tertawa tapi terluka.

Antara Roxane dan Daniel adalah seorang teman masa kecil, mereka bahkan sudah memiliki nama panggilan mereka. Tapi cinta mengubah pandangan keduanya, Daniel tidak mencintai Roxane tapi Roxane kebalikannya.

Kehadiran Isabella di tengah-tengah keduanya menjadi duri dalam daging Roxane, dia merasa sakit hati dan terlupakan. Padahal sejak dulu dia lah satu-satunya teman Daniel, bahkan sebelum Theor masuk ke istana.

"Laxy Bexxa, sepertinya anda membutuhkan angin segar. Saya akan mengantar anda ke balkon." Theor mengulurkan tangannya, bersikap seperti pengawal.

plakk

"Kau pun sama saja dengannya Theor." Roxane menepis tangan Theor, lalu berlari keluar dari aula.

Pertikaian itu di lihat banyak orang, ada yang merasa kasihan, mencibir atau bahkan menertawakan. Sebenarnya banyak yang menyayangkan kenapa Daniel memilih rakyat jelata, terutama para keluarga bangsawan. Mereka paling memandang status sosial, tapi karena Isabella cantik dan dulu, mereka mulai menerimanya.

"Isabella, jangan dengarkan ucapan Roxy. Sepertinya dia masih sulit mengendalikan emosinya." Ucap Daniel.

"Tentu yang mulia." Isabella tersenyum menahan kesal.

Dia cemburu mendengar panggilan "Dane" dari Roxane pada Daniel. Selama menjadi kekasih hati Daniel, Isabella tidak sekalipun mendapatkan izin memanggil nama. Dia harus tetap menyebutkan yang mulia, seperti rakyat pada Kaisar mereka.

Situasi mulai membaik saat sesi dansa dimulai, Daniel berdansa bersama Isabella di tengah aula. Theor memilih bersembunyi di pojokan, dia tidak mau berdansa dengan siapapun.

Roxane berlari sampai ke taman, dia duduk di sana lalu menangis dalam diam. Dia sedih, hatinya merasa sakit. Meksipun dia memiliki julukan Future Socialite Queen (Calon Ratu Sosialita) tetap saja dia kalah saing dengan seorang rakyat jelata.

Berbeda jika saingannya sesama bangsawan, dia tidak akan pernah merasa serendah ini. Ingin marah pun pada siapa? dia sejak awal hanya seorang teman masa kecil, dia bukan siapa-siapa bagi Daniel.

"Kau bersedih?." Suara seseorang mengejutkan Roxane.

Deg.

Roxane menoleh ke sumber suara dengan tajam, dia melihat Elena berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk. Elena mendekat dengan anggun dan tenang, dia sudah lama berada di sana karena muak berada di dalam aula.

Elena duduk di samping Roxane, dia mengulurkan tangannya memberikan sapu tangan. Roxane menerima itu dan menghapus air matanya, dia meskipun terkenal tapi tidak memiliki teman dekat.

"Apa kau sudah merasa lebih baik?." Tanya Elena lembut.

"Sejak kapan kau berada di sana?." Ucap Roxane.

"Sejak aku keluar diam-diam dari aula, disini terasa tenang dan damai. Bukan begitu?." Elena terlihat dewasa.

"Ya.... apa menurutmu aku terlihat lebih jelek dari Isabella?." Tanya Roxane.

"Astaga, apa yang anda katakan. Semua perempuan sudah pasti terlahir cantik, tidak mungkin tampan." Elena tersenyum.

"Kau tidak mau menjawab? artinya aku memang lebih jelek dari wanita rendahan itu." Ucap Roxane kesal.

"Begini Lady Roxane, terkadang jika kita fokus mengejar sesuatu justru dia akan semakin menjauh. Tapi jika kita diam, seperti bunga mawar berduri di tengah-tengah bunga tulip. Kita akan mekar dengan indah dan mencolok, kumbang akan menghampiri kita dengan sendiri nya meskipun tau kita bisa melukainya." Ucap Elena puitis.

"Tapi sayangnya kita bukan bunga, dan pria bukan kumbang. Bunga tidak memiliki perasaan, berbeda dengan manusia." Ucap Roxane.

"Tentu saja, tapi coba lihat kesamaan mu dengan bunga mawar. Rambutmu sangat indah seperti kelopak bunga mawar, tatapanmu yang tajam seperti duri tapi kau tetap saja menjadi dambaan banyak orang di dunia sosialita. Kau hanya kalah satu kali, di saat berhasil menang berkali-kali." Ucap Elena.

"Lalu bagaimana denganmu Elena?." Tanya Roxane, menatap Elena.

"Aku?." Elena heran.

"Kau di kejar oleh pria, kau tidak merasa di rebut oleh wanita lain. Bayangkan jika kau mencintai Theor, tapi Theor malah memilihku." Ucap Roxane dingin.

"Itu bisa saja terjadi, tapi coba kau lihat di aula pesta yang megah itu. Di saat pandangan kita fokus pada satu orang, di belakang kita ada banyak sekali pria maupun wanita yang mendambakan kita. Kau tau artinya kan? yang menginginkan kita banyak, hanya saja kita tidak melihat mereka." Ucap Elena.

"Kau pandai bicara ya." Roxane tersenyum.

"Aku senang melihatmu tersenyum." Elena ikut tersenyum.

"Apa kau ingin berteman denganku Elena?." Tiba-tiba Roxane mengulurkan tangannya.

"Apa anda serius? anda tau kan bagaimana rumor saya selama ini? anda akan menyesal." Elena tertawa.

"Persetan dengan itu, kau terlihat jauh lebih baik di banding rumor itu." Kukuh Roxane.

"Tentu, mari berteman Lady Roxane." Elena menyambut uluran tangan Roxane.

"Panggil saja Roxy." Ucap Roxane.

"Baiklah, kau bisa memanggilku manis~~." Gurau Elena.

"Uweeekkkk~~." Roxane pura-pura mual.

"Hahahahahahahahha." Elena dan Roxane tertawa bersama.

Keduanya berbincang, lebih tepatnya Elena mendengarkan segala keluh kesah Roxane. Mulai dari kesehariannya, apa yang dia sukai bahkan sampai alasan dia menyukai Daniel.

Elena mendengarkan tanpa menyela, dia mendengarkan dengan sangat baik sekaligus mencari informasi. Setelah Roxane merasa lebih baik, keduanya kembali ke aula dengan hati yang sudah lebih baik.

Roxane mengajak Elena berkenalan dengan teman-teman sosialita, bahkan Roxane menggandeng tangan Elena dan mengatakan mereka berteman dekat. Elena tersenyum, tentu saja dia senang karena mendapatkan calon informan terpercaya.

"Lady Elena, mau kah kau berdansa denganku?." Suara boriton mengejutkan kumpulan sosialita itu.

Mereka memekik terkejut, pertama kali melihat Theor dari dekat. Ternyata sangat tinggi, tampan, harum, suaranya indah dan tatapan matanya tajam. Apalagi Theor mengenal Elena, ini gosip baru.

"Tidak mau." Tolak Elena mentah-mentah.

Roxane dan gadis sosialita di sana tercengang, Elena mengabaikan kesempatan emas menjadi pusat perhatian. Apalagi ini perdana Theor muncul di pesta megah, bisa-bisanya Elena menolak.

"Kau masih marah?." Theor bicara lebih lirih.

"Sstttt.. berhenti sok akrab." Elena dengan berani memerintah Theor untuk diam.

sraaattt

Greb.

Elena melotot tidak percaya, Theor menarik Elena ke tengah aula dan memaksa berdansa begitu saja. Roxane memekik melihat itu, merasa sedang melihat novel romansa.

Semua mata tertuju pada pasangan baru yang asing itu, mereka baru pertama kali melihat Elena dan Theor. Meskipun beberapa dari mereka sudah mendengar tentang Theor, tapi ini pertama kali mereka melihat secara langsung.

1
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mellisa Gottardo: /Scowl/
total 1 replies
Alishe
bentar lg ayam pink🤣🤣🤣🤣
Alishe: saingan theor pilihan daddyhhh gue gpp biar makin kebakaran jenggot si kaku ini🤣🤣
total 2 replies
Alishe
ga guna u curiga udah telatttttt
Alishe
masi aja si ajim belain tu setan dihhh
Alishe
bukannya iya?? 🙄
Alishe
enak ga dituduh☺☺
Mellisa Gottardo: otw salam olahraga
total 1 replies
Alishe
nah ulet belbel mau ngapain lg itu ga boleh bgt org bahagia
Alishe
ahahaha percaya ga percaya laki w jg gini pas pdkt🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: awww sosweet
total 1 replies
Alishe
keselan gue perasaan🙄🙄🙄
Alishe
bener katarak ni org
Siti Aisyah
🤭🤭🤭
Mellisa Gottardo: /Drool/
total 1 replies
Yogi Muriani
ayam warna warni 🤣🤣suka-suka-suka👍
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ayam teletubbies dong mereka jadi nya, berpelukan
Mellisa Gottardo: hahaaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sekutu isabelle ternyata orang yang tak di sangka²
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
nah, baru tau takut. itu dia sifat nya orang sabar, sekali bertindak 1000 nyawa akan siap dicabik-cabik nya
Mellisa Gottardo: terharu yaw
total 1 replies
Kimyoonvi
harus bngt tiga anak ayam warna warni? 😭
Mellisa Gottardo: hahahah
total 1 replies
Evi Marena
ayam warna warni😂othorrrr the best sudah up 2part.....moga elena mau bantu mereka cari Isabella sang penipu ulung SM pendeta agung laknat😒
semangat othorrrr....moga sehat selalu 😘😘
Mellisa Gottardo: hahaha okee
total 1 replies
Alishe
puas satu puasss puas aja satuuuuu🤧🤧🤧
Alishe
agak laen antagonis ini🙄🙄🙄
Alishe
katarak dia ga liat bree
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!