NovelToon NovelToon
Rahasia Besar Tuan Alkhatiri

Rahasia Besar Tuan Alkhatiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Nikahmuda / One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03 ( Adven )

‎Axel Mahardika Alkatiri adalah seorang anak berusia lima tahun yang saat ini sudah bersekolah meski home schooling, dia begitu pintar dan cekatan, anaknya juga ceria tapi di balik keceriaannya itu dia menyimpan banyak kesedihan karena selalu merindukan kasih sayang sang ayah Adven Mahardika Alkatiri. Dia adalah seorang pria berusia tiga puluh delapan tahun dan merupakan direktur dari perusahaan Alkatiri konstruksi. Axel tidak pernah mengetahui siapa ibunya, dia hanya tahu kalau ibunya sudah meninggal saat dia masih bayi, tapi Adven tak pernah menceritakan siapa ibunya pada Axel, bagaimana sosoknya ataupun wajah dari ibunya Axel meskipun anak kecil itu terus bertanya sambil menangis pada Adven.

‎Adven bahkan jarang sekali berinteraksi dengan Axel selain urusan sekolah dan pertemuan keluarga Alkatiri. Sikapnya yang tertutup pada keluarganya bahkan sering membuat dirinya sering di protes sang ibu yang begitu ingin melihat anaknya itu bisa memiliki istri dan ibu untuk Axel yang merupakan cucu pertama keluarga Alkatiri, karena Adam dan istrinya belum di karuniai anak.

‎"Daddy, Daddy katanya pulang lebih dulu, tapi ko Axel sampai di rumah Daddy tidak ada?" tanya Axel terus mengikuti Adven yang baru pulang pukul delapan malam.

‎"Daddy ke rumah Tante Monica, dia sakit dan ingin di temani Daddy" jawabnya datar lalu dengan santai menuju ke kamar mandi tanpa menoleh pada Axel.

‎"Axel juga tiga hari lalu sakit tapi Daddy tidak menjaga Axel, hanya Oma yang jaga, tapi saat Tante penyihir itu sakit Daddy langsung menjaganya" gumam Axel tanpa bisa mengungkapkan perasaannya di depan Adven

‎Axel kecil lalu pergi ke walk in closet milik Adven dia menyiapkan semua pakaian Adven agar Adven bisa langsung memakainya nanti setelah mandi, semua itu sudah Axel lakukan selama satu tahun setelah apa yang di pilih Axel di pakai oleh Adven, itulah satu satunya kebahagiaan yang Axel miliki untuk Adven.

‎"Tinggal siapkan makan malam, Daddy mungkin tunduk pada si penyihir itu, tapi Daddy tidak akan makan sembarangan meski dia di paksa, Daddy itu pecinta kebersihan" gumamnya lagi pergi dari kamar Adven untuk meminta asisten rumah tangga menyiapkan makanan.

‎Ceklek.

‎"Hhah.."

‎Adven selalu menghela nafasnya saat membuka pintu kamar mandi, itu dia lakukan untuk mengurangi rasa bersalahnya karena sudah mengacuhkan anak kandungnya sendiri, tapi dia juga tidak bisa mengungkapkan penyesalannya karena setiap melihat Axel, Adven akan selalu mengingat ibunya yang memiliki wajah seperti Axel meski ada bagian mata juga hidung Axel yang mirip Adven.

‎"Daddy, ayo makan malam" panggil Axel saat Adven sudah turun dengan pakaian yang di siapkan Axel.

‎"Selamat malam tuan, anda mau saya ambilkan?" tanya asisten rumah tangga yang bernama Ijah

‎"Tidak perlu bi, biar saya ambil sendiri" jawab Adven

‎Axel menyodorkan piringnya karena dia juga ingin di ambilkan Adven, Adven mengambil piring Axel terlebih dahulu, dia juga memasukkan lauknya lengkap karena Axel tidak pernah pilih pilih makanan dan tidak rewel. Setelah selesai makan, Adven tidak langsung tidur karena biasanya dia akan ke ruang kerjanya untuk memeriksa bekas yang mungkin di kirim Adam ke rumahnya tapi ternyata tidak ada.

‎"Daddy, Miss Lucy memberikan nilai seratus untuk pelajaran bahasa inggris Axel, katanya Axel pintar" ucap Axel memberikan kertas ulangan miliknya pada Adven

‎"Hmm.. Bagus, belajar lagi yang rajin" jawab Adven tanpa menatap Axel

‎"Apa Daddy akan membawa Axel lagi besok ke kantor? Axel sudah punya teman di sana dia kakak cantik yang menolong Axel mengambil layang layang di atas pos satpam pak Doyok" Tanya Axel

‎"Tidak, Daddy ke luar kota besok" jawabnya singkat

‎"Kalau Daddy ke luar kota, bisakah Daddy periksa ini, kakak itu katanya melamar pekerjaan untuk jadi office girl di kantor Daddy, bisakah Daddy minta dia jadi pengasuh Axel, Axel tidak akan mengganggu Daddy lagi" pinta Axel menyerahkan map milik Sukma pada Adven.

‎Deg.

‎Kata kata tidak akan mengganggu Daddy itu cukup menusuk hati Adven, dia tidak pernah merasa Axel mengganggunya tapi dia tidak tahu dari mana Axel bisa menyimpulkan kalau dia tidak menyukai Axel ikut ke kantor dengannya.

‎"Daddy akan mengajakmu saat Daddy tidak ada meeting ke luar kota" jawabnya mengambil map yang di serahkan Axel padanya.

‎"Kamu bilang dia melamar jadi office girl? Tapi di komputer Daddy orang ini melamar jadi sekertaris Daddy, dan Daddy sedang butuh sekretaris baru" ucap Adven saat memeriksa data data Sukma dan melihat kalau Sukma adalah salah satu kandidat yang di berikan tim HRD padanya melalui email.

‎"Tapi dia pendek Daddy, dengan bi Ijah saja lebih tinggi bi Ijah, Daddy tidak akan suka" keluh Axel membuat Adven kembali memeriksa data Sukma, bahkan melihat wajahnya dan menatap Axel cukup lama.

‎"Bagaimana Daddy? Axel butuh pengasuh supaya Daddy tidak perlu bawa Axel ke kantor Daddy, Daddy bisa bekerja dengan tenang dan Axel ada teman bermain juga, ini kesepakatan yang bagus kan" ucap anak berusia lima tahun itu yang sama sekali tidak terlihat seperti anak usia lima tahun saat bicara karena terlalu sering melihat Adven bekerja di kantor.

‎"Bocah" gumam Adven tapi bisa di dengar Axel

‎"Daddy butuh sekertaris untuk membantu jadwal Daddy di kantor karena Daddy kewalahan mengurus jadwal Daddy, kamu cari pengasuh lain selain orang yang melamar di kantor Daddy, mereka belum menjalani wawancara kedua dan belum selesai seleksi, jadi minta Oma kamu saja carikan pengasuh untuk kamu" jawab Adven membuat Axel terdiam

‎"Kenapa?" tanya Adven dan Axel menggelengkan kepalanya.

‎Axel berjalan menghampiri Adven, dia lalu naik ke pangkuan ayahnya itu dan mengecup pipi Adven kiri kanan, hal yang selalu dia lakukan setiap hari sebelum tidur tapi Adven tak pernah membalas kecupannya sekalipun.

‎"Selamat malam Daddy" ucap Axel memeluk Adven

‎"Selamat malam, pergilah tidur karena besok Oma yang akan menemani kamu home schooling, Opa akan ikut Daddy ke luar kota" jawab Adven

‎"Axel sayang Daddy"

‎"Hmmmm Daddy juga" jawab Adven tapi tangannya terasa berat untuk membalas pelukan Axel

‎Seperti biasa, Axel akan pergi ke kamarnya dan tidur sendirian di sana, dia sering merasa kesepian dan ingin tidur bersama Adven, tapi semua keinginannya itu sudah lama dia kubur setelah tak ada sambutan baik dari Adven.

‎"Sukma Paramitha, Paramitha... Apa aku harus mengalah dan membiarkan Axel bersamamu, aku ingin melihat bagaimana perempuan jahat seperti kamu mengurus seorang anak" gumam Adven

‎"Dia lulusan terbaik Smith university, jurusan ilmu komunikasi, pantas dia bisa menarik perhatian Axel, dia pasti pandai bicara dan merayu, cih... dia pasti tahu siapa Axel dan berniat menarik perhatianku melalui Axel"

‎"Tapi tunggu... Axel hanya di kenal publik sebagai anak kak Adam, bagaimana mungkin dia bisa tahu, biar aku tes dia, apa benar dia itu tulus pada Axel, atau hanya ingin mendekatiku saja"

‎"Andai Axel tidak mirip dirimu Paramitha, aku tidak akan kesal setiap kali melihat wajah anak kita, kamu... kamu tega sekali pada kami, pada anak yang baru lahir bahkan belum pernah kamu peluk sekalipun, aku membencimu" ucap Adven mengepalkan tangannya.

‎Tak lama handphone miliknya berbunyi dan itu berasal dari salah satu staf HRD yang tadi mewawancarai Sukma, Adven sengaja meneleponnya karena dia tidak tahu kalau ada tambahan satu pelamar untuk menjadi sekretarisnya.

‎"Ya pak Gusti, apa pelamar dengan nama Sukma Paramitha sudah kamu wawancara?" tanya Adven

‎"Sudah pak, saya sengaja memasukkan datanya ke pelamar sekretaris karena saya pikir dia cocok, hanya saja..."

‎"Hanya saja apa?" tanya Adven

‎"Tingginya mungkin tidak sesuai dengan kriteria sekertaris yang anda inginkan" jawabnya

‎"Bagaimana hasil wawancara tadi, untuk pelamar yang bernama Sukma Paramitha ini?" tanya Adven kembali memeriksa riwayat pekerjaan dari Sukma.

‎"Katanya dia pernah jadi barista di toko kue Safira, dia juga jadi pelayan kafe tapi sempat berhenti karena kedua orang tuanya kecelakaan dan meninggal dua bulan setelah di rawat, saat akan kembali bekerja dia terlambat karena posisinya sudah di gantikan orang lain" jawab Gusti

‎"Bagaimana dengan status pernikahan, riwayat kesehatan dan keahliannya?" tanya Adven

‎"Dia single, punya keahlian membuat kopi dengan baik bahkan kami sudah mengetesnya langsung, bisa jadi pembicara yang baik juga jika melakukan presentasi dan yang paling penting dia memiliki nilai tinggi di kampus nomor satu itu pak" jawab Gusti

‎"Riwayat kesehatannya tidak ada di sini" ucap Adven

‎"Karena tadi dia hanya ingin melamar jadi office girl, jadi saya meminta dia untuk membawa riwayat kesehatannya kalau lulus wawancara pertama pak" jawab Gusti

‎"Dia lulus dan minta riwayat kesehatannya besok pagi, saya harus ke laur kota besok siang dan saya mau dia ada di hadapan saya dengan riwayat kesehatan besok pukul delapan pagi, saya tidak mau sekertaris saya penyakitan" perintah Adven

‎"Baik pak, apa itu artinya Sukma di terima?" tanya Gusti

‎"Ya mau bagaimana lagi, hanya dia yang menuhi syarat secara pendidikan dan juga... Axel sudah mengincar dia lebih dulu" jawab Adven

‎"Saya mengerti pak, saya akan hubungi Sukma sekarang juga karena saya juga sedang menyeleksi untuk posisi office girl" jawab Gusti lalu sambungan telepon itu terputus.

‎"Kita lihat seberapa berani Sukma Paramitha berdiri di depan Adven, apa dia akan sama beraninya seperti dia berdiri di depan Axel" gumam Adven.

1
neni nuraeni
semoga aja Paramitha dan Axel serta Adam slmt ya
Ridwan01: aamiin terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Erchapram
Retensi aman gak Thor?
Erchapram: kalau kenanga dulu bagus ya?
total 5 replies
neni nuraeni
ooh jdi mata"nya si Tsania,,, lah klau gitu mh mnding cerai'n aja dam tu ular,,, lma" jdi benalu dia buat hubungan kmu sma anita
neni nuraeni: gawat dong... mnding lngsung tendang aja thor si Tsania nya
total 3 replies
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni: 👌 thor 😁😁
total 2 replies
neni nuraeni
weeh seruuu euuy
Ridwan01: terima kasih kak🙏
total 1 replies
May Maya
ihhhhh ayah macam apa si Adven ini kok kata2 nya n perlakuan nya kasar padahal Axel masih umur 5 THN n butuh ksih sayang ayah nya
Ridwan01: Adven terlalu dingin karena memendam sesuatu kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
mantaaap lnjuut
neni nuraeni: sama sama
total 2 replies
Hana Rulisti
semalin seru panjut kak 💪💪🤣
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
yaaaa hp nya mulai ada sinyal Sukma pngen tak elus"🤭🤭🤭
neni nuraeni: 😁😁😁 iihhh tatut ah😀😀
total 2 replies
Hana Rulisti
🤣🤣🤣bukan hp itu paramita
Ridwan01: Itu tongkat sakti 🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
weeeh mantaaaap
Ridwan01: terima kasih kak🙏
total 1 replies
Erchapram
Safira yang sama ya?
Ridwan01: iya kak.
total 1 replies
neni nuraeni
tuh kan... ayo thooor dlnjut lgi atuh ah sllu deh bikin pnsrn Mulu ah othor mahhh, seruuu ini
neni nuraeni: iya nih ini juga lgi baca yg sblahnya... seruuu bnget thor😁
total 2 replies
Hana Rulisti
lanjut kak
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Erchapram
Baru baca beberapa bab, tapi sudah yakin jika novel ini pasti menarik. Lanjut Thor...
Ridwan01: terima kasih dukungannya kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
iiih gmees nya kaliannn,,, lnjut atuh nya thor seruuu
neni nuraeni: d tunggu ka othoortrr😁
total 2 replies
neni nuraeni
siapa ya Sukma itu apa ibu kandungnya Axel kah,,, klau Sukma ibu kndungnya Axel ko bisa ya ga punya ikatan batin,,, kasian axel
Ridwan01: belum bisa di buka sekarang kak, tunggu kelanjutannya 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: sama" thor
total 2 replies
Diana Febbriyanti Rukmana
semangat
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Hana Rulisti
apa sukma ibunya axel ya /Hey/
Ridwan01: bisa ya, bisa tidak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!