NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mis Alena

"Baik baik, aku kalah ayah yang menang, kenapa sampai menggunakan uang untuk mengalahkan ku, aku kalah total, ayah!"

Senyuman kemenangan sang ayah yang tak tertahankan membuat Anisa kesal sekali.

"Aku akan menurut. " Nada suara yang berubah melemah dan terdengar emang masuk ke telinga James.

Mengusap kepala Anisa dan berlutut didepan sang putri kecilnya.

Anisa yang paham itu mendekat ,megang wajah ayahnya menciumi pipi kanan kiri ayahnya.

"Sudah."

"Bagus, pintar.. Lakukan setiap aku minta kamu akan mendapatkan hadiah nantinya."

"Iya."

James berdiri dari depan Anisa sambil berjalan tak lupa tangannya meraih untuk mengusap kepala putrinya.

Selama pagi ini hanya di isi perdebatan putrinya saja itu adalah hal terbaik dalam harinya hingga hari berganti.

Tidak terasa sudah datang musim hujan dimana semua kegiatan yang ada di luar rumah rasanya malas mau di lakukan diluar.

Akibat hujan dan James lebih nyaman di rumah. Silva repot harus mengecek seluruh bisnis sebagai perwakilan James dan ini tak begitu membebani nya karena gajinya di tambah.

"Paman Sil?" Menoleh sambil menyerahkan payung dan mantel pada pelayan saat akan masuk ke ruang kedalam rumah.

Anisa duduk di depan sambil bermain dengan Mina dan Nena.

"Ada apa nona?"

"Paman tidak lelah, kelihatan sangat tua sejak hari kita pertama bertemu."

Sedikit bingung bagaimana menjawabnya.

"Karena aku harus mengurus semuanya dengan baik."

"Ayah memang sepemalas itu ya, karena orang kaya."

James tau-tau sudah di tangga melihat Silva dan Anisa mengobrol.

"Ah itu, yah tidak juga Tuan memang harus mengurusnya tapi, tidak sekeras saya, nah Nona."

"Jika pemalas mah pemalas, selama hujan ayah selalu tiduran di sofa kadang duduk di kamarku menemani aku bermain dan makan camilan, ayah tak bekerja seperti biasanya."

"Kalian membicarakan aku?"

Sedikit kaget Anisa berdiri menatap kebelakang berbalik dengan cepat.

"Hahah, Paman Silva selamatkan dirimu aku akan mengurus ayah ku." Silva pergi lebih dulu sambil memberi salam.

"Sekarang bawahanku pun patuh padamu ya."

"Ayah cemburu lagi?"

"Iya sangat."

"Kekanak-kanakan." Menatap Putrinya yang kembali duduk bermain sendiri dengan Mina dan Nena berdiri sedikit jauh karena James bersama dengan Anisa.

Memperhatikan Anisa yang asik dengan dunianya sendiri duduk di sebelahnya.

"Aku mencarikan guru privat perempuan untukmu belajar tata Krama dan bahasa yang baik, kau terlalu merusak percakapan aku tak suka bahasa mu ketika kita mengobrol."

Anisa menghela nafasnya setelah diam sebentar lalu mengambil nafas dan bicara.

"Terserah ayah."

Menatap ayahnya.

James masih menghadap wajah Anisa melihat wajah itu menatapnya polos tapi juga sedikit agak khawatir kelihatannya, mengetuk dahi Anisa pelan dengan jari telunjuknya dan hidung mancung yang kecil itu.

"Aku akan melakukan apapun yang terbaik agar kau bahagia sebagai putriku, aku suka melihatmu tersenyum lebar dan menangis di hadapanku, yaa saat menangis lebih menyenangkan aku menikmatinya."

"Haah! Dasar ayah tidak berperasaan sangat jahat, bagaimana bisa anaknya menangis jadi hiburan."

Tertawa keras melihat murka putrinya sangat gemas tangan mungil keduanya terkepal di ayunkan seolah menumbuk sesuatu didepannya pipi, menggembung itu juga terlihat sangat lucu, bagaimana bisa-bisa pipi putih lembut itu memerah.

"Apa kamu juga menyayangi aku sebagai ayah yang baik?" Pertanyaan James dalam keheningan setelah puas tertawa dan Anisa kembali bermain dengan mainannya.

Anisa menghentikan gerakan tangannya memasang Lego.

"Ya, aku suka ayah, orang dewasa pertama yang memelukku tanpa jijik dan menjaga ku saat aku butuh bahkan orang dewasa yang hobi menjahiliku."

James mendekat mengecup pucuk kepala Anisa.

"Putriku yang pintar."

Anisa diam-diam tersenyum hangat membuat orang yang melihat sikap James mencium pucuk kepala Anisa sedikit iri dan gemas.

Bagaimana bisa hubungan mereka begitu baik layaknya hubungan kandung.

*****

Kedatangan guru privat di hari ini di temani ayah di ruang tamu, Anisa yang duduk disebelah James menatap guru perempuan itu sedikit kagum karena begitu cantik dan sangat sopan bahkan mirip guru untuk mendidik anak kalangan bangsawan, tentang kesopanan dan tata Krama yang baik antara bangsawan lainnya.

"Selamat datang Ibu guru."

"Terimakasih nona, panggil saja saya Mis Alena. Saya yang akan menjadi guru anda mulai Minggu depan dan jadwalnya saya akan titip kan pada pelayan yang mengurus anda."

"Iya, terimakasih."

Setelah pembicaraan ringan seputar jam belajar dan waktu lama belajar dan materi apa yang akan di bahas dan di ajarkan pada Anisa selesai. Guru itu pamit pergi.

Ruang ini hanya ada Anisa dan Ayah.

"Besok ayah akan pergi untuk memeriksa sesuatu sedikit lama mungkin seminggu jadi jangan buat masalah seperti waktu itu, akibatnya akan membuat semua terluka."

Anisa seketika ingat dimana kekutan tak terlihatnya hampir menekan orang dengan pikirannya sampai hampir tak bernafas lagi.

"Iya aku mengerti, tenang saja ayah."

Tersenyum Anisa menatap ayahnya yang menatapnya juga hangat.

"Selama aku pergi lakukan apapun yang kamu butuhkan dan mau, ini rumah mu, mereka semua pelayanmu... Aku hanya pergi bersama Silva dan Canaria seperti biasa akan bersama denganmu."

Tiba-tiba hari kepergian Tuan James pagi-pagi sekali, Silva menunggu didepan pintu kamar Anisa dan Canaria yang juga di sana tapi, didalam kamar Anisa menemaninya tidur.

"Ayah akan pergi jangan buat onar di mansion. "

"Hem.. "

Mengusap kepalanya dan menatap lekat seolah sayang sekali kalo James meninggalkan Anisa sendirian di mansion sebesar ini bersama dengan para pelayan saja.

"Ayah... Hati-hati aku harap ayah pulang cepat, jangan lupa bawa pulang sesuatu yang lucu dan manis."

"Tidurpun kau masih ingat dengan oleh-olehnya, lalu aku?"

"Ayah pasti baik-baik saja ayah kuat dan kaya."

Sol dan Silva yang barusan masuk memandangi dimana James yang seolah sudah seperti ayah dengan anaknya.

"Tidurlah, aku harus berangkat sekarang." Meninggalkan kecupan dan satu toples kaca penuh berisi jelu kering yang di bungkus dengan gambar hewan lucu.

Canaria mengangguk dan Sol juga ikut mengantarkannya keluar sedangkan Anisa mengintip sedikit di balik selimutnya sampai James benar-benar hilang di balik pintu kamar nya.

Suara hujan sangat deras saat Tuan James keluar kamar Nona Anisa.

Canaria lekat memandangi nona nya yang tadi mengintip lalu berbalik memunggunginya.

Bahunya bergetar seolah sedang menangis, ada suara isakan disana.

Canaria akan diam saja menunggu Anisa sendiri yang meminta dirinya ikut campur jika tidak maka tidak usah.

****

Cuaca mendung tapi tak hujan hari ini kelas pertama dengan mis Alena.

Masuk ke ruangan belajar dimana disana Mis Alena belum datang dan tak lama Anisa masuk dan duduk datang mis Alena.

"Selamat pagi nona bagaimana tidur anda?"

"Selamat pagi mis, tidurku nyenyak dan mimpi indah."

Itu bohong Anisa tak bisa tidur karena gugup dengan hari ini bersama mis Alena.

"Syukurlah."

Tatapan mis Alena seperti mengatakan sesuatu pada Anisa dengan pandangan yang sinis tapi ekspresi nya terlihat sangat baik dan ramah.

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!